
Bumi menarik lengan Kejora ketika Kejora baru saja memasuki gerbang sekolah Lelaki itu membawa Kejora menuju taman yang belum ada Penghuninya.
" Ngapain lo ngirim surat ini kemarin Lo mau balikan lagi sama gue " bentak Bumi Pada Kejora sambil menunjukkan surat yang Kejora tulis kemarin untuk Bumi
Kejora hanya membeku. Terdiam ketika ia dibentak oleh Bumi seperti itu. " A-aku gak bermaksud untuk itu Bumi " jawab Kejora lembut.
" Terus apa ? Lo mau bikin gue jatuh cinta lagi sama lo " Bumi menaikan satu alisnya.
" Kok kamu mikirnya gitu sih " ujar Kejora tidak Percaya.
" Bener kan ? Lo mau balikan sama gue lagi " tuduh Bumi
" Jangan sok tau kamu " bentak Kejora
" Terus ngapain kemarin lo ngirim surat ini ke gue ? Mau caper sama gue " bentak Bumi
" Jangan fitnah aku ya Bumi " tegas Kejora
" Aku sama sekali enggak cari Perhatian sama kamu "
" Terus kalau bukan cari Perhatian apa lagi " Bumi menaikan satu alisnya.
Kejora diam tidak menjawab. Ia tidak tau harus menjawab apa. Sumpah demi apapun Kejora bukan ingin cari Perhatian atau minta balikan Pada Bumi. Hanya saja itu cuma sebuah surat. isi hatinya Tapi seharusnya Kejora tidak memberikan itu Pada Bumi Sebaiknya ia menyimpannya kemarin bukan memberikannya Itu kesalahan besar.
" Diem kan lo ? Jadi semua yang gue omongin itu bener kan? Lo mau cari-cari Perhatian buat balikan sama gue " bentak Bumi. " Karena lo matre dan mau Peras harta gue Iya kan,"
Mendengar itu darah Kejora langsung menatap Bumi tidak Percaya. Tepatnya marah dan kecewa. Marah karena Kejora dituduh matre. Dan kecewa karena Bumi yang berbicara itu Padanya Menuduh Kejora yang tidak-tidak.
" Aku bukan cewek matre Bumi " balas Kejora
" Aku cinta sama kamu itu tulus Aku sama sekali gak ada niat untuk Peras harta kamu "
" Terus ngapain lo kirim surat-surat gak berguna kayak gini ke gue " Bumi melemparkan surat itu tepat ke wajah Kejora
Kejora Terkejut dengan Perlakuan Bumi yang seperti itu Padanya. Benar-benar tidak Percaya Gadis itu hanya menatap Bumi sedih.
" Ambil tuh surat gue gak butuh " ucap Bumi lalu melenggang Pergi meninggalkan Kejora
Kejora terdiam lalu menatap surat yang tadi dilempar Bumi Surat itu jatuh ke tanah Sudahlah lebih baik Kejora membiarkan surat itu tetap di sana. Satu hal yang ia mau sekarang yaitu menenangkan diri
...••••••...
Kejora, Febbi dan Jihan sedang menyusuri koridor sekolah sambil bercanda gurau untuk Pergi menuju kantin. Mereka bertiga sudah sangat lapar dari tadi.
Tiba-tiba Mona dan ketiga temannya langsung menghadang jalan mereka berdua.
__ADS_1
" Ngapain lo halangi jalan kita " bentak Febbi Pada Mona
" Minggir kita mau lewat " usir Jihan
Kejora hanya diam tidak melakukan apapun Tidak membantah ataupun membentak. Ia hanya sudah lelah dengan semua tentang Mona
" Gue cuma mau ketemu sama cewek matre ini " ujar Mona sambil menunjuk ke arah Kejora
" Temen gue ini bukan cewek matre " tegas Febbi tepat didepan wajah Mona
Mona langsung mendelik lalu menatap Kejora " Oh ya Terus kenapa dia ngirim surat ini ketunangan gue Jawabannya jelas kan mau minta balikan sama Bunmi karena mau Peras hartanya," tutur Mona
" Di sini tertulis kalau dia mau lupain Bumi itu butuh waktu yang lama dan isi surat ini tuh menjurus kayak orang minta balikan," lanjut Mona " Dan gue tau lo minta balikan supaya bisa Peras harta Bumi kan,"
Mona menunjukkan surat itu Mungkin dia menemukannya saat di taman tadi Kejora menatap Mona
" Gue tegasin ya sama lo ! Gue bukan cewek yang seperti lo bilang "
" Gue tau Bumi sering beliin lo barang yang mahal-mahal Dan gue jamin Pasti lo kan yang minta sama dia " ujar Mona membuat Kejora semakin marah.
Kejora hanya menatap Mona dengan marah ingin sekali Kejora mencabik-cabik mukanya
" Diem kan lo ? Jadi bener. Lo itu matre. Lo itu gak ada akhlak tau gak " bentak Mona
" Jangan sentuh tunangan gue " ujar orang itu dengan suara berat. Ia tau siapa itu Melihat itu Mona langsung tersenyum senang. Ia merasa bahwa semuanya sudah milik dia.
" Lepasin aku Bumi " Kejora meronta-ronta agar Bumi melepaskan tangannya. Cengkeramannya begitu kuat sampai-sampai Kejora kesakitan.
" Kalau lo berani nyentuh tunangan gue lagi Awas aja lo." Bumi menghempaskan tangan Kejora kasar membuat gadis itu meringis kesakitan.
" Bumi kok kamu kasar kayak gitu sih sama aku " tanya Kejora sendu.
" Cewek kayak lo berhak di kasarin " bentak Bumi
" Emangnya aku Punya salah apa sih sama kamu ? Kayaknya kamu benci banget sama aku " tanya Kejora
" Lo gak Perlu tau kesalahan lo itu apa Paham " tegas Bumi
" Terus kenapa kamu selalu nyakitin aku Selalu bentak aku sampai-sampai selalu buat aku nangis," ucap Kejora dengan mata berkaca-kaca.
" Lo itu terlalu cengeng Makanya lo nangis," balas Bumi membuat Kejora semakin sedih.
" Cengeng banget kamu bilang Mana ada cewek di dunia ini Bumi yang mau di Perlakukan seperti itu sama kamu ! Tanpa status Dan juga selalu di sakitin " ujar Kejora menggebu-gebu.
" Asal kamu tau Aku benci sama kamu Bumi ! Aku benci " tutur Kejora Penuh Penegasan.
__ADS_1
Bumi diam. Tidak membalas ucapan dari Kejora Entah kenapa dada Bumi terasa sesak melihat Kejora menangis dan mengatakan seperti itu.
" Kamu gak bisa jawab kan ? Kamu itu emang berengsek Untung aja aku udah Putus sama kamu. Jadi aku gak bakal rasain gimana sakit hati atau cemburu lagi," ujar Kejora sambil terisak.
" Aku cuma nitip Pesan Jangan Perlakukan Mona seperti apa yang kamu lakuin sama aku " Pesan Kejora
Kejora menoleh ke arah Mona " Asal kamu tau Mona Lelaki disamping kamu ini bukan Bumi yang aku kenal karena Bumi yang aku kenal itu gak Pernah sakitin Perempuan atau nyakitin orang yang dia sayang Dia orang yang berbeda Jadi lebih baik dia sama kamu Karena aku gak kenal sama sekali sama dia " ujar Kejora lalu melenggang Pergi meninggalkan diikuti oleh kedua temannya.
...••••••...
Kejora membawa barang-barang yang Pernah Bumi berikan Padanya. Satu kardus Dari mulai boneka. Squishy dan masih banyak lagi Kejora akan memberikan semuanya Pada Bumi sekarang. Ia tidak mau ada barang-barang yang Bumi berikan di rumahnya. Ia ingin segera move on.
Kejora mengetuk Pintu rumah Bumi berkali-kali. Beberapa menit kemudian ada yang membukakan Pintu
Lelaki yang masih bermuka bantal muncul dibalik Pintu. Kejora sedikit terkejut dengan keadaan Bumi sekarang. Mata yang sembap seperti sudah menangis dan tidak tidur dan bibir Pucat. Kejora mau menanyakan hal itu Pada Bumi tapi ia lebih mengurungkan niatnya dan kembali ke rencana awal mengapa ia Pergi ke sini.
" Ngapain lo ke sini " tanya Bumi dengan ketus. " Aku mau ngembaliin semua yang udah kamu berikan sama aku." Kejora menyodorkan kardus yang berisi barang-barang itu Pada Bumi
" Gak usah kembaliin ! Itu buat lo Anggap aja sebagai kenang-kenangan," ujar Bumi Pada Kejora
" Maaf Bumi Aku gak mau terima barang-barang ini lagi Makasih untuk semuanya." Kejora meletakkan kardus itu di lantai.
Hendak saja Kejora ingin berbalik tetapi tangannya dicekal oleh Bumi
" Gue bilang gak usah kembaliin," tegas Bumi
" Aku gak mau " ujar Kejora sambil meronta-ronta agar tangannya dilepaskan oleh Bumi
" Gue mohon jangan kembaliin Anggap aja ini kado terakhir dari gue," ujar Bumi
" Sebagai mantan Pacar lo " tuturnya.
" Aku gak mau terima barang-barang itu Terserah kamu mau dibuang kek mau dibakar kek. Aku gak Peduli Tapi yang Pasti aku gak mau nyimpen semua kenangan tentang kamu Dan aku gak mau dibilang matre lagi sama kamu " ujar Kejora.
" Lepasin aku Bumi " Kejora masih meronta-ronta agar dilepaskan. Bumi melepaskan genggamannya Pelan. " Lo bakal nyesel kalau kembaliin semua ini ke gue " ujar Bumi
Kejora menggeleng. " Aku gak bakal nyesel "
" Oke kalau lo gak mau terima barang-barang ini lagi Tapi gue cuma minta sama lo Ra Jangan Pernah benci gue," tutur Bumi dengan menatap Kejora sendu Bibirnya sedikit Pucat dan matanya sedikit sembap.
" Udah terlanjur Bumi Aku udah benci sama kamu dan gak mau ketemu lagi sama kamu " ketus Kejora lalu melenggang Pergi meninggalkan Bumi yang masih terdiam.
" Maaf " batin Bumi lalu mengambil kardus yang Senja kembalikan tadi dan membawanya kedalam rumah.
...••••...
__ADS_1