BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
31. Pesta


__ADS_3

Mulanya Bumi tidak ingin mengajak Kejora ke Pesta yang diadakan oleh Papa dan keluarga besarnya. Namun saat Kejora mengetahuinya lewat telepon Bumi jadi tidak tega untuk tidak mengajaknya karena Kejora ingin bertemu Keluarganya


" Ayolah. Boleh, ya ? Ya? Ya ” Pinta Kejora Pada Bumi


Bumi tidak mengatakan apa-apa. Masih memandang Kejora di sebelahnya. Bumi masih tetap sama. Akan bicara ketika dirasa Pembicaraan mereka Penting


" Boleh, ya ? Ya? Ya? Ayolah.” Kejora masih membujuk.


" Nanti kamu bosan ” ujar Bumi Penuh Pengertian Pada Kejora


" Enggak akan kok Bumi Ayolah ajak aku Ya," Bumi memandangnya sambil berpikir karena Kejora terlihat sangat ingin datang Bahkan lebih excited darinya


" Oke, oke " ujar Bumi membuat wajah Kejora langsung girang seketika.


" Tapi jangan terlalu dekat sama yang lain Janji"


" iya Janji " jawab Kejora Pada Bumi


Bumi tahu bahwa cepat atau lambat Pasti akan begini. Sementara Kejora langsung sibuk memikirkan Pakaian apa yang akan ia kenakan nanti. Dari warna sampai aksesorinya. Kejora tidak boleh sampai mempermalukan Bumi Minimal membuat Bumi bangga karena memilihnya sebagai Pacar


" Bumi "


" Apa "


Kejora seketika lupa ingin mengatakan apa saat melihat kedua mata Bumi Kelemahan Kejora ketika mengobrol dengan Bumi adalah sepasang mata tajam miliknya, Warnanya hitam tapi ketika sinar matahari bisa berwarna cokelat Astaga jadi sebenarnya warna mata Bumi apa Kejora yang masih terpesona membuat Bumi terus memandangnya.


" Udah Puas lihatinnya "


" Ah " Kejora seolah tersadar karenanya.


" Lihatin ? Lihatin apa " tanya Kejora Pura-pura tidak tahu.


" Tadi mau ngomong apa "


" Enggak jadi deh udah lupa .... " Bahkan Kejora lupa akan mengatakan apa saking terpesona dengan kedua mata Bumi Astaga Kejora tidak bisa berhenti memandangnya Keduanya sudah berhenti sejak tadi. Bukan hanya terpesona Kejora juga tak bisa menahan keinginannya untuk memuji Bumi Apalagi ketika cowok itu menaikkan sebelah alisnya menunggu Kejora mengatakan sesuatu


" Mata kamu bagus Bumi ” ujar Kejora masih terlena


" Rambut kamu juga bagus Aku yang cewek aja jadi iri kamu Punya rambut bagus dan halus kayak gitu Alis Kamu juga Tuhan memang benar-benar nggak main-main Pas ciptain kamu." Kejora masih terus memuji Padahal cowok itu diam saja.


Bumi memajukan tubuhnya lalu wajahnya setengah memeluk Kejora. Kejora menahan napas berusaha bersikap setenang mungkin, tapi kalah ketika cowok itu merapikan rambut Kejora yang terbang karena angin. Kejora kini dapat merasakan deru napas Bumi di kulit wajahnya ketika angin mendadak hilang.


" ih Bumi ngapain " Kejora mendorong dada Bumi Kejora terkejut karena merasakan detak jantung Bumi di tangannya. Detak jantungnya normal


Hanya saja ... hanya saja ... Astaga ! Kejora yakin cowok itu juga sedang deg-degan kali ini. Buru-buru Kejora menjauhkan tangannya dari dada Bumi


" Rapiin rambut kamu, kan " jawab Bumi


Astaga yang tadi itu terlalu intim untuk mereka berdua.


" Bumi "


Bumi tidak menjawab namun gestur tubuhnya seolah menunggu Kejora akan mengatakan apa Padanya. Melihat reaksi Bumi membuat jantung Kejora jadi berdebar. Di Perhatikan sedekat ini membuat Pipinya berkedut senang.


" Jangan marah ya "


" Kenapa "


Belum selesai Bumi berbicara Kejora mencium Pipinya. Kejadiannya cepat namun sanggup membuat jantung Kejora terasa ingin meledak sekarang juga. Entah keberanian dari mana Kejora berani melakukannya. Bumi langsung memandangnya kaget karena gerakan Kejora yang tiba-tiba namun Pandangan Bumi berubah intens.


Kejora mengerjapkan kedua matanya Menunggu reaksi Bumi tetapi cowok tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Senang atau marah kah cowok itu sekarang ?


" Udah, ih, jangan di Pandangi kayak gitu malu ” ujar Kejora Pada Bumi yang terus menatapnya intens.


" Bisa malu juga " tanya Bumi


" ilh Nyebelin "


" Sekarang Kamu udah mulai berani, ya ” Bumi membuat Kejora mendongak menatapnya dengan terkejut.


" Udah sana ke kelas " Tentu saja Kejora menyuruhnya Pergi.


" Yang kanan aja ? Yang kiri enggak juga gitu ” tanya Bumi Kejora semakin terkejut.


" Ih, apa, sih " kata Kejora tersenyum malu malu.


" Udah sana ke kelas "


Bumi mengusap kepala Kejora dengan wajah datar dan berbalik menuju ke kelasnya. Ia lalu terkekeh senang mengingat Kejora saat berada di dalam kelas.


...•••••...


Tempat gym Bima dan Bintang melirik Pada Bumi yang sejak tadi duduk sambil mengangkat barbel. Keduanya mengerutkan kening karena Bumi dari tadi senyum-senyum sendiri. Senyumnya tidak berlebihan, tapi terlihat creepy di mata Bintang dan Bumi Karena baru masuk Pintu gym tadi Bumi menghadiahkan keduanya senyuman yang bukan Bumi banget.


" Horor banget tuh senyum " Bima meletakkan barbel.


" Dia kenapa sih "


" Udah lama gue nggak lihat Bumi senyum-senyum kayak gitu Terakhir kali kapan ya ” gumam Bintang mengintip dari balik smith machine Kedua Pandangannya menerawang.


" Pas neneknya datang ke sekolah kelas sepuluh,” ujar Bima


" Oh iya, waktu itu "


" Eh, Bumi lo ajak Kejora nanti ”


Bumi yang baru saja duduk di sebelahnya mengelap keringat dan menatap Bima


" Iya dia minta ikut "


" Yakin bakal diterima ? Kan tau sendiri gimana saudara-saudara lo Bumi " Bintang ikut duduk di sebelahnya.


" Harus Positive thinking, lah ” Bima menepuk bahu Bumi


" Itu juga yang gue Pikirin Cepat atau lambat dia bakal tau gimana situasi keluarga gue. Biar nggak setengah-setengah Biar dia lihat sendiri.”


" Nggak Perlu di Pikirin Kejora itu Pintar bergaul, nanti juga akrab sendiri.” Bima berusaha menghibur namun Bumi tidak yakin karena ia sendiri Pun tidak bisa membuat saudara-saudaranya untuk suka Padanya.


...•••••...


Bukan keputusan yang salah ternyata mengajak Kejora datang malam ini. Benar kata Bima Kejora cepat bergaul Perempuan itu sedang Pakai dress cantik berwarna marun. Bumi lupa kalau Kejora adalah tipe Perempuan yang mudah mendapat teman meski orang-orang tetap cuek Padanya Sampai akhirnya salah satu sepupu Perempuan Bumi mengajaknya mengobrol.


" Kamu semangat banget, ya, tiap cerita ” ujar Tita.


" Iya " Kejora cengengesan.


" Siapanya Bang Bumi " tanyanya lagi


" Pacarnya " ujar Kejora Pada Tita.


" Besok juga Putus " ujar Aaron Pada Kejora Aaron ini kakak laki-laki yang seumuran dengan Kejora. Memang sejak tadi terlihat tidak suka Pada Kejora


Kata Bumi mereka masih ada hubungan darah. Dulu ayah kakeknya Bumi Punya dua istri. Status mereka sama dengan Bumi cucu. Bedanya, Aaron dan Tita adalah sepupu tirinya.


" Bang Aaron, kok, gitu, sih " ujar Tita


" Cuma menebak " katanya tidak berperasaan


" Lagian aku yakin mana mungkin dia diterima di keluarga ini Paling dibuat main aja sama Bumi "


Kata-kata Pedas itu jelas membuat Kejora semakin tidak nyaman. Mau mencari Bumi namun cowok itu sedang sibuk dengan Bima dan Bintang yang juga datang ke acara ini


" Bang Bumi nggak kayak gitu kok " ujar Tita. Aaron mengedik lalu minum. Mereka sedang berada di meja bundar Putih yang sama.


Tira adalah satu-satunya orang yang ingin mengenal Bumi lebih dekat sebagai saudara dan sebagai adik Perempuan Bumi juga mau terbuka Padanya namun karena jarak rumah yang jauh Bumi dan Tita jarang berkomunikasi Paling-paling hanya di acara seperti ini saja mereka dapat bertemu.


" Maafin abangku ya Dia memang suka gitu.” Tita berkata dengan lemah lembut Astaga, bahkan suaranya Pun terdengar indah. Cowok mana yang akan berani menyakitinya ?


" Iya .... "


" Tita Panggil aja Tita ” katanya saat mengerti kecanggungan Kejora


" Iya Sebenarnya udah tau, sih, dari Bumi tadi.”


" Oh iya, Bang Bumi memangnya cerita apa aja?” tanya Tita Penasaran.


" Banyak Kasih tau nama kamu Terus kamu masih kelas sepuluh, ya ”


" Iya, Coba lihat, deh, abangku yang satu itu. Ganteng, ya ” ujar Tita tiba-tiba membuat Kejora menatap Bumi yang sedang menggunakan tuksedo hitam Laki-laki Itu sedang memegang minuman dalam gelas kaca sambil mengobrol serius dengan Bima dan Bintang


" Banget " ujar Kejora seketika terpukau lagi dengan Penampilan Bumi


" Di antara sepupu sepupuku yang lain, di antara adik sama abang abangku vang lain, Bang Bumi yang Paling ganteng Udah gitu dewasa Pintar cari uang genius lagi kasian Bang Bumi dia dari kecil udah di Tinggal sama ibunya " Tita membuat Kejora merasa sedih seketika saat memandang Bumi


" Boleh tanya, nggak "


" Apa "


" Abangmu, Aaron itu, kenapa, kok kayaknya nggak suka sama aku ”


" Bukan sama kamu tapi sama Bang Bumi Bang Aaron nggak gitu ke kamu aja ke teman-temannya Bang Bumi juga begitu,” ujar Tita namun Kejora sadar diri dan tidak berani untuk bertanya lebih.


" Aku harus Pamit dulu Kayaknya aku harus Panggil kamu Kakak deh Kamu Seumuran sama mereka, kan ” tanya Tita. Mona mengangguk

__ADS_1


" Duluan, ya, Kak Kejora Mau cari Mama.”


Kejora lalu sendirian di meja. Tiba-tiba dari arah samping duduklah Aaron kembali dengan saudara-saudaranya yang lain Mereka laki-laki semua membuat Kejora duduk di depannya dengan kikuk.


" Siapa, Ron ? Kok duduk di sini " tanya salah satu dari mereka.


" Pacarnya Bumi " ucap Aaron dengan nada sumbang.


" Cantik sih " komentar yang satunya Matanya jelalatan menatap Kejora


Kejora semakin risi. ingin Pergi namun Bumi menyuruhnya untuk tetap duduk di sini bersama Tita tadi Ternyata saudara Bumi kebanyakan laki-laki


" Enggak disamperin Bumi-nya " tanya Brandon


" Nanti aja " Kejora mencoba seramah mungkin Pada cowok yang memujinya cantik tadi.


" Udah di apain aja lho sama Bumi " tanya Tom.


Kejora terkejut mendengarnya Sementara saudara-saudara Bumi tertawa Mereka Pikir itu lucu ?


" Dilihat dari mukanya, sih, kayaknya belum sih Tom " kata Aaron.


" Kaget banget "


" Maaf ya Bumi bukan cowok kayak gitu kok,” ujar Kejora Pada cowok-cowok yang duduk di depannya.


" Iya, sih, gue Percaya Dia, kan, antisosial Nggak bisa bergaul Kalau nggak ada dua temannya itu dia Pasti diam aja di acara kayak gini Benar-benar kayak orang mati,” ujar Aaron.


Astaga sejahat itu mulut saudara-saudara Bumi ? Pantas saja tadi Bumi berusaha melarangnya datang ke sini.


" Memangnya siapa, sih, yang mau ajak dia ngobrol ? Nggak asyik gitu Hidupnya gitu-gitu aja. Nggak ada seru serunya Ngomong juga jarang. Katanya, sih Pendiamnya mirip sama Mamanya yang udah Pergi gak tau ke mana Jadi nggak ada yang mau, deh, ngobrol sama dia Gue juga malas,” ujar Brandon.


" Memang kalian bertiga nggak mau dekat sama Bumi ” tanya Kejora berani


" Ngapain ? Nggak ada yang Pengin dia di sini,” balas Brandon.


" Dari kecil Nenek cuma sayang sama dia aja tuh Apa-apa dibeliin langsung tanpa Perlu dia minta. Udah gitu nenek sama Papanya kami juga ikut-ikutan Makin dobel, lah. Kesayangan banget itu anak sialan " ucap Aaron.


" Kalau nggak ada dia juga Pasti mobil yang kemarin gue mau itu Punya gue bukan Punya dia Coba aja dia nggak ada.”


Kejora terpaku mendengarnya Seketika Kejora ingin menampar mulut cowok di depannya ini.


" Kalau bukan karena dia Pasti motor yang baru beli itu buat gue Eh malah buat dia karena Bumi menang lomba basket doang,” ucap Brandon,


" Benar banget Yang harusnya bagian uang gue juga malah dia yang ambil. Lo tanya aja. Harusnya kita dapat Penuh tapi malah dikasih semuanya ke Bumi " Tom duduk bersandar Pada kursi di depan Kejora


" Memang dapat apa " tanya Kejora


" Warisan, lah. Memangnya apa lagi Kalau gak Warisan " Aaron menjawab.


" Kalian nggak bisa, dong, salahin Bumi gitu aja, Dia, kan, nggak minta untuk ambil semua bagian kalian Kok malah nggak suka sama dia ? Kan wajar kalau neneknya atau nenek kalian sayangnya sama dia Dia, kan, nggak ada ibunya sejak kecil Sementara kalian, kan, Punya, Kalian harusnya dukung dia. Punya saudara itu harusnya saling dukung,” kata Kejora


" Eh Siapa nama lo tadi ” tanya Aaron.


" Kejora "


" Eh Kejora gue kasih tau, ya. Si bangsat itu tau kalau dia dapat semuanya dari kami cuma dia diam aja Mentang-mentang dia itu Paling rajin, Pintar, jadi dia bisa seenaknya ambil bagian kami gitu Bukan cuma kami yang nggak suka sama dia rata-rata anaknya Pada nggak suka sama dia gara-gara itu," ucap Aaron.


" Dari mana kalian tau dia cuma diam aja ”


" Kami lihat sendiri kok Semuanya buat dia. Semua harta warisan keluarga ini Dia atasannya. Kami ? Jadi bawahan dia,” ucap Brandon.


" Kenapa kalian nggak coba Pikir Memang kalau jadi atasannya kalian bakal sanggup ? Kenapa kalian Pikir buruk terus tentang Bumi " tanya Kejora


Aaron terkekeh culas membuat Kejora bergidik ngeri. " Kami di sini diajari untuk jadi yang Paling di antara yang lain Cuma dia aja Pura-pura nggak mau Pura-pura nggak Pengin Posisi tinggi Padahal aslinya, sih, Pengin Rancangan masa depan dia udah diatur ” ucap Aaron.


" Susah, ya, ngobrol sama kalian Nggak Pernah Pikir dari sudut Pandang berbeda Dan apa tadi ? Diajari untuk jadi yang Paling di antara yang lain ? Orangtua kalian berarti salah mendidik dong ” ujar Kejora ketiganya tercengang. " Yang namanya saudara itu saling dukung bukan saling menjatuhkan.”


Brandon yang sedang menyesap minumnya tersenyum mining,


" I like this Geri "


" Tapi sayangnya gue enggak " balas Kejora jutek membuat Brandon terkekeh dan memainkan gelasnya yang masih berisi minuman Menggoyang-goyangkan sambil menatap wajah judes Kejora


Kejora tersentak lalu menoleh saat merasakan tangan hangat Bumi menyentuh Pipinya. Ia lalu duduk di samping Kejora membuat gadis itu Panas-dingin karenanya. Atmosfer sempat menegang sebentar tapi akhirnya Aaron Brandon, dan Tom memandang Bumi dengan setengah minat.


" Wah Jadi itu kerjaan lo Brandon Godain Pacar gue ” tanya Bumi tenang


" Ya elah gue yakin dia nggak cinta sama lo,” balas Brandon.


" Kan cintanya sama duit lo " Lalu ketiganya tertawa di depan Bumi dan Kejora


" Jangan sok tau, ya " Kejora beraksi marah.


" Marah berarti benar dong " goda Tom


" Gue asli smi, Nona,” balas Brandon Pada Kejora


" Nama doang bule tapi mukanya muka kampung ” sahut Kejora


Seumur-umur baru kali ini Bumi bisa duduk lama bersama Aaron, Brandon, dan Tom. Biasanya mereka duduk bersama hanya karena ada rapat Penting tentang warisan, Penjualan tanah tanah, rapat untuk belajar di kantor milik keluarga, dan makan malam satu keluarga besar dengan muka terpaksa.


" Ingat, lo bertiga belum selesaikan Proposal yang gue suruh Tanggalnya diajukan jadi besok ” ucap Bumi dingin membuat ketiga sama-sama melotot.


" Diajuin " Aaron tidak terima


" Lo gila ? Gue belum selesai " Tom ikut Panik.


" Bumi lo bercanda, kan ? Nggak besok juga, kan ? Gue belum buat PR masa harus bikin Proposal gituan " ujar Aaron lagi.


" Gue Nggak Peduli " Bumi membalas tanpa harus mendebat banyak


" Kalau udah urus, kabari gue, ya. Gue suka dia,” ucap Brandon terang-terangan


" Bikin gue gemas aja Mukanya, ya not bad lah, buat gue aja Dia cantik Juga Dia itu Lebih cocok sama gue ketimbang sama lo, Bumi " Brandon berkata lagi dengan mulut kurang ajarnya.


Bumi mengepalkan kedua tangannya di atas Paha. Kalau saja tidak ingat ini di mana Bumi Pasti sudah menghajar wajah wajah yang ada di depannya ini Tidak Peduli bahwa mereka ada ikatan saudara


" Ayo Bumi aku Pengin ketemu Nenek Kamu " cetus Kejora saat menyadari situasi kembali menegang.


" Wah mau ketemu Nenek ? Udahlah Pasti berharap jadi mantu di sini, kan ? Lihat Bumi dia sukanya sama uang lo, bukan elonya Buktinya mau ketemu sama Nenek Tau aja kalau neneknya Bumi yang Punya semuanya,” ucap Bandon.


" Udah, jangan di masukin ke hati Ayo Kita Pergi " bisik Kejora Pada Bumi tetap bergeming di tempatnya, membuat Kejora meraih sebelah tangan Bumi yang terkepal dan menggenggamnya hingga Bumi berhasil menoleh Padanya Tanpa basa-basi keduanya berdiri menuju ke depan mencari nenek Bumi


" jangan kebanyakan mikir " Bumi berkata tiba-tiba.


Kejora mengerjap. " Enggak, kok.”


Keduanya tampak serasi ketika hampir sampai Pada Bima dan Bintang melambaikan tangannya Pada Kejora dan Bumi Lebih tepatnya Bima sedang menemani Bintang yang sibuk makan kue-kue di atas meja yang khusus disiapkan untuk beraneka macam kue dan minuman.


" Yang di bicarakan mereka itu nggak benar.”


" Ya "


" Bumi mau tanya, dong.”


Bumi menolehkan kepalanya.


" Memangnya bakal di Pindah ke mana ”


" Apanya "


" Mereka "


" Oh " Bumi bereaksi sedikit. " Kalau nggak selesaikan kerjaannya, mereka bakal dipindah buat dihukum.”


" SERIUS ? Kalau gitu jadwalnya bisa diubah jadi hari ini aja, nggak biar


mereka tau rasa ”


Bumi menyentil Pelan kening Kejora membuatnya mengaduh


" Enggak bisa "


" Loh, kok, nggak bisa ? Tadi, kan, kamu bisa.”


" itu buat Pelajaran aja.”


Kejora manggut-manggut mengerti


" Ternyata hidup orang-orang kaya beda juga ya,"


" Enggak juga Sama sama makan nasi,” jawab Bumi


Kejora terkekeh. “ Iya juga, sih. Aku cantik nggak sekarang ” tanya Kejora


Bumi memperhatikan Kejora


" Ya.”


" Kok gitu, sih, Pujiannya ? Nggak niat banget Minimal bilang apa kek biar aku senang Masa cuma Ya doang ? Ngomong kan, gratis, Bumi Nggak berbayar, apalagi Pakai kuota Kamu nggak bakalan bangkrut cuma karena ngomong sama aku. Oh iya yang tadi itu jangan dimasukin hati, ya.”


" Aku juga nggak Peduli."

__ADS_1


" Kenapa "


" Udah malas urusnya " kata Bumi Kentara sekali sudah tidak mau berurusan dengan mereka


" Kamu senang di godain mereka ”


" Enggak, lah ! Ogah, ih, amit-amit.” Kejora semakin mengeratkan tangannya yang mengait Pada lengan Bumi


" Bagus, lah "


" Apalagi yang duduk di tengah-tengah itu Tatapannya kayak gitu banget.”


" Brandon " tanya Bumi Kejora mengangguk seperti seorang anak yang sedang mengadu Pada ayahnya


" Dia suka kamu "


" Aku nggak suka sama dia Aku sukanya kamu,” balas Kejora membuat senyum Bumi mengembang Namun hanya sebentar karena Papanya sedang memperhatikannya


" Kamu nggak marah ? Cemburu gitu "


" Marah Tapi aku Percaya kamu,” kata Bumi membuat Kejora tersenyum.


" HEH BUCIN " Panggil Bima Pada keduanya, membuat Kejora dan Bumi yang tiba di depan Bima serta Bintang memperhatikan.


" Mentang-mentang sekarang ada Kejora kami berdua dilupain gitu aja Cemburu Adek Bang.”


" Udah jangan di dengar Bima tuh kebanyakan makan kue dari tadi,” ucap Bintang Rasanya tidak tega merusak Percakapan Kejora dan Bumi


" Gue bilang juga apa Dia bisa, kan ” Bima berdiri di depan Bumi


" Eh Kejora Yuk, sini makan-makan Ada kue, ada kacang, ada minuman, ada buah-buahan Yuk jangan sungkan-sungkan " ucapnya mengajak Kejora ke meja Panjang makanan. Bertingkah seolah cowok itu yang Punya acara.


" Baru kali ini Bumi gue lihat lo banyak senyum di acara begini." Senyum di Wajah Bumi terpampang jelas Bintang merasa bahagia karenanya.


" Sebagai teman gue ikut merasa senang.” Bintang terkekeh.


" Lo senang kenapa "


" Terharu lebih tepatnya " Bintang Pura-pura menghapus air mara di sudut matanya Padahal sama sekali tidak ada Bumi ikut terkekeh karenanya.


" Akhirnya teman Terbaik gue ini Punya Pacar " lanjut Bintang dengan kurang ajar.


" Abang " Tita datang lalu langsung memeluk Bumi


" Wow, wow, selow " komentar Bima begitu melihat Bumi balas memeluk Tita


" Abangmu udah Punya Pacar Tita Jangan main Peluk-peluk gitu apalagi di depan Pacarnya Itu namanya menabuh genderang Perang ”


" Kan cuma Peluk doang Bang Bima ” Tita menjulurkan lidahnya.


" Eh si bocah ledek gue.”


" Kak Kejora juga nggak marah tuh.”


" Iya, lah, nggak marah. Tadi kamu udah kenalan sambil rayu-rayu dia, kan " balas Bima


" Enggak, lah Enak aja. Menuduh mulu.”


" Kalian itu kenapa, sih, tiap ketemu selalu berantem ” tanya Bumi


" Namanya juga sama-sama bocah.” Bintang membalas.


" GUE BUKAN BOCAH " ucap Bima


Kejora tersenyum melihatnya. Dia melihat Tita, lalu Bumi, Bintang juga Bima Senang rasanya melihat mereka begini. Kejora melirik Tita. Cewek itu dari tadi terus memperhatikan Bintang. Lebih banyak ketimbang Bumi dan Bima, Kejora mungkin berspekulasi aneh, tapi dia juga Perempuan. Ia tahu bagaimana tatapan Penuh Puja Tita untuk Bintang


" Tita Nggak mau Peluk Bang Bintang juga,” tanya Bintang Pada Tita, lalu dengan semangat Tita memeluk Bintang dibalas sama olehnya.


" Kalau Abang nggak di Peluk juga, Ta " tanya Bima


" Pelukan aja sana sama yang lain ” balas Tita, membuat Bima mendengus. Sudah tahu jawabannya Tita Pasti tidak mau Setelah acara Peluk-pelukan itu mendekati Kejora untuk mengambil kue kesukaannya.


" Kamu suka Bintang ya ” tanya Kejora dengan nada berbisik ketika ketiganya sedang berbicara serius, membuat Tita menoleh lalu tersipu malu.


" Kok Kak Kejora tau "


" Cuma tebak aja "


" Kok Kakak bisa Tahu sih "


" Bisa, dong. Kan aku juga cewek.”


" Oh ya, memang Kak Kejora suka juga sama Kak Bintang "


" Enggak dong "


" Tapi dia udah ada yang Punya Pacar katanya,” ucap Tita sedih.


" iya dia itu Cinta setengah mati banget sama cewek itu,” jawab Kejora makin membuat wajah Tita murung Lalu terbayang wajah di kepala Bulan


" Udah, nggak apa-apa Suka sama Bima aja Dia baik, kok.”


" Ra lo jangan memengaruhi anak kecil gitu, dong ” balas Bima


Kejora terkikik geli. " Kok lu nguping sih Bima ”


" Telinga gue ini tajam Ra Jangankan gue Bintang aja dengar.” Bima menunjuk Bintang


" Eh, Tita nggak suka, kok, sama Bang Bintang ” Tita mengelak.


" Ah, yang benar ” goda Bima." Tita jangan suka sama Bintang Nanti Abang bawain teman-teman Abang. Banyak yang jomblo nih. Mau, nggak ”


" Jangan gangguin adik gue " ucap Bumi tajam Penuh Peringatan.


Bima menyengir. " Iya, iya. Enggak akan "


" Nggak, ah. Lagian Tita kagum doang sama Bang Bintang Tita juga Punya banyak gebetan Terus juga mana dibolehin Al.” Tita mengingat Al. Cowok tersebut juga datang, tapi sejak tadi berdiri tidak nyaman di tempatnya sambil menatap lampu-lampu yang berkerlap-kerlip. Jenis introvert masuk Pesta.


" Al ”


" Friendzone-nya Tita ” balas Jordan pada Kejora


" Sahabat tauuuuuu ”


" Itu namanya friendzone, Tita. Jelas jelas saling suka ” balas Bima


" Udah, ah, mau samperin Al dulu Malas sama Bang Bima Bye, bye " Tita lalu Pergi dengan riang menghampiri Al. Cowok berkacamata kotak besar tersebut kaget Karena Tita.


" Yeee, kenapa jadi malas sama gue ” Bima berseru tidak terima.


" Gue jadi curiga kayaknya lo, deh abangnya Tita. Kalau Aaron sama sekali nggak cocok,” ucap Bintang Pada Bima


" Duh, jangan sampai gue Punya adik kayak gitu Yang ada berantem mulu ”


" Lo lupa salah satu abangnya ada di sini Bima ” Kejora membuat Bima menyengir Pada Bumi yang sejak tadi diam-diam saja.


" Canda Bumi "


" Ya udah, gue Pamit dulu bentar. Mau ajak Kejora ke nenek gue." Bumi lalu mengajak Kejora Pergi. Menarik Perempuan itu ketika melihat situasi nenek dan Papanya yang sudah sepi dari orang-orang. Nenek Bumi masih duduk di kursi roda, sementara Papanya Bumi yang mendorongnya.


" Malam Nek " sapa Kejora lalu mencium Punggung tangannya nenek Bumi kemudian beralih ke Papanya Bumi


" ini Siapa Bumi " tanya Papanya


" ini Kejora Pa Pacar aku " jelas Bumi


" Cantik banget Pacar kamu Bumi " Puji neneknya


" Makasih Nek " balas Kejora tersipu malu


" Bumi Papa mau bicara sebentar sama kamu " ucap Papanya


" iya Pa "


Bumi melirik Kejora Pun mengangguk mempersilahkan Bumi untuk berbicara berdua sama Papanya


" Kejora aku Titip Nenek ya sebentar aja " ucap Bumi


" iya Bumi " balas Bumi


Di Taman belakang rumah mereka


" Bumi Ngapain kamu bawa Perempuan miskin itu di sini Hah Kamu udah gila apa apa kata keluarga kita Bumi " ucap Papanya The Points


" Pa aku capek debat sama Tentang masalah ini Pa " balas Bumi


" Kamu sekarang berani menantang Perintah Papa Bumi Papa gak segan-segan untuk .... " ucap Papanya Terpotong karena Bumi langsung menyahutinya


" Untuk apa Pa untuk menghancurkan hubungan aku sama Kejora ini hidup aku Pa Pilihan aku sendiri Pa Kejora itu Pilihan Terbaik buat masa depan aku Pa " Teriak Bumi


" Kamu bilang dia Pilihan Terbaik buat kamu omong kosong Papa tetap gak suka kalau kamu menjalin hubungan sama Perempuan itu Paham cepat atau lambat kamu kan Papa jodohkan sama Mona " Papanya langsung Pergi meninggalkan Bumi sendirian di Taman


Bumi mengepalkan kedua tangannya Tersulut emosi

__ADS_1


" AH BERENGSEK "


...•••••...


__ADS_2