BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
40 . Benteng Pertahanan


__ADS_3

Kejora mengerjapkan matanya berkali-kali Pusing. Itulah yang dirasakan Kejora sekarang. Ia langsung bangun dari berbaring nya.


" Awww " Kejora memijat Pelipisnya yang terasa Pening.


" Aku dimana ini " gumam Kejora saat berada di kamar yang tidak ia kenal.


Tiba-tiba seseorang membuka Pintu dan Kejora langsung menoleh.


" Marco " ujar Kejora saat melihat Marco yang sedang membawa nampan makanan menuju ke arahnya.


" Ngapain kamu disini " tanya Kejora takut.


" Kamu mau jebak aku lagi ya " tebak Kejora


Marco tidak menjawab apapun. Lelaki itu menyimpan nampan makanan di atas meja dan langsung duduk disisi kasur berhadapan dengan Kejora


" Maksud kamu apa bawa aku kesini " tanya Kejora Pada Marco


" Gue yang nolongin lo waktu Pingsan di jalan " jawab Marco


" Ngapain lo di jalanan sendirian " tanya Marco Ada sedikit khawatir di nada bicaranya.


" Kamu gak Perlu tau " tolak Kejora dengan nada ketus.


" Gue tau lo lagi ada masalah sama Bumi Lo ditinggal sama Bumi kan ? Dan dia lebih milih Mona daripada lo," tebakan Marco memang benar.


Kejora mengerutkan keningnya. " Kok kamu bisa tau " tanya Kejora bingung.


" Gue tau segalanya karena gue selalu ikutin lo kemanapun lo Pergi " jujur Marco


" Apa Sih sebenarnya mau kamu ? Kenapa ikutin aku terus " tanya Kejora marah.


" Karena gue sayang sama lo " jawab Marco


" Berapa kali sih aku bil ..... "


" Gue belum selesai ngomong " ujar Marco memotong Pembicaraan. Kejora langsung diam.


" Gue sayang sama lo itu bener. Gue juga cinta sama lo itu bener juga. Tapi gue gak terima lo sedih kayak gini. Gue akan Perbaiki semuanya. Gue akan jelasin semuanya sama Bumi Lo tenang aja " ujar Marco, tulus.


" Dan gue minta maaf sama lo karena udah merusak hubungan kalian berdua " lanjut Marco


Sekarang apa Kejora yang akan lakukan Apa ia akan mempercayai Marco lagi ?


" Gue mohon lo maafin gue " Marco menyatukan kedua tangannya.


Hati Kejora mengatakan bahwa ia harus memaafkan Marco. Ia merasa bahwa Marco benar-benar menyesal dengan apa yang Pernah ia lakukan. Baiklah Kejora akan memberikan satu kesempatan lagi Pada Marco


" Oke aku maafin kamu Tapi jangan Pernah ulangi kesalahan yang sama Kamu janji kan gak bakal ulangi hal yang sama " tanya Kejora sambil tersenyum.


" Thank you Ra Gue janji gak bakal ulangi hal yang sama " ujar Marco dengan nada bahagia.


" Dan gue juga janji bakal kasih Pelajaran sama orang yang udah berani nyakitin lo Kejora " batin Marco


...•••••...


Sebuah keributan terjadi di lorong kelas. dua belas membuat seluruh murid SMA Sanjaya yang menonton langsung datang mengerumuni tempat kejadian.


" Berengsek lo Udah berani deketin Kejora Kejora itu Pacar gue " Bumi kembali menghantam wajah Marco hingga membuatnya terhuyung ke belakang.


" Kenapa gue itu suka sama Kejora dia itu cinta Pertaman gue gue Yakin sih Kejora itu masih Sayang sama gue " Marco terkekeh. Mengusap hidungnya yang berdenyut nyeri


" Kurang ajar Lo Orang kayak lo harusnya gue habisin " Bumi menyeret kembali kerah Marco


" Dasar Penghancur hubungan orang " Bumi benar-benar gelap mata Membuatnya lupa kalau ini masih di kawasan sekolah.


Tiba-tiba seseorang datang dengan terburu-buru membuat Jihan terkejut begitupun Kejora


" Heh Tari lo ngapain lari-lari ? Kayak di kejar hutang aja lo " bentak Jihan saking terkejutnya.


" itu-anu-Bumi " ujar Tari gak jelas sambil nada ngos-ngosan.


" Bumi kenapa " tanya Kejora khawatir.


" Heh Tari kalau ngomong itu yang bener " teriak Jihan karena kesal dengan Tari


" Bumi berantem " jawab Tari menggebu-gebu.


" Berantem ? Sama siapa " tanya Kejora khawatir dan langsung menghampiri Tari diikuti oleh Jihan


" Berantem sama siapa Tari " tanya Kejora sekali lagi

__ADS_1


" Sama Marco " jawab Tari


" Gila Marco itu brutal banget tadi Sampai-sampai Bumi gak bisa ngelawan dia Dan alhasil Buni langsung babak belur deh " lanjut Tari menggebu-gebu.


" Terus sekarang Bumi di mana " tanya Kejora Panik.


" Di UKS " jawab Tari cepat.


Tanpa basa-basi Kejora langsung Pergi menuju UKS. Sedangkan Jihan dan Tari hanya diam menatap kepergian Kejora Setelah sampai di UKS


Kejora langsung menghampiri Bumi Pemandangan yang tidak bagus saat Kejora memasuki ruang UKS


Mona berada di dekat Bumi dan sedang mengobati lukanya


" Bumi kamu gak apa-apa kan " tanya Kejora khawatir


Bumi menoleh. " Gue gak apa-apa " jawab Bumi dengan dingin.


Kejora bernafas lega setelah mendengar kata itu dari Bumi. Mona hanya menoleh Pada Kejora dengan tatapan tidak suka.


" Ngapain lo di sini " tanya Mona ketus.


" Seharusnya aku yang tanya sama kamu Kenapa kamu ada disini " tanya Kejora balik


" Gue di sini mau obati Bumi " jawab Mona dengan menekankan kata obati.


" Biar aku aja yang obati dia " Kejora mencoba mengambil kapas dari tangan Mona tapi langsung ditepis oleh Mona


" Biar gue aja yang obati dia Dia itu gak butuh lo sekarang " tolak Mona


" Aku Pacarnya Jadi aku yang lebih berhak buat obati dia Sedangkan Kamu bukan siapa-siapa dia " tegas Kejora dengan menatap Mona tajam.


" Hellowww Gue itu calon Tunangannya Sedangkan hubungan lo sama Bumi sekarang itu tanpa status Buktinya dia itu lebih sering sama gue sekarang ketimbang sama lo." Mona melipat kedua tangannya di depan dada. Ia tersenyum senang seperti memenangkan sebuah Pertandingan.


Kejora hanya diam Benar apa yang dikatakan oleh Mona Hubungannya dengan Bumi sedang renggang Entah sampai kapan ini akan berakhir Tapi yang Pasti Kejora akan berusaha untuk memperbaiki semuanya.


" Diam kan lo sekarang ? Gue ingatin sama lo. Lo itu gak Pantes buat Bumi Paham " ujar Mona sambil menunjuk-nunjuk wajah Kejora


" Kamu yang gak Pantes buat Bumi " bentak Kejora


" Lo yang gak pantes buat dia " tegas Mona


" Sini mana kapasnya Aku mau obati dia." Kejora mencoba mengambil kapas dan kotak obat ditangan Mona tapi Mona mampu mengelak.


" Aku " tutur Kejora


" Gue " tegas Mona


" STOPPP " teriak Bumi yang langsung membuat Kejora dan Mona langsung diam Bumi muak dengan keduanya yang selalu bertengkar.


" Kejora sebaiknya lo keluar dari sini " suruh Bumi dengan menunjuk Pintu.


" Tapi ..... "


" Gue gak butuh lo di sini Jadi sebaiknya lo Pergi dari sini " bentak Bumi membuat Kejora tersentak.


" Tapi Bumi aku mau obati kamu " kekeh Kejora


" Mona yang akan obati gue Bukan lo " tutur Bumi dengan nada ketus.


" Jadi kamu lebih milih Mona daripada aku Pacar kamu sendiri " tanya Kejora dengan mata berkaca-kaca


Bumi mengangguk. " iya Mona itu lebih baik daripada lo ! Jadi sebaiknya lo segera Pergi dari sini " tutur Bumi


Kejora hanya diam ia berusaha supaya air matanya tidak jatuh dihadapan Bumi dan Mona Ia harus kuat


" Sebaiknya lo Pergi dan segera obati Pacar baru lo itu Dia juga sama babak belur kayak gue," ujar Bumi Pada Kejora


Kejora menatap Bumi tidak Percaya dengan apa yang ia katakan. Kejora berbalik dan kemudian segera Pergi dari sana dengan mengusap air mata yang berhasil jatuh ke Pipinya.


...•••••...


Kejora menangis di taman sekolah. Ia menangis tersedu-sedu tanpa henti dari tadi.


" A-aku sayang sama kamu Bumi " lirih Kejora


" Kenapa kamu lebih milih Mona daripada aku Bumi " tanya Kejora berbicara sendirian.


" Seharusnya lo itu gak Perlu nangis kayak gitu " ujar seseorang dibelakang Kejora membuat Kejora berhenti menangis dan langsung menghapus air matanya.


" Marco " gumam Kejora ketika ia membalikan badan.

__ADS_1


Marco kemudian menghampiri Kejora dan langsung duduk di sebelahnya.


" Lo gak Perlu nangis kayak gitu Ra " Marco menghapus air mata Kejora menggunakan tangannya.


" Lo itu gak Pantes buat nangisin seorang cowok yang sama sekali gak Peduli sama lo Gue mohon sama lo jangan nangis lagi " ujar Marco menatap Kejora tulus sambil menangkup Pipi Kejora


" Sorry gue udah mukulin Bumi " tutur Marco lalu melepas tangannya di Pipi Kejora


" Kenapa kamu harus mukulin dia " tanya Kejora Pada Marco


" Gue gak tega lihat lo nangis kemarin Lelaki kayak Bumi harus diberi Pelajaran Kejora biar dia itu Kapok " jawab Marco


" Tapi kamu gak usah ikut campur urusan aku sama dia " tegas Kejora


" Kalau lo nangis berarti itu jadi urusan gue Ra " tegas Marco


" Biar aku sendiri selesain semuanya Kamu gak Perlu ikut campur " ujar Kejora sambil menatap Marco Penuh harap agar ia tidak ikut campur masalah ini.


Marcho Menghela napas Pasrah. " Iya gue gak akan ikut campur lagi "


" Tapi gue gak janji " batin Marco


...•••••...


" Lo sakit Ra ? Badan lo kok Panas " tanya Jihan Pada Kejora karena sejak Pelajaran tadi Kejora hanya tidur dan terlihat mengantuk. Kejora menggeleng padanya sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. Bel sudah berbunyi sejak dua menit yang lalu.


" Buru-buru banget Ra Mau ngapain "


" Gue duluan ya " Kejora memilih tidak membalas Jihan.


Saat Kejora tiba di tempat Parkir yang ramai Cowok-cowok berjaket hitam terlihat di sana Mereka baru saja tiba yang membuat Kejora menghela napas karena tidak terlambat. Kejora harus menjelaskan secepatnya kepada Bumi agar masalah ini tidak terus berlarut-larut.


" Bumi " Kejora memanggil sehingga Bumi yang baru saja mau mengeluarkan sepeda motornya memandang Perempuan itu.


" Boleh bareng enggak ? Gue enggak ada yang jemput hari ini Cuman hari ini aja kok Boleh, ya "


" Kak Bumi Jadi, enggak ? Tumben nih ngajakin Pulang bareng "


Kejora menoleh Pada Wenda. Adik kelasnya itu menghampiri Bumi dengan wajah senang. Kejora memandang Bumi agar Bumi menjelaskannya secara langsung apa maksud dari perkataan Wenda meski Kejora sudah tahu artinya.


" Maaf Gue udah sama Wenda " Jawaban Bumi membuat Kejora terdiam lama menatapnya. Perempuan itu menggigit bibir dalamnya menahan Perasaannya sendiri ketika mendengar Bumi mengatakan itu.


Sementara di lain Pihak Bumi masih bersikap tak acuh meski ia tidak bisa mengabaikan tatapan Kejora.


" Oh gitu iya udah Gue Mau nyari angkot aja Sorry aja " Setelah mengucapkannya Kejora mundur dengan Perlahan. Ia membiarkan Wenda mendekati Bumi. Perempuan itu berjalan dengan Iesu ke gerbang sekolah. la sama sekali tidak menoleh lagi ke belakang.


Beberapa menit kemudian motor Bumi dan teman-temannya terlihat keluar dari gerbang sekolah. Mereka semua berpencar Cowok itu terlihat sudah membonceng Wenda. Kejora sempat melihat Bumi meliriknya tetapi Perempuan itu memilih menundukkan kepalanya. Ia berusaha untuk tidak menganggap kejadian ini ada meski Perasaan sedih menyelimuti hatinya


...•••••...


Bumi sedang mengendarai sepeda motornya melewati SMA Sangjaya . ia melihat seorang Perempuan berdiri sendirian di depan Pagar sekolah dengan tatapan hampa. Bumi membuka kaca helmnya. Bumi tidak salah lihat Cewek itu Kejora Pacarnya.


Dua jam ? Di sini ?


Bumi menghampirinya. Kejora yang mendengar suara sepeda Motor yang sangat ia kenal itu mengangkat wajahnya dan menemukan Bumi berdiri di depannya.


Kejora kaget tetapi berusaha tersenyum untuk menutupi apa yang ia rasakan sekarang Bayangan Bumi mengantar Wenda Pulang tadi terus muncul di kepalanya.


" Bumi kok di sini Bukannya lo udah Pulang dari tadi " tanya Kejora mencoba tidak ada masalah di antara mereka.


Laki-laki itu tidak menjawab Perkataannya yang membuat Kejora menelan ludahnya karena takut saat Bumi memandangnya seperti itu.


Selama beberapa detik Bumi juga tidak membalas Perkataan Kejora. Cowok itu malah memandang Kejora dengan tatapan dingin.


" Dua jam di sini ? Kenapa belum Lo Pulang sampe sekarang tanyanya dengan suara yang masih sama seperti tadi. Ada selipan nada khawatir di suaranya yang membuat Kejora tahu bahwa Bumi masih Peduli kepadanya.


" Enggak ada angkot yang lewat " ucap Kejora sambil berusaha keras menetralkan Perasaannya Sekarang Kejora malah ingin menangis.


" Ayo Pulang " Ajakan Bumi membuat Kejora terkejut menatapnya.


" Naik "


Kejora tidak melakukan apa pun. Kedua matanya sudah tergenang air mata tetapi ia tidak mau Bumi melihatnya. Namun Bumi sudah melihatnya


" Naik buruan " Suruhan singkat yang tegas itu membuat Kejora mengikutinya. Perempuan itu naik ke sepeda motor Bumi Namun seperti ada jarak di antara mereka Padahal mereka masih Pacaran


Samar-samar Bumi mendengar Kejora berujar Pelan di belakang Punggungnya


" Maaf Bumi "


" Maaf Kejora gue belum sepenuhya Percaya sama Lo Tapi lo itu Masih Pacar gue ini udah kewajiban gue "

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2