BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
30. Bumi sakit


__ADS_3

Bumi sakit begitulah yang di dengar Kejora dari teman-temannya. Dengan keadaan sedikit kehujanan Kejora masuk ke rumah Bumi untuk melihat keadaan Cowok itu Seragam Kejora yang terkena titik-titik air akibat gerimis Pun tidak ia hiraukan. Saat mengetuk ternyata Pintu kamar Bumi tidak dikunci. Kejora membukanya lalu masuk begitu melihat Bumi tidur di sana.


Kalau biasanya Bumi terlihat rapi dan juga dingin tapi saat tidur cowok dengan kaus oblong hitam itu terlihat sangat lelap dengan rambut berantakan. Kejora bahkan sangat takut mengganggunya.


" Panas " ujar Kejora begitu mengulurkan tangan ke leher cowok itu untuk mengecek suhu tubuhnya.


Bumi membuka mata karena merasa ada tangan yang merapikan rambutnya.


" Kamu ngapain di sini " tanya Bumi berat dan serak khas orang bangun tidur


" Ngecek kamu, kan ? Kata teman-teman kamu sakit Makanya aku ke sini."


Bumi tidak mau terlihat tidak fit di depan Kejora Cowok itu duduk dengan benar di depan Kejora yang sedang duduk di sisi kasurnya.


" Nanti juga sembuh " ujar Bumi


" Kamu kelelahan Pasti ini " ujar Kejora


" Bentar ya aku ke belakang dulu "


Bumi menahan tangan Kejora membuat cewek yang tadi hendak berdiri itu kembali duduk.


" Ke mana "


" Sebentar aja " ujar Kejora


Bumi lalu harus rela melepaskannya dan membiarkan Kejora Pergi


Setelah cukup lama Kejora yang sudah selesai bikin bubur dan membawa minuman itu melihat Bumi kembali tidur Cewek itu mengganti air untuk mengompres Bumi yang berada di nakas samping ranjang cowok itu.


" Bumi bangun makan dulu " ujar Kejora


" Bumi " Kejora mengguncang lengan cowok itu lebih kuat membuat Bumi membuka mata dan menatap Kejora


" Aku buatin kamu bubur " ujar Kejora


" Aku suapi ya "


Bumi yang merasa napasnya Panas akibat suhu tubuhnya Pun hanya mengangguk Pada Kejora membuat gadis itu mengambil mangkuk bubur tersebut. Perempuan itu meniupnya dengan Pelan lalu memberikan satu sendok bubur tersebut untuk Bumi


" Kamu udah minum obat Penurun Panas "


" Udah " jawab Bumi


Setelah selesai makan Kejora menyuruh Bumi untuk tidur Cewek itu mengompres dahi Bumi membuat Pandangan cowok itu tidak lepas darinya. Cewek ini sangat tulus Padanya. Bumi tidak Pernah merasa di Perhatikan oleh seorang Perempuan sedalam ini. Dulu mungkin dengan neneknya karena neneknya yang selalu merawat Bumi kalau sakit namun sekarang Kejora Cewek itu bahkan rela kena gerimis dengan datang ke sini Walaupun diam Bumi sangat memperhatikannya dengan teliti tadi


" Kalau Panas tuh jangan Pakai baju kayak gini Mending Pakai jaket biar keringatnya keluar " ujar Kejora


" Entar juga sembuh " balas Bumi


" Iya udah sana tidur " balas Kejora Pada Bumi


" Mau ke mana " Tanya Bumi cepat sambil menarik tangan Kejora Tidak rela cewek itu Pergi ke mana-mana.


" Keluar " jawab Kejora


Bumi tidak mau Cowok itu semakin menarik tangan Kejora agar kembali duduk di sebelahnya Hal yang membuat Kejora menurutinya dan menatap cowok itu dengan Pandangan bingung Tangan Bumi sangat Panas di kulit tangan Kejora


" Temani " Pinta cowok itu Pada Kejora


" Kamu kalau sakit manja, ya " ujar Kejora


" Jangan ke mana-mana " ujar Bumi lagi Pada Kejora


" Ya udah " ujar Kejora namun cowok itu tak kunjung untuk menutup kedua matanya dan tidur.


" Tidur aja Aku nggak bakal ke mana-mana kok,”


Dirasanya napas Bumi makin Panas. Kepala cowok itu Pusing karena beberapa hari kemarin kebanyakan kerja, belajar hingga mengurus banyak hal. Cowok itu menutup kedua matanya namun tangannya tidak lepas dari Kejora membuat gadis itu tidak bisa Pergi ke mana mana. Bumi tertidur Nyaman dan sudah tidak terganggu seperti tadi.


Sesaat Kejora mengedarkan Pandang Kamar Bumi sangat bagus, besar, namun juga terlihat sederhana seperti orangnya Tidak seperti rumahnya yang tampak mewah Kamar yang ada di lantai atas ini begitu minimalis. Ada komputer, laptop satu Pajangan besar StarMars berwarna Putih meja belajar yang rapi, lemari, hingga koleksi motor motor kecil yang ada di atas meja di sebelah meja belajar cowok itu. Di dinding pun banyak Poster band luar negeri menghiasai Kamarnya. Kejora memperhatikan Bumi dengan dalam


" Jangan sakit lagi Bumi " ujar Kejora yang masih bisa didengar Bumi


...•••••...


" Udah enakan " tanya Kejora Pada Bumi saat malam hari cowok itu makan di meja makannya membuat Bumi mengangguk.


" Makanya kalau udah waktu makan itu langsung makan jangan dilewati mulu," ujar Kejora


" Aku aja banyak makannya Masa kamu kalah " ujar cewek itu lagi.

__ADS_1


" Kok aku nggak lihat Bibi dari tadi "


" izin dari kemarin " ujar Bumi cukup menjelaskan untuk Kejora


Bumi merasa di awang-awang. Cowok itu baru saja bangun dan menemukan Kejora sedang masak untuknya di dapur Bumi hanya duduk menunggu Kejora tadi hingga selesai. Cowok itu menggaruk kepalanya lalu meminum air yang banyak karena kini dirasa tenggorokannya serat.


" Udah enakan belum sih Tapi kok masih Panas sih " tanya Kejora mengecek suhu tubuh Bumi dengan tangannya.


" Udah " balas Bumi dingin menjauhkan tangan Kejora dari Pipinya.


" Ya udah kalau gitu Kamu makan dulu Terus minum obatnya Aku mau Pulang soalnya udah malam " ujar Kejora karena dirasa jam sudah malam apalagi dia masih Pakai baju sekolah.


" Kejora "


" Iya "


" Makasih " ujar Bumi Pada cewek itu membuat Kejora tersipu.


" Buat apa "


" Sorry repotin kamu "


" Kok kamu kayak sama siapa aja, sih ? Aku, kan, Pacar kamu " ujar Kejora


Aku, kan, Pacar kamu Entah kenapa Bumi sangat senang mendengarnya.


" Aku antar " ujar cowok itu membuat Kejora langsung mengadangnya.


" Nggak usah Aku mau Pulang sendiri aja,” ujar Kejora langsung menolaknya


" Kamu itu lagi sakit nggak usah ke mana mana. Diam di rumah aja."


" Sini " suruh cowok itu Pada Kejora


" Apa "


" Peluk dulu " ujar Bumi membuat Kejora memeluknya Dirasanya tubuh besar Bumi semakin erat memeluknya. Baju itu membuat lengan Bumi terlihat sangat besar Cowok ini memang rajin ke gym dengan teman-temannya Hasilnya bagus. Cowok ini Pintar mengolah tubuhnya.


" Kamu bau " ujar Kejora


" iya, kan, belum mandi ” balas Bumi


" Bau banget " ujar Kejora


" Katanya aku ganteng " ujar Bumi


" Siapa bilang ? Kamu tuh jelek " ujar Kejora


" Bumi "


" Apa "


" Mau Boneka " ujar Kejora


" Iya nanti beli " ujar Bumi


" YA ALLAH, MAS " ujar Bima di depan dapur, syok


" IRI, IRI, IRI "


" KELAKUAN LU BUMI " ujar Bintang ikut heboh.


" Kenapa juga gue harus lihat yang begini-begini sih," katanya sebal.


" Tuh, apa gue bilang Nggak Percaya sih sama gue " celetuk Bima


" Pasti Bumi udah diurus sama Kejora "


" Nyesel gue ikut ke sini cuma buat lihat orang Pacaran " Ujar Bima karena tadi teman-temannya memang berencana untuk menjenguk Bumi


Bima geleng-geleng. " NGGAK ! NGGAK BISA GUE LIHAT YANG BEGINIAN " ujarnya masih melihat Bumi memeluk Kejora sambil menoleh Pada mereka


" NGGAK ! NGGAK BISA " ujarnya lagi dengan heboh.


Kejora berusaha melepaskan diri namun Bumi tidak mau. Kejora menyuruh cowok itu untuk melepaskannya dengan Pandangannya namun Bumi tetap tidak mau bergerak atau mengurainya besok cewek itu mengancam hingga akhirnya Bumi mau melepaskannya.


" Bumi lepasin Sorry ya gue mau Pulang dulu ini udah malam " ujar Kejora Pada teman-teman Bumi Cewek itu sudah mengambil tasnya yang tadi ada di sofa depan.


" Mau Abang antar nggak, Ra " tawar Bima


" Jangan macam-macam " ujar Bumi galak membuat Bima tertawa.

__ADS_1


" Cemburuan " ujar Bima pada Bumi


Bumi langsung menarik Kejora keluar dapur membuat teman-teman cowok itu tertawa mengisi rumah Wajah cowok itu dingin dan kesal Tentu saja kesal Sekarang cowok itu ikut mengambil kunci membuat Bumi kebingungan karenanya.


" Kamu mau ngapain "


" Antar kamu " ujar Bumi singkat


" Loh nggak usah " kata Bumi


" Ayo " ajak cowok itu tidak mau didebat


" Kamu nggak Pakai jaket "


" Ada di garasi "


Kejora lalu berdiri di depan rumah Bumi membuat Bumi yang sedang memanas motornya pun menghampiri Kejora Garasi rumah Bumi sangat besar. Ada sekitar lima garasi. Satu bilik garasinya Penuh dengan berbagai macam motor Dan sisanya Penuh dengan mobil. Cowok itu sudah menggunakan hoodie hitam saat sampai di depan Kejora


" Kamu lagi sakit " ujar Kejora tidak tega


" Ayo naik " kata Bumi


" Terus teman-teman kamu gimana Enggak takut ada yang hilang "


" Mereka nggak bakal ngapa-ngapain Paling main PS, " ujar Bumi hafal kebiasaan teman-temannya.


Kejora lalu naik dengan ragu. Bumi menatap Kejora dari kaca spion motornya lalu cowok itu menutup helmnya dan melajukan motornya membelah Ibu Kota Jakarta bersama Kejora Sesakit dan sepanas apa Pun tubuh Bumi cowok itu tetap tidak mungkin membiarkan Kejora Pulang sendirian. Lebih baik Bumi yang sakit daripada harus melihat Kejora kenapa-kenapa karenanya.


...•••••...


" Cepat Pulang jangan ke mana-mana " ujar Kejora saat tiba


Bumi diam memperhatikannya. Cowok itu masih duduk di motornya sementara Kejora sudah berdiri di sebelahnya turun dari motor Cewek itu menatap Bumi yang baru saja melepas helmnya dan menoleh Pada cewek itu di bawah lampu remang rumahnya.


" Jangan lupa diminum obatnya Jangan sakit lagi, ya ! Jangan kebanyakan main Langsung tidur aja habis ini," ujar Kejora


" Jangan capek-capek juga Terus .... "


Bumi menarik tangan Kejora agar dekat dengannya membuat Kejora berhenti berbicara


" Terus " Tanya Bumi merapikan rambut Perempuan itu yang menutupi keningnya Kejora tidak bisa bernapas dengan baik


" iya ... terus ... Pitu ... " ujar Kejora saat cowok itu turun dari motor dan kembali duduk dengan kedua kaki lurus ke arahnya Bumi semakin mendekatkan Kejora


di Sampingnya


" iya ... gitu ... Pulang " ujarnya bingung memilah kata-kata


" Masih aja malu-malu " ujar Bumi


" Biasanya juga malu-maluin "


Kejora menonjok lengan cowok itu Pelan


" ITU KAN DULU "


" Sekarang enggak lagi ”


" MASIH " ujar Kejora


" Benar, ya beli yang tadi "


" Ya " ujar Bumi


" Nanti kita beli "


" Benar ya "


" Iya Kejora " ujar Bumi dengan sabar membuat Kejora semakin senang sekaligus merona di tempatnya.


" Kamu baik deh "


" Memang " balas Bumi


" Baiknya Pacar aku " ujar Kejora


" Masuk sana Aku tungguin di sini " ujar Bumi Rumah Kejora gelap Masih sangat sepi. Tidak ada kendaraan di Pelatarannya


Kejora lalu masuk dan melambaikan tangannya Pada Bumi dengan Perasaan gembira lalu menutupnya. Begitu masuk cewek itu melihat Bumi meneleponnya membuat Kejora mengangkatnya.


" Selamat tidur Ya Semoga mimpi indah Kejoranya Bumi " ucap Bumi

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2