BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
34. Marco


__ADS_3

Kejora meletakkan Ponselnya di atas nakas. Lalu bergegas untuk keluar kamar untuk minum air ke dapur. Rasanya tenggorokannya sangat haus. Dia menutup Pintu kamar lalu mengedarkan Pandangannya ke sekitar. Tidak ada siapapun disini. Mungkin orang tuanya sudah berangkat untuk bekerja Pikirnya.


Kejora menuangkan air ke dalam gelas lalu meminumnya hingga tandas.


Kejora mengerutkan keningnya saat tiba-tiba ada yang mengetuk Pintu.


Tok, tok, tok.


" Siapa ya Bumi kan gak mungkin sampai secepat ini " tanya Kejora


Kejora meletakkan gelas ke atas meja lalu bergegas Pergi ke arah Pintu berniat untuk membukanya. Gadis itu memutar kenop Pintu. Dan matanya melotot saat tau siapa yang dibalik Pintu tersebut.


" Marco " ucap Kejora masih tidak Percaya.


" Hai Ra " sapa Marco sambil tersenyum


" Kamu tau dari mana rumah aku " tanya Kejora ragu.


" Gue tadi nanyain ke temen-temen lo," jawab Marco


" Gue gak diajakin masuk nih "


" Eh iya Ayo masuk " ujar Kejora mempersilahkan.


Marco masuk ke dalam rumah Kejora Sementara hati Kejora masih marah Pada Marco karena kemarin ia menyuruhnya untuk Putus dari Bumi dan menjadi Pacar Marco


" Silahkan duduk " Marco duduk di kursi yang Panjang sementara Kejora duduk di kursi khusus untuk satu orang.


" Sebelumnya gue minta maaf soal kemarin yang gue nyuruh untuk Putus sama Pacar lo. Lo mau kan maafin gue " tanya Marco memulai Percakapan.


Kejora hanya diam. Tidak merespons


" Kejora lo maafin gue kan " tanya Marco lagi setelah tidak ada respon dari Kejora


Kejora mengedipkan matanya berkali-kali lalu mengangguk


" iya aku maafin Kamu " jawab Kejora yang membuat hati Marco tenang.


" Thank you Ra " ujar Marco lalu mengacak ujung rambut Kejora Pelan.

__ADS_1


Kejora hanya tersenyum samar saat mendapat Perlakuan seperti itu dari Marco


" Ra " Panggil Marco Pada Kejora


" Iya " jawab Kejora lembut.


" Lo masih orang yang gue kenal kan " tanya Marco yang membuat alis Kejora hampir menyatu.


" Maksudnya " tanya Kejora balik.


" Lo masih cewek yang suka nolong orang dan selalu ceria kan " tanya Marco


" I-iya mungkin " jawab Kejora


" Ayolah Ra Lo jangan canggung gitu sama gue Gue mau kita akrab kayak dulu lagi Lo selalu terbuka sama gue. Kita selalu ketawa bareng. Sedih bareng. Pokoknya Perasaan kita dulu gak canggung gini deh," ujar Marco menggebu-gebu.


Kejora menghela nafas Pelan. " Iya Marco maafin aku Mungkin kita udah lama gak ketemu jadi canggung kayak gini deh," jawab Kejora santai


Marco manggut-manggut.


" Mungkin "


" Kamu ada perlu apa kesini " tanya Kejora Pada Marco


" Orang tua aku lagi kerja Nanti sore baru Pulang," jawab Kejora


" Oh gitu ya Sebenarnya ada yang mau gue omongin juga sama lo. Minta tolong lebih tepatnya," ucap Marco


Alis Kejora berkerut. " Minta tolong apa " tanya Kejora Penasaran


Perasaan Kejora benar-benar aneh sekarang. la merasa bahwa Marco akan meminta sesuatu yang tidak-tidak sekarang.


" Gue mau Loh Jadi Pacar gue " ujar Marco yang langsung membuat mata Kejora membulat.


Marco yang merasa reaksi Kejora berubah langsung berusaha memecahkan suasana


" Tenang Ra ini Cuma jadi Pacar bohongan kok," ucapan Marco membuat Kejora berpikir.


Pacar bohongan ? Apa Marco ini sedang bermain-main dengannya. Kenapa dia mengajak Kejora untuk menjadi Pacar bohongan nya. Padahal kan Marco tau bahwa Kejora sudah Punya Pacar

__ADS_1


" Maksud kamu " tanya Kejora sekali lagi.


Marco menyentuh tangan kanan Kejora lalu menggenggam nya erat. Lalu menatap manik Kejora lekat Membuat Kejora tidak nyaman.


" Tolong gue Ra Gue butuh lo untuk jadi Pacar Pura-pura gue sekarang karena orang tua gue mau jodohin gue sama orang lain. Orang yang gak gue kenal sama sekali. Lo hanya jadi Pacar bohongan didepan orang tua gue," jelas Marco


" Ka-kamu kan bisa minta tolong sama orang lain," saran Kejora lalu melepaskan genggaman Marco dari tangannya.


" Selama hidup gue hanya lo itu temen Perempuan satu-satunya yang gue kenal Cuma Lo Ra Lo mau kan bantuin gue Tenang aja ini hanya sementara kok " Pinta Marco dengan Penuh Permohonan.


Kejora bingung sekarang. Di satu sisi ia Pacar Bumi Mana mungkin kan dia menyetujui ini. Tapi di sisi lain ada Marco Temen lama Kejora yang selalu ada jika Kejora susah waktu dulu. Mana mungkin dia dapat menolak.


Memang dari dulu Marco hanya mempunyai satu teman cewek. Yaitu Kejora sendiri Marco tidak Pernah berteman dengan Perempuan lain Memang dia Punya banyak mantan. Tapi Pacar bukan berarti teman kan ?


Jadi sekarang setuju atau tidak ? Kejora benar-benar bingung.


" Gimana Ra ? Please tolongin gue Hanya lo harapan satu-satunya." Marco masih terus memohon agar Kejora setuju.


" Oke aku mau jadi Pacar Pura-pura kamu," ujar Kejora berat.


" Asal dengan satu syarat "


Marco mengerutkan keningnya. " Apa syaratnya Ra "


" Aku harus kasih tau Bumi tentang ini " jawab Kejora


" Gue mohon jangan kasih tau Bumi tentang ini Pasti dia gak bakal setuju Jadi lebih baik kita aja yang tau Oke " ucapan Marco membuat Kejora semakin bingung.


" Dia harus tau Marco Gimana kalau dia


gak setuju dan marah sama aku " tanya Kejora menggebu-gebu.


" Kita ini cuman Pacaran Pura-pura Kita Pacaran didepan orang tua aku aja Kalau Dimata dunia kamu tetap Pacar Bumi " ujar Marco


" Tap ..... "


" Lo gak mau bantuin gue ? Kenapa Ra Gue selalu ada buat lo dulu. Tapi kenapa lo gak ada disaat gue butuh. Kita ini cuman Pacaran Pura-pura. Lo gak Perlu kasih tau siapapun," ujar Marco menggebu-gebu


Kejora lemah saat Marco mengatakan itu Marco memang selalu ada disaat Kejora butuh. Dia gak Pernah menolak jika diminta untuk melakukan sesuatu oleh Kejora Dia selalu menerima dan menjaga Kejora Dan sekarang saatnya Kejora membalas kebaikan Marco

__ADS_1


" Oke Aku mau Pacaran Pura-pura sama kamu. Dan aku gak akan kasih siapapun," ujar Kejora mengalah.


...•••••...


__ADS_2