
Suara decitan roda brankar terdengar menggema di lorong koridor rumah sakit Antonio Hospital isakan tangis terdengar di telinga siapa pun yang mendengarnya.
" Bumi ..... " lirih Kejora di dalam Pelukan Marco
" Bumi nggak apa-apa. Bumi Ra lo Tenang aja " ujar Marco memenangkan Kejora.
Dua cowok yang duduk di kursi Panjang depan UGD itu tak kalah terpukulnya. Bima dan Bintang langsung merasa ada yang hilang di antara mereka. Bima mengusap wajahnya dengan frustrasi Bintang sama halnya.
" Bumi lo harus kuat Demi kita semua " lirih Bima
saat itu juga segala Pikiran buruk langsung menyerang dirinya
Sudah berjam-jam berlalu. Mereka masih menunggu sang dokter yang tak kunjung keluar dari ruangannya. Semuanya berpikir kalut Hanya satu kabar dari dua kemungkinan yang akan mereka dengar yaitu kabar baik atau kabar buruk yang menimpa Bumi
Beberapa menit kemudian dokter yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga Melihat itu mereka lantas bergegas menghampiri sang dokter
" Gimana keadaan teman saya dok " tanya Bintang
" Maaf Saudara Bumi sudah tidak bisa di selamatkan lagi " jawab dokter
Semua orang terkejut. Termasuk ayah Bumi Lutut mereka terasa lemas mendengar itu semua. Semua orang di sana menitikkan air mata
__ADS_1
Kejora mematung. Ia berharap ini hanya mimpi semata Hanya mimpi !
" Dokter bohong kan Bumi gak mungkin ninggalin aku ! Dia udah janji bakal selalu ada buat aku " ujar Kejora menangis histeris.
" Maaf Tapi saudara Bumi sudah meninggal " jawab dokter itu lagi
Kejora menggeleng Pelan. " Dokter Pasti bohong ! Bumi gak mungkin ninggalin aku ! Dia Pasti cuma tidur dan sebentar lagi juga bakal bangun "
Kejora langsung menghampiri Bumi dan menatap lelaki itu. " Bangun Bumi Buktiin kalau dokter itu gak bener ! Kamu Pasti masih hidup Bangun Bumi Aku mohon Bangun sekarang " Kejora menggoyang-goyangkan tubuh Bumi agar ia bangun.
" Ra Bumi udah Pergi Lo gak boleh nangis kayak gini " ujar Marco mencoba menenangkan
Kejora lalu memeluk Bumi " Bangun Bumi Aku yakin kamu Pasti masih hidup " lirih Kejora
Marco langsung menarik Kejora dan memeluknya. " Lo harus kuat Ra Bumi kan bilang sama lo untuk selalu bahagia dan jangan Pernah nangis " ujar Marco
" Bilang sama aku kalau ini cuman mimpi Dan Bumi masih hidup " lirih Kejora
" Bumi udah gak ada Ra Gue Percaya lo kuat Lo harus ikhlas ini demi Bumi "
" ini Pasti mimpi Mana mungkin dia bisa ninggalin aku "
__ADS_1
" Lo harus ikhlas Ra " tegas Marco
Marco mengurai Pelukannya dan membiarkan Kejora untuk menghampiri orang yang tersayangnya.
Kejora mendekat ke arah Bumi yang sedang tertidur. Dadanya terasa sesak Memorinya kembali membayangkan hal-hal yang menyenangkan bersama Bumi Dia selalu tersenyum jika selalu berada di dekat Bumi
Kejora mengecup kening Bumi sambil menangis. " Selamat tidur Pangeranku Mataharimu ini akan selalu bersinar seperti apa yang kamu inginkan " ucap Kejora lemah.
Pak Dirga menghampiri Bumi yang sedang terbaring tak bernyawa. Pak Dirga menangis
" Maafin Papa Bumi Papa bukan orang yang terbaik kamu! Papah selalu mentingin Pekerjaan. Maafin Papa Papah mohon sekarang kamu bangun dan Peluk Papa " ujar Pak Dirga sambil menangis.
Semua orang di ruangan ini menangis Apalagi sahabat-sahabatnya Bumi Mereka terpukul sekali. Begitupun Mona Dia menangis tetapi hanya mematung di tempat Tidak menghampiri Bumi
Tiba-tiba Pandangan Kejora buram Kepalanya terasa Pusing Semuanya Perlahan menghitam.
BRUKKK
Kejora Pingsan Untung saja Marco berhasil menangkapnya.
...•••••...
__ADS_1