
" Hai Bumi " sapa Kejora Pada Bumi Biasanya Bumi akan langsung menoleh. Namun kini cowok itu hanya diam. Mengabaikannya. Kalau begini terus kapan Bumi akan memaafkannya ?
" Tumben Pagi-pagi banget udah di sekolah " ujar Kejora kikuk
Bumi memperhatikannya Perempuan itu sedang membawa nasi bungkus.
" Mau naruh nasi lagi di laci meja gue ? Gak usah nanti basi Gak ada yang makan Nanti Teman lo Marahin gue lagi Entar dia Marahin gue lagi Karena lo gak Makan "
" Gak kok Bumi mungkin Jihan itu Lagi PMS waktu itu makannya dia Kayak gitu Tapi kan kamu gak Pernah makan. Kata Bintang yang sering makan nasi itu Bima " ucap Kejora.
" Emang bener gak Pernah kamu makan nasi yang aku bawa "
" Enggak " ucap Bumi Enteng tanpa merasa bersalah.
" Sedikit pun gak Pernah "
" Enggak biasanya diajakin makan ke kantin sama Mona " balas Bumi tanpa memikirkan Perasaan Kejora.
Mona. Mona. Mona. Selalu nama itu yang keluar dari mulut Bumi
Kejora mengangguk mengerti, tidak mau mendengar lebih. Hari ini hatinya Perlu istirahat sejenak. Ada begitu banyak hal yang harus Kejora istirahatkan sebelum benar-benar meledak dan berakibat fatal Perempuan itu lalu menaruh makanan yang ia bawa ke laci meja Bumi. Sementara Bumi memperhatikannya. Ada berjuta luka dan Penyesalan di wajah Kejora yang berusaha Bumi abaikan.
" Jangan lupa di makan ya Aku sayang kamu," Kejora mengusap wajah Bumi, Bumi tersentak lalu beberapa detiknya terlena.
" Ra " Panggil Bumi dengan nada berat.
" Duduk dulu Ada yang mau gue omongin sama lo " ucap Bumi
Kejora menurut Perempuan itu duduk di sebelah Bumi Debaran jantungnya membuat Kejora gelisah.
" Kalau mau ngomong yang aneh-aneh atau kaya kemarin lagi. Lebih baik jangan. Aku gak kuat tenaga buat berantem sama kamu," ucap Kejora sebelum Bumi berbicara.
" Oke " Bumi tak membantah tak seperti biasanya. " Duduk gue mau ngomong sesuatu." itu adalah kalimat yang membuat bisa banyak Perempuan bisa deg-degan di situasi serius seperti ini
" Aku gak mau Apapun itu selain kata Putus," kata Kejora mendahului Bumi
__ADS_1
" Siapa yang minta Putus " Bumi bertanya dengan kening berkerut.
Cowok itu langsung menegakkan badannya. " Gue cuman mau bilang Nanti gue sama Mona mau Pergi belanja Mamanya ulang tahun Hari ini gue bawa mobil Lo harus ikut."
" Kenapa aku harus ikut " Tanya Kejora
" Gue mau Lo yang bawain belanjaan Mona ngerti gue gak Mau Mona Capek " Ucap Bumi
Kejora langsung Berdiri. " Sebenernya kamu Punya hati gak sih Bumi Aku kan udah bekali-kali minta maaf sama kamu. Aku udah usahain segala cara biar kamu mau nerima aku lagi. Tapi kenapa semua hal yang aku lakuin ke kamu kaya gak ada artinya ? Di mata kamu aku ini siapa sih Bumi "
" Jawabannya cuman ada iya atau enggak Apa susahnya " ujar Bumi Kedua matanya menatap lurus ke depan tidak Pda Kejora. Urat lehernya menegang.
" Pilih salah satu terus Pergi " kata Bumi
" OKE ! IYA NANTI CARI KELAS " Kejora berkata dengan nada tinggi. Begitu menggemaskan lalu Pergi dari dalam kelas Bumi
Bumi bersender Lada dinding lalu mengusap wajahnya dengan kasar
" ANJING " umpat Bumi
...•••••...
" Masih Bumi Kalau kamu capek duduk aja di sini," ujar Mona
" Lo duduk aja dulu sana " suruh Mona Pada Kejora juga Nada suaranya saat berbicara Pada Bumi dan Kejora sangat berbeda.
" Gue ikut aja " ujar Bumi Pada Mona
" Biar Kejora jagain belanjaan lo. Dia gak bakal keberatan," ujar Bumi melirik Kejora yang ingin membantah.
" Oke Deh kalau gitu " ujar Mona Kejora lalu duduk di tempat duduk yang kosong. Dia duduk sendirian sementara Bumi memilih ikut dengan Mona Meninggalkannya begitu saja.
Kejora berharap ada orang atau siapa pun yang bisa menolongnya saat ini agar bisa Pergi dari sini.
" Lama banget sih ? Gak tau orang capek apa gue ini Capek " ujar Kejora Perempuan dengan Pakaian Putih abu-abu itu meregangkan kedua kaki dan tangannya. Tangannya memerah, terasa Panas karena belanjaan Mona berat-berat. Dari buah sampai baju. Dari tas sampai kue. Semua Kejora yang Pegang
__ADS_1
Hari ini sangat melelahkan. Kejora sangat ingin Pulang dan berharap semua ini hanya mimpi. Kejora ingin Bumi kembali seperti Pertama kali laki-laki itu menjalin hubungan dengannya. Baik selalu ada dan sabar Namun sepertinya kalimat itu terdengar sangat mustahil untuk sekarang.
Dari sini Kejora bisa melihat Bumi dan Mona sedang membayar sesuatu di kasir Keduanya tampak serasi Ganteng dan cantik Gagah dan manis Seharusnya Kejora tahu bahwa akhirnya Bumi memilih Perempuan lain. Perempuan yang lebih baik darinya. Perempuan yang bisa ia ajak ke mana-mana tanpa merasa terbebani Seharusnya Kejora tahu bahwa Bumi melakukan ini agar Kejora sadar bahwa laki-laki itu memilih dengan Mona. Bukan dia.
" Oh iya Besok kan Kamu ulang tahun ya Kamu mau apa " tanya Mona pada Bumi
" Gue gak mau apa-apa," jawab Bumi
" Loh kok gak mau apa-apa sih " gerutu Mona sementara Bumi hanya diam tidak menjawab.
Kejora yang mendengar Percakapan Mereka Ia lupa bahwa besok hari ulang tahun Bumi la belum membeli apa-apa untuknya sekarang. Baiklah Kejora akan mulai memikirkan kado apa yang Lantas ia berikan untuk Bumi besok.
" Ra ? Lo di sini juga " sapaan itu mengejutkan Kejora. Perempuan itu menoleh. Itu Marco Dengan segenap wajah lembutnya
" Marco Gue Titip ya belanjaannya Mona " Ucap Kejora buru-buru Kejora langsung Pergi meninggalkan Marco
...••••...
" Kenapa Pergi " itu suara Bumi saat hanya ada dia dan Kejora di dalam mobil.
" Aku gak bisa Bumi " ujar Kejora. Matanya merah seperti ingin menangis. Setelah kejadian tadi. Kejora menitipkan semua barang belanjaannya Pada Marco Perempuan itu Pergi begitu saja. Tapi Bumi menemukan Perempuan itu sedang duduk di Pinggir jalan setelah mengantar Mona Pulang.
" Gak bisa apa ? Tinggal duduk Nungguin gue sama Mona sampe selesai " ujar Bumi emosi.
" Segitu doang lo gak bisa " tanya Bumi
" Aku minta maaf " ujar Kejora
" Besok-besok aku gak bakalan Pergi lagi,” ujarnya.
" Aku mau Pulang Hari ini aku capek banget Bumi "
" Terserah lo " Ucap Bumi
...•••••...
__ADS_1