
Malam ini Kejora benar-benar cantik dengan memakai gaun berwarna merah selutut ditambah dengan rambut di kuncir sedikit Semula
Kejora tidak mau memakai baju Pemberian Marco tetapi lelaki itu terus memaksanya dan akhirnya Kejora mengalah untuk memakai gaun ini.
" Sudah siap untuk bertemu dengan camer Pura-pura " tanya Marco Pada Kejora ketika mobil mereka sudah terparkir rapih di garasi rumah Marco
Kejora mengangguk ragu. Bukan karena gugup bertemu dengan kedua orang tua Marco Melainkan takut dengan keputusan yang ia ambil sekarang. Apa Bumi akan marah jika mengetahui semuanya ?
" Marco gimana kalau nanti orang tua kamu tau kalau kita cuma Pacaran bohongan " tanya Kejora ketika mereka berjalan ke arah rumah Marco
" Tenang aja mereka gak bakal tau yang sebenarnya," jawab Marco
" Kita Pacaran Pura-pura sampai kapan " tanya Kejora
" Sampai gue nemuin Perempuan yang cocok sama gue," jawab Marco cepat.
" Ya tapi sampai kap ..... "
" Marco " ucapan Kejora terpotong karena ada teriakan seorang laki-laki dari arah Pintu. Sontak membuat keduanya menoleh.
" itu bokap gue " bisik Marco di telinga Kejora
" Aku udah tau " ujar Kejora Pada Marco Pastilah Kejora tau karena dulu kan dia sering main ke rumah Marco dan bertemu dengan ayah nya.
" Bagus kalau gitu " ujar Marco Kemudian mereka menghampiri ayahnya Marco
" Kamu udah besar ya Kejora " ucap Pak Reza Pada Kejora. Mungkin Pak Reza masih ingat dengan Kejora
" iya Om " jawab Kejora ramah.
" Ayo masuk dulu Om juga mau ngobrol-ngobrol dulu sama kamu " ujar Pak Reza Pada Kejora lalu mempersilahkan masuk.
Kejora duduk di sofa Panjang bersama Marco sementara Pak Reza duduk di hadapan Kejora dan Marco
" Mama kemana Pa " tanya Marco Pada Pak Reza
" Mama lagi siap-siap Sebentar lagi juga datang," jawab Pak Reza yang langsung diangguki oleh Marco
" Udah lama kita gak ketemu Ra Gimana kabar kamu sama orang tua kamu " tanya Pak Reza Pada Kejora
" Alhamdullillah baik om " jawab Kejora sambil tersenyum.
" Bagus kalau gitu " Pak Reza mengangguk-angguk.
" Om gak Percaya loh kalau kamu itu bakal jadi Pacar Marco " lanjut Pak Reza.
Kejora hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Pak Reza barusan. Bagaimana kalau Pak Reza tau kalau mereka cuma Pacaran Pura-pura Kejora jadi merasa bersalah.
" Hai semuanya " sapa seseorang dengan sopan yang menghampiri Pak Reza, Marco dan Kejora
Ketiganya serempak menoleh ke asal suara. Terlihat seorang Perempuan Paruh baya yang sedang tersenyum.
Kejora terpaku di tempat Tidak Percaya dengan apa yang ia lihat.
" Dia nyokap tiri gue " bisik Marco tepat di telinga Kejora
Kejora masih terdiam. Tidak membalas ucapan Marco
" Bu Kinan " ucap Kejora sambil menunjuk Bu Kinan.
" Kejora " ujar Bu Kinan yang sama-sama tidak Percaya.
__ADS_1
" Kalian udah saling kenal " tanya Pak Reza Pada keduanya.
" Iya mas Dia yang waktu itu nolong aku Yang aku ceritain ke kamu " jawab Bu Kinan.
" Gak Percaya kamu bakal jadi calon menantu ibu. Ibu seneng banget," ujar Bu Kinan Pada Kejora dengan wajah yang senang.
" iya Bu " ujar Kejora malu.
" Kejora ini teman masa kecilnya Marco dulu " ujar Pak Reza memberitahukan Pada Bu Kinan.
Bu Kinan mengangguk-angguk. " Ibu sangat setuju kalian Pacaran apalagi sampai bertunangan " ujar Bu Kinan yang membuat Kejora melotot.
Kejora langsung tersenyum samar Tunangan What ? Ingin rasanya Kejora memberitahukan kepada mereka bahwa ini cuma Pacaran Pura-pura. Tapi apa daya Kejora terlanjur janji untuk melakukan ini sampai Marco menemukan Perempuan yang cocok dengannya.
" Kalau gitu mending kita segera berangkat Takut telat " ajak Pak Reza. Kejora mengerutkan keningnya.
" Ke mana " tanya Kejora benar-benar bingung
" Loh Marco kamu gak cerita kalau kita mau ke Pesta " tanya Bu Kinan
" Pesta " tanya Kejora kaget Marco tidak memberitahukan apapun tentang Pesta.
" Iya kita Pergi ke Pesta antar Perusahaan,"
...•••••...
" Kok kamu gak beritahu aku kalau kita mau ke Pesta " tanya Kejora sedikit marah Pada Marco
Mereka berdua sekarang sedang berada di mobil
" Lo gak nanya sama gue " jawab Marco
" Ya seenggaknya kamu beritahu aku dulu kalau kita mau ke Pesta," ujar Kejora Pada Marco
" Kalau kita ke Pesta berarti banyak
orang dong Kata kamu kita cuma Pacaran Pura-pura di depan orang tua kamu aja Tapi kalau ke Pesta berarti banyak orang yang tau," ujar Kejora Panik.
" Lo gak ikhlas nolongin gue " tanya Marco ketus.
" Bukan gitu " Kejora benar-benar bingung harus menjawab apa
" Ya kalau gitu lo bantuin gue Ra Tenang aja mereka semua gak kenal Bumi kok Berarti gak akan ada yang bilang " ujar Marco sedikit membentak.
Kejora menghela nafas Panjang. " Ya Udah iya."
Keputusan ini entah benar atau tidak ? Marco benar-benar membuat Kejora tidak bisa berkutik. Jika Kejora menolak mungkin Kejora akan di cap orang yang tidak membalas kebaikan orang lain Kejora tidak masalah jika mereka Pura-pura Pacaran di depan orang tua Marco. Tetapi mereka Pura-pura Pacaran di Pesta. Apa yang akan Kejora lakukan ?
...•••••...
" Kenalin Pacar gue " ujar Marco Pada teman-temannya Kejora hanya tersenyum terpaksa setelah mendengar ucapan Marco
" Cantik juga ya Pacar lo " ujar salah satu laki-laki sambil tersenyum manis ke arah Kejora
" Ketahuan Intan baru tau rasa lo," ujar teman disebelahnya mengingatkan kalau dia sudah Punya Pacar.
" Tenang aja dia lagi di toilet kok," jawabnya santai.
Di Pesta ini banyak sekali orang-orang Dari yang tua sampai muda. Semua orang disini berpasang-pasangan tidak ada yang sendiri atau jomblo. Mungkin jika sekarang Kejora disini bersama Bumi maka akan terasa berbeda suasananya
" Gue sama Pacar gue kesana dulu " Pamit Marco Pada teman-temannya
__ADS_1
" Yoi bro " jawab mereka serempak Kejora dan Marco melenggang Pergi menuju arah panggung membuat alis Kejora mengerut Apa yang akan Marco lakukan ?
Kejora dan Marco melenggang Pergi menuju arah Panggung membuat alis Kejora mengerut.
Apa yang akan Marco lakukan ?
" Kita mau ngapain ke Panggung " tanya Kejora Pada Marco ketika mereka semakin dekat ke arah Panggung
" Lihat aja nanti " jawab Marco
Kejora hanya mengangguk dan menuruti apa kata Marco. Ia dan Marco kemudian menaiki tangga menuju Panggung megah itu.Marco mengambil mikrofon di sisi Panggung lalu menyalakannya sementara Kejora berada di sisi Marco
" Selamat malam semuanya Saya boleh meminta Perhatiannya sebentar " ucap Marco di atas Panggung menggunakan mikrofon sehingga terdengar luas suaranya.
Orang-orang langsung diam dan memperhatikan Marco dan Kejora di atas Panggung.
" Terima kasih Sebelumnya saya mewakili orang tua saya mengucapkan selamat datang di Pesta ini dalam rangka menjalin silaturahmi antar Perusahaan," ujar Marco
" Sebenarnya ada acara lain sih selain menjalin tali silaturahmi," lanjut Marco membuat Senja mengerutkan keningnya Begitupun orang tuanya sama-sama bingung dengan apa yang dikatakan anak mereka.
" Acara apa " tanya Kejora Pelan.
Marco menoleh Pada Kejora lalu meletakkan mikrofon ke bawah dan mengambil suatu kotak kecil berwarna merah di dalam sakunya.
Marco berlutut di hadapan Kejora dan membuka sebuah kotak kecil berwarna merah itu.
" Kejora lo mau kan Jadi Tunangan gue " tanya Marco lalu memperlihatkan cincin di dalam kotak kecil berwarna merah itu.
Kejora membulatkan kedua matanya tidak Percaya dengan apa yang dilakukan oleh Marco
Dari sudut kiri ke sudut kanan Pesta ini sangat heboh. Suara riuh tepuk tangan dan sorakan-sorakan terdengar jelas Semua orang sepertinya setuju dengan apa yang dilakukan oleh Marco. Namun, Kejora tidak setuju. Dalam lubuk hatinya ia marah sekarang karena Marco sudah berbohong Padanya. Marco mengatakan bahwa mereka cuma Pacaran Pura-pura di depan orang tua Marco tapi nyatanya di depan semua orang Marco berani menyatakan Perasaanya.
Kejora tidak tau ini serius atau hanya bercanda ? Tapi sekarang yang mau Kejora mau adalah cepat-cepat Pergi dari sini.
Melihat Kejora diam saja Akhirnya Marco sekali lagi mengucapkan kata itu.
" Kejora lo mau kan Tunangan sama gue " tanya Marco sekali lagi membuat Kejora semakin bingung.
Marco bangun dari berlututnya dan langsung mendekat ke arah Kejora dan mencium keningnya
CUPPP
suara riuh tepuk tangan dari semua orang yang menyaksikan mereka berdua
" Jangan marah ini cuman bercanda kok Gue mohon lo Pura-pura terima aja atau lo mau gue sebut sebagai orang yang gak tau balas budi," bisik Marcos tepat di dekat telinga Kejora. Ingin rasanya Kejora menampar Marco sekarang lalu Pergi dari sini.
Tapi apa daya Kejora tidak Punya keberanian untuk itu. Di sini begitu banyak orang sehingga jika Kejora Pergi dari sini. Maka dia akan malu.
Mata Kejora terasa Perih. Kejora mau menangis sekarang. Kejora ingin bertemu Bumi dan ingin menangis di dekapannya Ia ingin menceritakan ini semua.
Marco menjauh dari Kejora dan langsung kembali berlutut.
" Kejora Lo mau kan Tunangan sama gue " tanya Marco ketiga kalinya.
Bagaimana ini ? Jika Kejora menolak maka ia akan menjadi orang yang tidak tau terima kasih Pada Marco. Tapi jika ia menerima Ah entahlah. Ia benar-benar bingung.
Kejora menghela nafas Panjang lalu mengangguk Pelan Pertanda ia setuju.
" i-iya " ucap Kejora dengan suara Parau Suara tepuk tangan Pun terdengar jelas Semua orang senang dengan ini. Marco mengambil cincinnya dan langsung memakaikannya Pada jari manis Kejora
Entahlah apa keputusan yang diambil Kejora benar atau tidak ? Yang jelas ia ingin segera Pergi dari sini dan memaki-maki Marco Benar-benar keterlaluan sekarang.
__ADS_1
...••••...