BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
3. LUKA


__ADS_3

Bumi memarkirkan motornya di garasi besar miliknya di rumah besarnya Bumi turun Pun dari motor dan langsung memasuki rumahnya dengan malas.


Begitu masuk rumah Bumi ayahnya sedang meneliti berkas-berkas


Bumi menuju lemari Pendingin dan mengambil air. Cowok itu meneguk air yang ada di dalam botol hingga habis Kepalanya terangkat bersamaan dengan jakun yang naik turun saat air dingin mengalir di tenggorokannya. Sensasi segar menjernihkan kepalanya.


" Bumi ! Sini kamu " Teriakan Dirga ayahnya membuat Bumi menoleh Cowok itu meremas botol minumnya begitu keras


Hingga airnya naik dan jatuh ke tangannya. Botol yang dipegangnya sudah remuk dalam genggaman. Kali ini Bumi tidak boleh lari atau menghindar seperti yang sudah-sudah.


" PAPA TAHU KAMU SUDAH PULANG KEMARI KAMU ANAK SIALAN "


Ayahnya masih berteriak Bumi menaruh tas sekolahnya di kursi meja makan Saatnya menghadapi kenyataan.


Dirga tampak turun dari tangga rumah dengan berlari. Bumi tahu saat-saat ini Pasti akan terjadi kepadanya. Dirga melempar ke lantai berkas-berkas yang sudah Bumi bakar hingga sisa setengah Bumi juga merusak sebuah laptop dan flashdisk tempat Dirga menaruh segala data berharganya.


" ini Pasti Kerjaan kamu, kan "


" Iya ! Kenapa "


Dirga menamparnya. Tamparan yang terasa kebas di kulit Pipi Bumi hingga menimbulkan bekas merah yang Pasti tidak akan hilang cepat Suasana langsung berubah sengit.


" Dasar anak enggak tahu terima kasih Sudah bagus Papa kasih kamu uang ! Kenapa kamu bakar semua data-data kantor Papa Bumi," Dirga mencengkeram jaket Dan ingin menghajar anaknya


" Apa kamu enggak tahu kalau berkas dan data-data itu Penting bagi Papa ? Penting bagi masa depan kamu "


" Seharusnya Papa tahu alasannya Masa depan apa yang Papa bicarakan ? Semuanya omong kosong ! Bumi enggak butuh materi Pa Bumi itu butuh keluarga Kita balik seperti semula," Bumi menyahut dingin. Lagi-lagi tamparan mengenai Pipinya.


" Papa Cuma bisa nampar Bumi kan Tampar aja lagi Pah," Bumi malah menantang. " Seharusnya bukan berkas kerja Papa yang Bumi bakar tapi rumah ini juga Biar Papa enggak bisa Pulang,"


" Dasar Anak Kurang ajar "


" Udahlah Bumi Capek Pah Mau istirahat," jawabnya lalu melenggang Pergi


" Kalau orang tua lagi ngomong itu dengerin bukan malah Pergi," bentak Dirga.


" Kalau Papa mau bahas soal masa depan Bumi. Mendingan jangan ngomongin sekarang Pa. Papa gak bakal ngerti," ucap Bumi


" Kurang ajar ya kamu "


" Papa yang kurang ajar Papa selalu maksa Bumi untuk turutin apa yang Papa mau Tapi Bumi Punya tujuan hidup sendiri Pah," tutur Bumi


Bumi melenggang Pergi meninggalkan Papa nya yang sedang marah. Papanya selalu menyuruh Bumi untuk meneruskan usahanya. Tapi Bumi ingin menjadi seorang seniman Dia Pandai melukis Semua karya karya ia Pajang di sebuah ruangan rahasia miliknya.


" Saat Bumi butuh dukungan tapi Mama malah Pergi gak tau kemana Bumi benci sama Mama," lirih Bumi Tak terasa satu bulir air mata jatuh ke Pipi Bumi


...•••••...


" Selamat Pagi " Bumi bosan dengan sapaan bohong itu. Bumi muak dengan akting ayahnya itu


Sekarang sedang ada tamu disini Dua Perusahaan besar yang sudah bekerja sama selama bertahun-tahun


" Hai Bumi " sapa seorang Perempuan yang merupakan anak dari rekan kerja Papa Bumi Mona satu sekolah dengan Bumi seangkatan tapi beda kelas


Bumi hanya tersenyum secara terpaksa kemudian melenggang Pergi.


" Kamu mau kemana Bumi " tanya Dirga

__ADS_1


" Cari angin "


" Sini Papa masih mau bicara sama kamu," ujar Pak Dirga


Sebagai anak yang baik Bumi menuruti apa yang dikatakan ayahnya. Dia harus berakting supaya tidak berdebat dengan ayahnya. Bumi menghampiri ketiga orang itu dan langsung duduk disebelah ayahnya.


" To the Point aja Bumi gak ada waktu," ucap Bumi


" Oke Kedatangan kami kesini bermaksud untuk menjodohkan kamu dengan Mona anak Saya satu-satunya, " ucap Andre Papahnya Mona


Mendengar itu Bumi terkejut. Mana mungkin dia bisa menerima Mona Cewek yang sangat manja cerewet dan selalu menganggu Bumi


" Bumi gak bisa," tolak Bumi


" Kenapa Bumi Aku kan cantik," ucap Mona


" Gue-gue udah Punya Pacar," jawab Bumi ngasal.


" Siapa " tanya Mona


" Kejora " tiba-tiba nama itu tanpa sengaja keluar dari mulut Bumi


" Kejora ? Cewek miskin itu," mendengar Perkataan Mona. Bumi langsung menatapnya sengit.


" Jangan Pernah ngehina Pacar gue," tegas Bumi


Bumi kemudian mengambil kunci motor dan langsung keluar dari rumahnya.


" Maafkan anak saya ya Saya gak tau kalau anak saya udah Punya Pacar Tapi tenang aja Saya janji Perjodohan ini akan terjadi," ucap Dirga.


...••••...


" Lepasin Kalian ini sebenernya siapa sih " Kejora meronta-ronta agar tangannya dilepas oleh para Preman


" Lepasin dia " teriakan itu datang dari Bumi. Bumi menghampiri para Preman dan langsung mendaratkan Pukulan Pada Preman yang sedang memegang tangan Kejora hingga tersungkur. Preman itu langsung bangkit dan membalas Pukulan Bumi. Bumi tidak hanya diam ia langsung membalas dengan Pukulan sangat keras membuat Preman itu tersungkur


Kini giliran Preman satunya lagi. Ia menghampiri Bumi dan memukul Bumi. Bumi kembali memukulnya dan alhasil kedua Preman itu sudah tersungkur.


Kejora menghampiri Bumi


" Bumi kamu gak apa-apa kan," tanya Kejora khawatir


" Lo gak apa-apa kan " bukannya menjawab tapi Bumi malah berbalik bertanya.


" Aku gak apa-apa kok " jawab Kejora


" Wajah kamu memar Harus diobatin," ucap Senja


Bumi dan Kejora sedang duduk di bangku taman. Kejora sedang mengobati luka memar yang ada di wajah Bumi. Bumi menatap Kejora dengan seksama. Kejora memang tidak begitu cantik tapi bisa membuat Bumi tertarik


" Udah selesai "


" Oh ya Makasih soal tadi " Kejora berterima kasih.


Bumi hanya mengangguk


" Kenapa lo itu bisa sama Preman-Preman itu,"

__ADS_1


" Gak tau Tiba-tiba aja mereka Pegang tangan aku dan maksa buat masuk ke mobil Untung tadi ada kamu," terang Kejora


" Kalau bantuan tadi gak gratis gimana," Kejora mengernyitkan kening setelah Bumi bicara seperti itu.


" Maksud kamu Apa " tanya Kejora bingung.


" Lo harus bayar "


" Bayar ? Aku gak Punya uang Bumi Kamu kan kaya Ngapain kamu minta bayaran sama aku,"


" Bukan dengan uang "


" Terus Apa "


" Lo harus turutin apa yang gue mau," ucapan Bumi membuat Kejora melotot tidak Percaya


" Maksud kamu "


" Bisa dibilang lo harus jadi babu gue Apapun yang gue minta lo harus turutin,"


" Sorry gue jadiin Lo babu karena gue ingin selalu ada didekat sama Lo Kejora," batin Bumi


" Apa ? Aku enggak mau," tolak Kejora


" Kalau lo gak mau Gue bisa lakuin apa aja ke elo," mendengar Pernyataan itu Kejora melotot terkejut. Ia sadar bahwa Bumi bisa melakukan apa saja bila ada yang menolak Permintaannya


" Oke Sampai kapan " tanya Kejora


" Oke Sampai kapan " tanya Bumi


" Kalau udah bosen gue akan lepasin Lo kok," ujar Bumi


" Kalau kamu gak bosen-bosen "


tanya Kejora memastikan.


" Kalua gak bosen-bosen " Bumi menjeda ucapannya dan langsung mendekat kearah telinga Kejora


" Berarti gue suka sama lo," bisik Bumi


" apa-apaan sih Bumi ini Udah Malem aku harus Pulang " Ujar Kejora mendorong tubuh Bumi karena dia tidak kuat menahan debaran jantungnya tak kalah Bumi berbicara seperti itu


" Gue anterin Lo Pulang ya " sahut Bumi


" Gak usah aku bisa Pulang sendiri," Tolak Kejora


" Tapi Kejora ..... " ucap Bumi langsung di Potong Kejora


" Gak usah Bumi aku bisa Pulang sendiri kok itu Ojek online udah nungguin aku,"


Bumi melihat ojek online yang sedang menunggu Kejora


" Ya Udah aku Pulang ya " Pamit Kejora


" Hati-hati ya Besok ingat Lo harus jadi Babu gue " Bumi mengingatkan Kejora yang langsung diangguki Kejora


" iya " balas Kejora Bumi langsung tersenyum

__ADS_1


...••••...


__ADS_2