
Kejora menunggu Bumi di tempat yang sudah dijanjikan. Tadi Bumi menelepon Kejora untuk Pergi ke tempat yang dulu mereka Pernah kunjungi untuk melihat bintang dan bulan di lapangan terbuka.
Kejora memeluk tubuhnya sendiri karena cuaca disini cukup dingin Perempuan itu menggosok-gosok tangannya.
" Ra " Panggil seseorang Kejora langsung berbalik dan mendapati Bumi yang sedang menatap Kejora sendu.
Bumi menghampiri Kejora.
" Lo udah lama di sini " tanya Bumi lembut.
" Enggak Aku baru sampai kok " jawab Kejora
Bumi mengangguk-angguk lalu duduk di atas rerumputan.
" Sini Ra Duduk sama gue " suruh Bumi Kejora langsung duduk di sebelah Bumi dan menatap indahnya langit malam ini.
" Malam ini indah ya Ra " ujar Bumi Pada Kejora sambil menatap langit di atas yang di Penuhi oleh Bintang-bintang.
Kejora mengangguk. " Iya " balasnya Setelah itu tidak ada Percakapan diantara mereka Entah kenapa suasananya sangat canggung Tidak seperti biasanya.
" Bumi ku boleh nanya sesuatu gak sama kamu " tanya Kejora ragu
" Mau nanyain apa " balas Bumi Penasaran.
" Kenapa kamu ajak aku ke sini Kita kan udah enggak ada hubungan apa-apa lagi Bumi Sekarang Posisinya kamu udah tunangan Mona tapi kok kamu malah ngajak aku bukan Mona " jawab Kejora
" Gue kan udah bilang kita belum Putus Karena gue belum setuju," ujar Bumi
" Tapi sekarang kita akan Putus beneran " lanjut Bumi
Kejora mengerutkan keningnya.
" Maksud kamu "
Bumi menatap Kejora " Mulai Detik ini juga gue Putusin lo Gue udah bosen hubungan sama lo Kejora Benar kata Mona lo itu bukan cewek baik-baik buat gue Beruntung gue dapetin Mona Dia setara sama gue Setelah di Pikir-Pikir Gue itu kaya Ra Mana mungkin sih gue ini Pacaran sama orang yang gak setara sama kekayaan gue kayak lo. Gak level Kayaknya gue cuma khilaf Pacaran sama lo," tutur Bumi ketus.
Hati Kejora terasa sakit mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Bumi Ia tidak Percaya bahwa Bumi berbicara itu Padanya.
" Maksud kamu apa ngomong kayak gitu " tanya Kejora dengan bibir bergetar.
" Perlu jelas lagi ? Gue khilaf Pacaran sama lo ! Lo itu gak Pantes buat gue Dan Mona lebih cocok ketimbang sama lo," jelas Bumi
" Jadi kamu itu cuma khilaf Pacaran sama aku " tanya Kejora memastikan
Bumi mengangguk. " Iya khilaf Dan mulai detik ini juga jangan Pernah nunjukin muka lo di hadapan gue lagi Karena apa ? Karena lo itu gak setara sama gue yang kaya raya Paham " tuturnya
Bumi mengeluarkan sesuatu di saku Jaketnya
__ADS_1
" Dan ini undangan Pernikahan gue sama Mona Terserah lo mau datang atau enggak Tapi yang Pasti gue seneng lihat lo sakit hati kayak gini " ujar Bumi sambil tersenyum jahat
Pernikahan ? Secepat ini ? Apa Bumi sedang bercanda ? Bukannya baru kemarin ia bertunangan.
" Tega banget kamu " lirih Kejora dengan mata yang berkaca-kaca.
" Iya gue emang tega Ra Tapi gue jujur kalau gue selalu senang lihat lo sedih dan nangis kayak gini Ayo Ra cepetan nangis Keluarin semua air mata lo di sin Ayo Ra cepat keluarin semua air mata lo di sini Gue mau lihat "
Kejora mencoba menahan air matanya supaya tidak keluar Tapi nihil Kejora tidak bisa membendung air matanya lagi Setetes air mata keluar dari matanya dan membasahi Pipi.
Bumi Tersenyum senang " Gitu dong Kejora nangis Gue kan jadi senang lihat air mata lo netes kayak gini, " ujarnya.
" Aku nyesel kenal sama kamu Bumi Ternyata kamu kayak gini ya Aku Pikir kamu cowok Paling baik di dunia ini Tapi nyatanya kamu Paling berengsek " ujar Kejora kesal
" Terserah lo mau bilang apa Tapi yang Pasti jangan Pernah lo ganggu hubungan gue sama Mona Sebaiknya lo Pergi jauh-jauh dari sini " usir Bumi
" Tanpa di suruh Pun aku bakal Pergi " tegas Kejora dengan dada naik turun.
" Iya Pergi sana Gue udah Muak sama Lo Gue jamin setelah ini kita gak akan Pernah ketemu lagi " lanjutnya.
Kejora menghapus air matanya lalu bangkit dari duduknya Perempuan itu melempar kartu undangan tepat ke wajah Bumi dengan marah
" Iya setelah ini kita gak akan ketemu lagi Satu hal yang lo harus tau Bumi ! Gue akan benci sama lo untuk selamanya Gue gak Pernah maafin lo sampai kapanpun juga " tegas Kejora
Bumi bangkit. " Satu hal juga yang harus lo tau Kejora Bahwa gue gak akan Pernah minta maaf sama lo "
" Siapa juga yang mau lihat wajah lo lagi Emang lo itu cantik ? Enggak Ra Lo itu gak cantik cuman Pinter aja " balas Bumi
" Lebih baik Pinter daripada cantik tapi gak Punya sopan santun " ujar Kejora lalu melenggang Pergi meninggalkan Bumi
" Maaf Ra ini semua demi kebahagian lo gue Mau lo bahagia meskipun gak bersama gue " lirih Bumi menatap kepergian Kejora
" Gue Takut waktu gue gak banyak lagi Ra gue rela berkorban demi kebahagian Ra "
...•••••...
Kejora sedang membaca buku di kelas sendirian Sekarang jam istirahat tetapi Kejora lebih memilih menitip makanan Pada teman-temannya. Ia tidak mau bertatap muka dengan Bumi atau semuanya akan kembali seperti tadi malam Sedih.
" Yuhuu makanan udah datang Nih " teriak Jihan setelah memasuki kelas diikuti oleh Febbi dari belakang sambil membawa kresek yang berisi makanan yang mereka Pesan.
Kejora menutup bukunya dan menatap kedatangan kedua sahabatnya itu.
"Jangan teriak-teriak Jihan " tegur Kejora
" Iya-iya " Jihan dan Febbi duduk di hadapan Kejora
" Eh Ra kok gue gak lihat Bumi ya dari tadi " ujar Febbi setelah duduk dihadapan Kejora
" Iya bener Biasanya kan Bumi suka sama Bima, Bintang Tapi gue gak lihat Bumi tuh dari Tadi " sambung Jihan
__ADS_1
Kejora menggeleng. " Kenapa kalian nanya itu sama aku " tanya Kejora sedikit ketus.
Apa Kejora beritahu kejadian semalam kepada Mereka Bahwa Bumi memakinya Jika kembali mengingat semua kata-kata itu hatinya merasa sakit Kejora menghela nafas ia tidak boleh memberitahukan teman-temannya atau mereka akan marah
" Bisa aja kan lo tau " balas Febbi
" Terus tadi gue juga gak lihat Mona Cerewet tuh Apa mereka janjian atau apa ya " ujar Jihan sambil mengingat-ingat.
Biasanya Jihan selalu melihat Mona bersama geng nya di kantin setiap hari Tapi hari ini ia merasa tidak melihatnya.
" Mungkin mereka lagi urusin acara Pernikahan kali " balas Kejora membuat keduanya melotot.
Febbi yang sedang minum langsung menyemburkannya karena terkejut dengan apa yang Kejora bilang barusan Begitupun Jihan langsung terkejut.
" Pernikahan ? Maksud lo " teriak Jihan heboh.
" Jangan ngadi-ngadi lo Ra " ujar Febbi tidak Percaya.
Kejora heran Kenapa sahabat-sahabatnya ini tidak tau tentang undangan itu Apa Bumi tidak mengundang mereka.
" Loh emangnya kalian berdua enggak di undang sama Bumi " tanya Kejora Penasaran.
" Diundang apanya Ra Orang enggak ada Pemberitahuan apapun kok " jawab Febbi
" Lo lagi bercanda kan Ra " tuduh Jihan
Kejora menggeleng " Enggak aku gak bercanda Kemarin Bumi nemuin aku dan kasih surat undangan Pernikahan Mona sama dia " ungkap Kejora
" Bentar-bentar gue masih belum Percaya Kalau emang benar mereka mau nikah Pasti di sini banyak yang ngomong dan jadi isu terhangat Minggu ini " ujar Febbi
" Iya benar tuh kata Febbi " dukung Jihan
" Ada undangannya kok " lanjut Kejora
Jihan nampak sedang berpikir
" Atau jangan-jangan mereka berdua cuma mau undang lo aja Kita-kita enggak di undang Kayaknya cuman kerabat terdekat aja deh " tebak Jihan
" Bisa jadi sih Gue yakin Bumi Pasti ingin buat Perasaan lo sakit lagi makanya lo diundang "
" Terus lo mau datang atau apa enggak," tanya Febbi
" Enggak lah ! Aku gak bakal datang ," jawab Kejora
" Bagus itu baru sahabat Terbaik gue " Febbi mengacungkan jempol.
Memori Kejora kembali ketika malam tadi. Mana mungkin ia akan datang. Ia juga sudah benci Pada Bumi Benci sebenci-bencinya Kejora tidak mau berhadapan lagi dengan Bumi Cowok berengsek yang Pernah Kejora kenal.
...•••••...
__ADS_1