
Kejora menutup Pintu rumahnya dan langsung menghampiri Bumi yang sedang menunggu di depan rumahnya. Lelaki itu sedang duduk di motornya sambil merapihkan rambutnya di depan kaca spion Sekarang Ia hanya memakai celana jeans dengan kaus berwarna Putih Polos ditambah dengan jaket jeans juga Penampilan Bumi sekarang ini bisa di bilang cukup sederhana.
" Hai Bumi " sapa Kejora membuat Bumi menoleh.
" Hai cantik " balas Bumi dengan senyuman khas nya.
" Boleh gak abang godain ? Cantik banget soalnya," goda Bumi
" Apaan sih Bumi " Kejora tersenyum malu.
" Tuan Putri gue mau kemana sih "
" Gak takut apa di culik lagi sama Preman-Preman " tanya Bumi sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
" Kan ada kamu yang selalu jagain aku," jawab Kejora sambil tersenyum manis.
" Kata siapa ? Emang aku mau " tanya Bumi bercanda.
Kejora menghembuskan nafas kesal dan memasang muka cemberut.
" Ya udah kalau kamu gak mau jagain aku Aku Pergi "
Hendak saja Kejora berbalik tapi tangannya langsung dicekal oleh Bumi Lembut. Lelaki itu turun dari motor ninja nya. Menghampiri Kejora dan kini Posisi mereka saling berhadapan.
" Jangan cemberut gitu dong Nanti tambah cantik " kata Bumi
Kejora hanya menahan senyum mendengar Perkataan Bumi
" Sayang tatap mata gue " Kejora kemudian menatap manik Bumi yang sedang menatapnya lekat.
Jantung Kejora berdegup sangat kencang ketika Bumi memanggilnya dengan sebutan sayang. Jujur, ia sangat grogi sekarang Tangannya gemetar. Apa ini yang di namakan Pacaran ?
Bumi meraih kedua tangan Kejora. Lelaki itu menatap Kejora lekat dan Penuh dengan keyakinan. Apa yang harus Kejora lakukan Apa ia harus kabur karena takut Bumi akan mendengar degupan jantung Senja yang begitu kencang ?
" Jagain lo adalah salah satu kewajiban buat gue Yang Artinya kalau gue lalai jagain lo. Atau mungkin gue sampai Pergi ninggalin lo. Saat itu juga gue salah besar Ingat, suatu kewajiban jika ditinggalkan itu akan mendapat dosa. Maka dari itu gue gak akan Pernah ninggalin dan akan selalu jagain lo," ungkap Bumi
Kejora menatap Bumi begitu lekat. la tertegun dengan ucapan Bumi barusan. Apa laki-laki ini benar-benar mencintainya Jika benar maka Kejora adalah Perempuan yang Paling beruntung di dunia ini. Bumi adalah lelaki yang sempurna di mata wanita manapun. Dia sangat tampan Penyayang baik, Pokoknya segalanya.
" Gue harap lo gak akan Pernah berkhianat sama gue Ra Gue Paling gak suka sama yang namanya Pengkhianat. Apalagi yang berkhianat itu orang yang Paling gue sayang," lanjut Bumi
" Aku gak akan Pernah berkhianat sama kamu Bumi "
...••••...
Sekarang Bumi dan Kejora sedang berada di sebuah taman yang cukup sepi Pengunjung Mereka sedang bertemu dengan Rehan dan teman-temannya Kalian masih ingatkan Rehan dan teman temannya ? Ya mereka adalah anak-anak yang Bumi dan Kejora temui waktu itu.
" Kak aku boleh minta beliin es krim gak " Pinta seorang anak kecil sekitar berumur 5 tahun.
" Kamu mau es krim " tanya Bumi lembut yang langsung mendapat anggukan dari anak kecil itu.
" Ayo " Bumi berdiri lalu menggenggam tangan anak itu.
" Kamu gak mau ikut Ra " tanya Bumi pada Kejora
" Aku tunggu disini aja ya " jawab Kejora
" Gak apa-apa sendirian ? Soalnya semua anak-anak juga mau ikut beli es krim,"
" Gak apa-apa Bumi "
" Ya udah "
Bumi melenggang Pergi meninggalkan Kejora yang duduk di bangku taman. Kejora masih menatap Bumi yang sedang berjalan menjauh dari dirinya. Tak terasa senyum terukir di bibirnya.
" Aku beruntung bisa jadi Pacar kamu Bumi Kamu itu baik sama semua orang Kamu juga sayang banget sama aku," ujar Kejora
" Aku janji Aku gak akan Pernah berkhianat sama kamu Bumi "
__ADS_1
Tiba-tiba Pandangan Kejora tertuju Pada seorang Perempuan Paruh baya yang sedang kesulitan membawa kantong belanjaan yang cukup banyak. Buru-buru Kejora menghampiri ibu-ibu itu.
" Biar saya bantu bu " ujar Kejora Pada ibu itu.
Ibu itu menoleh " Gak apa-apa Ibu bisa sendiri kok " ujar ibu itu lembut.
" Gak apa-apa Bu Biar saya bantu aja "
" Emangnya gak apa-apa "
" Gak apa-apa Bu Sini saya bantu " Kejora mengambil kantong belanjaan dari tangan kanan ibu itu.
" Makasih banyak yah " ucap ibu itu sambil tersenyum.
" iya Bu sama-sama "
Mereka mulai berjalan Kejora hanya mengikuti langkah ibu itu.
" Rumah ibu dimana " tanya Kejora
" Itu rumah ibu " Ibu itu menunju rumahnya dengan dagunya Kejora mengikuti arah dagunya Rumahnya terlihat sederhana dengan cat berwarna biru.
" Ayo silahkan masuk " ujar ibu itu setelah membukakan Pintu yang langsung di turuti oleh Kejora
Kejora meletakkan kantong belanjaannya di atas meja.
" Duduk dulu ibu ambil dulu minum buat kamu."
" Gak usah Bu Saya juga mau Pulang kok " tolak Kejora
" Pokoknya Ibu gak terima Penolakan "
" Iya Bu Aku duduk nih " Kejora kemudian duduk Dan ibu itu Pergi ke dapur untuk membawa minum untuk Kejora
Tak lama kemudian ibu itu datang dengan membawa nampan dengan minuman seperti jus jeruk.
" iya Bu " Kejora mengambil satu gelas lalu meneguknya sedikit kemudian menyimpannya.
" Nama kamu siapa " tanya ibu itu ramah.
" Kejora " jawab Kejora
Ibu itu mengangguk angguk " Nama yang indah seperti orangnya."
Kejora Tersenyum malu " Makasih Bu "
" Kenalin nama saya Kinan Terima kasih ya. Karena kamu udah tolong saya tadi."
" Iya Bu sama-sama "
" Kalau boleh tau ibu disini tinggal sendirian ? tanya Kejora ragu.
" ini rumah ibu yang lama Sekarang ibu gak tinggal lagi disini Biasanya setiap hari Minggu ibu selalu ke sini Hanya sekedar untuk beres-beres Sekalian belanja di Pasar. Kan disini Deket banget ke Pasar."
Kejora mengangguk-angguk kemudian ia mengedarkan Pandangannya ke sekitar Perabot semuanya tertata rapih. Rumah ini juga terlihat nyaman.
" itu anak ibu " tanya Kejora saat ia melihat sebuah foto yang terpajang di dinding. Di foto itu terlihat seorang anak laki-laki berumur 5 tahun yang sedang memakai topi.
" iya Itu anak ibu " jawab ibu itu dengan tersenyum.
" Lucu banget " ujar Kejora masih menatap foto itu
" Aku boleh ketemu anak ibu kan "
" itu foto dulu Mungkin sekarang dia udah sebesar kamu." Kejora menoleh ke arah Kinan yang tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sedih sembari tersenyum samar.
Mungkin ? Apa ibu Kinan tidak Pernah bertemu dengan anaknya ? Atau alasan yang lain.
__ADS_1
" Ibu kenapa sedih ? Emangnya anak ibu kandung kemana " tanya Kejora Seharusnya Kejora tidak menanyakan ini pada Bu Kinan. Tapi keingintahuan Kejora lebih besar daripada ke gengsiannya.
" Ibu juga gak tau dia dimana sekarang Ibu selalu berdoa agar bisa ketemu sama anak ibu. Ibu rindu sama dia. Dan sekarang ibu cuma bisa lihat foto dia di Instagram Pribadi miliknya Dia tampan seperti ayahnya." Bu Kinan mengusap air mata yang berhasil keluar.
" Kenapa ibu gak tanyain aja dia dimana Kan ibu udah tau nama instagram nya," saran Kejora
" Ibu gak berani Pasti dia benci banget sama ibu," lanjut ibu itu dengan terisak.
" Kenapa ibu ngomong kayak gitu " tanya Kejora
" Karena ibu udah ninggalin dia. Ibu ninggalin dia dengan ayahnya. Ibu masih ingat dia nangis waktu ibu Pergi dari rumah." Bu Kinan masih terisak.
Kejora langsung memeluk Bu Kinan yang masih terisak
" Ibu jangan ngomong kayak gitu Aku yakin kok anak ibu itu gak bakal benci sama ibu " ujar Kejora menenangkan kemudian mengurai Pelukannya
" Tapi ibu masih gak berani buat ketemu sama dia,"
" Anak ibu juga Pasti kangen kok sama ibu." Kejora tersenyum.
Bu Kinan menghapus air matanya yang membasahi Pipi " Maafin ibu ya Ibu jadi curhat kayak gini," ujar Bu Kinan " Gak tau kenapa. Ibu merasa nyaman gitu aja sama kamu Kayak ada sesuatu yang membuat ibu berani. Padahal ibu baru kenal sama kamu. Dan biasanya ibu selalu nyimpen ini sendirian."
" Gak apa-apa Bu Aku juga nyaman kok sama ibu,"
" Makasih ya Kejora "
" Rumah ibu dimana ? Biar Kejora anterin," tawar Kejora
" Oh gak apa-apa Sebentar lagi anak saya jemput kok," tolak Bu Kinan.
" Anak " beo Kejora
" iya anak dari suami saya yang sekarang. Sebentar lagi dia jemput kok,"
Ponsel Kejora bergetar tanda ada yang menelepon. Kejora tau siapa yang menelepon. Pasti sekarang dia sedang khawatir karena Kejora tidak ada di sana.
" Sebentar ya Bu " Kejora berdiri dan menjauh dari Bu Kinan. Lalu menggeser tombol hijau.
" Ha .... "
" Kejora Lo di mana ? Lo gak apa-apa kan Lo gak diculik kan ? Udah gue bilang dari tadi sebaiknya lo ikut sama gue " Bumi berteriak-teriak panik di seberang sana. Membuat Kejora menjauhkan Ponselnya dari telinga.
" Halo Kejora lo gak apa-apa kan "
" Aku gak apa-apa Bumi Sebentar lagi aku kesana,"
" Sebenarnya lo di mana sih ? Biar gue jemput,"
" Gak usah Bumi Aku bisa sendiri kok Kamu tunggu aja di sana "
" Bener gak apa-apa "
" Iya Bumi "
" Ya udah Hati hati di jalan sayang."
" Iya sayang " ujar Kejora malu-malu.
Kejora menutup telpon nya dan menghampiri Bu Kinan karena akan berpamitan.
" Kalau gitu saya Pulang dulu ya Bu " Pamit Kejora kemudian meraih tangan Bu Kinan dan mencium Punggung tangannya.
" Hati-Hati Lain kali kamu main ke rumah ibu yang sekarang Rumah ibu gak jauh kok dari sini."
" Iya Bu insya Allah "
...••••...
__ADS_1