BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
22. hubungan yang Terhalang


__ADS_3

Bumi menepikan mobilnya di depan rumah Kejora Setelah seharian mereka bersama akhirnya mereka Pulang juga.


" Makasih banyak yah untuk hari ini Bumi aku seneng " ucap Kejora Pada Bumi ketika ia melepas sabuk Pengaman


" Sama-sama " ucap Bumi


Kejora lalu tersenyum dan hendak membuka Pintu mobil


" Tunggu dulu " Perintah Bumi


" Ada apa Bumi "


Bumi mengambil sebuah tas jinjing di jok belakang. Membuat Kejora mengernyitkan keningnya heran


" Buat Lo " ucap Bumi sambil menyodorkan tas jinjing kepada Kejora


" ini apaan Bumi " tanya Kejora ketika sudah menerimanya. Kemudian ia melihat ke dalam tas nya


Mata Kejora berbinar ketika ia melihat sebuah boneka di dalam tas nya dan langsung mengambil boneka itu dari dalam tasnya


" ini beneran buat aku " tanya Kejora dengan mata berbinar


Bumi tersenyum " Semoga lo suka "


Kejora keluar dari mobil sambil menjinjing tas yang berisi boneka dan melambaikan tangannya saat Bumi akan Pergi setelah mengantarnya Pulang. Dengan langkah gontai Kejora memasuki halaman rumahnya tapi ada yang aneh, ia melihat sebuah kotak di depan Pintu. Kejora buru-buru mengambil kotak itu. Ia celingak-celinguk mencari siapa yang telah mengirimnya. Tapi tidak ada. Kejora kemudian buru-buru memasuki rumahnya. la Penasaran dengan isi kotak itu.


...Kamu jangan senang dulu Sayang kebahagiaan Lo itu Cuma sebentar aja dan kebahagian lo itu hanya ada gue Gue kan menghancurkan kebahagian lo itu Tunggu aja Tanggal mainnya Ya bidadari Cantikku...


^^^orang yang menyukaimu sekaligus Membenci bayanganmu^^^


Kejora mengernyitkan keningnya heran Apa maksud dari semua tulisan ini ? Dan siapa yang memberikan surat ini Kejora menghela nafas Panjang Kejora mencoba untuk berpikir Positif. Mungkin saja itu salah alamat kan


" Ya Tuhan siapa yang kirim surat ini Kejora kamu harus berpikir Positif bisa jadikan surat ini salah alamat yah " tanya Kejora Pada dirinya sendiri.


" Ah udahlah Gak Penting Aku simpan aja dulu deh " Kejora lalu meletakan surat itu di atas nakas


...•••••...

__ADS_1


Bumi memarkirkan mobilnya di garasi. Ia berjalan menuju Pintu sembari memainkan kunci mobil dengan melemparnya dan dengan sigap ia menangkapnya. Dalam hatinya ia berharap bahwa sekarang ayahnya sudah tidur. Ia tidak mau di ceramahi lagi. Ia sudah muak dengan semuanya.


ia membuka Pintu dengan Pelan. Bumi menghela nafas bahwa disini tidak ada siapapun. Mungkin ayahnya sudah tidur. Ia buru-buru menutup Pintu dan segera menaiki tangga untuk memasuki kamarnya


" Ke mana aja " tanya ayahnya dengan nada datar.


" Pergi " balas Bumi sama dinginnya.


" Gitu aja kerjaan kamu iya Papa sudah tau kalua kamu udah Pacaran sama Perempuan itu kan, " ujar Ayahnya memarahi Bumi


" Papa Tahu dari mana " Ujar Bumi


" Bumi Bumi Papa itu Punya mata-mata di mana-mana ke mana Pun kamu Pergi Papa itu udah tau semuanya " sahut Ayahnya


Bumi mengepalkan kedua tangannya


" Berengsek " umpat Bumi dalam hati


" Papa juga tahu kamu beliin Perempuan itu hadiah kan " ujar Ayahnya


" Papa itu Cuma boneka gak mahal kok " ucap Bumi mencoba lembut


Sungguh Bumi sangat muak mendengarnya.


" Kejora nggak kayak gitu Pa ” bela Bumi


" Iya sekarang karena kalian masih Pacaran Coba lihat aja nanti Dia Pasti manfaatin kamu lebih banyak dari ini.” balas ayahnya sinis, " Jangan munafik kamu Bumi Hidup selalu butuh uang.”


" Udahlah Papa Jangan menghina Kejora Kejora Itu Perempuan baik-baik kok Papa itu belum kenal kan sama Kejora itu kayak gimana, " Ujar Bumi tetap berusaha tenang meski emosinya menanjak tajam. Di depan orang yang lebih tua Bumi harus tetap sopan dan berpikir lebih banyak cara agar tidak salah dengan Perkataannya " Dia nggak seperti yang Papa Pikir. Dia bukan cewek yang bakal manfaatin Bumi.”


Papanya tiba-tiba saja terkekeh. Jenis kekehan yang sangat merendahkan. Hal yang tidak Pernah disuka Bumi selama ini karena Papanya tidak senang bergaul dengan orang-orang seperti Kejora membeda bedakan mana yang lebih berada dan mana yang tidak Punya.


" Kamu itu memang bodoh Pikiran kamu munafik Bumi kamu itu anak kemarin sore Ngerti Cewek itu memang kelihatan baik tapi kamu sama sekali nggak tau niatnya Memangnya kamu bisa jamin bahwa dia nggak bakal manfaatin kamu,” tanya Papanya


Bumi diam Memang selama di rumah dulu sekali hanya Papanyalah yang selalu berkata Bumi bodoh. Padahal Bumi selalu bekerja dan berusaha


" Kenapa diam ? Kamu itu masih bau kencur gak tau apa-apa Hadiah yang kamu berikan itu uang Papa kan semua Fasilitas itu milik Papa Mobil Mewah Motor, rumah, Atm, kredit Card kamu itu Pakai uang Papa Paham Apa Kamu bisa jamin bahwa Perempuan itu nggak bakal menusuk kita dari belakang Kamu itu keturunan kami Keluarga Dirgantara enggak ada yang berhubungan sama orang biasa kayak Pacar kamu itu," ujar kakeknya.

__ADS_1


" Kamu lihat Brandon sepupu kamu Dia itu selalu dapat Pacar yang keluarganya hampir setara dengan kita Sementara kamu Malu-maluin nama Papa aja.”


" Bumi bukan Brandon Pa ” sergah Bumi


" Harusnya kamu ngerti sampai sana bukannya bikin susah Papa dengan Pacaran sama cewek nggak jelas kayak gitu ” ucap Papa


Bumi menghela napas berat. " Papa Pernah muda kan Terus apa yang salah kalau Bumi ini merasakan hal yang sama ke Kejora Kami sama-sama saling suka Pa Enggak Pernah ada larangan buat jatuh cinta.”


" Tapi bukan dengan dia Bumi Kamu itu lebih Cocok sama Mona Perempuan itu lebih cocok buat kamu Mona itu setara sama kita bukan Kayak Pacar kamu itu Kalau kamu menentang ucapan Papa Kamu tau kan Papa gak segan-segan melakukan sesuatu yang gak Pernah kamu Pikirin," mendengar ucapan ayahnya Bumi langsung mengepalkan tangannya. Dan menggigit rahangnya


" Papa gak akan bisa nyentuh dia sedikitpun," ucap Bumi lalu melenggang Pergi meninggalkan ayahnya yang masih berdiri di tempat. Bumi membanting Pintu kamarnya keras. Ia sedang marah sekarang Jujur, Bumi muak dengan semuanya Hidupnya selalu dikekang. Ia harus menuruti keinginan ayahnya. Tapi tidak kali ini, ia tidak akan membiarkan Kejora terluka sedikitpun. Ia berjanji Pada dirinya sendiri. Bahwa ia akan menjaganya.


Bumi membanting Pintu kamarnya keras. Ia sedang marah sekarang. Jujur Bumi sudah muak dengan semuanya. Hidupnya selalu dikekang. Ia harus menuruti keinginan ayahnya. Tapi tidak kali ini, ia tidak akan membiarkan Kejora terluka sedikitpun. Ia berjanji pada dirinya sendiri. Bahwa ia akan menjaganya.


Bumi membanting kan tubuhnya di kasur. Ia ingin istirahat sekarang. Sudah banyak masalah akhir-akhir ini. Pertama tentang Bisma yang mengancam akan melukai orang orang yang dekat dengan Bumi. Sekarang ayahnya yang melarang hubungan dengan Kejora


Bumi mencoba memejamkan matanya.


Tok tok tok


suara ketukan itu membuat Bumi mengurungkan niatnya. Bumi bangun dari tidurnya mencoba mendengarkan suara ketukan itu lagi


Tok tok tok


Arah ketukan itu dari Pintu balkon membuat Langit mengernyitkan keningnya Siapa orang yang datang lewat balkon ? Tanyanya Pada diri sendiri.


Lalu ia berjalan dengan santai ke arah balkon dan tanpa basa-basi ia membuka Pintunya. Bumi tambah bingung ketika ia tidak menemukan siapapun di balkonnya ia kemudian celingak-celinguk mencari orang atau siapapun yang sudah mengetuk Pintunya tapi tidak ada siapapun.


Bumi menaikan bahunya acuh. Tapi hendak saja ia ingin menutup Pintu tapi Pandangannya beralih Pada sebuah kotak yang berwarna cokelat tergeletak di lantai Ia mengambil kotak berwarna cokelat itu dan tanpa basa-basi langsung membukanya. Dan terdapat sebuah surat di dalamnya.


...Jangan merasa bahagia Gue akan buat lo ngerasain gimana di khianati....


...Gue harus ngelakuin apa sekarang ?...


...Berjuang ? Merebut atau menghabisi nyawa lo ?...


^^^Orang yang membencimu menyukai bayanganmu.^^^

__ADS_1


Bumi meremas kertas itu dengan tangannya. Matanya kini merah. Ia tahu siapa yang mengirimnya surat ini. Iya yakin bahwa dia adalah orangnya. Bumi harus segera bertindak sebelum dia berbuat apa apa Pada Kejora


...••••••...


__ADS_2