BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
39. Berubah


__ADS_3

Sore ini Kejora sedang menunggu Bumi yang sedang bermain basket sambil membawa botol minuman. Bel Pulang sekolah sudah berbunyi sekitar satu jam yang lalu tapi Kejora lebih memilih menunggu Bumi daripada harus Pulang


Kejora menengadahkan kepalanya ke atas melihat Langit yang sepertinya akan turun hujan. Kejora harap latihan Bumi akan segera selesai dan segera Pulang.


Kejora tersenyum lega saat latihan Bumi sudah selesai. Terbukti dengan mereka keluar dari daerah lapangan


Kejora menghampiri Bumi yang sedang mengelap keringat menggunakan handuk miliknya.


" Nih minum Kamu Pasti haus banget kan " tawar Kejora sambil menyodorkan sebotol minuman.


Bumi langsung memberhentikan aksinya yang sedang membersihkan keringat dan menatap Kejora


" Kenapa lo belum Pulang " tanya Bumi masih dengan nada dingin.


" Aku mau Pulang bareng sama kamu Bumi " jawab Kejora sambil tersenyum Penuh harap.


" Sebentar lagi hujan Sebaiknya lo itu Pulang duluan gue ini masih ada urusan " suruh Bumi Pada Kejora


" Urusannya Penting banget ya " tanya Kejora ragu. Sementara Bumi hanya berdeham sebagai tanda jawaban lalu kembali menyeka keringatnya.


" Ya udah aku Pulang duluan Tapi ini diminum dulu " Pinta Kejora


Bumi menatap kembali Kejora dengan tatapan dingin lalu mengambil botol yang ada ditangan Kejora. Lelaki itu membuka tutup botol dan langsung meminumnya hingga tandas membuat Kejora tersenyum senang bahwa Bumi meminum habis minuman yang ia berikan.


" Aku Pulang duluan ya Kamu jangan lupa makan sama istirahat supaya gak gampang sakit " ujar Kejora sambil tersenyum.


Kejora berjinjit dan langsung mengecup Pipi Bumi sebentar. " Aku sayang kamu Bumi " Bumi hanya diam di Perlakukan seperti itu.


Hendak saja Kejora ingin melangkahkan kakinya tapi tangannya dicekal oleh Bumi membuat Kejora mengerutkan keningnya.


" Ada apa " tanya Kejora Penasaran.


" Lo Pulang bareng gue " jawab Bumi membuat Kejora tersenyum senang.


" Bukannya ada urusan ya " tanya Kejora bingung.


" Biar nanti aja "


...•••••...


" Loh Bumi bukannya kamu tadi Kamu bawa mobil ya " tanya Kejora heran ketika Bumi mengendarai motor bukan mobil Bukannya Kejora ingin naik mobil tapi ia heran aja kenapa bisa berubah.


" Di tuker sama supir gue karena gue gak suka Pake mobil ke sekolah. Tadi Mona yang maksa gue buat bawa mobil Padahal gue gak mau " terang Bumi masih nada dingin.


Entah kenapa hati Kejora terasa sesak ketika mendengar nama Mona

__ADS_1


" Kamu tadi jemput Mona " tanya Kejora


" iya gue jemput dia " jawab Bumi dengan enteng. Kejora hanya manggut-manggut mendengar hal itu Di dalam hatinya ia sangat sakit mendengar hal itu.


" Kamu masih marah sama aku " Tanya Kejora


" Masih " jawab Bumi ketus.


" Tapi ... "


" Kalau lo masih bawel Pertanyaan tentang itu gue Pulang duluan " Potong Bumi membuat Kejora memanyunkan bibirnya.


" iya aku naik sekarang " ujar Kejora sambil tersenyum lalu naik ke atas motor ninja berwarna merah milik Bumi


Kejora memeluk Bumi erat dari belakang Kepalanya ia simpan di Pundak Bumi Sepertinya Bumi Perlahan sudah tidak marah lagi Padanya.


Bumi kemudian melajukan motornya melewati area Parkiran sekolah menuju gerbang. Kejora masih memeluk Bumi erat.


Kejora mengerutkan keningnya saat motor Bumi berhenti. Ia mendongakkan kepalanya dan melepaskan Pelukannya.


" Kenapa berhenti " tanya Kejora bingung.


" Mona Kok lo masih disini " Bumi tidak menjawab Pertanyaan Kejora tapi ia bertanya Pada seseorang di halte sekolah.


" iya Aku lagi nunggu taksi soalnya Papa aku gak bisa jemput " jawab Mona lembut.


" Bumi ayo Pulang " ajak Kejora karena tidak mau berlama-lama disini.


Bumi menoleh ke arah Kejora


" Kejora " Panggil Bumi Pada Kejora


" Iya " jawab Kejora cepat


" Sorry banget gue gak bisa antar lo Pulang hari ini " ujar Bumi membuat Kejora mengerutkan keningnya.


" Loh kenapa " tanya Kejora bingung


" Karena gue harus anterin Mona Pulang Karena dia itu lebih Penting " jawab Bumi membuat hati Kejora sesak seketika. Lebih Penting katanya Apa Kejora sekarang cuman menjadi simpanan sedangkan Mona menjadi Prioritas ?


" Jadi Mona itu lebih Penting daripada aku Bumi aku ini Pacar kamu " tanya Kejora sedikit marah.


" Udah deh Kejora lo itu jangan Posesif Kayak gini Mona itu jarang naik taksi apalagi naik angkutan umum kayak lo. Dia itu selalu Pakai kendaraan Pribadi. Jadi gue itu lebih khawatir kalau Mona naik angkutan umum atau taksi. Gue takut kalau Mona kenapa-napa " jawab Bumi


" Kalau lo kan sering banget naik taksi kan atau angkutan umun Jadi gue gak Perlu khawatir " lanjut Bumi

__ADS_1


" Tapi ini udah sore Angkutan umum juga udah jarang Mana ini mau hujan lagi " ujar Kejora


" Naik taksi aja " Bumi merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan uang tiga lembar seratus ribu


" Nih uang buat naik taksi Kalau gak ada taksi lo bisa jalan kaki " Bumi mengambil tangan Kejora dan langsung memberikan uang itu


" Bisa gak lo itu Turun dari Motor gue Cepetan ini mau hujan gue gak mau Mona itu sakit " Perintah Bumi


Tanpa basa-basi Kejora langsung turun dari motor Bumi


" Mona ayo naik " Mona menghampiri Bumi dan langsung naik ke atas motor ninja nya sambil tersenyum.


" Kamu bener ninggalin aku di sini Padahal aku udah nunggu kamu latihan tadi hanya untuk Pulang bareng sama kamu " ujar Kejora memastikan dengan mata yang berkaca-kaca.


" Siapa yang nyuruh lo buat nungguin gue gak ada kan " tanya Bumi ketus.


" Ya tapi aku ini kan Pacar kamu Jadi wajar dong kalau aku nungguin kamu Bumi " ujar Kejora menggebu-gebu


" Gue udah kasih uang buat lo untuk naik angkutan umun ataupun taksi Kalau gak ada lo bisa jalan kaki atau telepon Pacar baru lo itu Si Marco " ujar Bumi ketus


" Berapa kali sih aku bilang Aku ini enggak Pacaran sama Marco " tegas Kejora


" Mending kita berangkat sekarang Bumi Daripada harus ngomong sama Pengkhianat kayak dia " saran Mona dengan menatap jijik Pada Kejora


Bumi langsung menuruti apa kata Mona dan langsung melajukan motornya meninggalkan Kejora sendirian.


Air mata Kejora tiba-tiba jatuh begitu saja saat melihat Mona memeluk erat Bumi dari belakang Lalu Pandangannya beralih Pada uang yang diberikan Pada Bumi tadi Dan ia berniat untuk tidak menggunakannya. la akan kembalikan besok. Lalu ia memasukan uang itu ke dalam tas


Hujan Pun turun dengan sangat deras Tetapi Kejora lebih memilih untuk melanjutkan Perjalanan Pulang tanpa memperdulikan hujan.


Kejora kembali terisak di sepanjang jalan Ia jalan kaki untuk Pulang ke rumahnya


" Kenapa kamu kayak gitu sekarang Bumi Apa kamu gak sayang lagi sama aku " lirih Kejora


" Kenapa kamu gak Percaya sama aku Bumi Aku rindu Bumi yang dulu yang selalu ada buat aku Yang selalu romantis bercanda enggak dingin kayak gini " ujar Kejora berbicara sendirian sambil memeluk tubuhnya karena dingin.


Kejora kemudian duduk di kursi Pinggir jalan sambil memeluk tubuhnya.


Kurang lebih 30 menit Kejora berada di bangku ini. Kehujanan. Tangisan Kedinginan Rindu. Sakit Itu lah kata-kata yang mewakilinya saat ini Hujan Pun sudah reda tapi itu tidak membuat Kejora Pergi dari bangku itu. Kepalanya terasa Pening. Bibirnya juga Pucat karena kedinginan.


Tiba-tiba bayangan Kejora nampak kabur Tidak jelas. Semakin tidak jelas Dan akhirnya menjadi hitam.


Kejora Pingsan.


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2