BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
57 Melanjutkan Hidup


__ADS_3

Dua tahun kemudian


Kejora menyalakan sebuah lilin yang ada dihadapannya. Dan tak lupa juga ada kue ulang tahun. Kalian mau tau siapa yang ulang tahun sekarang ? Tepat hari ini adalah hari ulang tahun Bumi Lelaki yang Kejora sayang dan rindukan. Sudah dua tahun ia mencoba untuk bisa melupakan kekasihnya itu. Tapi tetap saja semua kenangan masih melekat indah di hatinya dan tidak mau Pergi.



Kejora menarik nafas dan membuangnya Perlahan. " Tepat hari ini kamu berulang tahun Bumi Aku cuma mau ngucapin selamat ulang tahun buat kamu. Orang yang aku sayangi dan rindu akan kehadirannya. Selama dua tahun ini aku selalu berharap bahwa kamu akan kembali sama aku. Tapi ternyata enggak Kamu benar-benar ninggalin aku sendirian. Tapi hati kecilku mengatakan kalau kamu belum ninggalin aku Kamu masih ada disisi aku " ujar Kejora terisak.


Kejora sedang berada di ruangan khusus di rumah Bumi. Semenjak kepergian Bumi Kejora selalu Pergi ke tempat ini Ayahnya Bumi Pun sudah mengetahui tentang ruangan ini dan menyetujuinya. Kadang Kejora juga makan disini bersama ayah Bumi Karena Pak Dirga memintanya sebagai tanda maaf karena sudah melarang hubungan mereka waktu itu Pak Dirga sudah menganggap Kejora sebagai anaknya sendiri. Dia menganggap bahwa Kejora adalah Pengganti Bumi


" ini kue kesukaan kamu Aku khusus buatin untuk kamu Bumi Aku selalu minta sama Tuhan supaya kamu kembali lagi sama aku Aku rindu kamu Bumi Rinduuuu banget." Kejora menghapus air matanya.


" Oke Aku gak boleh nangis lagi ini hari bahagia buat kamu kan ? Sekarang aku akan rayain hari lahirnya kamu."


Kejora tersenyum lalu menatap kue ulang tahun berwarna Putih itu dan mulai bernyanyi.


" Selamat ulang tahun Selamat ulang tahun Selamat ulang tahun Bumi Selamat ulang tahun " Kejora mencoba air matanya supaya tidak jatuh kembali karena ia tidak mau Bumi sedih melihat Kejora menangis di hari ulang tahunnya.


" Sekarang aku Potong kuenya ya " ujar Kejora berbicara sendiri.


Kejora mengambil Pisau dan mulai memotong kuenya. " Suapan Pertama untuk Papa yang aku sayang " ujar Kejora lalu menyuapkan kue itu ke mulutnya seakan-akan itu dari Bumi untuk ayah Bumi

__ADS_1


" Suapan kedua untuk orang yang paling aku sayangi dan cintai " Kejora menyuapkan kuenya itu ke mulutnya sambil membayangkan bahwa Bumi lah yang menyuapinya.


" Kalau kamu ada di sini Pasti bakal ngomong kayak gitu kan Bumi Aku yakin banget " Kejora tersenyum miris


" Sekarang aku ngerti kenapa kamu sering banget ngomong suatu hal yang seakan-akan kamu akan Pergi jauh Aku marah sama kamu Bumi Kalau aja kamu beri tahu aku yang sebenarnya mungkin aku akan support kamu dari awal dan yakinin bahwa kamu Pasti sembuh " Kejora menghapus air matanya yang berhasil lagi keluar.


" Semoga kamu tenang di sana dan selamat ulang tahun Pangeranku "


Kejora kemudian teringat sesuatu yang Pernah dikatakan oleh Bumi di ruangan ini.


" Ra gue cuma mau bilang Kalau lo lagi rindu sama gue atau lagi sedih. Lo bisa langsung masuk ke ruangan ini dan mainin gitar ini sambil nyanyi lalu ucapin mantra yang gue kasih tau waktu itu. Lo masih inget gak "


" Masih dong "


" Kalau malam hari lo tatap bintang-bintang yang indah di luar sana Dan kalau ada bintang jatuh Lo bisa langsung buat Permintaan kalau lo hanya mau gue berada di sisi lo "


Kejora menghapus air matanya. Ia


akan melakukan hal yang disuruh oleh Bumi Perempuan itu mengambil gitar dan duduk ditempat yang waktu itu Bumi duduki.


" Aku gak bisa main gitar Bumi Aku mau kamu yang ajarin aku sekarang Tapi itu mustahil kan ? Mana mungkin kamu ada disini nemuin aku " gumam Kejora miris

__ADS_1


Perempuan itu kemudian menatap jendela yang berada di depannya Kebetulan ini malam hari Kadang-kadang Kejora selalu menginap disini bersama Febbi dan Jihan Tetapi sekarang Kejora hanya ingin sendiri dan merasakan kehadiran Bumi disisinya la tau Bumi Pasti sedang berada di sini.


Kejora menatap bintang dan bulan yang terlihat di jendelanya sambil tersenyum miris.


" Gue selalu ingin menjadi bulan yang selalu menjadi Pusat Perhatian "


Kata-kata itu terngiang kembali di telinga Kejora Satu tetes air mata keluar. Sudah dua tahun tapi kenangan ini masih melekat dihatinya.


" Selamat ulang tahun Bumi Aku akan selalu sayang sama kamu " batin Kejora


Sekarang Kejora mencoba untuk tetap tegar meskipun kenangan-kenangan bersama Bumi belum bisa ia lupakan. la harus melanjutkan hidup.


Kejora mengambil foto Bumi yang ada disebelahnya. Menatapnya dengan tatapan rindu.



" Oh ya Bumi Aku mau minta Pendapat sama kamu " ujar Kejora sambil menatap foto Bumi


" Ada laki-laki yang ngelamar aku Selama ini dia baik dan selalu support aku kalau aku sedih Apa yang harus aku lakuin Terima atau enggak ? Aku bingung banget," ujar Kejora Parau.


" Apapun keputusan aku nanti semoga yang terbaik ya " ujar Kejora sambil terisak.

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2