
" Enak banget, ya dateng jam segini ke sekolah Emangnya ini sekolah Punya nenek moyang kamu," celoteh Bu Ira si guru Piket. " Sebentar lagi upacara selesai. Apa kamu sengaja dateng terlambat biar bisa skip upacara," lanjut Bu Ira kini sambil berkacak Pinggang
" Bu kan bener ini sekolah milik Papa saya Jadi guru itu harus tahu segalanya yang ada di dunia, Bu Masa iya, Ibu tinggal di Jakarta tapi nggak tahu keadaan Jakarta Pagi ini macet banget bahkan sampe sumpek liatnya,” celetuk Bumi ketus
" Kalau Ibu Nggak tahu silakan update berita terus Jangan cuma ngandelin ceramah yang ujung-ujungnya nuduh.”
Mata Bu Ira membulat sempurna mendengar Penuturan Bumi yang terdengar kurang ajar baginya. Lantas, ia menjewer telinga kiri Bumi hingga cowok itu merintih kesakitan
" Kurang ajar ya kalau ngomong Nggak sopan Emang bener ini sekolah milik Papa kamu tapi kamu itu seenaknya masuk sekolah Apa saya ngaduhi masalah ini sama Papa kamu Bumi,"
" Ngaduhi aja Bu sama Papa saya Toh Papa saya itu gak Pernah Peduli sama saya, " Bumi melepaskan jeweran Bu Ira dari telinganya.
" Udahlah Bu nggak zaman guru main tangan sama muridnya Guru nggak boleh merasa dirinya Paling benar di sekolah Kalau nyatanya muridnya itu bener, masa iya harus disalahin Kapan Indonesia mau maju kalau begitu terus caranya Murid selalu salah dan guru selalu bener. Iya, tahu, murid ke sekolah buat diajar sama guru Tapi, bukan berarti guru itu didewakan,"
" Kok kamu jadi ceramahin saya," Bu Ira melotot lagi
Jauh di sana, teman-teman kelas Bumi yang berbaris di barisan XII
IPS 1 tertawa melihat Bumi yang sedang dimarahi guru Piket. Ini baru Pertama kalinya seorang Bumi telat datang ke sekolah Karena biasanya ia datang Pukul 06.30, di saat kelas keadaannya belum ramai. Makanya, mereka sempat heran melihat Bumi yang datang Pada Pukul 08.00
" Sekarang kalian kelapangan Lari sepuluh keliling sambil nyanyi " suruh Bu ira sambil menunjuk arah lapangan
Ketiga murid itupun langsung pergi ke arah lapangan yang masih dipantau oleh Bu ira di samping lapangan. Mereka menaruh tas nya di samping lapangan dan langsung berlari tanpa bernyanyi
" Ibu bilang apa sama kalian Sambil NYANYI," teriak Bu ira
" Mamah mudah mamah muda," usul Bima dengan semangat
" Gue gak mau " tolak Bumi
" Ayolah Bumi Masa lo gak mau sih," ucap Bima
" Oke oke " Bumi akhirnya mengalah
" AKU SUKA BODY GOYANG MAMAH MUDAH MAMAH MUDA AAAAA," teriak Bima diikuti kedua temannya
" Ganti lirik " suruh Bima membuat Bumi dan Bintang mengernyitkan keningnya heran
" Maksud lo " tanya keduanya serempak
" Ganti Pake nama Ibu Ira Gimana," kemudian keduanya mengangguk dengan senyum jahil Dasar murid nakal
" AKU SUKA BODY GOYANG IBU DIAH IBU IRA AAAAA," teriak ketiganya sambil terkekeh geli dan nafas terengah engah Pastinya karena sedang berlari Bu ira yang mendengar itu langsung terkejut dan sekarang mukanya merah Padam tanda akan marah
" KALIAN BERANI NGATA NGATAIN IBU," Teriak Bu ira kemudian ikut berlari mengejar ketiga murid bandel itu
" IBU IRA NGEJAR KITA SAMBIL GOYANG, YANG YANG YANG YANG YANG YANG YANG," ucap ketiganya kompak Ketiganya sekarang satu Pemikiran memang jika hal hal seperti ini saja mereka selalu kompak.
__ADS_1
" SINI KALIAN BERTIGA IBU GANTUNG DI TIANG BENDERA," ujar Bu ira sambil berteriak
...•••••...
Bumi baru saja membersihkan toilet karena tadi mengatan-ngatai Bu ira ibu ira sangat marah dan menambah hukuman untuk ketiga orang kampret itu Sedangkan Bima membersihkan toilet di lantai dua. Bintang membersihkan toilet
Karena haus Bumi Pergi ke kantin untuk membeli minum dan langsung meneguknya hingga tandas.
la keluar dari kantin. Menyusuri lorong yang kosong. Hendak saja ia ingin menaiki tangga tapi tiba-tiba ia mendengar seseorang sedang mengumpat
" Kenapa susah banget sih " suara itu terdengar dari arah lapangan basket. Bumi melihat Kejora sedang mengumpat kesal karena ia tidak berhasil memasukan bola basket
ke ring Bumi hanya melihat dari samping lapangan sambil bersandar di tiang tanpa di sadari oleh Kejora bahwa ada Bumi di sana. Tidak ada siapa di lapangan ini hanya ada mereka berdua.
" Oke Kejora kamu harus bisa Semangat," ucap Kejora menyemangati dirinya sendiri
Kejora mulai mengetuk-ngetuk bola basket Pada tanah dan langsung melempar bola itu tapi bolanya tidak tepat sasaran Kejora mengambil bola basket itu kembali dan mencobanya
" Kali ini kamu Pasti bisa "
Sekali lagi Kejora mulai mengetuk ngetuk bola ke tanah dan langsung melemparnya Tapi tidak sesuai ekspetasi, bola itu malah menabrak tiang dan langsung memantul ke arah Kejora. Sontak Kejora yang belum siap akhirnya terkena bola basket yang ia lempar sendiri.
Dukkk
" Awwww " lirih Kejora sambil memegang jidatnya. Ia tidak jatuh ketanah tapi masih berdiri
Bumi menghampiri Kejora yang masih memegang kepalanya Kali ini ia tidak Pusing karena mungkin ia melemparnya tidak cukup keras seperti yang dilakukan Jihan dulu Padanya
" Ngapain kamu di sini "
" Harusnya gue yang nanya sama
lo. Ngapain lo di lapangan ? Lo mau dihukum," jawab Bumi
" Eh-aku-itu lagi latihan basket buat besok di tes. Lagi jamskos lumayan kan buat aku latihan," terang Kejora
" Mau gue ajarin " tawar Bumi
" Eh gak usah aku bisa sendiri kok" tolak Kejora
" Yakin lo bisa sendiri ? Kejedot bola lagi baru tau rasa lo," ucap Bumi sambil terkekeh
Kejora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum kikuk
" Sini mana bolanya " Bumi mengambil bola dari tangan Kejora
" Kayaknya Bolanya udah nempel sama Kamu deh," ujar Kejora
__ADS_1
" bisa aja Sini gue ajarin " Ujar Bumi menarik tangan Kejora untuk mengajarkan cara bermain bola basket dengan benar. Mereka berdua sangat dekat sampai nafas Bumi Pun terasa oleh Kejora. Kejora ada didepan Bumi sedangkan Langit ada dibelakang Kejora Jantung Kejora berdegup kencang Tangannya juga gemetar
...Anggap ini Bumi sama Kejora...
" Jangan grogi " Celetuk Bumi
" Siapa juga yang grogi " elak Kejora
" Tapi Tangan lo gemetar " bisik Bumi tepat ditelinga Kejora Kejora yang mendapat bisikan itu langsung menoleh dan mendapati Bumi yang sedang menatapnya juga. Jarak mereka sangat dekat.
Mata mereka bertemu
" Oke kita mulai " Bumi mulai mengajari Kejora
" Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar Bola berada di antara kedua telapak tangan Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang jari-jari terentang melekat Pada bola Ibu Jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan,"
" Tangan kiri lo simpan disini " lagi dan lagi tangan Bumi berada di bawah tangan Kejora Jantung Kejora benar-benar berdegup kencang. Bagaiman tidak Bumi tidak Pernah sedekat ini sama seorang cowok
" Fokuskan Pandangan lo ke tujuan Ingat lo itu harus fokus,"
" Lo siap " tanya Bumi memastikan Kejora mengangguk
" Lempar " Kejora melempar bola itu tapi dibantu oleh Bumi Bola itu melambung tinggi dan tepat sasaran. Bola berhasil masuk ke ring Membuat Kejora membulatkan mulutnya tidak Percaya. ini Baru kali ini Kejora memasukan bola basket ke ring. Kejora tersenyum riang kemudian jingkrak-jingkrak
" Yes masuk Hore hore hore " Kejora jingkrak-jingkrak sendirian. Senyum Kejora benar-benar indah. Bumi langsung terpana dengan senyum Kejora. Baru kali ini dia merasakan berbeda ketika bersama seorang cewek.
Tanpa disadari Kejora memeluk Bumi yang menatapnya dengan tatapan sendu.
" Makasih maka .... " setelah sadar Kejora langsung mengurai Pelukannya
" Eh ma-maaf " ucap Kejora gelagapan
" Lo seneng banget ya " tanya Bumi
" Banget Banget Banget " jawabnya Penuh antusias.
" Makasih banget ya Aku janji deh kalau aku lulus tes main basket besok, nanti aku traktir deh," ucapnya lagi
Bumi menyunggingkan senyum
" Gue seneng kalau liat Lo seneng," ujar Bumi kemudian mengacak rambut Kejora Pelan membuat Kejora membalas senyum Bumi
" Ayo lanjut latihan lagi " ajak Bumi yang langsung mendapat anggukan dari Kejora
...•••••...
__ADS_1