
"Gimana hari ini?" Tanya Ami rekan baru jingga.
"Seru banget,gue nggak nyangka aja kalau jadi guru tk itu se-asik ini" Jawab jingga.
Jingga putri salsabilla adalah nama panjangnya. Gadis bertubuh tinggi dan yang memulai karirnya hari ini sebagai guru tk. Padahal,jingga menyandang sebagai psikolog. Akan tetapi,ketertarikannya pada anak-anak membuatnya lebih suka berbaur untuk menjadi guru tk di bandingkan memiliki klinik praktek.
"Zah jingga" Sapa murid perempuan tersebut sambil melambaikan tangan. Jingga langsung membalas perlakuan mereka dengan rasa yang bahagia.
"Baru hari pertama aja gue udah seneng banget" Ucap jingga sambil menggandeng tangan Ami. Belum sampai 5 jam yang lalu mereka berkenalan,sekarang mereka terlihat sangat akrab. Mungkin faktor usia yang setara,alhasil jingga nyaman berada di dekat Ami.
"Dulu gue ngajarin anak yang umurnya di bawah 4 tahun,di paud sekaligus tempat penitipan anak" Ucap Ami.
"Tapi sekarang gue di pindahin ke sini,buat ngajarin anak tk" Ucap Ami.
"Why?" Tanya jingga.
(Kenapa)
"Apanya yang kenapa?" Tanya Ami balik.
"Kenapa loe pindah dari paud ke tk?" Tanya jingga.
"Nggak ada alasan khusus sih dan sejauh ini gue menikmati menjadi guru tk" Ucap ami.
__ADS_1
Saat semua murid sudah pulang,tiba-tiba ami menghampiri jingga sambil menggandeng tangan murid laki-laki.
"Ayah langit belum jemput?" Tanya ami dan hanya di gelengi oleh anak lelaki tersebut.
*"Ini* murid laki-laki kelas gue! Yang hemat banget ngomongnya" Batin jingga.
jingga memerhatikan bocah lelaki tersebut dari atas sampai bawah dan membuat bocah tersebut merasa terusik oleh pandangan jingga.
"Ustazah kenapa lihatin aku kayak gitu?" Tanya nya dengan nada dingin dan tak suka.
"Widih,santai aja dong..."
"Ustazah kan cuma ngeliatin style kamu" Ucap jingga.
"Kamu kecil-kecil udah kece badai aja ya,emm...siapa nama kamu tadi?" Tanya jingga.
"Oh iya... Langit!" Ucap jingga paham dengan maksud anak tersebut.
"Nama kamu seperti yang di atas sana ya" Ucap jingga sok asik namun membuat anak lelaki tersebut memutar bola matanya jengah.
"Idihhh nih anak..." *Batin jingga.
"Astaghfirullah jingga,sabar...." Batin jingga kembali bergejolak*.
__ADS_1
"Zah ami..." Panggil langit.
"Ayah langit ada jawab teleponnya?" Tanya langit dan di gelengi jingga.
"Ayah kamu biasanya kemana?" Tanya jingga. Langit melihat jingga dari atas sampai ke bawah dan membuat jingga mengerutkan keningnya di tambah tatapan tak suka untuk langit.
"Kenapa ustazah nanya-nanyain ayah aku?" Tanya langit menyelidik.
"Ustazah penasaran banget sih sama urusan orang"
"Kepo" Ucap langit. Mata jingga langsung membulat sempurna setelah mendengarkan ucapan langit.
"Kan ustazah nanya aja langit,mana tau ayah kamu sibuk" Ucap jingga berusaha sabar.
"Bukan mana tau sibuk,ayah aku memang sibuk setiap hari" Jawab langit dengan tatapan datar dan pandangan kosong ke depan.
"Kok diem aja? Lanjutin dong ceritanya!" Ucap jingga.
"Ih,ustazah kok kepo banget... kita kan nggak dekat" Ucap langit sambil duduk berjarak dari jingga.
"Astaghfirullah......" Batin jingga berapi-api menghadapi bocah kecil ini.
Jingga pun berdiri dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan langit.
__ADS_1
"Ustazah mau ke mana?" Tanya langit langsung.
"Kepo...." Ucap jingga di akhiri dengan cibiran.