
"Pulang baik-baik ya langit" Ucap jingga.
"Kalau mau tidur cuci muka,sikat gigi"
"Jangan lupa baca do'a" Ucap jingga.
"Ustazah cerewet banget sih..." Ucap langit jengah. Jingga menarik sebelah telinga langit dengan pelan dan menatap langit ganas.
"Ulangi sekali lagi? Ustazah apa?" Tanya jingga sambil melotot.
"Ustazah baikkkk bangetttt" Ucap langit terpaksa.
"Bagus!"
"Mimpi indah ya langit,da da...." Ucap jingg dia seraya melambaikan tangan. Saat jingga sudah menjauh langit baru membalas lambaian tangan jingga.
"Yah,ustazah nya udah jauh kok baru balas lambaian tangan" Ucap pak Cipto. Langit menatap punggung jingga yang semakin lama semakin menjauh dengan dalam.
"Ustazah langit ceria banget ya" Sambung pak cipto.
"Bukan ceria namanya itu pak cip,itu namanya heboh" Ucap langit geleng-geleng kepala.
*****
"Assalamualaikum...."
"Zah jingga...." Panggil langit dari luar rumah di siang hari terik ini.
"Wa'alaikumsalam..."
"Langit? sendirian aja?" Tanya jingga seraya membuka pagar.
"Iya,soalnya temen-temen aku pergi main ke tempat yang jauh"
"Aku nggak mau ikut,terus aku ke sini aja deh..." Ucap nya enteng sambil memasukkan sepeda ke pekarangan rumah jingga.
"Panas ya zah hari ini!" Ucap langit sambil mengibas-ibaskan bajunya.
"Kode keras minta minum nih!" Batin jingga
"Enggak kok,nggak panas" Jawab jingga langsung.
"Iya loh zah,panas banget..."
"Ustazah nggak lihat nih baju aku basah gara-gara keringat" Ucap langit sambil menunjukkan bajunya.
"Kan badan langit,badan ustazah mah enggak basah" Ucap jingga sambil tersenyum jahil dalam hati.
"Ihh,ustazah kok nggak peka sih?" Ucap langit cemberut.
"Kamu tuh gengsian,ustazah tau kok sebenarnya kamu mau apa,cuma mau dengerin secara langsung aja dari mulut kamu" Ucap jingga sambil memainkan alisnya.
"Hahh..."
__ADS_1
"Oke,aku ngalah" Ucap langit.
"Boleh minta minum zah?" Tanya langit yang pada akhirnya pasrah.
"Boleh nak,ayo duduk di dalam rumah ustazah" Ucap jingga sambil menuntun langit masuk ke dalam.
"Makasih zah..." Ucap langit setelah menghabiskan air minumnya.
"Iya,sama-sama" Jawab jingga sambil mengacak-acak rambut langit.
"Oh iya,rumah langit di dekat mana sih? kok sering keliaran di sekitar sini?" Ucap jingga.
"Di ujung jalan sana,rumah warna putih" Ucap langit.
"Kapan-kapan ustazah main ke rumah langit ya!" Ajak langit.
"Emang boleh?" Tanya jingga dan langsung di angguki langit.
"Biasanya kalau nenek nggak sibuk,nenek bakalan ada di rumah"
"Sedangkan ayah pergi kerja" Ucap langit.
"Oh gitu... terus kalau siang-siang kayak gini,langit ngapain?" Tanya jingga sambil meletakkan buah dan kue di hadapan langit.
"Pulang sekolah langit makan,tapi kadang-kadang nggak makan karena malas,terus sudah sholat zuhur langit baru di izinin pergi main sama nenek" Ucap langit.
"Kalau ustazah sendiri,ngapain?" Tanya langit.
"Ustazah palingan duduk-duduk,rapiin tanaman sambil menghafal al-qur'an" Ucap jingga.
"Enggak dong,justru ustazah senang kalau langit sering main ke rumah ustazah" Ucap jingga.
"Kalau langit les ngaji sama zah jingga,boleh?" Tanya langit.
"Yaa...dari pada panas-panasan main sepeda" Alasan langit.
"Hitung-hitung deket sama ustazah cerewet" Batin langit.
Jingga tertawa geli mendengar alasan yang di ucapkan langit.
"Boleh,tapi tanyain dulu sama orang tua langit" Ucap jingga.
"Pasti di bolehin kok zah,apalagi sekarang pak cipto juga udah kenal sama zah jingga" Ucap langit santai.
"Serius nih ya belajar ngaji sama ustazah?!"Ucap jingga dan di angguki pasti oleh langit.
"Oke dehh" Ucap jingga bersemangat.
"Em,kue nya boleh di makan zah?" Tanya langit.
"Enggak boleh"
"Kalau mau makan,bayar dulu sepuluh ribu" Ucap jingga. Langit langsung menyerahkan uangnya kepada jingga.
__ADS_1
"Bercanda langit,kalau mau makan aja" Ucap jingga.
"Kuenya di jamin enak!" Ucap jingga.
"Kenapa?" Tanya langit yang sedang berusaha membuka tutup toples.
"Karena ustazah yang buat..." Ucap jingga girang. Langit langsung memakan kue tersebut dan menganggukkan kepalanya.
"Iya,enak banget zah" Ucap langit bak terhipnotis oleh kue.
"Langit suka" Ucap langit. Jingga mengembangkan senyumnya saat melihat langit memeluk botol toples tersebut.
"Kalau langit mau,kapan-kapan kita bisa loh buat kue sama-sama" Ucap jingga.
"Serius zah?" Tanya langit tak percaya.
"Iya serius" Ucap jingga sambil mengangkat jari kelingkingnya dan langsung di tautkan oleh langit.
"Sebelum kesini,Langit udah makan siang?" Tanya jingga tiba-tiba.
"Belum" Jawab langit singkat.
"Stop makan kue nya" Jingga menutup toples kue dan menatap langit.
"Kenapa belum makan?" Tanya jingga horor.
"Langit nggak suka sama lauk di rumah" Ucap langit singkat.
"Terus langit mau makan apa?" Tanya jingga. Spontan langit menggelengkan kepalanya.
"Makan sup ayam mau?" Tanya jingga. Langit menggelengkan kepalanya dan cemberut.
"Cobain dulu yuk,mana tau langit suka!" Ucap jingga sambil membawakan sayuran di dalam piring.
"Karena ustazah belum makan,jadi sekalian aja deh ustazah suapin langit,gimana?" Tawar jingga.
"Tapi langit nggak suka sayur ustazah"
"Meskipun udah di campur ayam" Ucap langit.
"Langit...."
"Nak,dengerin ustazah..." Ucap jingga sambil menatap manik mata langit.
"Di tubuh langit butuh sayuran supaya sehat dan sayuran bisa membuat orang cerdas" Ucap jingga.
"Katanya mau les ngaji sama ustazah,biar mudah menghafal,rajin-rajin makan sayur"
"Ayo cicip" Jingga menyuapkan nasi dan sayur ke dalam mulut langit.
"Bismillah" Ucap langit dan jingga bersamaan. Langit menutup matanya dan mengunyah dengan susah payah.
"Hah...." Langit selesai mengunyah makanannya dan terkejut dengan makanan yang baru saja ia makan.
__ADS_1
"Kenapa?" Ucap jingga cemas.