Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 7


__ADS_3

"Tapi kenapa ibu tinggalin langit?" Tanyanya sedih. Jingga melihat kesedihan yang cukup dalam dari sorot mata langit.


"Gimana cara jawabnya ya?" Batin jingga.


"Itu Rahasia Allah sayang,Ibu langit sekarang pasti ngelihat langit tumbuh udah sebesar ini meskipun dia enggak ada di sisi langit" Ucap jingga yang berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah di mengerti.


"Waktu dafa ngomong kayak gitu,di sini langit sakit ustazah..."


"Sakit banget" Ucap langit sambil menggenggam dadanya.


"Astaghfirullahal'adzim"


"Astaghfirullahal'adzim"


"Astaghfirullahal'adzim"


"Hapuskan lah sakit hati langit Ya Allah,semoga langit bisa mendapatkan kebahagiaan setelah ini" Ucap jingga sambil mengelus pelan dada langit. Langit mengeratkan pelukannya dan di balas oleh jingga.


"Jangan sedih lagi ya nak,kan ustazah jadi sedih kalau ngeliat langit sedih" Ucap jingga.


"Iya zah,Langit udah nggak sedih lagi kok" Ucap langit tersenyum sambil menatap jingga.


"Tapi sekarang langit lapar" Cengir langit.


"Mau ustazah suapin? Hari ini ustazah masak tumis mie sayur di campur ayam,mau?" Tanya jingga.

__ADS_1


"Mau..." Seru langit. Jingga menyuapi langit makan. Langit begitu lahap saat makan di suapi oleh ustazahnya tersebut.


Dari luar pintu,pemandangan kesedihan sampai ke bagian bahagia langit dan jingga di lihat oleh tiga orang dewasa.


"Oh ini penyebab dia nggak mau makan siang di rumah" Ucap nenek tersenyum.


"Sering ma?" Tanya zefan dan di angguki nenek langit.


"Mereka itu dekat loh nek,den..." Ucap pak cipto.


"Meskipun sering cekcok" Ucap pak cipto tersenyum.


"Kok pak cipto tau?" Tanya zefan.


"Ustazah jingga itu perempuan yang luar biasa,bisa membuat langit yang pendiam jadi cerewet sejadi-jadinya" Ucap pak cipto.


"Setiap habis sholat isya,sekarang nak langit punya kegiatan baru,yaitu nongkrong di tempat tukang sate bareng ustazah jingga"


"Ustazahnya makan sate,sedangkan langit setor hafalan" Ucap pak cipto tersenyum saat mengenang kejadian malam tadi.


"Hah? Gimana kejadiannya?" Tanya zefan heran.


Flash back


"Tajwidnya belum betul itu langit" Ucap jingga sambil menghitung tusukan sate yang berada di piringnya,akan tetapi menyimak dengan baik hafalan langit. Langit mengulang lagi bacaan nya namun hasilnya tetap salah.

__ADS_1


"Dengungnya kurang...." Ucap jingga. Langit mengulang bacaan untuk kesekian kalinya.


"Suaranya di keraskan" Pintah jingga. Langit pun menuruti semua arahan jingga. Setelah langit selesai menyetor,barulah langit bergabung makan sate dengan jingga.


"Dari tadi bacaan langit salah mulu,mulut langit yang salah atau pendengaran ustazah yang bermasalah?" Protes langit sambil melihat ustazahnya dengan cemberut.


"Kok kamu ngomong kayak gitu?" Tanya jingga.


"Ya iyalah,ustazah aja simak-in aku ngaji sambil ngunyah kerupuk,mana jelas ustazah..." Ucap langit kesal.


"Stt,jangan protes... Kamu yang salah kok malah salahin ustazah" Ucap jingga mencubit pipi langit gemas.


Flash back off


"Ustazah jangan tinggalin langit ya" Ucap langit tiba-tiba.


"Lah,emangnya ustazah mau kemana sayang?" Tanya jingga.


"Langit takut di tinggal lagi" Ucap langit sambil menatap mata jingga yang berada di hadapannya. Jingga menganggukkan kepalanya dan membuat lengkungan indah di bibir langit.


"Makasih ustazah" Langit memeluk jingga dengan erat. Jingga pun membalasnya dengan kasih sayang.


"Iya sayang,iya...."


"Ustazah mau nanya nih sama langit,boleh?" Tanya jingga dan di angguki langit.

__ADS_1


__ADS_2