Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 29


__ADS_3

Zefan membawa langit ke dalam gendongannya dan mengusap pelan punggung langit.


"Kalau ayah pergi,nanti langit di sini sama siapa? Nenek kan enggak ada" Ucap zefan sambil menatap langit.


"Langit ikut...."


"Langit ikut...." Langit merengek sejadi-jadinya dan membuat putra iba.


"Langit...."


"Sekarang udah malam,langit tidur aja ya,biar bunda langit om putra yang cari" Ucap putra.


"Tapi...tapi kan..." Ucap langit terputus-putus sambil mengelap air mata.


"Tidur sama ayah ya nak,biar bunda om yang cari" Ucap putra dan hanya di angguki langit.


"Kalau sampai besok bunda nggak pulang,baru deh langit boleh ikutan cari..." Ucap putra


"Iya om,hati-hati ya...." Ucap langit dan di angguki putra.


"Hati-hati put..." Ucap zefan. Selepas kepergian putra,zefan dan langit langsung masuk ke dalam. Zefan pun meminta bawahannya untuk mencari keberadaan jingga sekarang juga.


*****


Sudah lima hari hilangnya jingga dari pandangan semua kerabatnya. Dan permasalahan jingga pun sudah sampai pada pihak yang berwajib. Tak lupa para bawahan zefan yang masih saja turut mencari keberadaan jingga. Sedangkan refan,refan sangat frustasi atas hilangnya jingga saat sebelum di ber-langsungkannya akad pernikahan mereka.


"Jiii...."


Putri hanya menangis dan merasa iba hati saat melihat kondisi abidzar yang semakin memburuk saat tau bahwa jingga telah hilang. Abidzar sekarang koma dan hanya nama jingga yang bisa ia sebut saat ini.


Dokter pun meminta para keluarga untuk menjaga kesehatan mental abidzar saat ini. Karena abidzar drop karena kondisi mentalnya yang terganggu.


Bagaimana tidak? Perempuan yang ia sayangi telah hilang tanpa arah dan ia pun tak bisa ikut untuk mencarinya. Kesehatan yang tidak memungkinkan,keadaan mental yang hancur berantakan membuat abidzar langsung drop sekejap mata. Padahal,ia sangat ingin melihat jingga menikah. Namun apalah daya,takdir berkata lain di saat dirinya menantikan jingga untuk menikah dan menjadi wali nikahnya jingga.


"Jiii...."


"Cepat datang...." Ucap abidzar terengah-engah dan melemah.


"Abang nggak sanggup lagi...." Ucap abidzar. Putri mendatangi abidzar dan mengelus pelan tangan abidzar.


"Sabar bang,jeje pasti pulang hari ini kok!" Ucap putri menenangkan abidzar. Abidzar mengangguk dan meluncurkan air matanya melalui sudut mata kirinya.


Dalam komanya,iya hanya bisa mengingat jingga semata. Terkesan egois,namun apalah daya abidzar,hal yang ia dengar terakhir kali adalah kabar berita bahwa jingga hilang. Ia sadar betul bahwa itu bukan gurauan belaka,alhasil kesehatannya lah yang menjadi taruhan.

__ADS_1


Putri hanya melihat ke arah alat bantu 'hidup' abidzar saat ini. Ya... Bisa di katakan bahwa alat pencuci darah ini adalah alat yang sedikit mendorong agar kehidupan abidzar bisa berlangsung lebih lama.


"Jiiii....."


"Jiiii....."


Hanya nama jingga yang membuat bibir abidzar basah dan dengan dzikir pula ia lontarkan dari mulutnya.


*****


"Di mana lokasinya terakhir kali?" Tanya zefan.


"Di tengah pulau pak,kabarnya ada tiga orang perempuan terlibat dalam kasus jingga" Ucap bawahan zefan.


"Cepat telusuri lokasi!" Pinta. zefan.


"Bro..."


"Jingga udah di bawa kabur ke pulau xx "


"Dan sekarang dalam penelusuran"


"Tapi tadi gue dapat kabar baru lagi,kalau jingga di sini" Ucap refan menunjukkan tempat jingga berada.


"Sampai licin banget mau nangkap para pelaku" Ucap zefan.


"Kalau gitu,gue susulin jingga ke lokasi yang ini dulu bro"


"Makasih udah turut membantu" Ucap refan dan di angguki zefan. Selepas perginya refan,zefan pun pergi untuk mengantar langit ke rumah. Belum sampai di rumah,tiba-tiba zefan mendapat panggilan dari bawahannya yang memintanya untuk ke sana segera.


"Langit,ayah pergi bentar ya..."


"Langit baik-baik di rumah,jagain nenek" Ucap zefan.


"Ayah mau kemana?" Tanya langit.


"Ayah pergi kerja bentar ya nak" Ucap zefan. Langit pun menggeleng dan menahan tangisnya. Langit berlari ke pelukan ayah dan menahan ayah.


"Cariin bunda buat langit ayah"


"Langit mohon"


"Cariin bunda jingga" Ucap langit menangis dan sesegukkan. Zefan mengelus punggung anaknya dan menatap wajah langit.

__ADS_1


"Cariin ayah....." Ucapnya penuh emosi kesedihan dan menangis sejadi-jadinya. Zefan mengangguk dan menatap langit lembut.


"Iya nak,ayah bantu cariin demi langit" Ucap zefan tulus.


"Ayah langsung pergi ke sana" Ucap zefan dan di angguki langit.


"Janji harus temuin bunda buat langit ya ayah...." Ucap langit dan di angguki oleh zefan. Zefan dan langit pun menautkan jari mereka.


"Jaga nenek ya nak" Ucap zefan sambil mencium pucuk kepala langit.


"Ayah pergi dulu" Langit hanya menganggukkan kepalanya.


"Zee pergi dulu ya ma" Zefan menciumi wajah nenek dan di angguki nenek.


"Assalamu'alaikum" Pamit zefan sambil melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam" Jawab langit dan nenek bersamaan.


Zefan langsung mengendari off-road nya dan pergi menuju lokasi yang di berikan. Lokasi yang ia tuju sekarang,merupakan lokasi yang berbeda dengan refan.


"Boss,bu jingga memang sengaja di pindahkan supaya susah dilacak" Ucap bawahan zefan dari telepon.


"Kalian tetap awasi dan pantau keadaan sekitar"


"Dan kalau ada informasi baru,segera hubungi saya" Ucap zefan.


"Baik boss..." Ucap mereka.


*****


Refan menelusuri hutan belantara yang ia yakini bahwa jingga sudah di bawa ke sana. Refan mencari jingga bersama rekan-rekannya dengan sigap dan gesit.


"Lokasinya di dalam hutan fan" Ucap teman refan.


"Di dalam hutan sana ada gubuk" Sambungnya. Mereka mencari ke dalam pedalaman hutan dan terus menelusuri hal tersebut.


Refan meminta kepada teman perempuan yang sangat dekat dengannya untuk mencari lokasi jingga berada. Dan sekarang,di sinilah refan berada,di lokasi yang telah temanya beritahukan.


"Itu gubuknya...." Ucap refan. Semua yang hadir berjalan dengan cara menyelinap agar kehadiran mereka tak di ketahui banyak orang.


"Brak...."


Pintu gubuk di tendang sangat kuat oleh refan dan betapa terkejutnya saat ia melihat keadaan sekitar

__ADS_1


__ADS_2