Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 39


__ADS_3

"Sayang" Panggil zefan saat jingga sibuk bermain dengan langit.


"Langit lanjutin menggambarnya ya nak,bunda ke ayah dulu" Ucap jingga.


"Okeey bunda" Ucap langit.


"Iya mas?" Tanya jingga dan menghampiri suaminya.


"Duduk sini" Ajak zefan sambil menuntun jingga ke sofa.


"Tadi siang mas dapat telpon mendadak dari zain. Zain itu orang perusahaan mas yang ngurus di cabang jepang...."


"Katanya ada yang bermasalah sama cabang yang di jepang,semacam 'money laundry' gitu"


"Semua buktinya sudah di kumpulkan sama zein,tinggal tunggu mas ke sana aja buat penyelidikan lebih lanjut" Ucap zefan.


"Siapa yang korupsi mas?" Tanya jingga.


"Orang negara kita"


"Karena ketahuan sama orang jepang,jadi masalahnya di laporkan dulu sama mas...."


"Orang jepang paling benci kalau ada masalah kayak gitu sayang,otomatis si pelaku nggak bakal di percaya lagi. Alhasil bakal di pulangkan ke negara asal dan di pecat" Ucap zefan menjelaskan.


"Padahal sudah lama kerja di bawah kaki tangan mas,sekalinya dapat laporan dianya korupsi" Ucap zefan.


"Emangnya berapa jumlah uang yang di korupsi mas?" Tanya jingga yang sangat penasaran.


"Sekitar 1,8 miliyar" Ucap zefan santai dan membuat mata jingga membulat sempurna.


"Astaghfirullah" Ucap jingga ternganga.


"Kok bisa sebanyak itu? Dan kok bisa baru ketahuan sekarang mas?" Tanya jingga yang semakin penasaran.


"Ada komplotannya sayang,dia enggak sendiri"


"Jadi dia ada bawahan untuk nutupin semua perbuatannya"


"Tapi hasilnya tetap ketahuan" Ucap zefan.


"Emm,kira-kira mas berapa lama ada di sana?" Tanya jingga.


"Mungkin sekitar seminggu-an sayang"


"Itupun paling cepat"


"Kalau ada keperluan yang lain,otomatis mas harus lebih lama di sana" Ucap zefan sambil menatap wajah jingga.


"Yah.... lama banget" Batin jingga bersedih.


"Kok wajahnya sedih gitu?" Tanya zefan sambil mengelus kepala jingga.


"Mas tau ini berat buat bunda,tapi mas juga berharap doa dari bunda,semoga urusan ayah cepat selesai" Ucap zefan dan hanya di angguki jingga.


"ihh,senyum dong" Ucap zefan manyun. Jingga langsung tersenyum untuk menyembunyikan rasa kesedihannya.


"Sabar untuk sebentar ya sayang" Ucap zefan sambil mengelus perut jingga.


"Belum ada isinya mas..." Ucap jingga saat tangan zefan menyentuh perutnya.


"Sebentar lagi ada" Ucap zefan yakin.


"Aamiin,semoga aja" Ucap jingga tersenyum.


Sudah hampir dua bulan menikah,tapi jingga belum juga menunjukkan ciri-ciri kehamilan. Awal bulan lalu,jingga pernah tes urine nya menggunakan respect akan tetapi hasilnya masih negatif. Jingga hanya bisa menghela nafas pelan sambil ber-husnudzon kepada yang maha kuasa.


Sampai sekarang,jingga belum berani menggunakan testpack,karena takut kecewa dengan hasilnya. Lagipun,ia belum menunjukkan ciri-ciri wanita hamil.


"Langit...." Panggil zefan penuh kasih sayang.


"Iya ayah..." Jawab langit antusias. Berjalan ke arah ayah dan meninggalkan sesi menggambarnya.


"Ayah mau bicara sama langit" Ucap zefan mendudukkan langit di pangkuannya.


"Bicara apa?" Tanya langit penasaran.

__ADS_1


"Ayah mau pergi ke jepang besok nak" Ucap zefan dan membuat langit membulatkan matanya sempurna.


"Jepang? Jepang kan jauh" Ucap langit.


"Ngapain ayah ke jepang? Perginya sama siapa? Bunda pergi juga? Berapa hari di sana? Kan langit sekolah besok? Terus langit sama siapa di rumah kalau ayah sama bunda pergi ke jepang? " Tanya langit penuh celoteh. Zefan tersenyum saat mendengarkan celotehan dari langit.


"Nak..."


"Ayah ke jepang sendiri,soalnya ini urusan kantor. Kira-kira ayah di sana seminggu paling cepat"


"Bunda enggak pergi sama ayah,kata bunda,bunda mau bobok sama langit dan jagain langit kalau ayah pergi"


"Jadi langit jangan takut,kan ada bunda yang selalu di samping langit" Ucap zefan mengistimewakan jingga di hati langit.


"Okeee,langit suka dengarnya,terus apa lagi yang mau ayah sampaikan?" Tanya langit.


"Selama ayah nggak ada di sini,jangan rewel ya nak,kasihan bunda..." Ucap zefan.


"Tugas langit harus jagain bunda terus"


"Jangan sampai bunda kenapa-napa,oke?!" Ucap zefan dan di angguki semangat oleh langit.


"Okeeee" Ucap langit sambil memeluk ayahnya.


"Ayah baik-baik ya di jepang nya"


"Jangan sampai lupa makan,kalau ayah lupa makan,nanti ayah sakit, kalau sakit,siapa yang ngurusin ayah? Nggak ada kan,makanya ayah jangan sampai sakit!" Ucap langit penuh perhatian.


"Dampak kehadiran bunda di kehidupan langit terasa banget,langit yang biasanya acuh tak acuh,sekarang sudah mulai peduli dengan orang maupun lingkungan sekitar" Bisik zefan di telinga jingga.


"Makasih bunda sudah hadir di kehidupan langit"


"Love you" Sambung zefan sambil menatap manik mata jingga yang pekat.


"Love you too bunda,ayah" Ucap langit yang berada di pangkuan zefan. Jingga dan zefan tertawa geli saat mendengarkan suara imut langit.


Zefan dan jingga pun menciumi sisi pipi langit bersamaan dan membuat langit mengembangkan senyum lebarnya.


*****


"Eh,kok nyangkut di sini?" Tanya jingga sambil melihat suaminya yang bergelayut di tubuhnya.


"Mau nyusu" Ucap zefan memasang wajah sok imutnya dan membuat jingga membulatkan bola matanya sempurna.


"Jangan aneh-aneh deh mas,bunda lagi nyusun baju" Ucap jingga menahan malu.


"Ututu... wajahnya blushing" Zefan memainkan pipi jingga dan mengecupinya lama.


"Mau nyus...." Ucap zefan yang langsung di bungkam oleh jingga.


"Bentar lagi ya sayang,masih tahan kan?" Tanya jingga lembut dengan wajah memerah karena ucapan zefan. Jingga pun tahu bahwa suaminya pun berusaha meminta hak-nya.


"Berapa menit lagi?" Tanya zefan.


"10 menit lagi" Ucap jingga seraya menyusun baju. Zefan yang awalnya sudah duduk di tepi ranjang,akhirnya kembali memeluk jingga. Hembusan nafasnya membuat jingga merinding.


"3 menit lagi ya sayang" Ucap zefan.


"7 menit deh" Ucap jingga.


"2 menit ya sayang?" Ucap zefan memelas.


"Kok makin di kurang sih mas? " Tanya jingga.


"Ya udah deh,5 menit lagi" Ucap zefan mengambil jalur tengah.


"Gimana? setuju?" Ucap zefan. Jingga masih saja ragu,pasalnya semua barang zefan belum selesai di kemas.


"Ayolah sayang,mas mau nabung tenaga"


"Kan selama di jepang mas nggak bisa sentuh bunda" Ucap zefan memelas. Jingga tersenyum karena tau akal suaminya.


"Seminggu lama loh sayang" Ucap zefan sambil mengeratkan kembali pelukannya dan mulai mencium tengkuk jingga.


"Oke,oke,5 menit lagi ...."

__ADS_1


"Tunggu bentar ya sayang,bunda rapikan ini sebentar sudah itu boleh deh..." Ucap jingga dan membuat zefan bersemangat.


"Okeee mas ke bawah dulu mau ambil air minum...." Zefan berlenggang pergi meninggalkan jingga dan bersenandung seperti langit. Jingga hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Dengan secepat kilat,jingga membereskan semua kebutuhan zefan agar tidak tercecer. Jingga berlari ke ruang ganti dan mencari baju dinas yang baru saja ia beli.


"Selamat tidur ganteng ayah" Ucap zefan saat menghampiri langit. Zefan singgah ke kamar langit dan mengelus kepala putra kesayangannya tersebut. Wajah damai langit saat terlelap adalah bagian yang paling zefan senangi.


Saat masuk kamar,zefan sudah mencium parfum kesukaannya yang selalu jingga pakai saat hanya dalam rumah saja.


"Sayang,mau minum?" Tanya zefan celingukan mencari jingga di sekitaran kamar.


"Iya mas,tolong letakin atas nakas aja dulu,makasih" Jerit jingga. Dari sumber suara saja zefan sudah tau kalau jingga di wardrobe .


"Bunda di mana?" Tanya zefan. Karena cukup lama menunggu jingga,akhirnya zefan pun memainkan handphonenya.


"udah ji minum,makasih airnya ya mas..." Ucap jingga sambil berdiri di depan zefan yang sedang memainkan handphone.


"Iya sama-sama say...." Ucap zefan terputus saat melihat jingga menggunakan baju dinasnya.


"Wah....." Ucap zefan terpenga-nga. Jingga menutup mulut suaminya dan berlenggang ke atas kasur. Zefan hanya bisa mengekor dari belakang dan menahan jingga sesaat.


"Masya Allah,wangi banget..." Ucap zefan saat berhasil memeluk jingga dari belakang.


"Mas geli...." Ucap jingga tertawa kecil.


Zefan merapikan rambut jingga dan menatap jingga dari atas ke bawah.


"Cantik banget...." Ucap zefan terpesona.


"Kayak pertama kali lihat aja" Ucap jingga menangkup wajah zefan yang sekarang berada di depannya.


"Makanya mas makin heran,makin lama,makin cantik..." Puji zefan dan membuat jingga blushing.


Zefan menarik tangan jingga secara mendadak dan membuat jingga duduk tepat di pangkuannya. Dengan cepat zefan mencium jingga dan membuat jingga terkejut.


"Love you sayang" Ucap zefan dengan tatapan menghipnosis.


"Love you too mas" Ucap jingga menatap wajah pria yang usianya terpaut 10 tahun darinya. tersebut


"Let's time to nyus...." Ucap zefan jahil dan di balas pukulan di dada oleh jingga. Zefan tertawa saat berhasil menggoda jingga.


*****


"Bagian mana yang sakit. sayang,biar mas pijitin" Ucap zefan sambil melihat pinggang jingga. Jingga duduk dengan posisi membelakangi zefan.


"Sini?" Tanya zefan saat menyentuh pinggang jingga.


"Nah iya situ mas,pegel aja,nggak sakit kok" Ucap jingga.


"Kok bisa pegel sih? " Tanya zefan memancing.


"Ulah siapa lagi coba kalau bukan mas!"


"Dari jam 11 sampai jam 2 ,kita ngapain mas? Mas lupa?" Omel jingga. Sontak zefan langsung tertawa dan memeluk jingga.


"Kan nabung tenaga sayang...." Ucap zefan sambil mencuri ciuman jingga. Jingga menepuk pelan lengan zefan dan cemberut.


"Pijitin yang beneran dikit mas,sumpah,pegel banget ini..." Ucap jingga. sambil menekan-nekan punggungnya.


"Oke,pelayanan pijat plus-plus datang..." Ucap zefan kembali jahil.


"Astaghfirullah mas,mesum amat tu isi kepala...." Ucap jingga.


"Kan sama istri sendiri,nggak apa-apa dong" Cengir zefan. Jingga dapat melihat cengiran suaminya dari pantulan cermin yang tepat berada di depan ia dan zefan.


Setelah selesai memijat pinggang jingga,saatnya jingga menyuruh zefan mandi.


"Sama-sama ya sayang?! " Ucap zefan penuh harap. Jingga pun mengangguk dan mengadakan sesi mandi bersama.


Jam sudah menunjukkan pukul 03.07 pagi. Jingga dan zefan baru saja siap mandi dan bersiap untuk tidur.


"Sini sayang,tidur dalam sini" Ucap zefan yang membuka rentangan tangannya agar jingga tidur dalam pelukannya. Jingga menurut dan tak membantah,akhirnya dalam waktu singkat jingga tidur dalam pelukan zefan.


"Love you sayang" Ucap zefan.

__ADS_1


"Bakal kangen nanti selama di jepang..." Ucap zefan memeluk posesif istrinya tersebut.


__ADS_2