
"Oh iya mas...."
"Em..." Ucap jingga meragu.
"Apa sayang?" Tanya zefan.
"Em,nggak jadi deh" Ucap jingga sangat meragu akan pertanyaan yang ia tuturkan.
"Kenapa? bunda mau tanya apa?" Tanya zefan.
"Mau tanya tentang bunda kandung langit,boleh?" Ucap jingga cukup was-was. Zefan cukup terkejut dan menatap jingga dengan tatapan yang sulit di tebak.
"Udah move on belum ya?" Batin jingga. Pasalnya manusia pun bisa mencintai dengan dua hati yang berbeda dan tentu bisa menyembunyikannya. Jadi wajar bila jingga berasumsi seperti itu.
"Boleh sayang" Ucap zefan yang sangat mengerti maksud jingga. Zefan pun cukup tau bahwa jingga memikirkan perasaannya kepada jingga. Jadi menjadi hal wajar jika hal itu di tanyakan oleh jingga. Lagi pun,mereka tak pernah membahas tentang bunda langit sebelumnya dan wajar jika jingga ingin tahu akan hal itu.
"Yang pertama perasaan mas sama bunda lebih kuat dari pada awal kita ketemu"
"Terlebih kita menikah dan hidup layaknya pasangan yang saling mencintai dan menyayangi"
"Semua yang mas lakukan adalah hal natural"
"Karena apa yang bunda lakukan,apa yang bunda kerjakan,feel-nya sampai ke hati mas,karena semua yang bunda lakukan pun natural,tanpa di buat-buat dan tulus" Ucap zefan sambil menatap jingga.
"Dan tentang bunda kandung langit,bunda langit namanya vanilla khairunnisa,teman mas di bangku kuliah"
"Orangnya baik,tulus,sama kayak bunda"
"Bedanya kalian itu,ayah sayang sama vanilla waktu langit belum hadir,dan kasih sayang yang ayah berikan berlanjut kepada bunda jingga,karena bunda mau terima ayah setelah adanya langit"
"Sebelum vanilla pergi pun,vanilla meminta ayah untuk melanjutkan hidup dengan baik,bagaimana pun caranya"
"Alhasil,ini adalah doa dari vanilla yang selama ini tertunda" Ucap zefan. Jingga dengan serius menyimak cerita zefan.
"Tentang perasaan ayah ke vanilla,enggak bisa ayah bohongi bahwa ayah sayang dan bunda berhak cemburu"
"Namun,bagaimanapun mencintai seseorang dengan dua hati ada dampak positif dan negatif nya"
__ADS_1
"Dan sekarang ayah mencari aman untuk memilih mencintai bunda jingga"
"Karena pada dasarnya memang itu pilihan ayah sekarang,enggak munafik kalau ayah masih mencintai dan sayang sama vanilla"
"Cuma,ayah nanti dan seterusnya akan hidup dan berbagi kasih sama bunda jingga,jadi mencintai dan memberikan kasih sayang serta nafkah adalah tugas mas,bunda nggak usah takut" Ucap zefan menjelaskan. Jingga tersenyum dan tertawa kecil.
" Masalah perasaan,bukan masalah sama bunda sayang..."
"Mbak vanilla kuliah di universitas XX kan?" Tanya jingga dan di angguki zefan.
"Hah? Kok tau?" Tanya zefan terheran.
"Oh iya,mas nikah di hotel XXX kan?" Ucap jingga dan kembali di angguki zefan.
"Mbak vanilla tetangga jingga waktu jingga masih sekolah dulu mas" Ucap jingga tersenyum.
"Dan bang abidzar teman SMA mbak vanilla" Ucap jingga.
"Waktu mbak vani nikah,jingga hadir kok,ikut foto juga malahan,cuma wajah mas jingga nggak ingat" Ucap jingga.
"Wah,nggak nyangka sih kalau jadi penerus sosok mbak vani buat besarin langit" Ucap jingga takjub.
"Sayang,lihat mas" Ucap zefan.
"Mas yakin bunda sosok yang sangat langit butuhkan"
"meskipun kita menikah secara mendadak,mas juga pilih-pilih orang untuk di jadikan istri"
"Yang pastinya mas percaya dan yakin kalau bunda bisa membimbing langit dengan baik"
"Buat mbak vanilla bangga sama bunda,bahwa bunda juga sayang dan layak menjadi ibu yang baik untuk langit" Ucap zefan menyemangati jingga.
"Tapi mas,mbak vani itu orang yang perfect dan...." Ucap jingga terputus.
"Jangan pernah insecure sayang,mas merasa bunda lebih dari cukup kok"
"Enggak pernah sedikitpun terlintas di otak mas untuk membedakan bunda dan mbak vani"
__ADS_1
"Karena kalian dua insan yang berbeda dan enggak bisa di samakan" Ucap zefan bijak.
"Keburukan bunda cukup mas yang tau,begitu juga mbak vani" Ucap zefan. Jingga tersenyum dan menitikkan air matanya.
"Aaa...kok jingga mewek sih" Ucap jingga sambil mengelap air matanya.
"Jadi wanita kesayangan kami ya sayang,jadi diri bunda apa adanya,karena Ayah enggak pernah menuntut bunda untuk jadi istri yang sempurna"
"Karena kehadiran bunda saja sudah menjadi sebuah kesempurnaan bagi mas" Ucap zefan tulus.
"Aaaa,terharu" Ucap jingga sambil terisak pelan. Jingga berusaha mengecilkan suara tangisannya karena takut langit terbangun.
"Love you sayang" Ucap zefan dan di angguki jingga.
"Love you more mas" Jawab jingga tersenyum. Pillow talk malam ini cukup menguras emosi jingga,mulai dari rasa deg-degan,menangis,sedih,bahagia dan lain-lain.
"Mas besok ji mau ke makam mbak vani,boleh?" Tanya jingga dan di angguki zefan.
"Tau lokasinya di mana?" Tanya zefan dan di angguki jingga.
"Bawa langit sekalian boleh mas?" Tanya jingga.
"Boleh sayang,bawa aja,biasanya langit suka kok kalau di bawa ke makan bunda vani" Ucap zefan.
"Baiklah mas"
"Makasih atas penjelasannya,kalau ada pertanyaan jingga yang sensitif dan menyinggung mas,ji minta maaf ya mas" Ucap jingga.
"Alhamdulillah mas biasa-biasa aja kok sayang,makasih sudah mau bertanya" Ucap zefan dan di angguki jingga.
"Tidur gih" Ucap zefan dan di angguki jingga.
"Oyasuminasai (selamat tidur)" Ucap jingga dan di angguki zefan.
"Iya sayang,mimpi indah ya..." Ucap zefan dan di angguki jingga. Zefan mencium wajah jingga melalui layar handphone. Jingga melambaikan tangannya dan di balas oleh zefan.
"aaaa,kangen nyusu...." Ucap zefan.
__ADS_1
"Mesum" Ucap jingga sambil tersenyum tengil. Zefan tertawa dan melambaikan tangan. Jingga pun mematikan sambungan telepon dan memeluk langit dengan erat.