Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 25


__ADS_3

"Yah"


"Kenapa harus tante bella?"


"Kenapa bukan zah jingga?" Tanya langit.


"Apanya sayang?" Tanya zefan.


"Langit kurang suka sama tante bella yah"


"Langit enggak nyaman" Ucap langit.


"Tante bella masih belajar gimana caranya deketin langit"


"Dan langit belum terbiasa sama tante bela karena langit baru pertama kali ketemu" Ucap ayah. Langit hanya diam seribu bahasa selama di perjalanan.


*****


Langit datang ke rumah sakit bersama nenek dan ayahnya. Di sana,ayah hanya memperhatikan langit yang sibuk berceloteh ria bersama jingga dan saudara jingga.


"Udah berapa bulan di rumah sakit nak?" Tanya nenek.


"Udah masuk tiga bulan nek" Ucap abidzar tersenyum sambil menyembunyikan rasa sakitnya.


"Biasanya kalau udah lama tepar di rumah sakit udah enggak lama lagi ajalnya nek" Ucap abidzar.


"Alhamdulillah nya abidzar masih bisa bertahan nek"


"Target abidzar sampai nge-lepasin si jingga nikah aja"


"Sudah jingga nikah,abidzar langsung di jemput sama Allah juga enggak apa-apa" Ucap abidzar tersenyum sambil melihat jingga yang menyimak hafalan langit.


"Jingga memang wanita hebat di mata abidzar"


"Perempuan pertama yang buat abidzar bisa bertahan sampai hari ini" Ucap abidzar tulus. Zefan pun turut melihat ke arah jingga dan langit.


"Nek,ayah langit...."

__ADS_1


"Kalau abidzar udah pergi,tolong titip jingga ya" Ucap abidzar.


"Hus,nggak boleh gitu ih..." Ucap nenek sambil mencolek kecil tangan abidzar.


"Jingga udah nenek anggap anak nenek"


"Pasti nenek jaga"


"Jingga kan bundanya langit" Ucap nenek penuh arti. Zefan hanya mengerutkan alisnya dan menatap nenek. Nenek hanya tersenyum saat zefan melihatnya.


"Langit kok dikit banget setoran ayatnya?" Tanya jingga yang membuat semua perhatian orang teralihkan kepada dirinya.


"Langit mau ustazah punya langit selamanya baru deh langit setorannya banyak" Ucap langit tengil. Jingga mencubit kecil pipi langit dan menatap langit.


"Ustazah bakal milik langit selamanya kok" Ucap jingga.


"Tapi syaratnya langit harus setoran ayat lebih rajin,biar ustazah tambah sayang sama langit" Ucap jingga dan langsung di angguki langit.


"Janji ya" Ucap langit mengacungi kelingkingnya. Jingga menauti jari dan mengangguk.


Tiba-tiba refan datang berkunjung dan membuat langit terkejut.


"Om ini yang mau nikah sama bunda kan?" Ucap langit spontan. Jingga terkejut,sedangkan refan hanya tersenyum saat mendengarkan penuturan langit.


"Langit,kita pulang yuk" Ucap zefan dan di angguki langit pelan.


"Kami pamit ya semuanya" Ucap nenek dan di angguki semua orang.


"Makasih nenek dan ayah langit udah mau datang" Ucap abidzar.


"Cepat sehat ya bro" Ucap zefan dan di angguki abidzar.


Langit duduk di kursi belakang dan melihat pemandangan di jendela mobil.


"Keluarga zah jingga baik-baik ya langit" Ucap nenek.


"Iya,baik-baik semuanya" Ucap langit bergemetaran. Nenek merasa sedikit aneh dengan nada bicara langit. Nenek mendekat dan membuat langit membalikkan badannya.

__ADS_1


"Lah? Kok langit nangis?" Tanya nenek. Langit menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Langit kenapa nak?" Tanya nenek dan di gelengi langit. Akhirnya zefan memilih menepikan mobil dan membawa langit ke tepi danau tempat mereka berhenti saat ini.


"Langit kenapa?"


"Langit ada masalah?" Tanya ayah dan di gelengi langit.


"Ada apa nak?"


"Cerita yuk,ceritain sama ayah" Ucap zefan lembut. Langit memeluk zefan dan menangis dalam pelukan zefan.


"Langit takut bunda jingga di ambil om refan ayah"


"Langit takut"


"Langit takut...." Ucap nya penuh ketakutan.


"Langit enggak mau tante bella yang jadi bunda nya langit"


"Langit mau nya cuma zah jingga" Ucap langit menangis yang menandakan rasa sayang yang sesungguhnya kepada jingga.


"Sayang,gimana kedepannya,zah jingga tetaplah milik langit"


"Meskipun nanti dia nikah sama om refan" Ucap zefan menenangkan.


"Enggak mau"


"Langit enggak mau"


"Hati langit jadi sakit kalau lihat zah jingga dekat-dekat sama om refan" Ucap langit menangis dan mengamuk. Nenek hanya melihat interaksi ayah dan anak tersebut dari jauh.


"Terus gimana dong? ayah harus gimana?" Tanya zefan lembut sambil merapikan rambut langit.


"Langit mau ayah nikahin zah jingga!"


"Harus!!!" Ucap langit memegang rahang ayahnya dan memelototi sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2