
"Bundaaaaaaa....." Langit berlari dan memeluk kaki bunda yang selama tiga hari ini hanya tampak saat ia melakukan panggilan video.
"Padahal ada ayah di samping,tapi cuma bunda yang di sapa" Ucap zefan cemberut. Langit mencibirkan bibirnya dan kembali menatap sang bunda.
"Gimana?"
"Dedeknya langit sudah ada?" Tanya langit. Jingga tersenyum dan menggandeng tangan langit sambil masuk ke dalam rumah.
"Masih proses sayang"
"Langit harus sabar ya nak..."
"Do'akan cepat ada dedek supaya langit ada temen di rumah" Ucap jingga.
"Baiklah bunda...." Ucap langit. Jingga dan zefan pamit sebentar ke kamar untuk membersihkan diri. Karena lelah seharian ini,setelah mandi mereka langsung terlelap.
"Bunda..." Panggil langit dari luar. Langit mengintip bundanya dari luar kamar karena pintu tak terkunci.
"Yah...bunda sama ayah udah tidur nek...." Ucap langit sambil menghela nafasnya.
"Bunda sama ayah kecape'an nak,makanya cepat tidur" Ucap nenek. Langit mengangguk dan pergi ke kamarnya.
"Yakin langit tidur sendiri?" Tanya putri sambil menemani langit di kamar.
"Awalnya sih langit mau bobo sama bunda dan ayah,tapi langit kasihan lihat bunda sama ayah yang baru pulang,jadi langit bobo di sini aja deh" Ucap langit.
"Dan langit berani kok anti tidur sendiri" Ucap langit. Putri mengelus kepala langit,mencium jidat dan menemani langit membaca do'a.
"Da da sayang,anti ke bawah dulu ya..." Ucap putri dan di angguki langit.
*****
"Duh...." Keluh langit tengah malam sambil menggaruk badannya yang terasa gatal. Semakin di garuk semakin gatal dan memerah.
"Duhhh....gatalll...." Rengek langit menahan tangisnya dan terus menggaruk badannya. Langit berjalan ke kamar samping tempat ayah dan bundanya berada.
Baru saja tiba di depan kamar,langit menangis dan membuat jingga terbangun.
"Gatal...."
"Gatal bunda....." Tangis langit yang tak tahan akan rasa gatal di tubuhnya. Jingga terbangun dan menyambut anak nya tersebut.
"Ya Allah nak,ini kenapa?" Tanya jingga terkejut saat melihat tubuh langit memerah dan bengkak seperti di gigit ulat.
"Kenapa bund?" Tanya zefan yang baru saja terbangun.
"Ini yah...." Tunjuk jingga kepada tubuh langit. Zefan membulatkan matanya dan memeriksa sekujur badan langit.
"Gatal"
"Gatal bunda..."
"Gak tau kena apa..."
"Langit enggak tahan..." Tangis langit pecah dan terus-terusan menggaruk badannya. Jingga berlari ke kamar langit bersama dengan langit yang berada di gendongan zefan.
"Gatal ayah"
"Langit ga tahan...." Ucap langit sambil menunjukkan tangannya yang merah. Zefan membaluri lengan langit dengan minyak yang telah di berikan oleh jingga.
"Tahan ya nak,jangan di garuk,entar nambah merah" Ucap zefan dan di angguki langit meskipun langit menangis.
"Tapi...tapi...langit enggak tahan..." Ucap langit merengek. Zefan dan jingga membaluri seluruh tubuh langit menggunakan minyak kayu putih untuk meredakan gatal.
"Leher langit gatalll" Jerit langit menangis. Karena langit menjerit,alhasil membuat semua orang terbangun dan berlari ke kamar jingga.
"Gatal....hiks..."
"Gatal...." Ucap langit menangis dan menggaruk badannya.
"Ini kena apa sayang?" Tanya zefan dan di gelengi langit.
"Langit enggak tau a...ayah..." Jawabnya sesegukkan.
"Tiba-tiba badan langit gatal semua...." Tangisnya. Semua orang menyaksikan tangisan langit dan memperhatikan bentol-bentol yang ada di badan langit.
"Langit tadi siang main di semak-semak? Atau manjat pohon nak?" Tanya jingga.
__ADS_1
"Eng...eng...enggak ada bunda..." Ucap langit sesegukkan.
"Lang...langit cuma main di rumah" Ucap langit.
"Langit pergi ke gudang dan cuma lihat-lihat di sana" Ucapnya berusaha menjelaskan.
"Terus langit main sama fia sama dafa"
"Naik di atas kasur yang di jemur terus berenang..." Ucap langit.
"Kasur? Kasur mana?" Tanya jingga.
"Kasur lama punya nenek yang nenek letakin di gudang" Ucap putri tiba-tiba.
"Kita tadi bersihiin gudang dan jemur kasur itu"
"Uti udah larang langit naik di atas sana,soalnya berdebu"
"Tapi langit ngeyel dan tidur-tiduran di atas kasur sana" Ucap putri.
"Tu,itu kasurnya" Tunjuk putri pada kasur yang tergeletak di atas lantai.
"Langit tidur di sana?" Tanya jingga dan di angguki langit.
"Kasur apa itu dek?" Tanya jingga.
"Kasur kapuk" Jawab mereka kompak. Jingga membuka handphonenya dan mencari penyebab gatal di tubuh langit.
"Uti tadi udah larang buat tidur di sana,tapi nih bocil keras kepala,kekeuh mau tidur di kasur ini" Ucap putri.
"Sayang..." Ucap jingga sambil melihat langit.
"Langit di gigit tungau" Ucap jingga sambil menunjukkan gambar tungau melalui handphone-nya.
"Tung...tungau itu apaan bun..bunda..." Tanya langit terisak.
"Tungau itu parasit atau kutu yang ada di kasur"
"Di hidup di kasur yang lembab dan jarang di bersiin" Ucap jingga.
"Kalau udah di gigit tungau,badan langit bakalan gatal dan bengkak memerah ,kayak sekarang!" Ucap jingga.
"Tadi anti uti udah larang tidurkasur itu,tapi langit bandel" Ucap langit menunduk.
"Maafin langit ya semua ..." Ucap langit menangis. Semua orang tersenyum saat mendengar pengakuan langit.
"Langit salah waktu langit bandel,cuma waktu di gigit tungau,langit enggak salah!"
"Yang salah tungau nya" Ucap putra. Langit tersenyum mendengarkan penuturan om nya tersebut.
"Langit tidur sama ayah dan bunda aja malam ini" Ucap zefan dan di angguki langit. Semua orang kembali ke kamar masing-masing. Zefan dan jingga masih saja membantu langit mengatasi rasa gatalnya.
"Langit ngantuk ayah...." Ucapnya sambil menggaruk pelan lengannya.
"Tapi badan langit masih gatal..." Ucap langit pelan. Zefan membawa langit ke dalam gendongannya dan menggaruk pelan bagian tubuh langit yang gatal.
"Punggung langit gatal ayah..." Ucap langit melemah. Zefan menggaruk punggung langit dan membuat langit mengantuk.
"Ganti baju yuk sayang!" Ucap jingga dan di angguki langit. Jingga mengganti baju langit dengan baju bersih lainnya. Setidaknya untuk mengurangi rasa gatal di kulit langit.
"Besok bunda ganti langsung aja seprei langit"
"Sudah itu bunda vakum pake vakum UV kasurnya,nggak tega bunda lihat kesayangan bunda kayak gini" Ucap jingga sambil mengelus pelan kepala langit.
"Iya bunda,merah-merah gini badannya,kasihan .." Ucap zefan. Zefan membawa langit keliling kamar dan berusaha membuat langit terlelap. Hasilnya pun tak sia-sia,langit langsung tertidur di dalam pelukan ayahnya.
"Pindahin sini sayang..." Ucap jingga. Zefan meletakkan langit di atas kasur. Baru saja jingga berbaring,pelukan posesif langsung di peroleh jingga dari langit. Langit menyelipkan kepalanya di dada sang bunda dan memeluk badan bunda dengan sangat posessif.
"Nah kan,mulai..." Ucap zefan saat melihat tindakan posesif langit yang tetap berjalan meski sudah di alam bawah sadar.
"Em...bunda...." Ucap langit mengigau. Jingga membalas pelukan langit dan mengelus pelan punggung langit.
"Gatal..." Ucapnya sambil menggaruk tengkuk. Jingga mengambil alih untuk menggaruk tengkuk langit. Di saat langit sudah sedikit tenang,di sana lah jingga dan zefan kembali melanjutkan tidurnya.
Karena langit berada di pelukan jingga,alhasil zefan memeluk jingga dari belakang.
"Sayang" panggil zefan sambil mencium tengkuk jingga. Jingga merasakan geli di belakang daun telinganya akibat hembusan nafas zefan. Jingga membalikkan badannya sekilas dan langsung di sambut kecupan dari zefan.
__ADS_1
"Selamat tidur sayang" Ucap zefan memeluk jingga dan mengelus pelan kepala jingga. Jingga mengangguk dan menyusul langit yang sudah di alam mimpi.
*****
Setelah berkonsultasi ke dokter kulit,saatnya membawa langit pulang dan melaksanakan semua perintah dokter.
"Mbok kerjain bagian halaman sama taman aja ya"
"Bagian dapur,rumah maupun pakaian jadi kerjaan jingga"
" insya Allah jingga masih bisa kerjain" Ucap jingga dan di angguki mbok.
Jingga mengganti seprei tidur langit dengan seprei yang baru di cuci. Tak lupa jingga vakum kasur,bantal,selimut,serta boneka yang langit gunakan untuk tidur.
"Bunda ngapain?" Tanya langit mengintip bunda di depan pintu.
"Bersihin kamar langit" Jawab jingga sambil tersenyum. Langit pun turut membantu sang bunda untuk membersihkan kamarnya. Setelah membersihkan kamar,jingga memandikan langit karena hari sudah menjelang sore.
"Sayang,sini bunda pake-in salep gatalnya" Ucap jingga. Langit hanya menuruti perintah jingga dan melihat bundanya memasangkan obat alergi pada tubuhnya.
"Sudah...." Jawab jingga. Langit tersenyum dan mencium pipi jingga gemas.
"Aku sayang bundaaaa..." Ucapnya sambil mencium pipi bundanya dengan gemas.
"Ayah juga sayang bundaa..." Cium zefan dari sisi satunya lagi. Mengetahui hal itu,langit langsung memeluk bundanya posesif dan menatap ayahnya dengan mata elang.
"Nggak boleh ikut cium,ini bundanya langit" Ucap langit sinis.
"Kenapa enggak boleh? Ini kan istri ayah" Ucap zefan tak mau kalah. Zefan memeluk jingga posesif dan menciumi pipi jingga. Melihat hal itu,langit langsung menarik wajah ayahnya untuk menjauh dari sang bunda.
"Bersihin bunda,bersihin!"
"Mulut ayah banyak kuman" Ucap langit sambil membersihkan bekas ciuman sang ayah di pipi sang bunda. Jingga hanya tertawa di saat dirinya menjadi bahan rebutan.
"Anak ini....." Ucap zefan geregetan. Zefan menggendong langit dan membawa langit ke taman belakang. Setelah itu,meninggalkan langit dan berlari ke dalam pelukan jingga. Jingga membentangkan pelukannya dan memeluk zefan erat. Melihat hal itu langit menangis karena ulah jahil ayahnya yang memisahkan dirinya dari sang bunda.
"Ayah nakallll" Jeritnya penuh amarah. Langit berusaha menarik sang ayah untuk keluar dari pelukan sang bunda.
"Awas,minggir...." Jeritnya marah.
"Luek,enggak mau..." Balas zefan mencibir. Melihat hal itu,langit kembali menarik baju sang ayah untuk keluar dari pelukan sang bunda. Waktu yang bersamaan,nenek,putra dan putri baru pulang dan menyaksikan hal tersebut.
"Ayah enggak mau....luek" Cibir zefan.
"Ayah awas....." Jerit langit marah. Jingga dan zefan tertawa saat melihat langit yang sangat emosi dan hampir menangis.
"Nenek...."
"Lihat ayah..." Ucap langit mengadu. Zefan dan jingga langsung melihat ke arah nenek dan tersenyum saat ulah mereka di lihat oleh para keluarga.
"Ini kan punya ayah" Ucap zefan sambil memeluk erat jingga.
"Iya kan bunda" Ucap zefan.
"Iya..." Jawab jingga yang turut membela zefan. Langit menganga tak percaya saat bunda nya ikut membela sang ayah.
"Ih kan..."
"Bunda kan punya langit juga ...." Ucapnya sambil menarik ujung baju nenek dan menahan tangisnya. Jingga dan zefan yang tahu langit akan menangis pun membuka pelukan mereka dan membawa langit ke dalam pelukan.
Langit lari ke dalam pelukan sang bunda dan membenamkan wajahnya di dada sang bunda.
"Ayah nakal banget" Ucap langit terisak.
"Kan bunda punya langit" Ucap langit sambil membersihkan sisa air matanya.
"Kan bunda juga punya ayah nak" Ucap zefan sambil menatap langit yang berada di pelukan jingga.
"Punya langit!"
"Punya Ayah!"
"Punya langit!"
"Punya Ayah!"
Dua orang kesayangan jingga tersebut berargumen masalah jingga milik siapa. Zefan sengaja membuat langit marah saat dirinya memeluk jingga dengan erat.
__ADS_1
"Ayahhhhh" Teriaknya kesal.