Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 3


__ADS_3

"Hah?"


"Zah jingga!" Ucap langit terkejut. Jingga menyematkan dua jari nya dan menampakkan semua giginya.


Teman langit yang terjatuh dan menabrak pagar rumah pun langsung di bawa ke dalam oleh jingga dan lukanya langsung di obati.


"Sakit tante..." Ucapnya menangis menahan perih.


"Tahan bentar ya,dikit lagi udah selesai nih" Ucap jingga yang masih saja sibuk mengobati luka teman langit.


"Dah siap..." Ucap jingga.


"Makasih tante" Ucapnya yang masih saja menahan sakit.


"Kamu masih sanggup nggak bawa sepedanya?" Tanya langit.


"Kayaknya enggak bisa,soalnya kaki aku sakit banget" Ucap teman langit.


"Kalau nggak bisa,biar tante anterin pulang!" Ucap jingga.


"Lah? kok ustazah yang nganterin?" Tanya langit.


"Emangnya kamu mau nganterin temen kamu?" Tanya jingga balik.


"Ya mau lah,dia kan temen aku" Ucap langit nyolot.


"Hei,ngomong sama ustazah sendiri kok nyolot!" Ucap jingga sambil mencubit sebelah pipi langit.


"Aduh,sakit tau ustazah" Ucap langit kesal sambil mengelus sebelah pipinya.


"Yuk,aku anterin" Ucap langit kepada temannya. Langit langsung pergi dari peredaran rumah jingga.


Jingga pun memeriksa tanamannya yang ia tanam di pot bunga. Jingga meneliti dengan seksama tumbuhan yang ia tanam,takutnya terdapat ulat bulu sebagai parasit dan merusak tumbuhnya.


"Zah" Panggil langit yang membuat jingga terkejut.


"Astaghfirullah langittt" Ucap jingga terkejut dan berjingkrak kaget.


"Jantungan entar ustazah nak" Ucap jingga sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"Gitu aja kok kaget sih zah?" Ucap langit. Langit meneliti satu persatu tumbuhan yang jingga tanam.


"Ustazah suka tanaman?" Tanya langit sambil memegang salah satu daun tumbuhan.


"Suka dong" Jawab jingga sambil menyemprotkan air untuk tumbuhan yang berada di pot kecil.


"Kok kayak nenek-nenek sih?" Ucap langit lagi.


"Kok kayak nenek-nenek?" Tanya jingga lagi.


"Iya,soalnya nenek langit suka tanam-tanaman juga"


"Suka tanaman tapi jarang di siram karena nggak ada waktu"


"Soalnya nenek sibuk,sama kayak ayah" Curhat langit.


"Oh iya,aku haus ustazah,boleh minta air?" Tanya langit setelah mengakhiri curhatnya.


"Boleh,ayo masuk rumah ustazah" Ucap jingga. Langit membuntuti jingga dari belakang sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah jingga.


"Ustazah sendiri disini?" Tanya langit.


"Iya,soalnya ustazah belum nikah" Ucap jingga bak berbicara dengan anak SMA.


"Emangnya kamu tau apa itu nikah?" Tanya jingga.


"Tau ! cowok sama cewek saling mencintai terus hidup bersama" Ucap langit santai.


"Ada-ada aja isi kepala nih anak" Batin jingga.


"Kalau minum itu duduk langit,jangan berdiri!" Ucap jingga. Langit langsung duduk di kursi dan menghabiskan air minumnya.


"Ustazah nggak peka banget sih!" Ucap langit mendadak dan membuat jingga terkejut.


"Kan aku dari luar panas-panasan dan kebetulan mampir ke sini karena tau ini rumah zah jingga"


"Biasanya yang punya rumah bakal nawarin mau minum apa" Ucap langit bak menyindir.


"Owalah,jadi langit nyindir ustazah nih..." Ucap jingga sambil merangkul langit. mata langit pun tak lepas dari tangan jingga yang memegang pundaknya.

__ADS_1


"Enggak nyindir juga,soalnya itu memang kenyataan!" Ucap langit. Jingga mencubit gemas pipi langit dan membuat langit memutar bola matanya jengah.


"Kamu kalau ngomong kenapa kayak orang gede sih?" Tanya jingga.


"Ustazah tuh suka geregetan sama gaya bicara kamu" Ucap jingga.


"Mana aku tau,aku emang kayak gini dari asalnya" Ucap langit cuek.


"Masih Tk tapi cuek minta ampun,terus ngomongnya kayak orang gede,aneh kamu langit" Ucap jingga .


"Aneh-aneh gini tapi aku ganteng kan?" Ucap langit menarik sebelah alisnya dan melihat jingga. Jingga menatap langit dengan tatapan heran dan menganga.


"Astaghfirullah nak,pd amat jadi orang" Ucap jingga dan membuat langit tersenyum.


"Idih,senyum" Ucap jingga meledek sekaligus kegirangan. Langit langsung merubah mimik wajahnya dalam seperkian detik.


"Udah ah,aku mau pulang" Ucap langit berjalan keluar rumah.


"Makasih atas air minumnya zah jingga"


"Aku pulang dulu" Ucap langit sambil menaiki sepedanya.


"Assalamualaikum" Ucapnya sambil melihat jingga dan pulang dengan mengayuh sepedanya.


"Wa'alaikumsalam,hati-hati nak...." Ucap jingga.


*****


Malam ini jingga sholat isya ke masjid. seusai melaksanakan ibadahnya,jingga langsung berjalan pulang. Di pertengahan jalan,jingga mencium aroma asap yang sungguh menggugah selera.


"Sate...." Jingga langsung mencari sumber aroma dan menemukan gerobak sate yang tak jauh. dari gerbang masjid.


"Satu porsi ya bang" Ucap jingga.


"Siap neng" Seru si abang sambil memotong lontong untuk di sajikan.


"Pakai kerupuk ya bang,jangan lupa kuahnya di banyakin" Ucap jingga.


"Ashiap neng" Ucap si abang. Sate pun tiba dengan penampilan yang menggoda selera.

__ADS_1


"Bismillah" Ucap jingga dan langsung menyantap satenya. Jingga menyantapnya dengan penuh kenikmatan dan penghayatan.


"Zah jingga" Suara bocil yang mengganggu kegiatan kunyah mengunyah jingga.


__ADS_2