Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 37


__ADS_3

Sudah 3 hari jingga dan zefan berada di villa ini,tak jarang langit menghubungi sang bunda dan mengungkapkan rasa rindunya.


Jingga memasak makan pagi pada hari ini. Saat sedang masak,tiba-tiba zefan datang menghampiri dan memeluk jingga dari belakang dan menompangkan kepalanya di bahu jingga.


"Udah bangun sayang" Tanya jingga dan di angguki zefan.


"Mandi dulu yuk..." Ucap jingga. Mata zefan menyipit sedikit karena masih mengantuk.


"Mandi bareng ya sayang" Ucap zefan manja. Jingga mengangguk dan menggandeng tangan zefan menuju kamar. Setelah melakukan ritual mandi bersama dan makan bersama,akhirnya jingga dan zefan memilih menjelajahi kota.


"Mas..."


"Jingga kangen langit" Ucap jingga sambil menetap zefan. Zefan tersenyum dan mengelus lembut kepala jingga.


"Mau pulang ?" Tanya zefan dan di angguki jingga.


"Dua hari lagi kita pulang ya sayang" Ucap zefan.


"Besok aja gimana mas? jingga kangen banget" Ucap jingga memohon. zefan menganggukkan kepalanya dan membuat jingga tersenyum lebar.


"Ya udah,hari ini kita cari oleh-oleh untuk orang rumah" Ucap zefan. Zefan dan jingga pergi ke pusat oleh-oleh dan membeli banyak makanan untuk semua orang terdekat.


*****


"Om putra...." Panggil langit.


"Kok om enggak berhenti-berhenti sih kerja?" Tanya langit sedikit kesal. Pasalnya,selama putra tinggal di rumah zefan,ada saja yang ia lakukan.


"Dari pada langit ngomel-ngomel,mendingan bantu om" Ucap putra sambil memberikan pembersih kaca beserta alat pembersih kaca.


"Tapi langit kepengen makan kueee..." Rengek langit.


"Kalau kamu kerjanya betul,entar kita buat kue sama-sama" Ucap putra.


"Emang om bisa?" Tanya langit. Putra tampak berpikir sedikit dan mengangguk.


"Bisa,om bisa kok" Ucapnya yakin.


Setelah merapikan dan menyelesaikan semua pekerjaan,sekarang putra dan langit mengeluarkan semua bahan kue.


"Mau buat apa nih?" Tanya nenek yang datang. Putra tercengir saat terciduk ingin membuat kue.


"Mau buat kue ma" Ucap putra. Nenek langit tersenyum.


"Emang nak putra bisa buat kue?" Tanya nenek. Putra menggeleng pelan dan tercengir kembali.


"Mau mama tolong?" Tanya mama dan di gelengi putra dengan cepat.


"Enggak usah nek,kita bisa kok buat kue"


"Waktu itu aja langit buat kue sama bunda" Ucap langit.


"Nenek duduk aja di depan tv,entar kalau kuenya udah jadi nanti langit kasih ke nenek" Ucap langit dan di angguki mama. Mama pun pergi meninggalkan putra dan langit.


"Om kok kulit telurnya di masukin juga sih?" Ucap langit sedikit kesal. Putra membekap mulut langit dengan tangannya yang penuh dengan tepung.


"Ihhh... Om putraaaa" Jerit langit saat wajahnya terkena tepung.


"Kamu diam aja,enggak usah banyak ngomong" Ucap putra.


"Kecil-kecil kok bawelnya minta ampun" Ucap putra. Bagaimana tidak langit terus berceloteh,putra membuat kue sesuka hatinya tanpa mempedulikan resep yang sudah tertera di buku panduan.


"Bunda langit enggak pernah tuh masak kue pake kulit telur! " Ucap langit menyudutkan putra.


"Hei bocil,bunda kamu bisanya masak kue biasa"


"Kalau om masak kue yang luar biasa dan spesial"


"Fungsi kulit telur itu biar nanti kuenya ada kriuk-kriuknya waktu di makan" Ucap putra asal-asalan.


"Lagi pula dikit kok kemasukan kulit telurnya dan om enggak sengaja" Ucap putra. Langit sungguh tak percaya dengan sikap om nya tersebut. Bagaimana bisa seorang manusia masak kue menggunakan kulit telur sebagai cita rasa tambahan.


"Udah ah,terserah om aja"


"Langit pusing kalau berantem mulu sama om" Ucap langit. Putra dan langit lanjut ke proses pemanggangan.


"Nah,sekarang panggang kuenya 2 jam" Ucap putra bergembira.


"Om gila ya? Panggang kue kok 2 jam sih om?" Ucap langit.


"Waktu sama bunda cuma 45 menit om,bukan dua jam" Ucap langit.


"Lah,itukan kue bunda langit,bukan kue om!" Ucap putra lagi-lagi membuat langit kesal.


"Nanti kuenya hangus kalau lama-lama" Ucap langit.

__ADS_1


"Ih,bawel banget kamu" Ucap putra mencubit pipi langit gemas. Langit menggigit tangan putra yang mencubit pipinya.


Saat kue sedang di panggang,datanglah dafa dan fia ke rumah langit dan mengajak langit main bersama. Langit bermain di halaman rumahnya. Sedangkan putra? Putra dan putri membersihkan gudang lama rumah zefan bersama nenek.


"Ma..."


"Mama duduk aja!" Ucap putri.


"Lagian di sini banyak debu ma,entar mama sesak nafas" Sambung putri saat mama ingin membantu. Mama tersenyum mendengarkan ucapan putri.


"Iya nih mama,kok ngeyel banget" Sambung putra berceloteh. Putra dan putri saling menatap dan kemudian menatap mama. Seketika mereka berdua mengangguk dan berjalan ke arah mama. Mereka berdua merangkul mama keluar gudang dan mengambilkan kursi untuk mama.


"Mama pantau aja para prajurit ini bersihkan gudang" Ucap putri


"Pantau dan beri arahan" Ucap putra dan di angguki mama. Mama tersenyum bahagia saat di perlakukan baik oleh saudara jingga dan di anggap bak ibu kandung. Mereka yang rindu akan kasih sayang ibu,akhirnya mendapatkannya dari mama zefan. Terlebih sifat mereka yang unik dan mudah bergaul membuat mama mudah dekat dengan kembaran ini.


"Nak,yang di paling belakang ada kasur lama"


"Kasur kapuk,jadi susah di angkat sendiri,berat soalnya" Ucap mama.


"Oke ma,terus letakin di mana?" Tanya putra.


"Di jemur dekat kolam aja" Ucap mama dan di angguki oleh putra dan putri. Si kembar langsung menjalankan perintah.


"Langit awas,kasurnya berat" Ucap putri meminta langit menjauh karena menghalangi jalan. Langit menjauh dan melihat kasur yang di bawa oleh om dan anti nya.


"Apaan tuh anti?" Tanya langit mendekat saat kasur sudah di jemur.


"Kasur kapuk namanya" Ucap putra.


"Aku nanya sama anti putrii"


"Bukan sama om!" Ucap langit kesal.


"Banyak debu di kasurnya jadi jangan dekat-dekat" Ucap putri. Putri menghalau para bocil yang tengah bermain dan meminta mereka sedikit menjauh.


Putra dan putri memukul kasur tersebut dan membuat banyak kabut. Langit dan teman-teman pun menutup hidung mereka menggunakan tangan mungil mereka.


"Sayang,main dalam rumah aja"


"Anti sama om put lagi pukulin kasur,kasurnya kan banyak debu nih,entar anak anti sesak nafas lagi"


"Main dalam gih" Ucap putri dan di acungi jempol oleh langit. Langit membawa dafa dan fia mendekati nenek.


"Gudangnya mau di apain nek?" Tanya langit sambil menatap gudang.


"Mau di jadiin tempat apa?" Tanya langit.


"Tempat pupuk tanaman dan tempat tanam jamur" Ucap nenek tersenyum.


"Fia pernah lihat jamur,tapi di kayu,bukan di dalam gudang" Ucap fia buka suara.


"Iya,dafa juga pernah lihatnya di pohon yang udah mati,terus enggak di bolehin pegang sama mama" Ucap dafa.


"Yang dafa sama fia lihat itu namanya jamur liar"


"Ada sebagian yang boleh di makan dan ada yang enggak boleh di makan" Ucap nenek sambil memperlihatkan gambar jamur melalui gawai nya.


"Kalau yang di tanam anti putri sama om putra nanti namanya jamur tiram" Ucap nenek seraya menunjukkan foto jamur tiram.


"Oh,jadi jamur yang sering langit makan itu namanya jamur tiram ya nek?" Ucap langit dan di angguki nenek.


Sementara di taman belakang dekat kolam....


"Sana put,gebukin sampai mampus" Ucap putra meminta putri memukul kasur. Dengan kesetanan putri memukul kasur.


"Anggap dia crush loe yang dekat sama doi lain" Ucap putra yang membuat putri sambil menggila.


"Kok ribut banget sih nek?" Tanya langit dan di gelengi nenek sambil tersenyum.


"Lihat aja kebelakang kalau penasaran" Ucap nenek.


"Tadi di suruh anti uti ke depan karena banyak debu,tapi langit juga penasaran" Ucap langit.


"Langit,fia sama dafa tunggu di sini sebentar" Ucap nenek. Nenek datang kembali sambil membawakan masker untuk mereka. Langit menggapai masker tersebut dengan bahagia dan kembali ke halaman belakang dekat kolam renang untuk melihat kembali keadaan putra dan putri.


"Ya di situ pak cip..." Ucap putri bersemangat.


"Gebukin pak cip...." Ucap putri menggila. Putra hanya melihat putri dari jauh sambil meminum jus jeruk bersama dengan para mbok.


"Mbok,kita cheers" Ajak putra sambil mengacungkan gelasnya. Para mbok pun mengangkat gelas dan men-cheers gelas mereka.


"Enak banget ya den..." Ucap mbok iti dan di angguki putra.


"Den mau apa lagi?" Tanya mbok ita dan di gelengi putra.

__ADS_1


"Mbok lihat itu aja,temenin putra" Ucap putra dan di angguki mbok. Mama meminta para mbok memanggil putra dan putri dengan sebutan den dan anti. Makanya putra di panggil den oleh para mbok,sedangkan putri? Sama halnya langit memanggil putri dengan sebutan anti.


"Ayo kita kerja sama pak cip" Ucap putri sambil menggapai tangan pak cipto.


"Bekerja sama untuk apa sayang?" Tanya mama yang tiba-tiba datang karena merasa cukup heboh di belakang.


"Demi masa depan percintaan uti ma!" Ucap putri yakin. Mama tertawa melihat ekspresi putri yang seperti orang yang berjuang melawan penjajah.


"Ayo pak cip"


"Mulaii...." Jerit putri menggila. Pak cip dan putri memukul kasur kapuk tersebut dengan menggila. Mama yang melihat putri dengan sikap seperti itu terasa terhibur.


"Makin lama makin gilaaa" Jerit putra dari jauh. Putri semakin menjadi-jadi dan memukul kasur tanpa mempedulikan keadaan sekitar.


"Kenapa loe acuh banget sama gue mas crush?!" Jerit putri sambil memukul-mukul kasur.


"Karena loe judes" Jerit putra dari kejauhan. Putri berhenti sebentar dan menatap putra dari jauh. Putri berlari ke arah putra dan mengejar kembarannya tersebut.


"Woi,apa apaan nih?" Ucap putra panik. Putri yang menggila pun masih saja mengejar putra dan menarik baju putra.


"Awas lantai kolam licin nak..." Jerit mama. Belum sampai lima detik mama bicara,tragedi baru pun terjadi. Putri mendorong putra ke kolam,namun karena kakinya tak seimbang,alhasil putri turut tercebur.


"Byurrrr....."


"Wahh,Seru banget" Ucap langit takjub. Langit berlari ke arah kolam namun tangannya di tahan oleh pak cipto.


"Jangan nyebur sekarang,nanti demam" Ucap pak cipto. Pasalnya sekarang siang terik dan bisa membuat langit demam.


"Nanti kalau udah rada teduhan dikit langitnya baru masuk" Sambung nenek.


"Ih,kok kayak bau gosong sih?" Ucap langit mencium aroma gosong.


"Hahhh...." Ucap putra kaget.


"Kueeee" Jerit putra sambil keluar kolam dan masuk ke dalam rumah.


"Baju putra basah nak" Jerit mama.


"Entar putra pel lantainya maaa..." Jerit putra yang sudah masuk ke dalam rumah. Putra membuka oven dan menemukan kuenya yang sedikit gosong.


"Yah,gosong..." Ucap langit dari belakang. Langit memanyunkan mulutnya dan menatap saudara bundanya dengan malas.


"Kan om lupa nak..." Ucap putra.


"Untung aja enggak di panggang dua jam" Sindir langit. Mata putra membulat sempurna saat ia di sindir oleh langit.


"Kecil-kecil udah pinter nyindir orang" Ucap putra.


"Nih makan kue nya" Ucap putra menyerahkan kue yang sedikit gosong.


"Bawa ke belakang,biar di cicip sama orang yang ada di sana" Sambung putra.


"Tapikan ini gosong om" Ucap langit.


"Enggak usah banyak protes,kalau orang sayang sama kita,pasti di makan kok" Ucap putra santai. Langit membawa kue tersebut dengan sedikit ragu.


"Semuanyaaa kue buatan om putra udah siap" Ucap langit. Semua orang berkumpul dan mengambil kue tersebut.


"Kok buatan om putra?" Tanya nenek langit.


"Soalnya langit enggak yakin sama kue ini nek,jadi anggap aja kue ini buatan om putra" Ucap langit.


"Huu,dasar bocil" Ucap putra kesal.


"Kalau hasilnya jelek aja buatan om" Ucap putra.


"Lagian,mana ada orang panggang kue dua jam pake oven"


"Yang ada entar meledak ovennya" Ucap langit.


"Widih,pinter bangen anak anti ..." Puji putri.


"Om putra memang gitu nak,aneh" Ucap putri.


"Iya kan anti?! Masa tadi om putra masukin kulit telur ke dalam kue" Ucap langit. Semua orang yang sudah habis setengah kuenya pun berhenti dan menatap putra. Putra yang merasakan hawa berbeda dari tatapan semua orang.


"Itu kemasukan langit,bukan om sengaja masukin" Ucap putra membela dirinya sendiri.


""Terserah om" Ucap langit. Semua orang berkumpul di taman belakang rumah dan menikmati sore hari bersama. Langit berbaring di atas kasur kapuk yang sedang di jemur. Padahal sudah di peringati oleh putri agar tidak tidur di atas kasur karena kasur berdebu dan sedikit lembap.


"Udah nak,ayo mandi" Ucap putri dan di angguki langit. Selama jingga tak ada,kebutuhan langit di siapkan oleh putri.


Malam ini,semua penghuni rumah berkumpul di ruang televisi. Langit tiduran di atas paha putra sambil mengunyah cemilan.


"Assalamualaikum...." Ucap tamu datang yang berdiri di depan pintu rumah.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam..." Jawab semua orang. Para mbok membuka pintu dan betapa terkejutnya melihat siapa yang datang.


"Siapa mbok?" Tanya mama. Karena tak mendapatkan jawaban,akhirnya mama pergi ke depan dan terkejut dengan kehadiran tamu malam ini.


__ADS_2