Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 41


__ADS_3

"Sayang...." Ucap zefan girang saat melihat jingga yang muncul dari layar handphonenya.


"Assalamualaikum mas" Ucap jingga seraya mengeringkan rambutnya.


"Wa'alaikumsalam"


"Baru siap mandi sayang?" Ucap zefan dan di angguki jingga.


"Baru siap sholat isya juga" Ucap jingga yang masih saja mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


"Baru sampai mas? Di perjalanan lancar?" Tanya jingga antusias.


"Alhamdulillah lancar sayang,baru sampai di hotel" Ucap zefan sambil melepas bajunya.


"Udah mau tidur? Tanya zefan.


"Belum mas,dari tadi nungguin mas nelpon" Cengir jingga.


"Di sana jam berapa mas?" Tanya jingga.


"Jam setengah sebelas malam" Ucap zefan dan membuat jingga terkejut.


"Mas kalau capek langsung istirahat aja,ji tau kok mas kecapek-an" Ucap jingga. Zefan menggeleng dan menatap jingga sambil tersenyum.


"Ih,kok malah senyum-senyum gitu?" Tanya jingga merasa aneh.


"Ngeliat bunda aja capek mas udah hilang,yang ada nambah rindu..." Ucap zefan penuh perasaan bucin nya.


"idih gombal" Ucap jingga dan membuat zefan tertawa.


"Mas mau ji panggilkan langit?" Tanya jingga dan di angguki zefan.


"Langit..." Panggil jingga.


"Sayang,nih ayah mau video call sama langit" Ucap jingga berjalan ke ruang keluarga dan menyerahkan handphone kepada langit.


"Aaa... Langit udah ngantuk bundaa" Ucapnya manja dan memeluk sang bunda. Langit pun menyandarkan kepalanya di dada sang bunda dan menatap wajah ayahnya di layar handphone.


"Nak,udah ngantuk?" Tanya zefan lembut dan di angguki langit.


"Yaudah,tidur sama bunda ya nak..." Ucap zefan.


"Iya ayah" Jawab langit lembut.


"Jagain bunda di sana ya nak" Ucap zefan dan di acungi jempol oleh langit.


"Kalau itu selalu langit lakukan tanpa ayah minta" Ucap langit tersenyum.


"Aaaaa,bundaaa langit ngantuk...." Ucap langit sambil mengucek-ucek matanya.


"Yuk kita ke atas..." Ajak jingga dan di angguki langit. Langit berjalan sambil menggenggam tangan jingga sepanjang jalan.


"Anaknya udah ngantuk banget nih...." Ucap jingga kepada zefan.


"Tunggu langit tidur entar mas telpon lagi ya sayang"


"Mas mandi dulu" Ucap zefan dan di angguki jingga.


"Langit,nak..." Panggil zefan. Langit menggapai handphone sang bunda dan melihat ayahnya yang ada di layar handphone.


"Iya ayah" Jawab langit.

__ADS_1


"Sebelum tidur cuci muka sikat gigi,sudah itu wudhu baru deh baca doa tidur"


"Jangan lupa ya nak..." Ucap zefan.


"Hem,iya ayah" Angguk langit.


"Ayah belum mandi?" Tanya langit sembari duduk di atas kasur saat dirinya sudah sampai di kamar.


"Em,belum, ayah baru sampai di jepang" Ucap zefan.


"Nih lihat,cantikan kotanya" Ucap zefan sambil memperlihatkan kota tokyo di malam hari dari jendela hotel.


"Iya,cantik..." Ucap langit.


"Tapi lebih cantikan bunda" Ucap langit dan zefan bersamaan. Langit membulatkan matanya dengan sempurna dan menatap zefan sinis.


"Kok ayah ikut-ikutan sih?" Ucap langit dengan nada tak terima. Jingga hanya bisa tertawa kecil melihat dua pria nya memperebutkan dirinya.


"Lah,mana ayah tau kalau langit juga mau ngomong kayak gitu" Ucap zefan membela dirinya.


"Bundaa" Panggil zefan. Jingga langsung muncul di samping langit dan menatap layar handphonenya bersama langit.


"Iya ayah?" Tanya jingga.


"Ayah sayang bunda" Ucap zefan memanasi langit.


"Ih apaan sih? langit juga sayang bunda" Ucap langit sambil memeluk bunda.


"Iya kan bunda?!" Ucap langit dan di angguki jingga.


"Of course (Tentu saja) " Ucap jingga mengelus kepala langit dan mencium pipi langit.


"Nih,nih,langit di cium bunda,ayah enggak,luekk" Cibir langit. Ternyata bukan langit yang terpancing, malah sang ayah yang terjerat pancingannya sendiri.


"Langit sayang bunda" Ucap langit manja. Jingga pun membalas pelukan langit dan membuat langit tersenyum tengil dan menghadap ke kamera.


"Hahaha,kasihan deh ayah nggak bisa peluk bunda" Cibir langit dengan senyum tengilnya dan mengeratkan pelukannya.


"Astaghfirullah" Ucap zefan menghembus nafasnya.


"Ayah kalah telak sama anak sendiri bund" Ucap zefan mengakui kekalahannya.


"Makanya jangan buat langit iri,langit juga bisa tau buat ayah iri" Ucap langit tersenyum tengil.


"ihhh,nih anak pengen ayah gelitik-in sampai nangis rasanya" Ucap zefan geregetan kepada langit.


"Udah ah,tidur sana" Ucap zefan dan mendapatkan cibiran dari langit.


"Eh,ini anak!" Zefan kembali geregetan dengan tingkah usil langit.


"Udah ah,matiin aja telepon ayah bunda,sekarang kita tidur" Ucap langit sambil memeluk jingga erat.


"Kecil-kecil posesif" Ucap zefan saat melihat langit menjadikan sang bunda seperti bantal guling.


"Mimpi indah ya nak" Ucap zefan dan di angguki langit.


"iya ayah juga..." Ucap langit yang sekarang berada di pelukan sang bunda.


"Ayah mandi dulu bund,nanti ayah telepon lagi" Ucap zefan dan membuat langit kembali membuka matanya. Langit mengambil handphone jingga dan menatap tajam zefan.


"Enggak-enggak boleh,sekarang bunda harus tidur,soalnya besok bunda ke sekolah" Ucap langit melarang.

__ADS_1


"Atode bunda denwashimasu ne (Nanti bunda hubungi lagi ya) " Ucap jingga mengedipkan sebelah matanya sambil menggunakan bahasa jepang dan membuat zefan terkejut.


"Hah? kok bunda bisa sih?" Tanya zefan. Jingga membalasnya dengan senyuman dan membuat zefan menggeleng karena kagum.


"Bisa dikit-dikit" Ucap jingga tersenyum.


"Wakatta (Baiklah) ,ayah tunggu" Ucap zefan tersenyum bahagia.


"Aaaa....bunda sama ayah ngomongin apa sih? langit nggak ngerti" Ucap langit cemberut.


"Sengaja ngomong pake bahasa yang langit enggak tau" Ucap zefan dan di angguki jingga. Karena sudah sangat mengantuk langit tak merespon lebih dan mulai menutup matanya.


"Mandi dulu sana gih" Ucap jingga dan di angguki zefan. Jingga mematikan ponselnya dan menuntun langit untuk membaca doa bersama.


"Eh,langit sudah sikat gigi belum nak?" Tanya jingga.


"Sudah bunda,sudah wudhu juga tadi di kamar mandi lantai satu" Ucap langit dan di angguki jingga.


"Yuk tidur sayang" Ucap jingga dan di angguki langit.


"Selamat tidur gantengnya ayah bunda" Ucap jingga sambil mengelus kepala langit lembut dan menatap wajah kecil yang berada di dalam pelukannya tersebut.


*****


"Mas malam ini aja tidur di hotel,besok mas pergi ke osaka" Ucap zefan saat melakukan panggilan video.


"Terus besok check out dari sini dan sampai pulang ke indo menetap di osaka" Ucap zefan.


"Nginap di hotel juga?" Tanya jingga dan di gelengi zefan.


"Ini yang mau mas ceritain ke kamu sayang,kalau sebenarnya kakek langit orang jepang asli jadi mas bakalan tinggal di rumahnya" Ucap zefan.


"Kakek langit? berarti..." Ucap jingga terputus dan di angguki zefan.


"Iya,ayah kandung mas orang jepang asli" Ucap zefan.


"Bangga nggak punya suami blasteran?" Tanya zefan.


"Em,lumayan sih" Ucap jingga dengan nada meledek dan membuat zefan tertawa.


"Bunda belum pernah ngeliat ayah mas kan?" Tanya zefan.


"Pernah kok,waktu video call" Ucap jingga. Jingga pernah melakukan video call tempo hari bersama mama dan langit di saat zefan masih di kantor. Ayah zefan belum bisa pulang ke indo di karenakan masih banyak pekerjaan yang menumpuk di jepang.


"Kapan-kapan deh kita ke sini bareng waktu liburan" Ucap zefan dan di angguki jingga.


"Jingga kirain kalau kakeknya langit cuma sekedar menetap di sana" Ucap jingga.


"Sebenarnya dari wajah aja udah jelas si kalau ayahnya mas orang jepang" Ucap jingga.


"Cuma waktu itu jingga lupa nanyain ke mama karena keasyikan ngobrol" Ucap jingga.


"Oh iya mas...."


"Em..." Ucap jingga meragu.


"Apa sayang?" Tanya zefan.


"Em,nggak jadi deh" Ucap jingga sangat meragu akan pertanyaan yang ia tuturkan.


"Kenapa? bunda mau tanya apa?" Tanya zefan.

__ADS_1


"Mau tanya tentang bunda kandung langit,boleh?" Ucap jingga cukup was-was. Zefan cukup terkejut dan menatap jingga dengan tatapan yang sulit di tebak.


"Udah move on belum ya?" Batin jingga. Pasalnya manusia pun bisa mencintai dengan dua hati yang berbeda dan tentu bisa menyembunyikannya. Jadi wajar bila jingga berasumsi seperti itu.


__ADS_2