
"Zah jingga" Suara bocil yang mengganggu kegiatan kunyah mengunyah jingga.
Mata jingga yang awalnya tertutup karena merasakan kenikmatan sate,akhirnya terbuka karena bayangan rasa enaknya sate seketika hilang saat mendengar suara bocil satu ini.
"Malam-malam makan sate"
"Makan sendiri lagi" Ucap langit yang berpenampilan memakai sarung dan memegang sajadah kecil.
"Langit mau makan sama ustazah kan? yuk sini!" Ajak jingga. Langit menggelengkan kepalanya dan duduk di samping jingga.
"Bang,langit mau kerupuknya aja,tapi di kasih kuah sate ya" Ucap langit.
"Oke dek" Ucap si abang.
"Makasih bang" Ucap langit saat sate datang dan di angguki oleh si abang.
"Ustazah solat di masjid juga?" Tanya langit dan di angguki jingga.
"Kalau langit ke sini sama siapa?" Tanya jingga.
"Bareng sama teman tadi,tapi temen aku udah pulang duluan" Ucap langit.
"Terus entar pulang sama siapa?" Tanya jingga.
"Ustazah anterin ya! Ustazah takut kamu kenapa-napa kalau pulang sendiri" Ucap jingga.
"Ustazah nggak usah sok baik dan sok khawatir,aku pulang sama pak Cipto" Tunjuk langit kepada bapak yang sedang berbicara dengan bapak-bapak yang baru keluar dari masjid.
"Ustazah bukan sok baik,tapi ustazah emang baik" Ucap jingga pd. Langit memutar bola matanya sambil mengunyah kerupuknya.
"Ayah langit enggak ke masjid?" Tanya jingga. Langit langsung menggelengkan kepalanya dan menatap sendu kerupuk yang di sajikan di atas piring.
__ADS_1
"Ayah lagi enggak enak badan,biasanya setiap hari langit ke masjid sama ayah" Ucap langit
"Karena ayah kurang sehat,jadi langit pergi sama pak Cipto aja deh" Ucap langit.
"Semoga Ayah langit di beri kesembuhan ya sama Allah" Ucap jingga sambil mengelus lembut pundak langit.
"Makasih ya Ustazah" Ucap langit dan di angguki jingga.
"Kalau butuh apa-apa panggil ustazah,jangan malu" Ucap jingga dan di angguki langit.
"Em,pak cipto!" Panggil jingga. pak Cipto pun terkejut karena di panggil jingga.
"Iya neng? Ada apa?" Tanyanya kebingungan.
"Perkenalkan saya jingga pak,ustazahnya langit" Ucap jingga.
"Owalah,pantesan tau nama saya,kaget saya loh neng" Ucap pak Cipto.
"Keluarga sekaligus pakde langit juga,pak cipto harus ingat itu!" Ucap langit dan membuat pak cipto tersenyum.
"Silahkan di makan satenya pak" Ucap jingga.
"Wah,makasih ya neng" Ucap pak cipto.
"Jangan makasih sama saya pak,tapi sama langit" Ucap jingga dan membuat langit heran.
"Kok sama langit makasih nya?" Tanya langit bingung.
"Kan langit yang bayarin buat pak cipto" Ucap jingga jahil. Langit pun langsung mengeluarkan seluruh uangnya dan memeriksa setiap kantong.
"Tapi langit cuma bawa uang lima ribu,gimana dong pak Cipto? " Ucap langit polos. Jingga tertawa dan spontan memeluk langit dengan gemas karena akhirnya jingga melihat sikap polos dari langit.
__ADS_1
"Bukan yang pak Cipto aja,yang punya ustazah juga langit yang bayarin" Ucap jingga jahil.
"Aku nggak punya uang lagi zah,serius" Ucap langit panik sambil meraba-raba saku bajunya. Jingga tertawa cekikikkan saat melihat wajah panik langit.
"Langit tenang aja,ustazah yang bayar kok,termasuk punya langit juga" Ucap jingga sambil mengacak-acak rambut langit gemas. langit ternganga dengan ucapan jingga barusan.
"Ustazah kok bisa jadi orang yang nyebelin sih?" Tanya langit.
"Suatu hari nanti ustazah bakal jadi orang yang ngangenin buat langit" Cibir jingga di sertai kekehan jingga. langit menggelengkan kepalanya pelan dan kembali memakan kerupuk yang tak juga kunjung habis.
"Makasih ya neng atas traktirannya" Ucap pak cipto.
"Iyq pak,sama-sama" Ucap jingga.
"Eh,langit nggak mau ngucapin sesuatu gitu ke ustazah?" Sindir jingga.
"Enggak ada" Ucap langit jahil sambil tersenyum sinis dan melihat ke arah jingga. Bukannya kesal jingga malah mendekati langit dan memeluk langit.
"Anak ustazah yang paling gengsian" Ucap jingga seraya memeluk langit dengan gemas dan di akhiri dengan elusan lembut di kepala langit.
Wajah langit langsung memerah saat jingga memeluk dirinya. Bukannya berotak atau protes,langit membiarkan jingga memeluknya lebih lama.
"Pulang baik-baik ya langit" Ucap jingga.
"Kalau mau tidur cuci muka,sikat gigi"
"Jangan lupa baca do'a" Ucap jingga.
"Ustazah cerewet banget sih..." Ucap langit jengah. Jingga menarik sebelah telinga langit dengan pelan dan menatap langit ganas.
"Ulangi sekali lagi? Ustazah apa?" Tanya jingga sambil melotot.
__ADS_1