
"Kita ikut nganterin ayah bunda?" Tanya langit yang sedang berbaring di atas pangkuan sang bunda.
"Iya sayang,kita anterin ayah ke bandara" Ucap jingga.
"Harus?" Tanya langit.
"Langit nggak mau anterin ayah?" Tanya zefan sambil mendekat ke arah langit.
"Mau kok,kan langit cuma nanya aja..." Ucap langit sinis. Zefan menarik langit dari pangkuan jingga dan menciumi pipi langit gemas.
"ih ayah,berhenti...." Ucap langit mengelak. Bukannya berhenti zefan semakin menjadi-jadi menciumi langit.
"Pulang dari jepang,langit mau minta adek bayi" Ucap langit yang menahan mulut ayah menggunakan jari kecilnya. Zefan terdiam dan menatap jingga.
"Doain ya sayang"
"Semoga langit cepat punya dedek...." Ucap zefan lembut sambil membelai kepala langit. Langit cemberut dan beralih menatap sang bunda.
"Gimana bunda?" Ucap langit memanyunkan bibirnya.
"Tugas langit bertambah lagi" Ucap jingga sambil mengulas senyum.
"Apa itu bunda?" Tanya langit.
"Selain mendoakan ayah bunda,diri langit dan orang lain,langit juga harus senantiasa berdoa kepada Allah dan minta dedek nya sama Allah,biar langit cepat punya dedek" Ucap jingga lembut.
"Harus ya bunda?" Tanya langit dan di angguki pelan oleh jingga.
"Jadi selain harus berdoa,apa lagi yang harus langit lakukan?" Tanya langit sambil menatap orang tuanya.
"Bersabar" Ucap zefan lembut.
"Kenapa harus bersabar?" Tanya langit lagi.
"Karena Allah bakal mengabulkan doa langit kalau langit sabar"
"Dan orang yang sabar adalah orang yang selalu dekat dengan Allah"
"Perlu langit ketahui bahwa dedek nggak sebentar tumbuh di dalam perut bunda" Ucap zefan.
"Emangnya berapa lama dedek ada di dalam perut bunda ayah?" Tanya langit menatap mata ayahnya.
"Sembilan bulan" Ucap zefan.
"Segini" Ucap langit sambil mengacungkan sembilan jarinya.
"Satu bulan itu tiga puluh hari kan bund?" Tanya langit dan di angguki jingga.
"pintar..." Puji jingga.
__ADS_1
"Lama juga ya...."
"Tapi enggak apa-apa deh,Mulai sekarang langit bakal berdoa terus semoga aja dedek nya cepat ada di dalam perut bundaa" Ucap langit sambil mengelus perut ayahnya.
"Lah kok perut ayah yang di elus?" Tanya zefan bingung.
"Hehehe,nggak ada,langit pengen aja" Ucap langit cengengesan. Zefan kembali mencium pipi langit gemas dan membuat jingga tertawa. Dari sanalah zefan menunjukkan cintanya kepada langit yang selama ini dia rawat.
"Assalamualaikum...." Ucap mama yang baru datang. Semua yang hadir menjawab salam mama.
"Langit,nih nenek bawain donat" Ucap mama zefan. Langit berlari kearah mama dan mengambil donat tersebut.
"Pak ali,bik ita sama bik iti,ayo kita pesta..." Ucap langit yang langsung mendapatkan sorakan dari orang yang ia sebut namanya.
"Zee,mau salam perpisahan dulu nggak sama jeje?" Tanya mama dengan maksud tertentu.
"Masih ada setengah jam lagi loh sebelum berangkat" Ucap mama dan membuat jingga blushing.
"Mamaaa..." Ucap jingga malu. Zefan mengangguk dan menarik tangan jingga menuju ke kamar atas.
"Makasih ma" Ucap zefan girang karena mama cukup mengerti.
"Mas,enggak bakal cukup kalau waktunya kalau cuma 30 menit"
"Takutnya entar kebablasan loh mas"
"Entar mas ketinggalan pesawat..." Ucap jingga memperingatkan sepanjang jalan menuju kamar. Setiba di kamar,zefan mengunci pintu dan mengunci pergerakan jingga.
"Kita main aman aja,biar nggak terlambat ke bandara nanti!" Ucap zefan.
"Main aman?" Tanya jingga. Zefan mengangguk dan menarik jingga ke dalam pangkuannya saat dirinya telah duduk. Zefan hanya mencium jingga sambil membenamkan kepalanya di dada sang istri.
"Bakal kangen di kelonin nih..." Ucap zefan dan membuat jingga tertawa.
"Sini bunda kelonin dulu..." Ucap jingga sambil mengeratkan pelukannya kepada zefan. Tak ada rasa puas yang zefan rasakan,malah rasa tak ingin jauh dari sang istri yang ada.
"Aaaaaa,nggak mau jauh-jauh dari bundaa..." Ucap zefan merengek manja bak langit.
"Like father like son" Ucap jingga tersenyum.
"Sama-sama manja..." Ucap jingga sambil mencium pipi zefan. Zefan melakukan 'permainan aman' yang ia maksud. Hanya sekedarnya saja karena takut kebablasan.
"Yuk siap-siap" Ucap jingga dan di angguki lemas oleh zefan. Zefan mengganti bajunya dan begitu pun dengan jingga. Saat di rasa tak ada yang tertinggal,barulah mereka keluar dari kamar.
Sepanjang turun tangga,zefan hanya bergelayut manja pada tubuh jingga dan memeluk jingga dari belakang.
"Dulu aja ngomongin langit anaknya physical touch,eh sekarang bapaknya lebih dari pada anaknya"
"Udah mama bilangin kalau langit itu sifatnya keturunan dari kamu,terus dulu dengan entengnya kamu bilang 'enggak,zee nggak kayak gitu...' " Sindir mama membuat zefan kalah telak.
__ADS_1
"Enggak anak enggak bapak,manjanya minta ampun" Ucap mama membuat jingga tertawa kecil.
"Mau di jawab juga tetap kalah,Tapi apa yang di omongin sama mama benar semua..." Ucap zefan mengalah dan membuat jingga tertawa sambil mengelus wajah zefan yang zefan letakan di bahu jingga.
"Udah tabung energi tadi zee?" Tanya mama dan di angguki semangat oleh zefan.
"Ayo berangkat..." Ucap mama.
Saat semua sudah berada di dalam mobil,zefan terkejut bahwa dompetnya yang berisi pasport tertinggal di atas meja di ruang keluarga. Dengan sigap jingga mengambil dompet tersebut dan di susul oleh zefan.
Baru saja jingga masuk ke rumah,zefan menarik jingga ke kamar tamu dan memeluk jingga dengan perasaan yang tak rela. Dengan serakah,zefan memeluk jingga dan membuat jingga tak dapat bergerak.
"Pasti mas bohong ya masalah pasport tinggal?" Ucap jingga menyelidiki.
"Iya,maaf ya sayang" Ucap zefan yang masih saja memeluk jingga. Jingga membalas pelukan suaminya sambil menepuk-nepuk lembut pundak sang suami.
"Semoga semua urusannya cepat kelar ya sayang" Ucap jingga dan langsung mengecup bibir sang suami. Zefan tersenyum dan mencium seluruh wajah jingga dengan serakah. Jingga tertawa geli saat di perlakukan sedemikian rupa.
"Love you sayang" Ucap zefan sambil menatap manik mata jingga.
"Love you more sayang" Jawab jingga. Zefan dan jingga menyatukan jidat mereka dan tertawa bahagia.
"Yuk ke mobil lagi,entar ketinggalan pesawat beneran..." Ucap jingga dan di angguki zefan.
"Gimana? Ada?" Tanya mama dan di angguki zefan dan jingga.
"Alhamdulillah ada kok ma" Ucap zefan.
Setiba di bandara,langit memberikan tasbih kecil kepada sang ayah. Zefan yang mendapatkan hadiah tersebut girang bukan main.
"Buat ayah,biar ayah selalu ingat Allah meskipun ayah ada di jepang" Ucap langit polos dan membuat semua orang tertawa karena tingkah polos langit.
"Makasih sayang" Ucap zefan.
"Pasti Ayah pakai kok" Ucap zefan.
"Sini peluk ayah anak ganteng...." Ucap zefan. Langit menghambur ke dalam pelukan sang ayah dan mencium pipi zefan lama.
"Baik-baik di sana ya ayah ..." Ucap langit dan di angguki zefan. Zefan memeluk mama dan mendapatkan berbagai macam nasehat dari mama.
"Bundaa..." Ucap zefan lembut. Zefan memeluk sambil mengelus lembut kepala jingga yang berbalutkan jilbab dengan lembut.
"Baik-baik di rumah ya sayang" Ucap zefan dan di angguki jingga.
"Mas bakal telpon setiap malam ya sayang,nggak apa-apa kan?" Ucap zefan.
"Nggak apa-apa kok mas,baik-baik di sana ya..." Ucap jingga sambil mengeratkan peluknya. Jingga melepas peluknya dan menatap zefan.
"See you sayang" Ucap jingga yang membuat zefan mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Zefan masuk ke dalam bandara dan mulai check-in untuk keberangkatannya. Sekarang,jingga,langit dan semua orang yang mengantarkan zefan langsung pulang ke rumah.