
"Gue mau minta maaf atas kejadian yang dulu pernah terjadi" Ucap fajar dan membuat jingga tertawa sinis.
"Minta maaf?"
"Yakin?" Ucap jingga heran. Fajar menganggukkan kepala. Jingga langsung menggelengkan kepalanya.
"Bukan apa-apa nih ya..."
"Gue udah maafin loe berdua,tapi perlakuan loe dulu enggak bakal gue lupain seumur hidup" Ucap jingga tegas.
"Gitu aja kok enggak bisa loe lupain sih je?" Ucap fajar.
"Lagi pun kan dah lewat"
"Kenapa masih loe ingat? Buat apa coba?" Ucap fajar dengan nada tak suka. Mata jingga membulat sempurna saat mendengarkan seluruh ucapan fajar.
"Gitu aja? Mulut loe barusan ngomong gitu aja?" Ucap jingga dengan nada naik satu oktaf.
"Dan loe ngomong kenapa gue enggak bisa lupain?"
"Terus loe dengan mudahnya ngomong 'Kan udah lewat?" !"
"Yakin loe mau minta maaf sama gue?!" Tanya jingga dengan nada tak suka.
"Gue bingung deh sama loe fajar! Sumpah,binggung banget gue!" Ucap jingga sambil geleng-geleng kepala.
"Loe ngejar-ngejar gue tadi cuma buat minta maaf dan udah gue maafin!"
"Oke,done!"
"Tapi,loe dengan enaknya ngantur-ngatur pola otak gue,mentang-mentang udah gue maafin" Ucap jingga.
"Ck,ngatur-ngatur pola otak loe gimana sih?" Tanya fajar.
"Hei,sadar dong kalau loe barusan ngatur-ngatur pola otak gue buat ngelupain semua kesalahan loe dan bini loe!" Ucap jingga.
"Luka nya udah enggak ada lagi fajar!"
"Tapi harus loe ketahui bahwa gue enggak bakal lupa sama perlakuan dua manusia yang kurang ajar sama gue dulu" Ucap jingga.
"Kurang ajar gimana sih je? Enggak usah berlebihan!"
"Hiperbola" Ucap fajar dengan nada mulai naik satu oktaf.
"Woi fajar..." Jingga menggebrak meja dan membuat perhatian beberapa orang teralih dan melihat dirinya.
"Asal loe tau ya fajar,gue males banget bahas ini!"
"Tapi gue udah gedeg sama perilaku loe dari dulu sampai sekarang!" Ucap jingga sambil menunjuk wajah fajar.
"Loe selingkuhi gue fajar..."
"Sama sahabat gue sendiri! ...." Ucap jingga.
"Dan parahnya lagi,loe bawa semua duit usaha yang loe rintis sama gue !" Ucap jingga.
"Sampai-sampai loe pakai duit itu buat biaya nikahan loe!" Ucap jingga.
"Oh enggak cuma itu,loe juga permalukan gue di depan semua keluarga loe dan keluarga bini loe" Ucap jingga mengingat perilaku fajar dan sang istri yang status nya menjadi sahabat jingga.
"Loe berdua berhubungan di belakang gue,main di belakang gue dan bisnis gue hancur karena perilaku loe berdua!"
"Yang paling buat gue gedeg,loe berdua enggak tau malu!"
"Jijik gue ngeliatin loe berdua" Ucap jingga sambil mengingat ekspresi fajar dan istrinya.
"Noh bini loe,seneng banget nikah sama loe"
"Untung gue enggak jadi nikah sama loe" Ucap jingga bahagia.
"Loe tau? Bini loe sering chat gue dan minjam duit ke gue!"
"Gue dengan senang hati bilang 'Enggak! Minta aja sama suami loe'"
"Yang pernah loe rebut dari gue" Ucap jingga.
"Dulu aja sering di bangga-banggain,eh pas udah nikah...."
__ADS_1
"Belang nya semua yang keluar"
"Sama-sama belang kan?" Ucap jingga dan membuat fajar membulatkan matanya sempurna.
"Oh of course dong"
"Kan jodoh cerminan diri!" Ucap jingga tersenyum.
"Yang satunya tukang selingkuh dan penghancur,yang satunya tukang merebut"
"Cocok kok!"
"Cocok buat di satuin,kan sama-sama jelek" Ucap jingga tersenyum.
"Wah..."
"Wah...."
"Katanya loe udah tobat,kok mulut loe pedas amat?" Ucap fajar menyindir.
"Wah...."
"Wah...."
"Katanya loe mau minta maaf,tapi kok loe gitu amat?" Balas jingga.
"Tobat sih tobat...."
"Gue manusia fajar,bukan malaikat..."
"Berhubungan manusia bertemu dengan 'Setan' ,jadi gue enggak bisa mengendalikan sikap manusia gue ke setan!" Ucap jingga santai. Fajar membuang pandanganya dari jingga.
"Oh iya,bini cantik loe mana?" Tanya jingga. Fajar melirik jingga dengan tatapan tak senang dan melihat jingga dari atas sampai ke bawah.
"Kenapa loe tanya dia?" Tanya fajar.
"Enggak ada,gue pengen aja ngeliat bentukan dia" Ucap jingga.
"Dah,gue sibuk" Ucap jingga meninggalkan cafe.
"Biar gue anterin!" Ucap fajar sambil menahan pergelangan tangan jingga. Jingga melihat tangan fajar dengan mata tajamnya.
"Jingga!"
"Apa-apaan loe?" Ucap perempuan tersebut tak suka.
*****
Jingga merasakan lelah fisik dan pikiran. Setibanya di rumah,jingga langsung membaringkan badannya untuk beristirahat.
"Hah.... gila..." Ucap jingga sambil mengingat kembali kejadian dia di selingkuhi tempo hari.
Di bangku SMA,jingga memiliki hubungan khusus dengan fajar,yang berprofesi sebagai guru olahraga di sekolahnya. Di tahun terakhir dan menjelang ujian,jingga mulai jarang menghabiskan waktu bersama fajar dan membuat fajar jenuh dan kesal.
Meskipun masih SMA,jingga sudah memiliki usaha yang ia bangun bersama fajar. Akan tetapi,usaha tersebut langsung hancur di saat jingga ujian akhir sekolah. Dan jawabannya pun terungkap di saat seminggu setelah perpisahan. Bahwa,fajar dan tasya menikah tanpa sepengetahuan jingga. Dan pesta pernikahan di buat menggunakan uang usaha yang fajar dan jingga rintis.
Bukan tanpa sebab jingga menuduh hal itu. Jingga mendengar semua pembicaraan fajar saat ia menyelundup masuk ke acara pernikahan.
"Jingga tau kamu yang buat semua usaha milik dia bangkrut?" Tanya tasya. Fajar menggelengkan kepalanya dan membuat tasya tersenyum.
"Aku udah lama enggak suka sama dia!"
"Sok cantik!"
"Jijik aku" Ucap tasya.
"Eh enggak boleh gitu,kita nikah pakai uang dia loh!" Ucap fajar berbicara pelan.
"Kok kamu jadi belain dia sih?" Tanya tasya. Jingga melihat dari kejauhan bahwa fajar memeluk tasya. Jingga hanya menyeringai dengan menampakkan senyum sinisnya.
"Kenapa kamu milih aku dari pada dia?" Tanya tasya sambil menatap fajar.
"Karena kamu lebih...." Jawab fajar.
"Lebih apa?" Tanya tasya yang tak puas dengan jawaban fajar.
"Lebih sexy!" Ucap fajar dan membuat jingga spontan tertawa. Dua orang tersebut pun terkejut saat mendengar suara jingga. Jingga dengan santainya berjalan masuk ke tempat fajar dan tasya.
__ADS_1
"Lebih sexy?!" Ucap jingga sinis dan kembali tertawa.
"Tasya,lihat bentukan loe di kaca dulu deh!" Ucap jingga tertawa sambil menahan sakit perut akibat tertawa.
"Mau apa loe? Loe iri sama gue?"
"Secara kan gue lebih cantik dari loe" Ucap tasya dan membuat jingga kembali tertawa.
"G O B L * K" Ucap jingga sambil melihat tasya.
"Loe nikah sama cowok yang bawa kabur duit gue!"
"Yakin loe bisa bahagia?"
"Baru nikah aja,udah maling"
"Entar kalau anak loe lahir,yang ada laki loe di dalam penjara" Ucap jingga. Fajar yang tak sabaran pun langsung menampar jingga dan membuat tasya terkejut.
"See?"
"Berani main tangan loh sama cewek" Ucap jingga santai.
"Gue mah biasa aja kalau di tampar"
"Tapi,kalau loe ? yang memiliki latar belakang sebagai anak kesayangan mami papi loe,yakin loe milih cowok kayak gini jadi laki loe?" Tanya jingga sinis.
"Iri loe ya? Huuu"
"Gue tau jingga kalau hati loe itu busuk" Ucap tasya.
"Heloo...."
"Iri? Loe mah bukan tandingan gue,level loe di bawah gue tasya..." Ucap jingga santai dan membuat tasya semakin panas.
"Kalau loe nikah sama fajar,gue jamin hidup loe enak sebentar!" Ucap jingga.
"Ya,itu pun kalau dia masih kayak gini sikapnya" Ucap jingga santai.
"Apa-apaan sih loe? Loe iri? Sakit hati karena gue selingkuhi? iya?" Ucap fajar membentak.
"Sakit hati? iri?"
"Iri sama loe berdua yang standar levelnya di bawah gue? Hello...."
"Hidup loe bahagia bentar tasya,gue jamin!" Ucap jingga.
"Soalnya,laki loe udah bawa kabur semua duit gue"
"Alhasil,enggak lama lagi dia bakal di gandeng polisi deh" Ucap jingga.
"Kalaupun dia kabur,ya palingan di tembak sebelah aja kakinya" Ucap jingga.
"Dan buat loe fajar,lebih baik loe nyerahin diri ke polisi dari pada kaki loe harus di tembak dulu..." Ucap jingga yang membuat kedua orang tersebut terkejut. Fajar dan tasya mulai merasa ketakutan dengan ucapan jingga.
"Alah,gue yakin loe tetap iri sama gue titik!" Ucap tasya.
"Meskipun fajar nampar loe,belum tentu dia ngelakuin hal yang sama ke gue"
"Secara kan gue istri sah dia"
"Dan loe? "
"Udah jadi mantan dia" Ucap tasya sinis.
"Udah miskin"
"Bangkrut"
"Di tinggal ibu kandung"
"Punya bapak kasar lagi"
"Oh iya,bapak loe kan udah sekarat sekarang ya? Hahaha"
"Kasihan banget deh"
"Miris ya hidup loe dari kecil" Ucap tasya dan membuat jingga tertawa sinis.
__ADS_1
"Udah ngomongnya" Ucap jingga sambil memegang pisau lipat yang baru saja ia ambil dari tas. Jingga melangkah kearah fajar dan tasya.
"Berani loe berdua teriak,gue tusuk loe berdua sampe mati!"