
"Hp nenek mana?" Tanya langit.
"Ini,buat apa?" Tanya nenek.
"Ada dehh...."
"Langit punya urusan penting..." Langit langsung menekan tombol telepon yang ada di handphone neneknya.
"Drrtt....."
"Drrtt...."
"Assalamualaikum..." Ucap perempuan tersebut.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab langit ceria.
"Ustazah..." Ucap langit.
"Oh,ini bocah gengsi nya ustazah ya..." Ucap jingga.
"He'em..."
"Aku mau lihat wajah zah jingga..." Ucap langit. Jingga langsung mengalihkan sambungannya ke panggilan video.
"Ustazah lagi ngapain?" Tanya langit.
"Ustazah lagi beresin alat untuk pergi ke sekolah....." Ucap jingga.
"Langit sendiri lagi ngapain?" Tanya jingga. Langit menunjukkan buku serta pensilnya yang menandakan bahwa ia sedang mengerjakan tugas dari jingga.
"Anak rajinnya ustazah..." Puji jingga.
"Langit kok belum tidur? udah malam loh nak" Ucap jingga.
"Belum ngantuk,masih mau ngobrol sama ustazah" Ucap langit sambil menulis.
"Sekarang langit istirahat ya nak..."
"Tugas yang ustazah kasih besok aja di sambung"
"Udah malem banget nak" Ucap jingga. Langit menggelengkan kepalanya dan menatap layar handphone.
"Kenapa?" Tanya jingga.
"Kalau kapan-kapan langit tidur sama ustazah boleh?" Tanya langit. Jingga cukup terkejut dengan penuturan langit,akan tetapi ia berusaha untuk tenang.
"kalau ustazah sih bolehin langit nginap di rumah ustazah,tapi tanyain dulu sama nenek dan ayah ya sayang" Ucap jingga dan di angguki langit.
"Hari senin langit mau berangkat sekolah bareng ustazah,boleh kan?" Tanya langit lagi.
"Boleh dong,setiap hari pun boleh..." Ucap jingga.
"Yeayyyy...." Soraknya gembira
"Da da ustazah,langit tidur dulu ya...." Ucap langit dan di angguki jingga. Mereka pun mengakhiri telpon malam ini dan bersiap untuk mengistirahatkan diri.
Jingga mencatat semua kegiatan yang ia lakukan tadi. Hari senin setelah pulang sekolah,jingga akan membuat kue bersama langit di rumahnya.
"See you in monday langit..." Ucap jingga sambil merebahkan dirinya.
Baru saja merebahkan diri dan menutup mata,tiba-tiba handphone jingga berdering.
"Iya? Apa?"
"Rumah sakit mana?" Tanya jingga.
"Baik,saya segera ke sana...." Ucap jingga bersiap-siap dengan sangat terburu-buru. Baru saja keluar dari pagar rumah,tiba-tiba lengan jingga di tarik dengan kuat.
"Woi,apaan sih..." Ucap jingga memberontak dan berhasil menarik tangannya. Yang menarik lengan jingga pun membalikan badannya dan membuat jingga terkejut.
"Fajar..."
"Mau ngapain loe?" Bentak jingga.
"Kakak mau ngomong sebentar boleh?" Ucap fajar.
"Maaf,gue nggak ada waktu buat ngomong sama loe" Ucap jingga tegas. Jingga melangkah jauh dari fajar,namun tangannya di tarik kembali saat ia pergi.
"Lepasin nggak!" Ucap jingga. Fajar masih saja menarik lengan jingga dan membuat pergelangannya memerah.
"Gila loe ya?!".
"Gue bilang lepasin" Histeris jingga sambil menarik tangannya dan menjauhi fajar.
__ADS_1
"Gue mau ngomong bentar aja je..." Ucap fajar. Pikiran jingga sekarang melayang kepada kondisi si kakak yang sekarang berada di rumah sakit. Jingga pergi dan mengabaikan fajar.
*****
" Abang....." Histeris jingga saat melihat kakak laki-lakinya terbaring lemah di atas bankar rumah sakit.
"Keluarga pasien?" Tanya dokter dan di angguki jingga.
"Ikut saya" Ucap dokter. Jingga pergi ke ruang dokter dengan segudang pertanyaan yang ada di otaknya.
"Abang saya sakit apa ya dok?" Tanya jingga.
"Maaf sebelumnya,ini atas permintaan pasien bahwa dulu ia enggan memberi tahu keluarga bahwa ia memiliki penyakit..."
"Saudara anda di vonis gagal ginjal" Ucap dokter dan membuat jingga terkejut.
"Sudah lama ia pergi ke sini sendiri untuk cuci darah"
"Namun akhir-akhir ini kondisi beliau sangat mengkhawatirkan" Ucap dokter.
"Beliau juga seperti tidak sanggup lagi melakukan cuci darah yang diulang setiap minggu"
"Dan baru tadi beliau minta agar menghubungi keluarganya" Ucap dokter. Jingga syok berat hari ini,bertemu fajar dan menemukan fakta bahwa kakaknya sedang sakit parah.
"Tapi kita semoga beliau di beri kemudahan untuk segala sesuatu yang akan terjadi ya buk..." Ucap dokter.
"Sudah berapa lama kakak saya sakit dok?" Tanya jingga.
"Sekitar empat bulan yang lalu ia di vonis" Ucap dokter. Air mata jingga menetes tanpa di minta. Ia sungguh bodoh tak mengetahui kondisi kakaknya yang sebenarnya.
Jingga melangkah pelan masuk ke dalam kamar kakaknya dan mengelus pelan kening si kakak.
"Gue bodoh banget ya bang,enggak pernah tau dan nggak peka kalau loe sakit" Ucap jingga sambil melihat infus yang berada di tangan kakaknya.
Jingga memeluk kakaknya dan menciuminya dengan penuh sayang.
"Loe pasti bisa sembuh bang" Ucap jingga.
"Dan loe harus sembuh"
"Cuma loe yang ada di pihak gue..." Jingga menatap kakaknya dan mencium pelan tangan kakaknya.
*****
"Yeyy...."
" Langit tunggu ustazah jingga depan sini aja deh ayah..." Ucap langit girang.
"Yakin enggak ayah anterin pergi ke sekolah?" Tanya zefan dan di angguki langit.
"Baik-baik ya nak belajarnya" Ucap zefan dan di angguki langit. Zefan langsung pergi bekerja sedangkan langit berdiri di halaman rumah menanti jingga menjemputnya. Sudah hampir setengah jam langit menunggu kehadiran jingga yang tak kunjung datang.
"Kok zah jingga nggak datang sih?"
"Kan udah terlambat..."
"Zah jingga bohong ya pak cip?" Tanya langit kepada pak cipto.
"Enggak lah den,masa bohong" Ucap pak cipto.
"Terus apa namanya kalau enggak bohong?" Tanya langit.
"Mungkin zah jingga lupa kali den" Ucap pak cipto.
"Ya udah,yuk pak cipto anterin aja,entar kalau udah sampai di sekolah baru den langit tanyain sama zah jingga" Ucap pak cipto. Langit yang awalnya ceria langsung merubah wajahnya dalam mode mendung.
Langit sudah di kelas dan sedang di jam makan siang.
"Zah jingga mana zah ami?" Tanya langit.
"Zah jingga ya? Ustazah juga enggak tau,enggak ada kabarnya" Ucap ustazah ami,teman jingga.
"Dari tadi enggak ke sekolah?" Tanya langit dan di angguki ami.
"Kamu kenapa sedih?" Tanya teman langit. Langit menggelengkan kepalanya pelan dan melihat bangku yang biasa jingga tempati.
"Mungkin zah jingga pergi..." Batin langit.
"Tapi pasti ada di rumah kan?"
"Sholat isya nanti pasti ada kan?" Batin langit lagi. Langit tersenyum sambil makan dengan lahap. Di sela-sela waktu makan,teman-teman langit bercerita tentang keseharian mereka.
"Fia punya adik baru" Ucap teman langit.
__ADS_1
"Lucu banget,fia sayang banget..." Ucap fia.
"Adik fia itu....." Fia menceritakan semua kelakuan adik bayinya yang baru berusia beberapa hari.
"Emangnya enak punya adek?" Tanya langit.
"Enak dong" Jawab fia.
"Langit bisa nggak ya punya adek?" Tanya langit.
"Fia beli adeknya di mana?" Tanya langit lagi.
"Emangnya adek di beli ya?" Tanya fia bingung. Di saat yang bersamaan,ami pun lewat dan mendengarkan obrolan mereka.
"Adik itu enggak di beli sayang" Ucap ami.
"Adik itu hadirnya di perut ibu"
"Setelah mereka merasa bosan dalam perut,baru deh dedeknya lahir" Ucap ami dengan bahasa yang mudah di mengerti.
"Harus dari perut ibu ya zah ami?" Tanya langit dan di angguki ami.
"Yah,berarti langit enggak bisa dong punya adik..." Ucap langit sendu.
"Kenapa?" Tanya fia bingung.
"Langit enggak punya ibu" Langit diam dan menatap kotak makannya tanpa selera. Dengan sigap ami mendekati langit dan menenangkan langit.
"Yang hamil harus perempuan ya zah? Ayah enggak bisa gitu?" Pertanyaan konyol yang di keluar dari mulut langit.
"Harus perempuan sayang...." Jawab ami.
"Berarti langit bisa dong minta adik sama zah jingga?" Ucap langit.
"Kok ke ustazah jingga?" Tanya ami.
"Kan ustazah jingga perempuan,jadi bisa dong?" Ucap langit. Ami terkejut dengan penuturan langit dan hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Panjang amat pikiran nih anak..." Batin ami.
Bel pulang sekolah telah berbunyi,akan tetapi langit masih saja celingukan melihat kantor guru.
"Zah jingga beneran enggak hadir ya?" Batin langit sedih.
"Langit,ngapain?" Tanya farel,teman laki-laki langit.
"Enggak ada" Langit menggelengkan kepalanya dan duduk di ayunan bersama farel.
"Farel punya ibu?" Tanya langit spontan.
"Punya,emangnya kenapa?" Ucap farel.
"Berarti farel punya adik dong" Ucap langit dan di angguki farel.
"Punya,tapi masih di dalam perut" Ucap farel.
"Adik aku suka nendang-nendang di dalam perut mommy"
"Aku enggak sabar nungguin adek aku lahir" Ucap farel.
"Berarti di sekolah ini yang enggak bakal punya adek cuma aku?" Batin langit.
"Kegiatan farel setelah sekolah apa?" Tanya langit
"Aku biasanya...... ....." Farel menjelaskan kegiatannya sehari-hari kepada langit.
"Dan ketika waktu tidur,mommy sama daddy aku bakal cium dan peluk aku"
"Dan ngucapin selamat tidur..." Ucap farel bahagia.
"Enak nggak punya ibu?" Tanya langit.
"Enak dong,setiap hari di mandiin,makan di masakin,sebelum tidur di cium dan kalau sakit kita di jagain" Ucap farel menceritakannya dengan girang.
"Emangnya kenapa langit tanya kayak gitu sama farel?" Tanya farel.
"Em,enggak ada..." Ucap langit lagi.
Tit...tit.....
Dari mobil keluar seorang wanita hamil dan membuat farel berlari bahagia.
"Mommy...." Ucapnya sambil mencium wajah ibunya. Langit hanya bisa menatapnya dari jauh dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Langit juga pengen punya ibu..." Ucap langit sambil meneteskan air matanya.