
"Kan ustazahnya masih sakit sayang..." Ucap zefan sambil melirik infus jingga.
"Enggak apa-apa kok pak,saya masih kuat kok kalau masak" Ucap jingga santai.
"Langit mau apa nak?" Tanya jingga.
"Apa aja,asalkan zah jingga yang buatin" Ucap langit ceria. Jingga mengacak-acak rambut langit dan tersenyum.
"Okee...." Ucap jingga sambil mencium pipi langit. Langit pun membalas perbuatan jingga. Setiap perilaku mereka di lihat dengan jelas oleh zefan.
"Apa betul yang mama ucapkan tempo hari?" Batin zefan. Zefan termenung dalam suasana siang hari ini.
"Pak,dapurnya di mana?" Tanya jingga.
"Ikut saya ya zah" Ucap zefan.
"Langit tunggu sebentar ya nak" Ucap zefan dan jingga kompak. Zefan dan jingga diam karena ucapan mereka sama..
"Eh,mari zah ikut saya" Ucap zefan kikuk.
"Isi kulkasnya cuma ada beberapa bahan masakan zah,soalnya saya belum sempat beli bahan masakan" Ucap zefan saat sampai di dapur.
"Enggak apa-apa pak,ini udah cukup kok" Ucap jingga.
"Bapak sama pak cipto udah makan?" Ucap jingga.
"Saya sih sudah makan zah,tapi si den zefan yang belum..." Ucap pak cipto yang tiba-tiba datang. Pak cipto mengedipkan sebelah matanya ke arah zefan. Zefan membulatkan matanya dengan sempurna karena paham dengan maksud pak cipto.
"Sekalian saya masakin ya pak" Ucap jingga.
"Serepet aja den,masih muda,cantik,sayang sama langit lagi,hehehe" Bisik pak cipto jahil. Zefan menggelengkan kepalanya dan menyenggol lengan pak cipto.
"Masih ada vanila pak cip" Ucap zefan membalas pak cipto dengan senyuman. Pak cipto mengerti dengan senyuman zefan.
Setelah selesai masak,jingga menata masakannya di atas meja dan meminta zefan untuk menjemput langit ke kamar. Tak lupa pak cipto pun turut di panggil.
__ADS_1
"Wih,banyak sekali makanannya" Ucap pak cipto bersemangat.
"Yuk makan pak cip,ayah langit" Ucap jingga. Zefan masih saja melihat makanan yang tersedia di atas meja makan.
"Ya Allah,lagi-lagi teringat sama vanila" Batin zefan.
"Kepikiran terus sih kata-kata mama"
"Astaghfirullah zefan... loe bisa ngerawat langit sendiri..." Pikiran dan hati zefan berperang di dalamnya.
"Langit ustazah suapin ya sayang" Ucap jingga dan di angguki langit penuh semangat.
"Eh,tangan zah jingga gimana?"
"Bisa?" Khawatir zefan dan rasa tak enak di dalam hati zefan.
"Bisa pak,tenang aja..." Ucap jingga tenang.
"Bismillah dulu nak..." Ucap jingga. Langit menuruti setiap ucapan yang di ucapkan oleh jingga dan mulai makan.
"Ustazah jangan sakit-sakit lagi ya,supaya enggak ninggalin langit lagi" Ucap langit dan di angguki jingga.
"Ustazah juga kangen banget sama langit..." Ucap jingga sambil melihat langit.
"Kok ustazah enggak kasih kabar sih? padahal kan ustazah punya handphone" Ucap langit cemberut.
"Em,gimana ya cerita nya..." Jingga bingung harus cerita dari sisi mana terlebih dahulu.
"Malam-malam setelah ustazah pulang dari masjid,ustazah dapat telepon dari rumah sakit sayang,kalau abang ustazah udah sakit parah" Jingga memberikan penjelasan.
"Sakit apa emangnya zah?" Tanya langit.
"Nama sakitnya gagal ginjal" Ucap jingga. Pak cipto dan zefan pun terkejut mendengarkan ucapan jingga.
"Gagal ginjal neng?" Ucap pak cipto.
__ADS_1
"Hehe,iya pak..." Jingga masih saja menampilkan senyumnya. Padahal di lubuk hati terdalam merasa iba terhadap apa yang menimpa saudara kandungnya.
"Berarti harus cuci darah dong?" Sambung pak cipto.
"Iya pak"
"Cuci darahnya pake apa zah? Sabun?" Tanya langit tiba-tiba. Jingga tertawa saat mendengarkan ucapan polos langit.
"Enggak sayang,namanya aja yang cuci darah"
"Bukan berarti di cuci pake air sama sabun" Ucap jingga dan di oh-riakan oleh langit.
"Saya juga baru tahu akhir-akhir ini kalau saudara saya sakit gagal ginjal" Ucap jingga.
"Udah berapa lama? kok dia enggak ngasih tau?" Tanya zefan yang ikut nimbrung dalam pembicaraan.
"Sekitar empat bulanan kalau enggak salah pak,karena akhir-akhir ini dia udah semakin parah,barulah dia kasih tau jingga" Ucap jingga.
"Orang tua dan saudara-saudara yang lain tau?" Tanya zefan.
"Orang tua saya sudah enggak ada dua-duanya,tapi kalau saudara ada dan mereka belum saya kasih tau, saya takutnya fokus adik saya terganggu pak kalau mereka tau abang sakit" Ucap jingga.
"Tapi Alhamdulillah akhir-akhir ini kondisi abang saya semakin membaik..." Jingga memancarkan wajah bahagia nya.
"Nah,terus kenapa ustazah ikutan sakit?" Tanya langit penasaran.
"Kata dokter sih ustazah kecape'an"
"Soalnya setiap hari ustazah bolak-balik ke rumah sakit buat ngurusin abangnya ustazah" Ucap jingga.
"oh gitu...." Ucap langit sambil mengunyah makannya.
"Enak kan makan pakai sayur?!" Seru jingga. Langit pun menganggukkan kepalanya dengan bahagia.
"Eh iya,kok mau?" Ucap zefan spontan. Zefan terkejut saat menyadari langit makan sayur. Dan berulang kali zefan menatap langit dan piringnya yang berisi sayur dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1