Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 16


__ADS_3

Jingga terbangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya bahwa ia melihat langit yang sudah petang dari kamar langit.


"Astaghfirullah" Jingga panik dan memeriksa suhu badan langit terlebih dahulu.


"Alhamdulillah sudah turun" Jingga melangkah keluar dari kamar langit dan menemukan nenek di depan kamar.


"Eh? Nenek langit?" Ucap jingga.


"Iya ustazah,ini nenek langit" Ucap nenek.


"Perkenalkan saya jingga nek,ustazah langit" Ucap jingga memperkenalkan diri.


"Maaf nek,ketiduran sama langit" Ucap jingga.


"Enggak apa-apa kok nak,yuk minum dulu " Ajak nenek dan di angguki jingga.


"Ayah langit ke mana nek?" Tanya jingga. Pasalnya sedari tadi ia tak melihat adanya Zefan.


"Ayah langit pergi beli alat keperluan rumah" Ucap nenek.


"Oh iya nek,langit sakit apa?" Tanya jingga.


"Em,mau nenek cerita jujur nggak nih?" Tanya nenek dan di angguki jingga.


"Jadi,langit sering banget cerita tentang zah jingga"


"Ceritanya sama nenek,bukan sama ayah"


"Dan selama ustazah jingga menghilang,langit selalu datang ke rumah zah jingga untuk melihat apakah zah jingga ada di rumah atau tidak"


"Langit nungguin ustazah jingga sampai hujan-hujanan karena dia memang ingin bertemu sama zah jingga"


"Setiap hari yang terlintas di mulut langit selalu aja ada nama zah jingga"


"Entah itu,kemana zah jingga? zah jingga ngapain? Atau masih banyak pertanyaan yang selalu di ucap langit"


"Dan itu pun baru langit ceritakan sama nenek di saat zah jingga pergi seminggu yang lalu" Ucap nenek dan membuat jingga merasa bersalah.


"Langit itu tipikal anak yang milih-milih orang untuk bercerita"


"Dan apabila dia sudah berani mengungkapkan isi hatinya kepada seseorang,berarti langit udah percaya dan nyaman dengan pendengar cerita ataupun curhatan hatinya" Ucap nenek.


"Dan orang itu adalah zah jingga" Ucap nenek dan membuat jingga terkejut.


"Nenek pernah dengar langit cerita sama zah jingga"


"Waktu dia di bully sama teman-temannya dan dia bertengkar dengan temannya"


"Sebenarnya nenek lagi mau jemput langit,akan tetapi nenek mengurung niat waktu melihat dan mendengar langit curhat sama zah jingga" Ucap nenek.


"Nak,makasih ya sudah sayang sama langit" Ucap nenek sambil menggenggam tangan jingga. Jingga mengangguk pelan dan meneteskan air matanya.


"Maafkan ustazah langit,ustazah enggak tau kalau langit sakit gara-gara ustazah" Ucap jingga.


"Ustazah jingga jangan nangis dong" Ucap nenek.


"Nanti langit lihat lagi kalau zah jingga nangis dan di salahin malah nenek" Ucap nenek tersenyum. Setelah merasa cukup untuk bercengkrama,akhirnya jingga pamit pulang.


*****

__ADS_1


"Bang,jingga nginap ya malam ini!" Ucap jingga.


"Ah,enggak usah"


"Dah,balik sana"


"Beresin rumah,cuci motor terus cuci baju abang" Ucap abang.


"Baju udah jingga cuci"


"Jingga nginap deh malam ini di sini" Ucap jingga.


"Enggak! Enggak boleh,jangan nginap di sini!" Ucap abang.


"Kenapa?" Jingga mulai bingung.


"Istirahat di rumah dek,biar lebih nyenyak"


"Dah pulang sana!" Usir abang. Jingga akhirnya pulang ke rumah. Baru saja ia keluar dari rumah sakit,ia berjumpa dengan refan,sahabatnya.


"Gimana kondisi abang?" Tanya refan tiba-tiba.


"Makin melemah kata dokter,tapi abang pura-pura kuat di hadapan gue" Ucap jingga. Jingga sudah memberitahu keluarga dan para sahabatnya tentang kondisi abangnya.


"Yaudah,gue ke tempat abang bentar,loe tunggu disini"


"Pulang entar baru gue anterin" Ucap refan dan di angguki jingga.


Setelah selesai menjenguk abang jingga,refan keluar dan membawa jingga pulang.


"Je,loe kapan nikah?" Ucap refan.


"Enggak tau,belum ada calon" Jawab jingga asal.


"Tapi gue sadar sih loe enggak suka sama gue"


"Asal loe tau aja,gue enggak bakal bisa move on dari loe sebelum loe nikah" Ucap refan to the point sambil mengendarai motornya. Sedari SMP dulu refan menyukai jingga,akan tetapi jingga hanya menganggap refan sebagai saudaranya. Pada hakikatnya,refan memang saudara jingga. Saudara angkat jingga. Karena jingga merupakan anak angkat mama refan.


"Gue do'ain deh loe cepat move on dari gue fan" Ucap jingga santai.


"Udah turun sana!" Ucap refan saat sudah tiba di rumah jingga.


"Makasih ya fan...." Ucap jingga dan di angguki refan.


"Jaga diri baik-baik,loe sendiri di rumah" Ucap refan sambil mengelus pelan kepala jingga.


"Fann....."


"Tangan....." Jingga memberikan peringatan kepada refan.


"Eh iya,lupa...." Ucap refan.


*****


"Zah jingga....."


"Zah jingga....."


"Zah jingga....." Panggil langit saat membuka matanya. Zefan pun memberi tahu bahwa jingga sudah pulang ke rumahnya karena hari sudah malam. Langit menangis saat mengetahui hal tersebut. Dengan usaha semaksimal mungkin zefan menjelaskan kepada langit bahwa jingga pulang untuk beristirahat. Namun,langit tak mengindahkan ucapan ayahnya.

__ADS_1


"Bunda....."


"Bunda jingga....." Jeritnya menjadi-jadi. Nenek pun terbangun akibat tangisan langit di larut malam ini.


"Ustazahnya pulang sayang" Ucap nenek.


"Langit mau sama bunda jingga....." Ucapnya menangis terisak.


"Tapi ini sudah malam nak,zah jingga pasti udah tidur" Ucap zefan pelan. Langit menggelengkan kepalanya dan menangis tanpa henti.


"Gimana nih ma?" Tanya zefan khawatir.


"Telepon aja zah jingganya" Ucap nenek.


"Enggak sopan nek,ini udah malam banget" Ucap zefan. Nenek sangat paham dengan hal ini akan tetapi melihat langit seperti ini membuat nenek iba.


"Sini nak,ayah gendong...." Ucap zefan akan tetapi langit menolak dan tetap menangis.


"Langit enggak mau sama ayah..."


"Langit maunya sama bunda jingga...." Ucapnya terisak lemah. Zefan tampak frustasi dengan tingkah langit malam ini. Zefan menempelkan telapak tangannya ke jidat langit dan betapa terkejutnya bahwa ia tau suhu badan langit kembali naik secara drastis.


"Makan dulu yuk nak" Ucap ayah dan masih di gelengi langit.


"Ayah yang suapin" Ucap zefan dan di gelengi langit.


"Pokoknya langit mau sama zah jingga" Ucap langit yang berulang-ulang memanggil nama jingga.


"Langit mau sama bunda jingga ayah...." rengeknya pelan karena lelah menangis.


"Udah nak,telepon aja..." Ucap nenek. Zefan langsung menelepon jingga dan tak kunjung di angkat.


"Enggak di angkat ma..." Ucap zefan.


"Coba lagi...." Ucap nenek. Zefan mengulanginya selama lima kali akan tetapi belum saja mendapatkan jawaban.


"Ke rumahnya aja" Saran nenek. Zefan membulatkan matanya sempurna dan menggelengkan kepalanya.


"Tapi ini udah malam banget ma"


"Entar zee di tuduh yang enggak-enggak" Ucap zefan. Nenek pun mengangguk setuju dengan ucapan anaknya tersebut.


"Panggil pak RT!" Saran mama.


"Jelasin semuanya apa yang terjadi dan alasan kamu jemput jingga ke rumahnya" Ucap mama. Tanpa ada cara lain,akhirnya zefan memanggil pak RT dan pergi ke rumah jingga.


Setibanya di rumah jingga....


"Eh iya? Kenapa ayah langit?" Ucap jingga terkejut saat mendapati zefan dan pak RT ke rumahnya.


"Maaf sebelumnya ustazah,saya mengganggu waktu istirahat ustazah malam ini" Ucap zefan.


"Ah,kebetulan saya belum tidur pak,ada apa ya?" Tanya jingga.


"Saya butuh bantuan ustazah malam ini" Ucap zefan. Zefan menjelaskan semua yang terjadi pada langit malam ini,akhirnya jingga bergegas menutup pintu rumahnya dan pergi ke rumah langit.


"Makasih atas bantuannya pak RT" Ucap zefan.


"Iya sama-sama pak zefan" Ucap pak RT.

__ADS_1


Setibanya di rumah langit ....


"Assalamualaikum..." Jingga masuk ke dalam kamar langit dan melihat langit yang matanya sudah sembab.


__ADS_2