
"Zee,mama tinggal enggak apa-apakan?" Tanya mama.
"Enggak apa-apa ma,zee bisa jagain langit sendiri kok..." Ucap zefan. Mama mengangguk dan menciumi kening langit lembut.
"Kalau ada apa-apa telpon mama ya nak..." Ucap mama.
"Iya ma..." Ucap zefan.
"Nanti bawa langit ke dokter,maaf mama enggak jadi ikut..." Ucap mama dan di angguki zefan.
"Hati-hati di jalan ya ma...." Ucap zefan sambil menciumi pipi mama.
"Mama pergi dulu ya nak,Assalamualaikum..." Ucap mama.
"Wa'alaikumsalam,hati-hati ya ma..." Ucap zefan dan di angguki mama.
*****
"Anak saya harus di infus dok?" Tanya zefan kepada dokter yang menangani langit.
"Iya pak,anak bapak harus di infus,dikarenakan langit sangat kekurangan cairan dalam tubuh dan nutrisi dalam tubuh langit tidak mencukupi..." Ucap dokter.
"Di rawat di rumah bisa dokter?" Ucap zefan.
"Soalnya semua penghuni rumah pergi dan cuma ada saya"
"Kalau langit di rawat di rumah sakit,takutnya saya enggak bisa handle karena harus pulang pergi dan takutnya langit enggak nyaman di rumah sakit" Ucap zefan.
"Boleh di rawat di rumah pak,tapi harus sesuai prosedur dulu ya .." Ucap dokter.
*****
"Aduh bang,tunggu dulu ya,gue otw ke rumah sakit nih..." Ucap jingga di sambungan telepon.
"ini nomor siapa sih? kok sering banget nelpon gue?" Tanya jingga.
"Udah seminggu gue enggak megang handphone" Ucap jingga. Jingga menunggu ojek online menjemput dirinya.
"Neng,neng sakit?" Tanya pak ojol sambil melihat infus di tangan jingga.
__ADS_1
"Kurang enak badan aja pak dikit..." Ucap jingga santai.
"Neng,itu darahnya naik ke atas..." Ucap pak ojol panik.
"Eh iya,tunggu bentar ya pak..." Jingga mengatur settingan pada infusnya.
"Neng,saya takut ini sangat berbahaya buat neng..." Ucap ojol.
"Neng kuat nggak? Kalau enggak kuat,biar saya pesanin taksi online deh..." Ucap si bapak ojol.
"Insya Allah kuat kok pak,saya udah biasa naik ojek sambil di infus..."
"Saya sudah biasa kayak gini..." Ucap jingga.
"Bapak tenang aja,insya Allah aman kok..." Karena bapak merasa ini cukup aman karena pembawaan jingga cukup santai,pada akhirnya bapak membawa jingga menuju rumah sakit.
"Pak,makasih ya pak..." Ucap jingga setiba di rumah sakit.
"Eh neng...." Teriak pak ojol.
"Kembali nya ambil aja pak..." Ucap jingga terburu-buru dan berjalan dengan cepat ke dalam rumah sakit sambil memegang tabung infusnya.
"Zah jingga sakit?" Zefan terkejut saat melihat selang infus yang terhubung ke tangan jingga.
"Eh,sakit dikit pak..." Ucap jingga.
"Bapak ngapain di sini?" Tanya jingga.
"Lang...." Ucapan zefan terputus saat handphone jingga berdering.
"Ya Allah,maaf dulu ya pak,saya buru-buru..." Ucap jingga berlari ke kamar abangnya.
"Bang,nih titipan loe..." Ucap jingga.
"Loe kenapa enggak makan nasi rumah sakit aja sih?" Ucap jingga.
"Yaelah,enggak enak kali dek..." Ucap abang jingga sambil melahap makanan yang jingga masak.
"Noh,cuciin gih baju gue..." Ucap abang jingga.
__ADS_1
"Heii,you nggak lihat apa tangan gue di infus?" Ucap jingga sambil menunjukkan selang infusnya.
"Heii,you nggak lihat gue sakit gagal ginjal" Ucap abang.
"Widih,seremnya..."
"Sempat-sempatnya adu nasib tentang penyakit..." Ucap jingga sambil menepuk lengan abang.
"Yaelah dek,maaf kali..."
"Gue tau loe di infus gara-gara ngurus gue..." Ucap abang.
"Yaelah bang,biasa aja kali,iya deh gue cuci-in"
"Tapi kalau udah boleh lepas infus ya" Ucap jingga.
"Dah,gue pulang dulu yak..." Ucap jingga bersalaman dan di angguki abang.
Drrtt...drrtt...
"Kok pak ojol nelpon gue?" Jingga mengerutkan keningnya.
"Dek,mungkin gara-gara itu..." Abang menunjuk helm yang masih menempel di kepala jingga.
"Astaghfirullah..." Jingga berlari keluar rumah sakit dan menemui si pak ojol.
"Maaf banget ya pak..." Ucap jingga dan di angguki si bapak.
"Enggak apa-apa kok neng" Ucap si bapak. Saat melihat ke arah lobby rumah sakit,jingga kembali melihat ayah langit. Jingga pun menghampiri ayah langit kembali.
"Pak..." Sapa jingga.
"Eh,iya..." Jawab zefan terkejut.
"Bapak masih di sini?..." Tanya jingga.
"Eh iya,saya nungguin langit di dalam" Ucap zefan.
"Hah? Langit?" Tanya jingga terkejut. Jingga langsung masuk ke dalam kamar tersebut dan melihat langit di sana.
__ADS_1
"Langit..." Ucap jingga saat masuk dan melihat langit menahan tangannya untuk di masuki jarum suntik.