Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 30


__ADS_3

Lain di lokasi putra,lain juga di lokasi refan dan zefan. Mereka mendapatkan info yang berbeda dari setiap orang yang mereka lacak. Parahnya,ini seperti jebakan yang sengaja di buat untuk mereka agar susah menemukan jingga.


"Boss,sudah dekat!" Ucap anak buah zefan.


"Kelilingi lokasi tanpa membuat suara" Ucap zefan dan di angguki para anak buahnya.


Di hutan pedalaman ini,terdapat gubuk yang cukup besar dan kokoh. Dari luar,terdengar suara wanita yang tertawa habis-habisan sambil menyebut nama refan.


"Gue tunangannya refan! Bisa-bisanya loe rebut refan dari gue" Ucapnya.


"Jangan sok dekat loe sama langit!"


"Gara-gara loe,gue jadi enggak bisa lanjutin hubungan gue sama bapaknya langit"


"Yang ada di otaknya langit,loe,loe,loe"


"Jijik gue setiap dengar nama loe" Ucap perempuan yang berbeda.


Betapa terkejutnya zefan saat mendengarkan suara yang tak asing baginya,siapa lagi kalau bukan bella.


"Loe denger baik-baik,abidzar enggak mau nikah sebelum loe nikah!"


"Sedangkan loe,loe belum mau nikah dan susah di ajak kompromi masalah pernikahan"


"Apa susahnya sih loe nurut?!"" Ucap wanita yang satunya lagi yang ternyata adalah teman dekat abidzar yang terjerat cinlok dari SMA.


Ternyata penculikan jingga merupakan perbuatan sekumpulan manusia yang hadir di sini. Zefan masih saja menyimak obrolan mereka dan merekam obrolan sedari tadi. Zefan mengintip di cela dinding yang terbuat dari belahan bambu dan melihat jingga yang terikat dengan sangat erat. Tak main-main,hampir seluruh tubuh jingga di ikat dengan erat dan membuat jingga sulit bergerak.


Jingga hanya menatap wajah perempuan itu satu persatu dan membuat bella tertawa.


"Jangan sok ganas wajah loe,gue gebukin habis loe" Ucap bella sok. Masih sempat-sempatnya jingga memandang rendah bella yang mengancamnya.


"Kalau loe berani ngelawan gue,loe nggak bakal culik gue gini"


"Dan dari sini aja gue udah tau kalau nyali loe kecil buat bersaing sama gue" Ucap jingga.


"Padahal,gue enggak punya hubungan sama sekali sama ayahnya langit,bisa-bisanya loe iri sama gue" Ucap jingga.


"Kalau loe mau,loe rebut hatinya langit,bukan hati bapaknya aja" Ucap jingga sinis.


Bella cukup marah dengan ocehan yang ia dapatkan dari jingga. Bella pun memukul punggung jingga menggunakan balok.


Bukannya berteriak,jingga hanya diam dan menahan rasa sakit yang ia rasakan.


"Udah ngomongnya?" Tanya bella.


"Udah lima hari loe bungkam mulut,baru sekarang loe berani ngomong" Ucap bella sambil menarik dagu jingga dan menatap jingga. Tanpa aba-aba,tiba-tiba tamparan melayang di wajah jingga. Ternyata dari teman SMA nya yang tak lain adalah mahluk yang mengaku-aku bahwa refan adalah tunangannya.


"Cewek murahan"


"Loe rebut tunangan gue" Ucapnya penuh amarah.


"Jadi cewek jangan gobl*k!" Ucap jingga santai.


"Jelas-jelas loe udah selingkuh dari refan,sekarang berani-beraninya loe bilang gue merebut refan" Ucap jingga.


"Kenapa loe ikut sekongkolan sama orang-orang gobl*k di sini? Karena loe tau gue susah di kalahin?" Tanya jingga sinis.


"Gue enggak pernah takut sama loe!" Ucapnya membentak.


"Buka ikatan di badan gue,sini loe by one sama gue!" Ucap jingga menantang.


"Wah resek banget nih cewek" Ucap mantan tunangan refan. Ia hendak menendang wajah jingga,akan tetapi tangan jingga menahannya. Ternyata,selama lima hari,jingga mencari cara bagaimana ia membuka ikatan yang membaluti seluruh badannya.


Jingga menarik kaki tina si mantan tunangan refan dan membuatnya jatuh terjungkal. Jingga berdiri tegap dan menginjak tubuh tina. Semua body guard yang berjaga di sana berjalan menghalangi jingga.


"Masuk"


Arahan dari zefan yang membuat semua pasukannya masuk dan mengepung gubuk tersebut. Terjadi perkelahian di antara mereka. Di saat seperti ini semua perhatian teralihkan kepada pasukan yang masuk. Jingga menyelip dan dengan sigap menendang dagu bella dari bawah. Dengan cepat,aliran darah keluar dari sela-sela gusi bella dan membuat jingga tersenyum.

__ADS_1


"Loe pikir gue takut sama loe?"


"Enggak!" Ucap jingga membentak dan membuat bella ketakutan.


Semua yang berada di sana sudah terkapar dan saatnya zefan menatap bella dengan mata tajamnya.


"Tolong fan...." Ucap bella melemah. Zefan menatapnya sinis dan beralih melihat jingga yang bersandar di tiang kayu. Jingga tampak melemah karena sudah berkelahi dan tak makan selama di sini. Jingga hanya di beri air mineral untuk mengenyangkan perutnya.


"Zah..." Ucap zefan menghampiri jingga.


"Ada perempuan di sini nggak pak?" Tanya jingga dan di gelengi zefan. Jingga hanya menahan rasa melemah di kakinya dan segan untuk minta tolong kepada zefan.


"Sini saya bantu" Ucap zefan paham dengan kondisi jingga saat ini. Jingga sedikit ragu saat zefan ingin memapah dirinya.


"Ini darurat zah" Ucap zefan dan di angguki jingga. Pasalnya jingga tampak meragu saat dirinya ingin di tolong. Bagaimana lagi,sekarang tak ada cara lain selain dengan memapah jingga.


"Bawa mereka semua dan lakukan semuanya sesuai prosedur hukum" Ucap zefan dan di angguki pasukannya.


Di pertengahan perjalanan dan masih di dalam hutan,tiba-tiba jingga terjatuh karena kakinya melemah.


"Zah? Masih kuat?" Tanya zefan.


"Eh,maaf pak,saya...." Ucap jingga sambil melihat kakinya yang bergetar dan melemah. Adrenalin yang dilalui pun cukup terjal untuk di lalui. Zefan jongkok dan meminta jingga untuk menaiki punggungnya.


"Eh,enggak usah pak..." Ucap jingga.


"Naik,sudah sore kasihan abidzar nunggu" Ucap zefan . Jingga langsung naik karena teringat dengan abidzar.


"Naik aja zah" Ucap zefan dan di angguki jingga. Jingga berada di gendongan zefan dan cukup membuatnya canggung.


"Maaf ya pak" Ucap jingga dan di angguki zefan. Sepanjang perjalanan,zefan berusaha menghubungi putra dan refan.


Sekarang putra sudah tau bahwa jingga sudah di temukan. Begitu juga dengan semua keluarga yang menunggu di rumah sakit. Sedangkan refan? Refan belum tau karena susah di hubungi.


"Ada makanan di sana zah,makan dulu" Ucap zefan selepas di dalam mobil dan di angguki jingga.


Zefan langsung menuju ke rumah sakit tempat abidzar berada. Informasi terbaru,bahwa refan sudah tahu bahwa jingga telah di temukan. Akan tetapi,akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk sampai di rumah sakit dari lokasi refan berada saat ini.


"Hem...."


"Sudah sampai pak?" Tanya jingga dan di angguki zefan.


"Bisa jalan zah?" Tanya zefan. Jingga langsung melihat kondisi kakinya dan menggeleng pelan.


"Saya tolong,yuk!" Ucap zefan dan di angguki ragu oleh jingga. Baru saja jingga turun dari mobil,tiba-tiba langit dan putri langsung menghampiri.


"Bunda....." Ucap langit yang berusaha menahan air matanya.


"Nanti bicaranya ya nak,sekarang kaki zah jingga nya sakit" Ucap zefan berusaha memberi pengertian.


Zefan memapah badan jingga,akan tetapi jingga kembali tak kuat berjalan. Alhasil,zefan kembali menggendong jingga dan membawa jingga ke IGD. Alhasil, Jingga langsung di tangani oleh tenaga ahli.


Jingga mengalami cedera ringan di pergelangan kakinya. Setelah merasa kondisinya baik-baik saja,putri membantu jingga untuk membersihkan diri dan langsung menuju ruangan abidzar.


"Assalamualaikum..." Ucap jingga dan membuat abidzar menangis terisak dan meneteskan air matanya tanpa henti.


"Jiii...." Ucapnya. Jingga berjalan dan memeluk abidzar dengan penuh syukur.


"Maafkan abang jii" Ucapnya pelan dan di geleng pelan jingga. Kondisi abidzar berangsur baik saat mendengarkan kabar bahwa jingga sudah ketemu. Pandangan orang sekitar hanya teralih kepada mereka berdua.


Semua orang kecuali dokter dan jingga beserta saudaranya di minta keluar sebentar atas permintaan abidzar.


"Dek"


"Abang sudah cukup lama nahan sakit"


"Sekarang abang minta jingga nikah"


"Sebelum abang pergi" Ucap abidzar yang bisa terdengar oleh semua yang ada di sana.

__ADS_1


"Abang mohon dek" Ucap abidzar dengan nafas terengah-engah.


"Supaya ada yang jagain kamu" Ucap abidzar sambil menahan sakit. Jingga hanya meneteskan air matanya dan mengangguk.


"Tapi refan masih lama sampainya bang" Ucap putra memberikan info.


"Sama siapa aja yang penting kenal,enggak harus sama refan" Ucap abidzar. Semua orang terkejut,termasuk mama refan yang mendengar ucapan tersebut dengan sangat jelas meskipun berada di luar ruangan.


"Tapi jingga udah jadi tunangan refan bang" Ucap putri. Abidzar hanya meneteskan air matanya dan melihat ke arah jingga. Seketika abidzar kembali drop dan langsung mendapatkan penanganan dokter.


Semua orang terkejut dengan keadaan abidzar yang mudah drop. Akhirnya mama refan angkat bicara di hadapan keluarga jingga.


"Nak,jika itu sebuah permintaan abidzar sebelum pergi,maka wujudkanlah!" Ucap mama refan lembut.


"Berarti pertemuan kalian yang sudah lama belum bisa berakhir di jenjang pernikahan"


"Jika menunggu refan,itu hanya membuat abidzar tersiksa"


" Dan mama merasakan rasa sakit itu" Ucap mama menangis.


"Refan memang merasakan sakit,tapi abidzar lebih sakit dari pada refan" Ucap mama terisak pelan.


"Mama mewakili refan untuk melepaskan kamu nak" Sambung mama dan membuat jingga menangis.


"Makasih ma sudah mengerti" Ucap jingga. Sudah tiga puluh menit,keadaan abidzar perlahan membaik. Abidzar meminta putra mencarikan orang untuk menjadi suami jingga ke depannya. Tanpa hentinya putra menghubungi refan untuk datang. Tetapi hasilnya masih nihil.


Putra merasakan bingung yang luar biasa. Di sana hanya terdapat ayah langit sebagai lelaki yang bisa di nikahi jingga. Akan tetapi,ia cukup segan meminta hal tersebut. Alhasil,Zefan masuk ke dalam ruangan dan menemui abidzar.


"Keadaan pasien mudah drop,saya harap para keluarga bisa mewujudkan permintaan terakhir beliau sebelum pergi" Ucap dokter.


"Duh,gimana nih..." Ucap putra bimbang.


"Abidzar,biar gue yang jadi suami jingga" Ucap abidzar lantang dan jelas. Semua orang yang berada di sana terkejut dengan ucapan tersebut.


"Kabulkan permintaan gue sebelum dan sesudah loe nikahi jingga" Ucap abidzar.


"Apa?" Tanya zefan.


"Jangan sakiti jingga dan jangan pernah ceraikan jingga meskipun masalah kalian besar di hari yang akan datang" Ucap abidzar.


"Insya Allah,gue tepati" Ucap zefan tegas. Jingga meneteskan air matanya,sedangkan langit sangat bingung dengan situasi sekarang. Jingga bergetar hebat saat mendengarkan ucapan zefan.


Zefan meminta nenek untuk ikut hadir di pernikahan dadakannya dengan jingga. Saat nenek datang,kondisi abidzar cukup stabil untuk di jadikan wali nikah jingga.


"Jadikan ini mahar nikah" Ucap nenek sambil menyerahkan segenggam emas kepada zefan. Zefan mengangguk paham dan berterima kasih kepada nenek.


Orang yang berada di sana menjadi saksi atas pernikahan jingga dan zefan. Dokter sebagai penghulu,sedangkan abidzar menjadi wali nikah jingga.


Zefan menghafal nama jingga beserta nama almarhum ayah jingga dengan baik dalam waktu yang cukup cepat.


"Zefan al-ghazali" Ucap abidzar.


"Iya" Ucap zefan.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau kepada adik saya jingga ayunda salsabila binti abi rozaq dengan mas kawin emas 500 gram di bayar tunai" Ucap abidzar lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya jingga putri salsabila binti abi rozaq dengan mas kawin tersebut tunai" Ucap zefan lantang.


"Gimana para saksi? Sah?" Tanya dokter.


"Sah!" Ucap semua yang hadir.


"Alhamdulillah..." Ucap semua yang hadir dan langsung memanjatkan doa. Tak lupa jingga mencium tangan zefan dan zefan mencium jidat jingga.


"Alhamdulillah dek,sakinah hendaknya" Ucap abidzar menangis. Di saat seperti ini,refan datang dan membuat semua terkejut. Refan jatuh lemah saat memperhatikan apa yang baru saja ia lihat.


"Ya Allah" Ucapnya pelan sambil menahan tangisnya. Air matanya mengalir tanpa di minta dan semua sesaknya keluar saat melihat wanita yang ia cintai di nikahkan oleh orang yang ia kenal.


"Astaghfirullah" Ucap refan dengan tangan yang bergetar hebat dan kaki yang lemas terkulai.

__ADS_1


"Refann...." Ucap mama saat refan ambruk di ambang pintu kamar.


__ADS_2