
Saat hendak memperbaiki posisi kepalanya,tiba-tiba pandangan jingga dan zefan beradu. Mereka pun menatap dalam diam. Zefan mendekatkan wajahnya ke arah jingga dan mengusap pelan kepala jingga.
"Semoga perasaan bunda enggak berubah untuk langit kedepannya" Batin zefan sambil mengelus kepala jingga. Sedangkan jingga? Jingga hanya melihat zefan yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Mas marah sama jingga?" Tanya jingga sedikit takut.
"Marah karena apa?" Tanya zefan heran.
"Karena jingga tegur langit masalah ketuk pintu tadi" Ucap jingga. Zefan menatap jingga dan membuat jingga penasaran.
"Enggak kok"
"Justru langit harus tau masalah itu,soalnya sekarang udah ada bundanya"
"Takutnya ayah sama bundanya lagi ngapa-ngapain eh tiba-tiba langit masuk"
"Kan bahaya" Ucap zefan dengan otak yang traveling entah kemana dan membuat jingga tersenyum.
"Dah,tidur sana" Ucap zefan dan di angguki jingga. Jingga tahu bahwa sedari tadi zefan menatap dirinya,namun apalah daya,jingga hanya bisa memejamkan mata dan merasa sulit tidur malam ini.
"Bang abiii,ji kangen..." Batin jingga meratapi abidzar.
Sudah tiga jam berlalu,jingga tak kunjung bisa mengistirahatkan tubuh serta pikirannya. Gerakkan jingga membuat zefan terbangun dan berjalan ke sampingnya.
"Bunda susah tidur?" Tanya zefan sambil mengusap pelan lengan jingga dan di angguki jingga.
"Yuk ikut mas" Ucap zefan sambil mengulurkan tangannya dan di sambut ragu oleh jingga. Tanpa banyak bertanya,akhirnya zefan membawa jingga ke kolam renang yang terletak di belakang rumah.
"Kita cerita-cerita sambil rendam kaki di sini,mau?" Tanya zefan dan di angguki jingga. Zefan melihat ke arah jingga dan begitu pula sebaliknya.
"Sebenarnya jingga masih canggung di sini" Ucap jingga sambil menggaruk tengkuknya.
"Menjadi menantu mama dan istri mas juga masih canggung,karena ini yang pertama buat jingga"
"tapi kalau jadi bunda nya langit bukan rasa canggung yang muncul,yang ada rasa sayang banget sama langit"
"Dan bahagia bisa melihat pertumbuhan langit secara langsung" Sambung jingga dan membuat zefan tersenyum.
__ADS_1
Zefan menggenggam tangan jingga dan membuat jingga langsung melihat ke tangannya tersebut.
"Bunda tau? Selama ini langit mau mohon banget sama mas buat nikahi bunda?" Tanya zefan dan di gelengi jingga.
"Langit minta kayak gitu mas?" Tanya jingga dan di angguki zefan.
"Berarti doa langit terkabul" Ucap jingga sambil tersenyum. Baru saja memulai obrolan,jingga sekarang cukup merasa nyaman saat bersama zefan.
"Jingga tau kok kalau langit sering cemburu kalau jingga lagi sama zefan" Ucap jingga sambil melihat air.
"Cemburunya bahaya banget" Ucap jingga tersenyum kecil.
"Kapan? di mana?" Tanya zefan.
"Waktu di rumah sakit,nemenin bang abi" Ucap jingga.
"Langit pernah cerita sama putra kalau dia kesal dan enggak suka kalau jingga ngobrol sama refan"
"Terus putra tanyain alasannya,Langit cuma jawab 'kalau bunda itu bakal jadi milik langit sama ayah,bukan om refan' "
"Pada hakikatnya semua sudah di atur sama Allah"
"Dan sekarang jingga udah ketemu jodoh jingga meskipun secara dadakan" Ucap jingga yang membuat zefan tersenyum. Zefan mengelus kepala jingga lembut dan merangkul sebelah pinggang jingga.
"Sekarang kita mulai menanam cinta yuk" Ajak zefan dan di angguki jingga.
"Bismillah" Ucap jingga dan zefan kompak. Seketika mereka tertawa.
"Bang abi senang kan? Bang,perlahan jingga mulai merasa aman dan nyaman" Batin jingga.
"Sekarang jingga harus panggil mas apa dong kalau di depan langit? Ayah?" Tanya jingga dan di angguki zefan.
"Sekarang kita sedang Pacaran dengan status nikah"
"Jadi berusahalah untuk saling terbuka dan saling menceritakan apa yang harus di ceritakan"
"Jangan ada yang di tutup-tutupi ya sayang"
__ADS_1
"Mencoba mengerti satu sama lain "
"Kalau ada apa-apa cerita ya..." Ucap zefan menatap sambil mengelus lembut kepala jingga dan membuat jingga blushing. Jingga menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Mas juga harus kayak gitu"
"Pokoknya kita harus kompak besarkan langit jadi anak yang seperti kita idamkan" Ucap jingga dan di angguki zefan.
"Dan Yang perlu mas tahu sekarang adalah jingga adalah anak angkat mama refan dan jingga belum pernah mencintai orang secara khusus"
"Maksud jingga,jingga enggak pernah suka secara berlebihan sama orang"
"Jadi mas enggak perlu khawatir sama perasaan jingga,jingga udah berjanji sama diri jingga bahwa jingga bakal cinta sama suami jingga nantinya" Jingga menatap zefan yang berada di sampingnya.
"Dan suami jingga adalah...." Ucap jingga yang sengaja ia putus.
"Ayahnya langit...." Ucap zefan bahagia. Jingga tertawa saat melihat tingkah suaminya.
"Kamu juga tenang aja sayang,Insya Allah mas bakal mencintai kamu dan jadi suami dan ayah yang baik untuk kamu serta anak-anak kita kedepannya" Ucap zefan.
"Mas berharap hubungan kita banyak kemajuan"
"Dan kita libatkan lah cinta segi tiga kita dalam pernikahan ini" Ucap zefan.
"Segi tiga? " Ucap jingga kebingungan.
"Iya"
"Posisi paling atas Allah"
"Di dua sudut terakhir ada kita" Ucap zefan menjelaskan maksudnya agar jingga tak keliru.
"Kita harus saling memohon sama Allah agar cinta tumbuh di hati kita karena-Nya"
"Dan berharap senantiasa jadi pasangan yang bertakwa dan selalu tunduk atas semua perintah-perintahnya" Ucap zefan.
"Aamiin mas,semoga hal baik selalu menyertai kita" Ucap jingga sambil menggenggam erat tangan zefan.
__ADS_1