
"Langit kok bawa buku sama pensil? buat apa nak?" Tanya zefan.
"Langit mau belajar sebentar nanti sudah sholat isya,boleh kan yah?" Tanya langit.
"Boleh..." Ucap zefan.
"Tapi sedikit lama,kalau ayah nanti mau pulang duluan nggak apa-apa,langit sama pak Cipto aja pulangnya" Ucap langit.
"Ayah tungguin aja nanti,tapi ayah di depan gerbang masjid ya,jadi kalau butuh apa-apa panggil aja ayah,oke!" Ucap zefan.
"Okee ...." Jawab langit girang.
Seusai melaksanakan ibadahnya,seperti biasa,langit melakukan aktifitasnya. Langit lari keluar dari masjid dengan cepat dan berlari ke arah jingga.
"Biasa mas bro,sate sama kerupuk kuah sate..." Ucap jingga.
"Oke neng" Ucap si abang sate.
Langit memulai bacaannya dengan seksama. Dari kejauhan,zefan memantau interaksi antara langit dan jingga.
"Bacaan langit jelaskan ..." Ucap jingga tegas sambil mengunyah lontong sate.
"Huruf lam nya tebal,nggak tipis..." Ucap jingga. Langit mengulangnya berkali-kali akan tetapi masih salah. Akhirnya jingga menunjukkan cara membaca yang benar.
Langit pun mengulangi kembali bacaannya sampai betul.
"Nilai hafalan untuk malam ini A " Ucap jingga.
"Kok A sih zah? Enggak pakai plus nya,biar jadi A plus" Ucap langit protes.
"Kan ustazah sering bilangin ke langit kalau huruf lam nya di tebalin kalau ada tasydid di atas huruf lamnya" Ucap jingga.
__ADS_1
"Awas aja,besok nilai hafalan langit harus A plus" Ucap langit menantang.
"Wah,ustazah tunggu ya hafalan untuk langit besok" Ucap jingga. Langit mengeluarkan buku dan pensil yang ia bawa tadi.
"Ustazah,kasih aku tugas" Ucap langit sambil menyerahkan bukunya.
"Kayak yang pernah ustazah ajarin di sekolah" Ucap langit.
"Aku mau pelajaran berhitung aja zah" Ucap langit.
"Sini ustazah buatin soalnya,nanti kamu kerjain ya di rumah" Ucap jingga dan di angguki langit.
"Sudah,masih ingat kan gimana cara ngerjainnya" Ucap jingga.
"Masih,tapi kalau langit ragu,langit bolehkan nelpon ustazah" Ucap langit.
"Boleh dong" Ucap jingga.
"Oke,makasih ya zah..." Ucap langit dan di angguki jingga.
"Kalau ngantuk langsung tidur,besok aja kerjain tugasnya" Ucap jingga.
"Besok kan libur,jadi langit bisa buat tugas dari ustazah besok pagi aja..." Ucap jingga dan di angguki langit.
"Da da ustazah...Langit pulang dulu ya..." Ucap langit dan di angguki jingga.
"Eh,ada yang lupa nih" Ucap jingga. Langit pun berbalik badan dan melihat jingga yang sudah membentangkan tangannya untuk di peluk.
Langit berlari dan berhamburan di pelukan jingga.
"Cuci muka,sikat gigi,baca doa,langsung tidur ya nak" Ucap jingga dan di angguki langit. Zefan hanya bisa kedekatan mereka berdua dari kejauhan
__ADS_1
"Mimpi indah langit..." Ucap jingga.
"Langit pulang yuk nak..." Ucap zefan pada akhirnya mengahampiri langit.
"Da da zah,mimpi indah juga..." Ucap langit seraya menciumi pipi jingga. Jingga pun menahan rasa terkejutnya di hadapan langit.
"Ayo ayah" Ucap langit.
"Permisi dulu ya zah" Ucap zefan pamit dan di angguki jingga. Sekarang jingga tahu ayah langit yang selama ini tak pernah jingga lihat di sekolah.
Setibanya di rumah,langit langsung membuat tugas dengan di temani sang ayah.
"Istirahat yuk nak..." Ucap zefan.
"Ayah duluan aja,tugas langit dikit lagi selesai" Ucap langit.
"Mau ayah tolong?" Tanya zefan.
"Enggak usah,ayah tidur aja,nanti langit bakalan tidur di samping ayah" Ucap langit.
"Oke,ayah baring duluan ya..." Ucap Zefan dan di angguki langit.
Setelah selesai tugasnya,mata langit masih enggan tertutup. Akhirnya langit memutuskan untuk pergi ke kamar nenek.
"Hp nenek mana?" Tanya langit.
"Ini,buat apa?" Tanya nenek.
"Ada dehh...."
"Langit punya urusan penting..."
__ADS_1