Bunda Jingga

Bunda Jingga
Episode 13


__ADS_3

"Bunda...." Tangis langit pecah. Jingga langsung memeluk langit dengan erat dan menciumi langit penuh sayang. Zefan yang melihat hal tersebut hanya diam di tempat. Terlebih dengan spontan langit memanggil jingga dengan sebutan 'Bunda'.


"Langit takut...." Isak langit dalam pelukan jingga.


"Langit lihat ini" Jingga menunjukkan infus yang juga menempel di tangannya.


"Ustazah sakit juga?" Tanya langit dan di angguki jingga.


"Iya sayang" Ucap jingga.


"Maaf buk,adek nya harus di pasang infus sekarang" Ucap perawat.


"Langit enggak mau..."


"Langit takut...."


"Pasti sakit...." Langit terisak sambil mengeratkan peluknya.


"Lihat di selang ustazah udah ada darahnya" Tangis tangis menjadi-jadi saat melihat darah jingga naik perlahan-lahan.


"Sus,tolong sus" Ucap zefan panik. Jingga berdiri dan mengatur settingan infusnya.


"Enggak apa-apa sus,saya bisa sendiri kok" Ucap jingga. Zefan cukup kagum dengan pembawaan jingga yang begitu tenang.


"Ustazah nggak takut?" Tanya langit sambil mengusap air matanya.


"Enggak dong,kan ada langit" Ucap jingga sambil menampakkan seluruh giginya.


"Enggak sakit?" Tanya langit lagi. Zefan menatap jingga saat jingga melihatnya.


"Awalnya sakit sedikit,tapi lama-lama sakitnya hilang..." Ucap jingga.


"Langit mau kan cepat sembuh?" Ucap jingga dan langsung di angguki langit.


"Langit harus di infus,biar cepat sembuh..."


"Sini duduk di pangkuan ustazah,biar mudah ustazah peluk langit"


"Langit mau kan di infus?" Tanya jingga.

__ADS_1


"Biar samaan kayak ustazah" Ucap jingga. Tanpa banyak berbicara,langit pun menganggukkan kepalanya dan memeluk jingga dengan erat.


"Cepat sus" Ucap jingga. Langit memeluk perut jingga dengan erat dan enggan melihat tangannya yang akan di pasang selang infus.


"Sakit zah..." Langit meringis pelan saat jarum di tusukan ke dalam tangannya.


"Sudah..." Ucap perawat.


"Alhamdulillah..." Ucap jingga dan zefan bersamaan.


"Sudah boleh pulang sus?" Tanya zefan.


"Saya tanya dokter dulu ya pak...." Ucap perawat. Perawat pun menjelaskan segala prosedur kepada zefan sebelum pulang ke rumah.


"Boleh pak,silahkan..." Ucap perawat.


"Zah jingga ikut langit ke rumah ya,sebentarrrr aja" Ucap langit sendu. Jingga melihat ke arah zefan dan di angguki oleh zefan.


"Ya udah,ayo..." Ucap jingga sambil menggendong langit. Dengan sigap, zefan mengambil alih infus jingga dan turut memegang infus milik langit.


"Sekarang kita kembaran,sama-sama di infus,hehe" Cengir jingga. Langit tak mengeluarkan suaranya sedikit pun,langit masih saja memeluk jingga.


"Langit kenapa nak?" Tanya zefan.


"Kenapa zah jingga enggak ngomong sama langit kalau ustazah sakit?" Tanya langit sedih. Bukannya menjawab pertanyaan sang ayah,langit malah memberikan pertanyaan kepada jingga.


"Maaf sayang,handphone ustazah tinggal di rumah dan baru hari ini ustazah pegang handphone" Ucap jingga.


"Udah berapa lama ustazah sakit?" Tanya langit.


"Empat hari deh kayaknya"


"Tapi ustazah di rumah sakit udah delapan hari" Ucap jingga.


"Kenapa?" Tanya langit.


"Abang ustazah sakit sayang,makanya ustazah lama di rumah sakit dan lupa kasih kabar sama langit" Ucap jingga.


"Langit kirain ustazah ninggalin langit,sama kayak ibu" Ucap langit menangis dan membuat seisi mobil terkejut,terlebih-lebih zefan.

__ADS_1


"Maafkan ustazah ya sayang"


"Ustazah nggak bermaksud ninggalin langit" Ucap jingga berusaha menenangkan. Langit menganggukkan kepalanya.


"Kita langsung pulang ke rumah den?" Tanya pak cipto.


"Ah,iya pak cip,kita langsung ke rumah aja .." Ucap zefan tersadar saat mendengarkan ucapan pak cipto.


Setelah menempuh waktu perjalanan yang cukup lama,akhirnya mereka pun tiba di rumah.


"Nenek langit di mana pak?" Tanya jingga kepada zefan.


"Nenek langit ada urusan di luar kota tadi pagi" Ucap zefan.


"Ayo masuk zah" Ucap zefan dan di angguki jingga.


Jingga menggantungkan selang infusnya di tiang infus yang tersedia di rumah zefan. Tak lupa langit pun turut menggantungkan selang infusnya dengan di tolong oleh sang ayah.


"Langit enggak boleh banyak gerak ya nak"


"Kalau banyak gerak nanti tangan langit bisa berdarah..." Ucap jingga dan di angguki langit.


"Langit sudah makan nak?" Tanya jingga.


"Belum..." Ucap langit.


"Langit di infus karena enggak mau makan beberapa hari ini zah" Ucap zefan bak mengadu kepada jingga.


"Benar kata ayah langit?" Tanya jingga dan di angguki pelan oleh langit.


"Nak...."


"Langit sekarang sakit dan harus minum obat..."


"Sebelum minum obat,langit harus makan dulu,supaya badan langit cepat sehat" Ucap jingga.


"Langit mau kan makan?" Tanya jingga.


"Makanannya beli?" Tanya langit. Zefan dan jingga pun kebingungan dengan pertanyaan langit.

__ADS_1


"Emm,langit maunya gimana nak?" Tanya zefan lembut.


"Langit mau makan masakan ustazah jingga..." Ucapnya sambil menatap jingga dengan tatapan memelas.


__ADS_2