
"Kamu kenapa?" Tanya zefan sambil melihat bella dengan tatapan tak suka.
"Eh,aku kaget aja tadi" Ucap bella mengelak. Langit hanya memutar bola matanya malas.
"Langit susah potongin dagingnya nak?" Tanya zefan dan di angguki langit. Zefan membantu langit dan melirik sekilas ke arah bella.
"Bella"
"Nanti ada yang mau gue bicara-in" Ucap zefan dan di angguki antusias oleh bella.
"Ayo langit,makan lagi..." Ucap bella mencari muka dan membuat langit semakin tak nyaman kepadanya.
*****
Besok adalah hari pernikahan jingga dan refan. Refan dan langit tersenyum menatap semua hantaran yang sudah tersedia.
"Cepatkan lah waktu Ya Allah..." Ucap refan memohon. Jingga menepuk pelan pundak refan dan membuat refan tertawa kecil.
"Sabar bang,kok nggak sabaran banget sih..." Ucap mama refan.
"Namanya juga refan ma" Ucap tania,kakaknya refan.
"Apalagi yang menyangkut masalah jingga" Sambung tania. Jingga hanya tersenyum sebagai respond dari ucapan tania.
"Loe dah cinta sama gue je?" Tanya refan dan di gelengi jingga.
"its oke,but after married,let's see" Ucap refan percaya diri. Jingga menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Udah hampir malam banget nih,jingga pulang dulu ya ma" Ucap jingga berpamitan kepada mama.
__ADS_1
"Refan,anterin...." Ucap mama dan dengan siap siaga refan datang dan bersedia mengantar jingga.
"Makasih ya fan..." Ucap jingga dan di angguki refan.
"Iya,sama-sama...."
"Nggak sabar besok ih..." Ucap refan cengengesan. Jingga menggulung senyumnya dan mengusir refan untuk cepat pergi.
"Masuk duluan ke rumah gih..." Ucap refan.
"Udah loe pergi baru gue masuk..." Ucap jingga.
"Je...."
"Masuk nggak loe!" Ucap refan.
Baru saja jingga membuka pagar rumahnya,tiba-tiba mulut jingga di bekap menggunakan sapu tangan.
*****
"Fan....."
"Jingga kenapa enggak aktif?" Tanya abidzar cemas.
"Tunggu kak,baru aja gue anterin dia ke rumah" Ucap refan.
"Gue check ke rumah bentar" Ucap refan.
"Cepat check! Firasat gue buruk...." Ucap abidzar panik.
__ADS_1
"Bang,jangan panik gitu...." Ucap putra mengkhawatirkan abidzar.
"Gimana gue nggak panik,jingga udah hilang!" Ucap abidzar emosi. Putra tersentak diam dan tak sanggup menjawab.
"Gue cari jingga dulu...." Putra menyambar jaketnya dan pergi.
"Baik-baik di jalan loe put..." Ucap putri khawatir.
Putra dan refan berpas-pasan tepat di depan rumah. Mereka membuka paksa pintu dan meminta warga sekitar mencari jingga dan memeriksa keamanan sekitar.
"Gue ke rumah langit,loe cari tempat lain!" Ucap putra. Putra bertanya kepada satpam di rumah langit,akan tetapi si satpam tak juga tau jingga di mana. Alhasil,satpam mengizinkan putra masuk dan bertanya kepada majikannya.
"Om putra..." Ucap langit. Di belakang langit terdapat ayahnya yang sudah menggunakan piyama.
"Maaf sebelumnya pak,malam ini ada jingga berkunjung ke sini pak?" Tanya putra.
"Enggak putra,emang kenapa? Jingga kemana?" Tanya zefan terkejut dan panik.
"Sudah pulang dari refan,nomor jingga enggak bisa di hubungi pak..." Ucap putra.
"Padahal besok hari pernikahannya" Ucap putra dan kembali membuat zefan terkejut.
"Hah? Bunda hilang?"
" Berarti bunda hilang?" Ucap langit khawatir sambil mengguncang-guncang kaki ayahnya.
"Cari bunda ayah..."
"Cari bunda....."
__ADS_1