
Jingga sudah pulang dari pusat perbelanjaan dan membeli apa yang di minta suaminya. Tak lupa pula jingga membelikan makanan untuk para penghuni rumah.
"Loe kemana jadinya je?" Tanya putra.
"Ke pulau,gue stay di sana beberapa hari" Ucap jingga.
"Oh iya dek,ada yang mau loe beli nggak?" Tanya jingga.
"Gue enggak tau berapa hari di sana" Ucap jingga.
"Kayaknya enggak ada deh yang mau gue beli" Ucap putra. Jingga menggapai tangan putra dan menyelipkan kartu atm miliknya.
"Punya gue"
"Pake aja" Ucap jingga dan di angguki semangat oleh putra. Putri yang melihat ekspresi bahagia putra pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan enggan melihat putra.
"Bagi sama putri" Ucap jingga dan di angguki putra.
"Put..."
"Kita harus hemat ya!" Ucap putra sok dan membuat putri memutar bola matanya malas.
"Boba baba bacot" Cibir putri kesal. Putra menepuk kepala putri dan membuat putri meringis.
*****
"Da da...." Ucap jingga dan zefan melambaikan tangan. Semua keluarga melepas kepergian mereka di bandara.
"Bundaaaaaa" Ucap langit manyun. Jingga merentangkan tangannya dan masuklah langit dalam pelukannya.
"Bunda baik-baik di sana ya"
"Pulangnya jangan lama-lama" Ucap langit dan di angguki jingga.
"Iya sayang" Ucap jingga sambil menatap langit.
"Langit jangan lupa hafalan dan muroja'ah ya nak" Ucap jingga.
"Om putra sama anti putri bisa simak-in langit tuh" Ucap jingga sambil melihat ke arah dua mahluk tersebut. Putri dan putra berpose dan membuat langit tersenyum.
" Om putra emangnya hafal al-qur'an juga bunda?" Ucap langit berbisik dan masih bisa di dengar dengan baik oleh putra.
"Eittt,jangan main-main..."
"Om kamu ini juara terus kalau lomba" Ucap putra bangga.
"Kesannya rada sombong sih,tapi apa yang di bilang benar" Ucap putri malas.
"Ayah juga penghafal al-qur'an" Ucap nenek langit membanggakan ayah.
__ADS_1
"Kalau ayah langit tau,cuma kalau om putra..."
"Langit kurang yakin...hehe" Ucap langit yang membuat putra menatap horor keponakannya tersebut.
"Awas aja kamu kalang kabut waktu muroja'ah sama om" Ucap putra sambil menatap horor langit. Langit tersenyum ketakutan karena ucapan putra.
"Ayah...."
"Lihat om putra...." Ucap langit mengadu. Zefan tersenyum dan mengelus kepala langit.
"Kalau itu cara terbaik dan buat langit tambah banyak punya hafalan,ayah enggak bakalan larang om putra didik langit" Ucap zefan tersenyum manis. Langit membuka mulutnya dan tak percaya dengan ucapan sang ayah.
"Hehehe...."
"Siap-siap keponakan kuu...." Ucap putra menyeringai. Langit memanyunkan mulutnya dan menatap kesal putra.
"Bunda..."
"Waktu bunda kembali udah bawa dedek kan?" Tanya langit bahagia.
"Semoga aja ya nak..." Ucap jingga tersenyum. Putra berjalan mendekati zefan dan merangkul zefan.
"Bro,makan kecambah aja tiap hari"
"Biar cepat jadi" Ucap putra sambil mengedipkan sebelah matanya. Zefan menatap putra dan menatap putra sambil tersenyum. Zefan menepuk kecil pipi putra dan menatap horor putra.
"Itu bukti kalau bibit kakak ipar mu ini berhasil" Ucap zefan sambil menatap langit yang tengah memeluk erat bundanya. Putra tercengir dan melepaskan tangan zefan yang menangkup pipinya.
"Oke deh mas"
"Kan aing cuma ngasih saran" Ucap putra sambil menepuk-nepuk pundak zefan.
"Saran kamu bermutu,tapi mas udah tau" Ucap zefan lagi dan di angguki putra dengan senyum yang di paksa nya.
Petugas bandara sudah mengumumkan bahwa pesawat mereka akan berangkat sebentar lagi. Semua orang berharap bahwa jingga dan zefan menikmati libur mereka dan memanfaatkan waktu dengan baik.
"Semoga balik-balik cepat isi ya je" Bisik putra dan putri jahil. Jingga mencubit perut ke dua adiknya tersebut dan memelototi matanya.
"Loe pikir isi anak kayak ngisi angin ban apa?" Ucap jingga sambil berjalan pergi. Putra dan putra hanya bisa tertawa saat melihat ekspresi kesal jingga.
"Mama baik-baik di rumah" Ucap jingga sambil mencium mama.
"Tenang aja,body guard mama udah bertambah dua lagi,insya Allah mama aman" Ucap mama sambil melihat ke arah putra dan putri.
"Tenang mama,para anak SMA ini akan menjaga,merawat dan mencintai mama setulus hati" Ucap putra sambil hormat.
"Betul itu mama" Sambung putri yang turut hormat. Mama tertawa geli melihat tingkah kedua anak SMA tersebut.
"Dek,jangan bikin ulah!" Ucap jingga penuh ancaman.
__ADS_1
"Tenang aja,nggak bakal kok" Ucap putra santai.
"Bacoooood" Ucap putri menjawab ucapan putra. Sekarang perhatian jingga beralih kepada bocah kecil nan imut dan ganteng.
"Anak soleh dan anak gantengnya bunda" Jingga menatap mata langit dengan seksama.
"Jangan lupa sholat ya nak" Jingga mengelus kepala langit dan di angguki langit. Jingga mencium jidat dan pipi langit. Langit pun mencium jidat,pipi dan tangan jingga.
"Pulangnya hati-hati ya ayah,bunda...." Ucap langit bahagia.
"Hus...belum aja ayah sama bunda kamu berangkat,udah bahas pulang" Ucap putra mennyolek bahu langit. Zefan dan jingga tertawa melihat putra yang kerap kali membuat langit kesal.
"Biarin,luek...." Cibir langit kesal.
*****
Perjalanan memakan waktu dua jam di udara dan dua jam melalui jalur darat. Akhirnya,zefan dan jingga sudah sampai di pulau tempat mereka menginap.
"Kalau capek istirahat aja dulu sayang,biar mas rapiin barang" Ucap zefan kepada jingga.
"Kita beresin sama-sama aja ya mas,baru istirahat" Ucap jingga dan di angguki oleh zefan. Mereka mengemasi semua peralatan yang mereka bawa. Setelah makan siang,barulah mereka beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa letih di badan.
"Villanya sepi banget mas" Ucap jingga dan hanya di angguki refan.
"Kok cuma kita di sini?" Tanya jingga.
"Ini punya kita sayang" Batin zefan tersenyum. Melihat zefan hanya tersenyum,jingga menepuk pelan pundak zefan dan menatap zefan.
"Mas..."
"Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya jingga kebingungan.
"Eh,enggak ada sayang,hehe" Ucap zefan. Setelah selesai berkemas,zefan membawa jingga keranjang dan meminta jingga berbaring di sebelahnya.
"Sini sayang,tidur siang dulu" Ucap zefan dan di angguki jingga.
"Nanti sore baru deh kita jalan-jalan" Ucap zefan. Jingga berbaring di samping zefan. Zefan menatap istrinya tersebut dan merapatkan tubuhnya ke tubuh jingga. Jingga sekarang cukup terbiasa saat zefan tidur dengan jarak dekat dengan dirinya. Namun,biasanya ada langit sebagai pembatas antara mereka berdua. Kali ini,tak ada batasan apapun,alhasil zefan langsung memeluk jingga dan membawa jingga ke dalam pelukannya.
"Istirahat dulu ya sayang"
"Biar nanti malam ada tenaganya" Ucap zefan sambil menatap jingga penuh arti. Jingga yang mengerti maksud zefan hanya bisa menepuk pelan dada zefan dan memanyunkan bibirnya.
"Hati-hati...."
"Tuh bibir entar mas cium loh..." Ucap zefan memberi peringatan. Jingga langsung mengulum bibirnya dan menyembunyikan wajahnya di dada zefan.
"Udah ah mas"
"Dari tadi di godain terus" Ucap jingga malu. Zefan tersenyum dan memeluk jingga erat sambil mengelus rambut jingga. Mereka pun cepat terlelap karena mengalami perjalanan yang cukup melelahkan.
__ADS_1