
"Udah ngomongnya" Ucap jingga sambil memegang pisau lipat yang baru saja ia ambil dari tas. Jingga melangkah kearah fajar dan tasya.
"Berani loe berdua teriak,gue tusuk loe berdua sampe mati!" Ucap jingga sambil menyayat ujung jarinya dan meneteskan darah. Darah tersebut langsung di hisap oleh jingga sambil menatap fajar dan tasya dengan tatapan membunuh.
"Aku takut kak...." Bisik tasya yang bisa di dengar jingga. Bukan hanya tasya,fajar pun merasakan ketakutan yang sama.
"Emm... manis banget darah gue"
"Oh iya,kalau loe berani teriak,pisau ini bakalan cepat beraksi loh sya!" Ucap jingga. Jingga melihat fajar dengan tatapan tajamnya dan beralih ke tasya. Jingga meletakkan pisau tersebut di dagu tasya dan membuat tasya memejamkan matanya karena ketakutan.
"Udah ngomongnya?" Tanya jingga sambil melihat fajar dan tasya.
"Gue itu enggak boleh nikah sama loe je!" Ucap fajar.
"Apa alasannya?" Ucap jingga.
"Karena asal-usul keluarga loe yang hancur berantakan dan ga jelas!" Ucap tasya dan membuat jingga ingin melukai dagu tasya yang apabila sedikit saja jingga menggerakkan pisaunya,maka dagu tasya akan terluka.
"Apa kata loe?!" Ucap jingga sambil menekan rahang tasya kuat menggunakan tangannya.
"Cewek sinting...." Teriak tasya histeris ketakutan. Semua orang yang ada di sana terkejut dan mendatangi ruangan khusus pengantin.
"Kamu!" Ucap ibu fajar. Ibu fajar menarik tangan jingga dan membawa jingga pergi jauh.
"Kamu apakan anak saya?" Tanya ibu fajar.
"Kebalik bu! Yang seharusnya nanya itu saya!"
"Anak ibu apakan saya!" Ucap jingga emosi.
"Kamu wajar di selingkuhi dan anak saya wajar ninggalin kamu"
"Kelurga kamu berantakan! Gimana jadinya kalau saya punya menantu yang citra keluarganya urak-urakan" Ucap ibu fajar.
"Ibu enggak tau di mana,Sedangkan ayah kamu kerjanya mabuk-mabukan terus tempramen!" Ucap ibu fajar merendahkan keluarga jingga.
"Ibu pikir saya sedih karena di selingkuhi? iya?" Ucap jingga dan mendapatkan tatapan sinis dari ibu fajar.
"Enggak sama sekali bu!"
"Dan sekarang ibu jelek-jelekin keluarga saya di depan orang ramai?"
"Yakin ibu enggak malu?"
"Nanti ibu nyesel loh mempermalukan saya!" Ucap jingga.
"Yang ada ibu yang nantinya ngemis-ngemis ke saya supaya bebasin anak ibu dari penjara" Ucap jingga.
"Anak ibu sudah saya laporkan ke polisi atas pencurian hasil usaha saya" Ucap jingga tersenyum. Ibu fajar terkejut bukan main. Pasalnya,ibu fajar tau jika jingga dan fajar memiliki bisnis yang dikelola bersama.
"Jadi jangan heran kalau acara pernikahan pak guru dan sahabat saya semewah ini" Ucap jingga.
"Hasil usaha saya enggak sejuta-dua juta bu"
__ADS_1
"Jadi keluarga ibu pertimbangkan dan mulai pikirkan apa yang harus di lakukan sekarang!"
"Oh iya satu lagi,gimana caranya supaya saya enggak penjarakan anak ibu! "
" Dan mulai lah belajar menyusun kata dari sekarang!" Ucap jingga tersenyum sinis dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tak lama kemudian jingga berpas-pasan dengan polisi. Jingga menganggukkan kepalanya dan membuat para polisi berhamburan masuk. Cukup banyak drama yang terjadi di hari pernikahan fajar dan tasya. Namun,jingga tak peduli dengan hal tersebut.
Beberapa hari setelah itu,jingga membebaskan fajar dengan syarat fajar mengembalikan semua hasil usaha milik jingga. Sebenarnya,jingga tak ingin membawa kasus ini ke ranah hukum. Akan tetapi,melihat keluarga fajar yang sombongnya minta ampun,akhirnya tindakan tersebut langsung jingga ambil.
"Awas aja loe jingga" Ucap tasya penuh dendam.
"Yang salah siapa,yang dendam siapa...." Ucap jingga sinis.
"Loe mau gue buatin laporan atas kasus perencanaan pencurian uang usaha? Mau?" Ucap jingga dan membuat tasya melotot.
"Enggak usah sok keras loe tasya!"
"Di gituin aja menciut..." Ucap jingga sinis.
*****
Hari ini,hari di mana jingga berkunjung ke rumah langit. Langit sudah lebih sehat dari sebelumnya. Namun,langit belum di perbolehkan masuk sekolah.
"Ustazah dari mana?" Tanya langit.
"Dari rumah sakit,abis jenguk abang ustazah" Ucap jingga sambil mengupas buah.
"Semoga cepat sembuh ya zah..." Ucap langit dan di angguki jingga.
"Ustazah kok enggak tanyain langit udah makan atau belum sih?" Protes langit.
"Kenapa?" Tanya jingga
"Kan biasanya ustazah nanyain itu terus..." Ucap langit.
"Ustazah bosen sama pertanyaannya" Ucap jingga.
"Apa lagi nanyain langit,pasti langit udah makan kan?" Ucap jingga dan membuat langit memanyunkan bibirnya.
"Kok bosen sih?"
"Enggak tau,bosen aja ustazah" Ucap jingga.
"Tapi sekarang langit belum makan loh zah?!" Ucap langit sambil memasang puppy eyes nya.
"Terus?" Ucap jingga berusaha sok cuek.
"Emm...terus..."
"Ustazah mau nggak buatin langit sayur?" Ucapnya memohon sambil mainkan jarinya di atas lutut jingga sambil membuat bentuk-bentuk abstrak.
"Kalau enggak mau gimana?" Tanya jingga dan langsung membuat langit cemberut.
__ADS_1
"Harus mau dong zah..." Ucap langit pelan.
"Dulu langit ingat nggak kalau ustazah pernah bilang kalau suatu saat nanti langit pasti bakal ketagihan sama sayur buatan ustazah"
"Bahkan bisa jadi makanan favorit langit. Ingat nggak?" Tanya jingga.
"Ingat" Langit menganggukkan kepalanya.
"Dan perlu ustazah tau,sekarang masakan ustazah adalah makanan nomor satu yang langit suka" Ucap langit bahagia.
"Wah,serius nih?" Tanya jingga dan di angguki langit. Langit memeluk kaki jingga dan menengadah untuk melihat jingga.
"Zah,kadang-kadang langit keceplosan manggil ustazah dengan sebutan bunda jingga"
"Ustazah enggak marah?" Tanya langit dan membuat jingga langsung menggendongnya. Jingga duduk di atas kursi dengan langit di pangkuannya.
"Kenapa harus marah?" Tanya jingga.
"Em...Soalnya langit pernah di tegur sama ayah"
"Kalau misalnya manggil zah jingga dengan sebutan bunda tanpa izin itu nggak sopan" Ucap langit.
"Tapi gimana lagi dong zah,mulut langit keceplosan..."
"Langit nggak bisa atur kalau langit sebenarnya mau ngomong apa" Ucap langit mengeluarkan keluh kesahnya.
"Apa yang di katakan ayah langit,itu benar sayang..." Ucap jingga sambil menyisir rambut langit lembut menggunakan jari tangannya.
"Tapi,khusus ke ustazah,langit enggak perlu takut"
"Ustazah enggak pernah sama sekali mempermasalahkan kalau langit manggil ustazah dengan sebutan bunda" Ucap jingga.
"Kan ustazah memang orang tuanya langit" Ucap jingga lembut dan membuat langit spontan memeluk dirinya.
"Langit ngerasain kalau ustazah sayang sama langit"
"Em...maka dari itu langit juga sayang sama ustazah" Ucapnya girang.
"Makasih ya zah,udah hadir di hidup langit" Ucap langit tulus.
"Tapi,langit enggak puas kalau cuma sebentar sama ustazah"
"Langit maunya ustazah setiap hari,setiap jam,setiap menit,setiap waktu deh pokoknya dekat terus sama ustazah"
"Bisa nggak ya zah?"
"Oh iya,langit pernah ngomong sama nenek tentang ini"
"Terus nenek cuma jawab,suruh ayah kamu nikah sama zah jingga" Ucap langit dan membuat jingga sangat terkejut.
"Menikah itu yang orang bisa tinggal satu rumah sama-sama dan saling mencintai kan zah?" Ucap langit dan di angguki jingga.
"Biar langit dan ayah bisa tinggal satu rumah terus sama zah jingga,gimana kalau ayah dan zah jingga menikah aja?"
__ADS_1