Calon Istriku Musuhku

Calon Istriku Musuhku
Aku menyukaimu


__ADS_3

Rania dan suaminya tiba di kediaman Rayyan. Mereka akan menikmati makan siang bersama tak ketinggalan putra lelaki mereka yang bernama Aryan yang kini berusia 22 tahun.


"Apa kabar, Ma?" sapa Rania.


"Baik, kalian sehat 'kan?" tanya Arina memeluk putrinya itu.


"Aku dan Arya baik," jawab Rania tersenyum.


"Mari duduk!" ajak Rania.


Di tengah obrolan makan siang, Rania mengatakan kepada Arya jika Aryan satu sekolah dengan Sasha. Namun, lelaki itu selalu menghindar jika Rania menyinggung nama adik kandung Arya tersebut. Entah, kenapa ia tak begitu menyukai Sasha.


Selesai makan siang bersama, Arya mengantar istrinya kembali ke kantor dan ia pergi ke perusahaan Mayang yang sekarang di pimpin Wisnu.


"Selamat siang, Paman!" sapa Arya pada Wisnu di ruangan kerjanya.


"Siang, Arya. Silahkan duduk!" Wisnu mempersilakan menantu Reno.


"Terima kasih, Paman!"


"Ada hal apa sampai Reno mengirimkan menantunya ke sini?"


"HK Grup ingin bekerja sama dengan perusahaan Paman dalam pembuatan iklan properti di kota L."


"Kenapa tidak menggunakan jasa perusahaan Aksa Grup milik keluargamu?"


"HK Grup selalu bekerja sama dengan perusahaan ini," jawab Arya.


"Ya, kami sering bekerja sama. Tapi jika kamu ingin kita menjadi teman bisnis tidak masalah," ucap Wisnu tersenyum.


Arya menghela nafasnya dan tersenyum. "Kalau begitu, saya akan mengirimkan karyawan untuk menjelaskan semuanya."


"Paman, akan tunggu!"

__ADS_1


Arya beranjak berdiri begitu juga dengan Wisnu. "Terima kasih, Paman!" ia berjabat tangan dengan pria paruh baya yang masih kelihatan tampan.


"Sama-sama, Arya!"


-


Arya sudah berada di kantor Rania, ia menghampiri istrinya yang sedang berada di ruangannya.


"Apa kau masih sibuk?" Arya membuka pintu ruang kerja Rania.


"Sebentar lagi selesai, apa kau sudah menemui Paman Wisnu?"


"Sudah dan ia menyetujuinya," jawab Arya.


"Syukurlah," ucap Rania tersenyum.


"Aku tunggu di sana saja, ya!" Arya menunjuk sebuah sofa.


Arya menunggu istrinya yang masih sibuk dengan pekerjaannya di sofa sampai ia tertidur.


Sejam kemudian Rania selesai ia menghampiri suaminya dan tersenyum. Ia mengecup pipi Arya, namun pria itu tetap tak bergerak. "Kau ingin tidur di sini!" bisiknya.


Arya tersentak lalu terbangun dan melihat wajah istrinya yang memancarkan senyumnya. "Apa kau sudah dari tadi selesai?"


"Aku baru saja selesai, maaf mengganggu tidurmu!"


"Aku yang salah, tidur di kantor orang," Arya menggaruk kepalanya.


"Tidak masalah, tiap hari di sini pun tak apa!"


"Kalau begitu, aku akan kirimkan ranjang di kantor ini," ucap Arya.


"Untuk apa?"

__ADS_1


"Biar kita bisa berduaan," jawab Arya menggoda.


"Aku tidak mau, bisa terganggu semua urusan pekerjaanku," tolak Rania. "Ayo, kita pulang. Aku sudah sangat lapar," ajaknya.


"Siap istriku!"


Langit terlihat gelap, rintik hujan mulai turun. Mobil yang di kendarai Arya melaju sedang di jalanan kota.


"Kau ingin kita langsung ke rumah atau singgah di warung makan terdekat?"


"Rumah saja, Ayah pasti sudah menunggu kita."


"Baiklah," Arya mengendarai mobilnya dengan hati-hati.


Akhirnya setengah jam kemudian, mereka tiba di rumah dan hujan turun sangat deras.


Arya keluar menggunakan payung, ia memutari mobil dan membuka pintu untuk istrinya. Ia merangkul pinggang Rania dan keduanya saling menatap.


"Kau ingin kita begini saja!" ucap Rania membuyarkan lamunan suaminya.


Arya hanya bisa tersipu malu. Ia memayungi istrinya sampai ke teras rumah. Lalu ia bergegas ke kamar membersihkan diri.


Selesai dari kamar mandi Arya memeluk istrinya dari belakang. "Tak usah memasak, aku sudah menyuruh pelayan. Jangan terlalu lelah!" bisiknya.


"Benar nih, aku tak perlu memasak lagi?" Rania membalikkan badannya.


Arya mengangguk pelan.


"Kalau begitu, pergi ke kamar mandi. Aku menunggumu di bawah!" Rania mendorong suaminya.


Bukannya ke kamar mandi ia malah menarik pinggang istrinya lalu mencium bibir Rania kemudian melepasnya, "Aku menyukaimu!"


Mendengar itu pipi Rania merona merah, "Kau sangat pintar menggoda!"

__ADS_1


__ADS_2