Calon Istriku Musuhku

Calon Istriku Musuhku
Dendam Nadia


__ADS_3

Nadia merasa Aryo sudah mengetahui kebusukannya. Ya, diakui kalau ia mendekati kakaknya Arya karena jabatannya sebagai seorang Presdir di Aksa Grup.


Jujur ia masih mengharapkan Arya, namun pria itu memilih menikah dengan wanita pilihan Gunadi yang serakah.


"Aaargghh sial!" geramnya di dalam kamar. "Harusnya sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya di keluarga Aksa dan menghancurkan mereka," ucapnya menyeringai.


"Aryo tak bisa ku dapatkan, jangan harap juga Arya bahagia!" janjinya.


Ponselnya berdering, ia pun menjawab panggilan tersebut tampak wajah Nadia panik. Lalu ia bergegas pergi.


......................


Beberapa minggu kemudian......


Arya sudah kembali bekerja, ia juga menduduki kursi wakil Presdir menggantikan istrinya. Beberapa hari ini, Rania sering merasa kelelahan jadi ia melarang istrinya itu bekerja.


Rania yang memang terbiasa dengan pekerjaannya yang menumpuk merasa bosan jika berada di rumah apalagi tanpa suaminya.


Ia meminta izin kepada Arya untuk berjalan keliling ke sebuah pusat perbelanjaan bersama Sasha dan suaminya itu mengizinkannya.


Rania berjalan pelan memasuki toko perlengkapan bayi. "Sepertinya ini lucu, Sha!" ia mengambil pakaian perempuan berwarna kuning.


"Semua lucu, Kak!" ujar Sasha.


"Beli sekarang atau nanti saja, ya?" Rania sedikit bimbang.


"Terserah kakak saja," jawab Sasha.


"Aku ambil saja!" Rania akhirnya memilih pakaian yang ia pegang. Prediksi Dokter jika anak yang akan dilahirkannya berjenis kelamin perempuan.

__ADS_1


Selesai dari pusat perbelanjaan, mereka pulang. Mobil dikemudikan seorang sopir.


Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Nadia yang sedang berbicara dengan seorang pria.


"Bukankah itu Nadia, Sha?"


"Iya, Kak. Tapi dia dengan siapa?"


"Mungkin temannya," tebak Rania. "Oh ya, bagaimana hubungannya dengan Kak Aryo?" lanjut bertanya.


"Aku tidak tahu, Kak. Sekarang Kak Nadia jarang ke rumah," jawabnya.


"Memangnya kapan mereka akan menikah?"


"Tidak tahu juga, Kak."


-


-


Nadia mendatangi kafe tempat tunangannya dan wanita yang di sebut perusak hubungan mereka.


"Jadi selama ini kalian seperti ini di belakangku!" Nadia berbicara lantang hingga membuat pengunjung kafe mengalihkan perhatiannya kepada ketiganya.


Aryo berdiri dari tempat duduknya, "Jangan buat malu!" ia bicara pelan.


"Kita sudah tunangan, Aryo. Wanita ini juga tahu, kenapa kalian menduakan aku?" ungkap Nadia.


Aryo menarik tangan Nadia sedikit menjauh. "Hubungan kita sudah berakhir, tak ada kata rencana pernikahan."

__ADS_1


"Apa kau mencintai wanita itu?"


"Iya, aku mencintainya yang tidak penuh kepura-puraan seperti dirimu."


Nadia mengeraskan rahangnya, "Kau jahat!" Ia mendorong tubuh Aryo kemudian berlalu.


Di dalam mobil Nadia memukul setir sambil berteriak. "Gunadi, aku akan menghancurkan seluruh anggota keluargamu!"


Nadia menyalakan mesin mobil, melesatkan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Di jalan yang sepi ia lebih leluasa, hingga sebuah mobil mengejar dirinya. Nadia melihat kaca spion namun akhirnya ia dapat juga terkejar.


Nadia mengerem mobilnya secara mendadak, ia baru turun saat pengendara mobil yang menghadang jalannya mendekati kendaraannya.


"Rangga!" gumamnya.


Pria itu mengetuk pintu membuat Nadia turun. "Apa kau tahu salahmu, Nona?"


"Tidak," jawabnya santai.


"Kau mengebut!"


"Jalanan sepi, masalahnya di mana?"


"Kau hampir menabrak mobilku," jawab Rangga.


"Kan hampir, pinggirkan mobilmu aku mau lewat!" Nadia kembali ke dalam mobil.


Rangga mendengus kesal ia pun kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan pulang.


Sesampainya di rumah, Nadia menatap geram sebuah foto. "Kau harus bertanggung jawab, karena kau hidupku benar-benar hancur!"

__ADS_1


__ADS_2