Calon Istriku Musuhku

Calon Istriku Musuhku
Akhir Cerita


__ADS_3

Arya sudah berbicara dengan Mama Rita, agar tidak menjauhi Sasha. Dengan bujuk rayu dan menenangkan sang ibu, akhirnya wanita paruh baya itu mau kembali bertemu dengan putri yang pernah ia rawat.


Butuh waktu sepekan, Rita dan Sasha bertemu. Sementara Gunadi tidak tinggal di rumahnya lagi. Pria itu memilih mundur dan mengakui kesalahannya.


"Mama!" Sasha memeluk Rita dengan berlinang air mata. "Aku rindu dengan Mama!" isaknya.


"Mama juga, maafin ya!"


"Aku tidak mau berpisah dengan Mama," pintanya.


"Tidak, Nak. Ibu kandungmu membutuhkanmu!" Rita berbicara lembut.


"Aku ingin bersama Mama!" rengeknya.


"Kapan saja kau boleh bertemu dengan Mama, tinggallah bersama Ibumu."


"Jika Mama memaksa lebih baik Sasha tinggal sendiri saja," ancamnya.


"Kau ingin membuat kedua kakakmu repot," ujar Rita.


"Mama tidak mau tinggal bersamaku lebih baik aku sendirian saja," Sasha memanyunkan bibirnya.


Rita memeluk gadis itu. "Kau boleh tinggal sesuka hatimu!"


"Terima kasih, Ma!"


...----------------...


Gunadi pergi menemui Della di rumah sakit sesampainya di sana wanita itu tidak lagi ada. Ia mendatangi Nadia di kantornya, lagi-lagi ia harus menahan kekecewaan karena istri Rangga tersebut sedang cuti.

__ADS_1


Ia menelepon Aryo meminta bantuan putranya itu untuk mencari Della. Awalnya menolak namun ia tak sampai hati melihat Papanya bersedih.


Dengan memohon pada Nadia, akhirnya Gunadi bisa bertemu dengan Della. Di sebuah rumah tak jauh dari kota, ia sengaja dibawa ke sana. Agar ia tak bertemu dengan mantan suaminya.


"Della!"


Wanita itu menoleh dan terkejut, mengambil gelas bersiap ingin ia lemparkan. "Pergi!"


"Aku dan Rita sudah berpisah," ujarnya.


Gelas yang ia pegang perlahan ia turunkan. "Kenapa kau berpisah darinya?"


"Aku sudah terlalu banyak menyakitinya."


"Apa kau tidak sadar telah menyakiti ku?"


"Selama ini ke mana saja?" tanyanya ketus.


"Aku memang egois dan membuat kalian berdua yang menjadi korbannya."


"Harusnya kau sadar dari dulu!" hardik Della.


"Kesalahan yang ku lakukan sangat fatal, mulai besok dan seterusnya. Aku akan menghilang dari kehidupanmu dan dia." Gunadi pun berlalu, Della menatap nanar punggung mantan suaminya itu.


...**********...


Dua bulan kemudian...


Perusahaan kini di pegang oleh Arya, sementara itu Aryo menjabat sebagai wakilnya. Gunadi tinggal seorang diri di sebuah apartemen yang tidak mewah. Lain kota dengan para mantan istrinya. Itu juga pemberian dari putra sambungnya.

__ADS_1


Untuk mengisi hari-harinya dan biaya hidup, ia membuka toko kelontong dari hasil tabungannya.


Tiap hari ia harus berjalan kaki terkadang naik bus menuju tokonya, jarak dari apartemennya berkisar 2 kilometer.


Aryo sudah menawarkan papanya membuka toko tak jauh dari apartemennya, namun Gunadi menolaknya dengan alasan harga jual toko di sekitar tempat tinggalnya yang baru terlalu mahal.


Rita terkadang sering melamun, Rania dan putrinya selalu datang untuk menghiburnya. Dengan kehadiran menantu dan cucunya itu mampu membuat dirinya sejenak menghilangkan kesedihan yang ia alami.


Sasha kini harus bisa membagi waktunya untuk dua orang wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya. Seminggu sekali ia akan mengunjungi ibu kandungnya yang tinggal di kota yang sama.


Nadia bisa menjalankan tugas perusahaannya dengan tenang. Kondisi Della semakin membaik meski harus dalam pengawasan. Bibinya itu kini tinggal di rumah yang ia beli tak jauh dari apartemen milik suaminya. Hal itu sengaja ia lakukan agar dapat menjangkau kondisi wanita paruh baya itu.


-


-


...----------------...


Terima Kasih Banyak Yang Sudah Like dan Komen..


Sekian dan Terima Kasih 🌹


Jangan Segan Untuk Mampir ke Karya ku Yang lainnya.


-


-


...End...

__ADS_1


__ADS_2