
Pagi menjelang, Rania terbangun dari tidurnya dan melihat wajah suaminya yang polos. Ia menyentuh pipi Arya dengan jari telunjuknya.
Arya menggerakkan tubuhnya karena tersentuh membuat dirinya terbangun, ia terkejut karena ada seorang wanita di sampingnya. "Kenapa kau di sini?"
"Harusnya aku yang bertanya, ini kamarku!" jawab Rania.
Arya melihat sekitarnya dan bergegas turun.
"Kau mau ke mana?" tanya Rania.
"Mau pulang," jawab Arya.
"Ini rumahmu, lihat itu foto pernikahan kita!" tunjuk Rania ke arah meja rias.
"Jadi kita sudah menikah?" Arya bertanya begitu polos.
"Ternyata ingatanmu belum pulih juga," ungkap Rania.
Arya terduduk di sisi ranjang dan Rania menyingkap selimutnya lalu turun dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil handuk dan pakaian untuk suaminya.
"Mandilah!" Rania menyodorkan kedua barang tersebut.
Arya pun menuruti perintah istrinya.
"Aku akan ke dapur menyiapkan sarapan untuk kita," ucap Rania.
Setengah jam kemudian sarapan selesai di buat, ia kembali ke atas menemui suaminya.
Arya terlihat bingung dengan pakaian yang diberikan istrinya di depan cermin. "Kenapa aku harus berpakaian seperti ini?"
"Hari ini kau akan ikut aku ke kantor," jawab Rania sambil memakaikan dasi suaminya.
"Kenapa harus ikut ke kantor?"
"Hari ini kau harus kembali bekerja, aku butuh uang nafkah darimu," jawab Rania. "Turunlah lebih dulu ke bawah, aku sudah menyiapkan teh untukmu," lanjutnya.
__ADS_1
Rania pergi ke kamar mandi dan Arya turun ke bawah sambil menunggu istrinya bersiap ke kantor, ia mengobrol dengan Reno.
Setengah jam kemudian, Rania turun dan bersiap ke kantor sebelumnya mereka terlebih dahulu sarapan.
-
Gedung HK Grup
Rania datang bersama Arya mendapat perhatian para karyawan, mereka melihat suami atasannya itu sedikit aneh pasca kecelakaan.
Rania menggenggam tangan suaminya ke dalam ruangannya. "Silahkan duduk di sini!" titahnya.
"Ini kursi milikmu," Arya menolaknya.
"Kau yang akan membantu ku, beberapa bulan lagi aku melahirkan. Jadi bersiaplah menjadi Presdir," ucap Rania.
"Kenapa kau begitu mudah memberikan jabatan ini?"
"Karena kau suamiku, aku percaya padamu," jawab Rania.
"Aku tidak mengerti menjalankan perusahaan," ucap Arya.
Arya mendengar penjelasan istrinya dengan seksama. Sesekali mereka saling bercanda, Rania begitu cantik ketika tertawa lepas.
"Rania!"
"Ya."
"Di mana aku mengalami kecelakaan?" tanya Arya membuat Rania menatap suaminya.
"Cukup jauh dari sini, perjalanan ke sana hampir 1 jam."
"Kenapa aku bisa kecelakaan?"
"Aku tidak tahu, namun keluargamu menutup kasus ini."
__ADS_1
"Di tutup? Aku ingin ke tempat itu," pinta Arya.
"Apa kau yakin?" tanya Rania.
"Ya," jawab Arya.
"Hari libur nanti ke sana, aku akan minta Aryan menemani kita," ucap Rania. "Sudah waktunya kita makan siang," lanjutnya sambil melihat jam tangan.
-
Di restoran milik keluarga Rania, keduanya menikmati makan siang.
"Apa kita sering ke sini?" tanya Arya.
"Ya, ini punya keluargaku juga."
"Oh."
"Apa kau ingat sesuatu?" tanya Rania.
"Tidak," jawab Arya. "Aku mau ke toilet dulu," pamitnya.
Saat ke toilet Arya tak sengaja bersenggolan dengan dengan seorang pria.
"Maaf, Tuan!" ucap pria itu.
"Ya, tak apa," Arya melihat pria itu yang terburu-buru pergi. "Aku merasa pernah bertemu dengannya," gumamnya.
Arya melanjutkan ke toiletnya, tiba-tiba kepalanya pusing dan terjatuh. Salah satu karyawan pria yang menemukan Arya tergeletak di lantai bergegas memanggil temannya.
"Tolong aku, Tuan Arya pingsan!" ucapnya dan dua karyawan pria membantunya memindahkannya di ruang kerja manajer restoran.
Rania yang mendapat kabar suaminya pingsan melangkah cepat menemuinya. "Kenapa dengan suamiku?" Ia tampak cemas.
"Kami menemukan Tuan Arya sudah tergeletak di lantai, Nona!" ucap karyawan pria yang pertama kali menemukannya.
__ADS_1
"Panggil Dokter sekarang!" perintah Rania.
"Baik, Nona!" ucap manajer.