Calon Istriku Musuhku

Calon Istriku Musuhku
Teka Teki


__ADS_3

Rita duduk di samping suaminya di depannya ketiga anaknya. Mereka berkumpul di ruang tamu, Gunadi mengumpulkan semuanya ingin menjelaskan tentang siapa sebenarnya Sasha.


"Ada apa Papa mengumpulkan kami di sini?" tanya Arya yang datang sendiri karena Gunadi hanya mengundang putranya itu saja.


"Papa dan Mama akan memberi tahu kalian terutama Sasha," Gunadi menatap putri kandungnya dengan Della.


Mata Rita tampak berkaca-kaca.


"Kenapa dengan Sasha, Pa?" tanya Aryo.


"Sebenarnya Sasha bukan putri kandung kami," Rita berkata dan berusaha menahan tangis.


Pernyataan Rita membuat ketiga anaknya terkejut.


"Maksudnya apa?" tanya Arya.


"Mama bukan ibu kandungnya," jawab Rita yang akhirnya tak bisa menahan air matanya.


"Tidak!" Sasha berdiri. "Mama, Papa pasti berbohong!" hardiknya.


"Aryo bukan anak kandung Mama dan aku bukan anak kandung Papa. Sasha bukan anak kandung kalian berdua, rahasia apa lagi yang Mama dan Papa sembunyikan dari kami?" cetus Arya.


"Orang tua Sasha, hanya kalian berdua!" gadis itu terduduk dan menangis. Rita mendekatinya dan memeluknya.


"Papa akan mempertemukan Sasha dengan ibu kandungnya," ujar Gunadi.


"Aku ikut bertemu dengan ibu kandung Sasha," Arya mengusulkan dirinya.


"Aku juga!" sahut Aryo.


"Bagaimana ini jika Arya dan Aryo tahu sebenarnya?" Gunadi memijit keningnya.

__ADS_1


"Bagaimana, Pa?" tanya Arya.


"Baiklah," jawab Gunadi pasrah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu kemudian


Sasha akhirnya mau bertemu dengan ibu kandungnya setelah dibujuk Rita dan kedua kakak laki-lakinya. Dengan wajah pucat karena beberapa hari ini terus menangis, ia turun dari mobil bersama dengan Mama Rita dan Papa Gunadi.


Di belakang mereka ada mobil lainnya yang ditumpangi Aryo dan Arya.


"Rumah sakit gangguan jiwa," gumam Aryo.


"Kenapa kita kemari?" tanya Arya.


"Ibunya Sasha di rawat di sini," jawab Rita.


"Kenapa kalian di sini?" Arya menatap pasangan suami istri itu.


"Bukankah Papamu ingin bertemu Ibu kandungnya Sasha?" Nadia balik bertanya dengan nada sinis.


"Iya, benar. Tapi apa hubungannya dengan kalian berdua?" Aryo menatap curiga.


"Ibu kandung Sasha adalah bibiku. Adik kandung dari ibuku," jelas Nadia.


"Apa?" Aryo dan Arya terkejut begitu juga dengan Rita dan Sasha.


"Astaga, teka teki apa lagi ini?" celetuk Arya.


"Di mana wanita yang telah membuang aku?" Sasha bertanya pada Nadia.

__ADS_1


"Membuang?" Nadia mengernyitkan keningnya. "Apa Paman Gunadi tidak menjelaskan semuanya?" menatap pria paruh baya.


"Sepertinya belum tepat kita untuk menjelaskannya," ujar Rangga.


"Sebenarnya ada apa ini, Pa?" Rita menatap curiga suaminya.


"Nanti Papa akan jelaskan, Nadia pertemukan kami dengan Della," pintanya pada istrinya Rangga.


"Baiklah, ikut aku!" Nadia mengajak keluarga Gunadi.


Pertemuan dilakukan setelah mendapatkan izin dari Dokter yang menangani Della.


Mereka bertemu di taman rumah sakit, Della duduk termenung di dampingi perawat.


"Hanya Sasha yang boleh mendekat, kalian tunggu di sini!" titah Nadia.


Mereka pun mengiyakan dan menuruti perintah wanita yang berusia 28 tahun itu.


"Ayo, Sasha!" Nadia berjalan mendekati Della di susul putri Gunadi.


Gunadi dari jarak jauh menatap dengan harap-harap cemas.


Sedangkan Arya dan Aryo memilih duduk dengan santai. Sementara itu Rangga berdiri menatap istrinya, ia takut jika Della mengamuk dan mencederai Nadia.


"Bibi!" sapa Nadia.


Della menoleh ke arah suara, ia tersenyum pada istri Rangga. Lalu memiringkan kepalanya melihat gadis yang ada di belakang Nadia. "Dia siapa?"


"Bi, perkenalkan dia Sasha," jawab Nadia. Ia lalu mendorong pelan gadis itu mendekati Della.


Sasha tersenyum canggung, "Ibu!" panggilnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2