
Rangga sengaja ingin bertemu dengan suami Rania, walau sebenarnya ia malas. Karena Arya lebih tahu tentang Nadia, ia ingin menanyakan seperti apa sebenarnya istrinya itu.
"Tumben sekali kau mengajakku bertemu," Arya menjatuhkan tubuhnya di kursi menghadap pria yang sempat menyukai istrinya.
"Aku juga terpaksa bertemu dengannya," Rangga menunjukkan wajah ketus.
"Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan?" tanya Arya. Meraih gelas kopi dan menyesapnya.
"Aku ingin bertanya tentang Nadia."
Arya tertawa tipis, "Jadi kau belum tahu bagaimana istrimu?"
Rangga menggelengkan kepalanya pelan.
"Kau menikah tapi tidak tahu sifat istrimu. Memangnya kau tidak pernah bertanya padanya?"
"Kau dulu juga menikah, apa Rania tahu dirimu siapa? Kalian menikah karena terpaksa juga," celetuk Rangga.
"Tapi kami sekarang saling mencintai," Arya sengaja mengatakan begitu agar Rangga cemburu.
"Kau pikir aku iri dengan kebahagiaan kalian," Rangga menarik sudut bibirnya.
"Ya, aku tidak pernah tahu isi hati seseorang," ujar Arya santai.
"Cepat beri tahu aku seperti apa Nadia?"
__ADS_1
"Beberapa tahun yang lalu aku memang jatuh cinta padanya, namun dia lebih memilih Aryo. Setahuku dia wanita yang licik, tapi aku tak pernah tahu alasan dia memiliki sifat seperti itu. Sampai akhirnya kita tahu kalau dia sebenarnya CEO Lestari Grup."
"Apa kau mengenal keluarganya?" tanya Rangga.
"Tidak. Beberapa tahun lalu perusahaan tempat ia bekerja dengan Aksa Grup melakukan kerja sama, itu awal aku dan Aryo bertemu dengannya. Seiring waktu berjalan kami semakin akrab."
"Apa kau tahu wanita paruh baya yang dirawat di rumah sakit gangguan jiwa?"
"Tidak," Arya menggeleng kepalanya.
"Dia sering ke sana," ujar Rangga.
"Apa kau tidak bertanya padanya?" Arya bertanya sambil mengemil kentang goreng.
"Dia tak pernah mau menjawabnya."
"Apa dia Paman Sam?"
"Ya."
"Kata Mama Sarah, Paman Sam bukan keluarganya tapi pengacara perusahaan Lestari Grup," tutur Arya.
"Itu artinya selama ini dia berbohong?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Selama kami menikah, dia hampir sering ke luar kota," ungkap Rangga.
__ADS_1
"Kau tidak menaruh curiga kepadanya?" Arya mendekatkan wajahnya ke arah Rangga. "Bisa saja dia menemui pria lain," tersenyum jahil.
"Aku percaya padanya," Rangga berucap tanpa sadar.
"Itu artinya kau sudah jatuh cinta padanya!" tebak Arya asal.
"Terima kasih atas waktunya," Rangga beranjak berdiri.
"Ya, sama-sama. Semoga kau segera mengetahui apa yang sebenarnya di sembunyikan Nadia darimu," harapan Arya.
"Semoga saja!" Rangga pun pamit.
...****************...
Sudah dua hari ini, Nadia tidak pulang ke rumah. Wanita beralasan ada urusan pekerjaan sehingga mengharuskannya menginap selama seminggu di Kota E.
Biasanya setiap pagi, istrinya itu akan membuatkan sarapan untuknya. Menyediakan pakaian miliknya bahkan sebelum pergi bekerja, Nadia menyempatkan waktu untuk membersihkan rumah.
Saat hendak masuk ke dalam mobil, ponselnya berdering. Ia pun menjawab panggilan tersebut, "Halo!"
"Halo, Tuan. Kami melihat Nona Nadia sedang mengobrol dengan seorang pria sebaya dengan anda di kota E."
"Kirimkan fotonya," perintah Rangga.
"Baik, Tuan!"
__ADS_1
Tak lama kemudian setelah menutup teleponnya, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Ada dua foto Nadia bersama dengan seorang pria.
"Apa pria itu kekasihnya?"