Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan


__ADS_3

Asha mempertanyakan hal-hal yang menurutnya aneh melalui sebuah kertas kepada Caius. Sampai akhirnya dia menuliskan, kalau dia akan pergi ke negeri timur tengah pada saat semua orang pergi belajar ke akademi.


"Asha, apakah kamu benar-benar sudah mempertimbangkan dengan baik?" tanya Caius dengan tatapan terkejut karena bukan hal mudah melakukan perjalanan ke negeri timur tengah dan semua orang juga tau kalau gurun pasir adalah tantangan terbesar dalam pergi ke timur tengah


Gurun pasir yang luas, panas dan tidak pernah terlihat seperti tidak ada ujungnya itulah alasan kenapa tidak banyak bangsawan tidak ingin ke sana sebagai tempat wisata dan menjadi seorang duta, tapi Asha hanya menjawab dengan anggukan membuatnya khawatir.


"Asha, kenapa kamu ingin sekali pergi ke timur tengah?" tanya Caius dengan penuh senyuman ke arah Asha, Asha kemudian menuliskan kalau dia hanya ingin bersenang-senang walaupun menggunakan jalur pekerjaan


Setelah percakapan itu, Asha menceritakan alasan dia diam karena merasa sudah sedikit lebih baik dengan kondisinya yang dihibur dan di ajak berbicara.


"Asha, menurutku dia hanya berpikir kalian menatap Aelfraed sebagai tuan rumah harus menenangkan tamu yang sedang menangis,"


"Tentu saja dia menenangkan gadis itu dan melakukan pembelaan karena dia terlihat baru masuk ke dunia bangsawan,"


"Dan aku juga berpikir kalau kamu tidak mungkin melakukan hal keji seperti mendorong orang lain," ucap Caius yang mengelus-elus kepalanya Asha untuk memberikannya sedikit ketenangan


Tapi tanpa Asha sadari kalau dia sudah mulai mengantuk, dia pun tertidur di dalam pelukan Caius yang sejak mengelus-elus kepala Asha kemudian berpindah tempat untuk memeluknya. Seperti pasangan kekasih yang romantis dan sempurna, tapi dibalik kesempurnaan itu adalah kebohongan yang ditulis di atas kertas. Pahit atau manisnya itu Caius berusaha saat ini menjadi orang yang tulus mencintai Asha.


"Asha, aku tau aku selalu membuat dirimu kecewa, tapi di sisi lain aku yang baru menyadari perasaan itu di saat aku juga kehilangan sosok yang aku cintai,"


"Aku jadi menyadari betapa bodohnya aku menyia-nyiakan orang yang selalu ada untukku, jika bisa aku ingin berjuang mendapatkan hatimu yang mungkin telah menjadi es karena aku," ucap Caius yang memeluk erat Asha yang tertidur dengan senyuman pahit kemudian di letakkan Asha di atas kasur dan mencium keningnya sebagai ucapan selamat tidur

__ADS_1


Keesokan harinya adalah hari terakhirnya berada di mansion karena besok dia sudah harus melakukan perjalanan begitu juga dengan teman-temannya yang harus menghadiri upacara masuk akademi, semua teman-teman Asha kecuali Ehan karena Grace sangat marah kepadanya yang tidak membela Asha sama sekali, mereka datang secara diam-diam untuk memberi kejutan kepada Asha.


"Apakah kalian serius kalau Asha belum bangun?" tanya Grace kepada para pelayan yang baru saja ingin masuk ke dalam ruangan atasannya untuk membangunnya, para pelayan hanya menjawab dengan anggukan karena memang Asha sangat sulit untuk dibangunkan kalau tidak dibangunkan dan sulit untuk tidur kalau tidak benar-benar mengantuk


Grace membuka pintu besar tanpa mengetuk pintu besar di depannya karena dia sudah tau kalau orang ini tidur tidak akan peduli dengan suara ketukan apapun, kecuali jika ada ancaman bahaya maka dengan refleks dia akan bangun.


"Asha, tunanganmu dibawah menunggu kalau dia lihat dirimu belum bangun seperti ini apa ya reaksinya?" ucap Grace dengan lantang dari beberapa langkah di depan pintu, ucapan itu cukup membuat Asha seketika membuka mata


Bagi Asha sampai kapanpun Grace adalah kutukan berjalan kalau dia sedang tidur karena dia akan membangunkan dia dengan hal-hal buruk atau kekurangan yang dimiliki Asha.


"Grace, apa yang membuatmu datang ke rumahku di pagi hari?"


"Kamu tau kalau hari ini adalah hari terakhir aku dirumah untuk bersantai karena besok aku harus pergi ke timur tengah," ucap Asha yang meregangkan tubuhnya karena baru bangun tidur


"Kenapa kamu baru memberi tau aku? Apakah aku bukan teman baikmu? Sudah berapa lama kamu merencanakan hal ini?" ucap Grace dengan tatapan suram dan ribuan pertanyaan yang menghujaninya


Asha kemudian meminta Grace untuk ke ruang kumpul dulu karena dia akan menyusul dan memberi tau informasinya lebih detail tentang perjalanannya ke timur tengah. Tapi Tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberi tau kalau pangeran kerajaan datang ke mansion dan sekarang ada di ruang tamu.


Asha merasa kepalanya sakit dan ingin masuk ke dalam selimut yang baru saja dia singkirkan. Tapi Grace yang mengetahui niat buruk temannya dengan cepat menarik jauh selimut itu.


"Asha, tidak sopan jika kamu tidak menyapa tamu saat datang ke mansion, walaupun datangnya tiba-tiba," ucap Grace dengan tatapan dingin tajam menusuk hingga membuat Asha merinding

__ADS_1


"Aku pasien tau,"


"Kembalikan selimutku biarkan aku berisitirahat," ucap Asha yang berusaha menggapai selimut yang telah berada di genggaman Grace di luar dari posisi kasurnya


Terlihat sesosok laki-laki berkacamata yang tidak sengaja membuka pintu itu untuk melihat Asha yang mungkin menolaknya, tetapi dilihatnya Asha yang baru bangun tidur dan keduanya saling menatap membuat laki-laki itu dengan cepat menutup pintu besar. Asha yang merasakan sifat buruknya baru di ketahui, seketika wajahnya berubah menjadi merah dan dia berteriak kesal karena seorang pewaris kerajaan melihat tingkah laku buruknya saat bangun tidur, tapi berkat itu juga Grace berhasil menyeret temannya untuk bangun dan bersiap-siap.


Setelah selesai bersiap-siap, keduanya keluar dari kamar menuju ruang kumpul, karena katanya pangeran berpindah tempat setelah melihat kedua Duke lainnya di ruangan tersebut.


"Asha, kenapa kamu terlihat seperti orang yang lelah? padahal kamu baru saja bangun tidur," ucap Grace dengan tatapan tajam ke arah Asha yang menghela nafas


Asha hanya bisa diam sampai di depan pintu ruangan tempat dimana semua teman-temannya berkumpul. Dibukanya pintu besar itu setelah di ketuk terlihat ketiganya berbincang dengan santai.


"Tidak perlu bersikap sopan karena aku datang tiba-tiba,"


"Lakukanlah seperti yang biasa kamu lakukan Asha," ucap pangeran yang tiba-tiba sebelum Asha dan Grace memberikan menghormat kepada sang pangeran membuat ketiga orang membulatkan mata karena terkejut dengan ucapan yang di ucapkan


"Edelweiss, aku sudah bilang untuk datang mengabari aku dahulu,"


"Jadi apa yang ingin kamu diskusikan hari ini?" ucap Asha kepada pangeran di depannya dengan tatapan kesal


"Ah iya dimana Ehan sekarang? Kenapa dia tidak berada di sini?"

__ADS_1


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2