Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 31 Pasangan


__ADS_3

Asha membalas surat yang dikirimkan oleh akademi kepadanya, setelah dia bangun di pagi hari tetapi entah karena apa Asha tiba-tiba saja langsung menyetujui undangan itu, surat undangan yang acaranya setelah pesta penyambutan kepulangan mereka dari timur tengah, pesta penyambutan itu sendiri akan dimulai satu minggu lagi.


Akan tetapi Asha mendadak di minta untuk pergi ke kerajaan saat ini karena ada hal yang ingin dibicarakan oleh para dewan kerajaan kepadanya. Sesampainya di depan istana yang besarnya tiga kali dari mansion milik keluarganya, dia telah ditunggu oleh pangeran kerajaan, terlihat sekali antusiasnya dalam menunggu kedatangan Asha ke istana yang padahal bisa di lakukan oleh para pengawal.


"Asha, aku akan menemanimu langsung ke ruangan rapat dewan, karena ayah bilang aku juga harus hadir," ucap Edel dengan seringaian


Asha yang menganggap kalau ini adalah hal resmi maka mau tidak mau melakukannya saja, karena tidak apa-apa masuk bersama karena dia adalah temannya, tanpa mengetahui niat buruk dari Edel.


Keduanya berjalan masuk ke dalam ruangan rapat berdampingan, tentu menjadi pembicaraan para bangsawan yang telah berada di ruang rapat terutama sang ayah tetapi dia hanya memilih untuk tidak banyak berbicara karena takutnya ada kesalahpahaman.


"Kita tidak perlu banyak berbasa-basi, alasan kenapa aku meminta kalian berdua datang karena aku ingin kalian berdua turun tangan dalam acara amal yang akan dilakukan di salah satu wilayah kecil di kerajaan,"


"Mengingat cerita kalian sebelumnya mengenai negeri timur tengah, ada baiknya kita juga sekali-kali mengadakan acara amal,"


"Sebagai seorang calon pewaris tahta kerajaan Edelweiss aku ingin kamu menunjukkan kontribusi seberapa dekat dirimu kepada rakyat biasa dan nona Edelstein sebagai pasangannya," ucap sang raja dengan tatapan serius kepada Asha dan Edel yang berada di sudut meja panjang


Asha sekilas tidak memahami makna dari ucapan sang raja, karena ada yang aneh dia berusaha mengingatnya supaya nantinya dia tidak akan melakukan hal yang lebih rumit lagi.

__ADS_1


"Yang mulia, mohon maaf atas kelancangan saya tetapi saya ingin mengatakan kalau saya dan yang mulia pangeran hanya partner kerja bukan sebagai pasangan jadi yang mulia saya harap nantinya ini tidak akan membuat orang lain salah paham tentang kami berdua," ucap Asha dengan kepala tertunduk hormat dan nada dingin


Ucapan yang diucapkan oleh Asha membuat sang raja dan pangeran merasa tertolak karena secara tidak langsung keduanya menjodohkan atau memasangkan Asha sebagai calon ratu negeri ini. Tidak banyak orang yang mungkin akan menyadarinya, tetapi di dunia bangsawan setiap ucapan saja memiliki arti yang berbeda yang mengartikan mereka harus menjaga setiap ucapan mereka saat berada di depan bangsawan lain, kalau tidak bersiaplah di tatap seperti mangsa oleh mereka.


"Hohoho..."


"Saya tidak menyangka nona Edelstein begitu teliti kepada ucapan orang tua ini, maafkan aku jika aku menyebabkan kesalahpahaman," ucap sang raja dengan senyuman pahit sedangkan ayahnya hanya diam tidak ikut banyak membela karena ini adalah urusan kerajaan bukan urusan keluarga


Kemudian Asha dan Edel di ajak untuk membicarakan permasalahan kerajaan yang harusnya mereka bahas ketika mereka berada di posisi kepala keluarga atau seorang putra makhota, tetapi sang raja menganggap kalau keduanya sangat pantas untuk ikut kedalam rapat ini karena keduanya berhasil menyelesaikan pekerjaan di negeri seberang, ketika sudah tiba waktunya rapat selesai semua bangsawan berbondong-bondong untuk segera keluar dari ruangan itu setelah cepat-cepat pamit undur diri, tapi ketika Asha dan ayahnya ingin ikut pamit undur diri malah keduanya diminta untuk ikut jamuan minum teh sebagai seorang teman dan orang tua anaknya.


Asha dan ayahnya tidak akan bisa menolak karena ayahnya sendiri merupakan teman akrabnya sang raja sejak kecil, jadinya jika di ajak tidak mungkin tidak di terima oleh Duke Edelstein dan jika Asha pulang lebih dulu itu akan membuat kesan yang tidak hormat kepada orang tua yang membuatnya harus ikut dalam acara minum teh kecil-kecilan ini.


"Tetapi sewaktu kamu kecil kamu terlihat tidak peduli dengan situasi dan hanya fokus kepada dirimu sendiri,"


"Sekarang saja sudah tumbuh menjadi perempuan remaja yang cantik dan pemikiran dewasa," ucap sang raja dengan senyuman lembut dan tatapan nostalgia akan masa lalu tetapi Asha yang tidak ingat kalau dia pernah ke istana sewaktu kecil merasakan kalau ingatan raja mungkin lebih bagus daripada ingatannya masih kecil karena dia hanya fokus kepada dirinya sendiri sesuai yang dikatakan oleh raja


"Terima kasih atas sanjungannya yang mulia," ucap Asha dengan senyuman formalitas

__ADS_1


"Jangan panggil aku yang mulia saat ini aku adalah seorang kepala keluarga dan ayah dari anak yang cukup susah di atur,"


"Kamu boleh memanggilku paman atau ayah, karena sejak dulu aku menginginkan anak perempuan," ucap sang raja dengan menggeleng pelan menolak untuk dipanggil formal karena saat ini dia ingin di perlakukan sebagai orang biasa seperti teman akrab yang berkunjung yang kemudian hanya di jawab anggukan mengerti oleh Asha, karena dia cukup mengerti dengan situasi sedangkan Edel hanya diam dan memperhatikan pembicaraan sejak tadi


"Aku sangat khawatir sebenarnya kepada kalian yang pergi ke negeri timur tengah karena disana lebih berbahaya dibandingkan negeri timur,"


"Akan tetapi kita saat itu memerlukan kerja sama dalam dunia perdagangan jadinya tentu saja aku ingin ada orang yan mengajukan diri daripada aku harus menunjuk ke arah orang itu,"


"Tapi siapa yang menyangka kalian berdua yang memutuskan untuk berangkat," ucap sang raja dengan tatapan khawatir dan helaan nafas panjang karena mengingat betapa tidak berdayanya dia karena banyak para bangsawan yang sering membuat alasan-alasan yang masuk akal hingga menolak pergi demi negerinya sendiri


Asha cukup mengerti dengan situasi politik negeri barat saat ini, banyaknya kekacauan dimana-mana yang dilakukan oleh para bangsawan dan banyaknya rakyat yang menderita karena orang-orang itu, tetapi ketika mereka diminta untuk melakukan pekerjaan yang sangat mulia mereka banyak beralasan dengan kata tidak mungkin membiarkan wilayahnya terbengkalai tidak terurus.


"Aku pikir kalau aku juga harus banyak belajar dari berbagai kerajaan untuk membangun wilayahku lebih baik dimasa depan,"  ucap Asha dengan senyuman yang lembut dan terlihat tulus


Ucapan dari Asha membuat sang raja terkejut dan terdiam karena abadinya kepada kerajaan begitu besar dan tulus.


"Asha, aku ingin menawarkan pertunangan putraku kepadamu? Karena jika kalian bersama maka aku akan tenang,"

__ADS_1


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2