
Memang sedikit keterlaluan perbuatan laki-laki yang berada di depannya, tetapi bukan berarti dia akan memaafkan dirinya dengan mudah apalagi jika dia terlihat sangat takut kehilangan Asha yang padahal mereka saat ini tidak lagi terikat oleh seutas benang merah.
Apakah itu takut kehilangan karena cinta? Atau takut kehilangan orang yang membuatnya merasa bersalah karena cinta tulus yang di sia-siakan olehnya? Tidak ada yang mengetahui yang pasti tentang hal semacam itu. Tapi memang pasti kalau Asha telah mengetahui semua yang dilakukan oleh laki-laki di depannya.
"Hah..."
"Aku mengerti sekarang dan artinya saat ini semua keputusan ada di tanganku?" tanya Asha dengan tatapan dingin karena sudah mengetahui pasti ke arah mana hubungan mereka berdua saat ini
"Aku akan mengatakannya sekarang kalau aku tidak ingin terlibat dalam hubungan yang berada di dalam bayang-bayang masa lalu,"
"Jika kamu belum bisa melepaskan aku yang di masa lalu maka jangan pernah datang dan bicara denganku, karena setiap kali aku menatapnya aku hanya akan bisa merasakan perasaan bersalah bukan cinta tulus," ucap Asha dengan menatap ke arah luar jendela tanpa sedikitpun menoleh ke arah Ehan yang terlihat ingin mendapatkan kesempatan
Dari semua ini Asha tentu jadi mengerti semua yang dia rasakan bukanlah cinta melainkan perasaan bersalah atas masa lalu, Asha hanya bisa diam setelah percakapan itu. Begitu juga dengan Ehan yang masih berpikir keras tentang apa yang seharusnya dia lakukan ketika Asha tidak menatap ke arahnya sama sekali.
Tiba-tiba pintu besar yang tidak jauh dari mereka terbuka, terlihat tiga orang yang masuk ke dalam ruangan itu dengan khawatir dan mata yang berkaca-kaca setelah melihat gadis yang terbaring di tempat tidur.
"Asha, akhirnya kamu sadar,"
"Aku sangat-sangat merindukanmu, kamu sudah satu minggu lebih tidak sadarkan diri,"
__ADS_1
"Putri keluarga Bleistift sekarang sedang berada di penjara karena terlihat unsur kesengajaan dalam melakukan perbuatan itu, dan baru-baru ini ada berita baru kalau dia menghilang dari penjara yang begitu ketat,"
"Diketahui juga sihir hitam telah berkeliaran di akademi, semua siswa-siswi telah diminta untuk berhati-hati dengan pengguna sihir hitam yang tidak di ketahui ini," ucap Grace yang sambil berjalan ke arah Asha dengan cerita-ceritanya selama beberapa hari di akademi
Asha terkejut karena bagaimana mungkin pemeran utama bersikap untuk mencelakakan dirinya, itu semua pasti karena kekeliruan. Tapi saat ini dia tidak akan bisa menyangga ucapan dari Grace karena tidak ada bukti kalau itu adalah kekeliruan, Ehan keluar dari ruangan secara diam-diam hingga tidak ada yang tau kalau dia berada di sana dan juga Grace tidak mungkin tidak akan bertengkar ketika melihat sosok laki-laki yang tidak dia sukai berada di dalam ruangan sahabatnya.
Beberapa hari kemudian Asha sudah bisa berjalan ke sana kemari dengan bebas tanpa ada aturan dari kepala akademi yang merasa bersalah atas kejadian yang menimpa dirinya, semua orang di tanyakan detail kasus yang terjadi di kafetaria secara mendadak terjadi. Karena Asha hari ini telah sembuh dia diminta untuk bertemu dengan orang-orang yang penasaran dengan kasus itu.
Sesampainya di sana betapa terkejutnya Asha karena bisa melihat sosok laki-laki yang sangat tidak asing berada di sana, walaupun hanya bagian punggung dia bisa mengenalinya dengan baik kalau itu adalah orang yang dia kenal. Akan tetapi karena dia sering salah memanggil orang dia memutuskan untuk masuk ke ruangan dulu dan berpikir sebagai seorang saksi yang menyaksikan kejadian untuk memberikan sebuah keterangan.
"Nona Asha, sudah lama tidak bertemu dengan dirimu,"
Suara yang dewasa sedikit berbeda, tetapi dengan wajah yang tidak ada bedanya dengan dimasa lalu membuat Asha yakin bagaimana bisa dia lupa dengan masa lalu kepada seorang anak laki-laki yang pernah dia pungut sewaktu masih kecil, karena tidak punya rumah sama sekali.
"Edith, sudah lama tidak bertemu dengan dirimu juga,"
"Maafkan aku selama ini, aku tidak banyak mengirimkan surat kepada dirimu," ucap Asha yang mengelus-elus kepala laki-laki yang berlutut di hadapannya secara tiba-tiba
"Tidak apa-apa, guru sangat sering menceritakan tentang anda walaupun beliau sangat jarang ke menara sihir saat ini karena dia bilang saat ini dia harus mengurus persiapan untuk dilantik sebagai putra mahkota," ucap Edith dengan senyuman yang tipis ke arah Asha yang terus-menerus mengelusnya
__ADS_1
Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai masa lalu yang singkat dan perjalanan Edith sebagai seorang master menara sihir yang di akui, tidak lama kemudian keduanya sampai ke inti pembicaraan yang sangat serius.
"Ini adalah barang yang diberikan oleh guru kepadaku katanya nona pasti membutuhkannya,"
"Ditambah insiden yang besar ini pastinya membuat kami para penyihir untuk ikut menyelidiki masalah yang kasusnya besar ini," ucap Edith yang sambil mengeluarkan sebuah alat yang baru saja ingin dibuat oleh Asha atas permintaan kepala akademi yaitu alat pelacak sihir hitam yang tidak pernah dipublikasikan alatnya karena alat itu akan menjadi bahan penelitian para penyihir dengan sihir gelap dalam menangkal pendeteksian
Sah satu alasan yang hanya diketahui oleh Asha, Edel dan orang-orang yang bekerja dibawahnya dalam pembuatan alat sihir ini, Asha merasa sangat terbantu dengan adanya alat sihir ini.
"Kamu datang di saat yang tepat, aku sangat berterima kasih karena kamu datang dan memberikan alatnya kepadaku,"
"Aku sempat berpikir untuk membuat alat ini kembali atas permintaan kepala akademi, yang mengatakan kalau dia merasakan sihir hitam di akademi," ucap Asha yang mengambil alat yang dilekatkan di atas meja
Setelah selesai berbicara keduanya bersamaan pergi ke ruangan kepala akademi untuk melanjutkan proses penyelidikan lebih lanjut misalnya izin menggeledah setiap kamar asrama yang di duga sebagai tempat penggunaan sihir hitam yang sangat kuat. Hal ini langsung di setujui tanpa memerlukan dirinya menyusun sebuah surat yang berisikan permohonan dan alasan, yang bisa membuat prosesnya menjadi panjang, disisi lain juga Ehan melakukan penyelidikan secara menyeluruh diam-diam membantu. Asha tentu tau kalau dia akan melakukannya untuk dirinya karena dia sangat berharga bagi Ehan walaupun tidak diakui oleh Asha cinta karena penyesalan.
Asha menggunakan alat itu dan terlihat ke arah mana alat itu menunjuk.
"Ternyata benar-benar alatnya menunjuk ke arah bangunan asrama, tapi asrama ini sangat luas dan bukan satu,"
"Bisakah kamu meminta bawahanmu juga untuk turun tangan?"
__ADS_1
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée