Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 44 Sosok yang di sesali


__ADS_3

Setelah kata terima kasih yang diucapkan oleh Asha, Asha tertidur dengan lega dan di dalam mimpi kali ini terlihat banyak sekali bunga-bunga berwarna merah muda berguguran di setiap jalan tempat dia berjalan. Begitu banyak bunga-bunga itu bermekaran, di sana juga terlihat sosok laki-laki yang pernah dia temui sebelumnya di dalam mimpinya tapi kali ini laki-laki itu tidak terlihat memiliki papan catur di depannya melainkan sebuah meja dengan dua gelas teh khas timur dan sebuah teko.


Asha berjalan dengan cepat menghampiri sosok laki-laki itu karena merasa sangat terbantu dan terima kasih mungkin tidak cukup untuk dirinya, pikir Asha yang berjalan ke arah sosok itu.


"Tidak perlu terburu-buru Asha,"


"Pelan-pelan saja, aku tidak akan pergi dengan cepat," ucap Laki-laki yang ada di depannya dengan senyuman lembut ke arah Asha yang begitu terburu-buru, hanya di jawab dengan tawa yang kaku oleh Asha yang kemudian berjalan seperti biasa ke arah sosok laki-laki itu


Dengan tatapan isyarat yang diberikan Asha langsung duduk di bantal yang membuat dirinya terasa mengenang sedikit masa lalu yang pernah dia lakukan di masa lalu.


"Terima kasih, telah membantuku,"


"Tapi, di dunia ini tidak ada yang namanya bantuan gratis,"


"Jadi, apa yang anda inginkan? Dan siapa anda sebenarnya hingga Ingin membantu saya?" tanya Asha yang telah duduk di depan laki-laki itu dengan tatapan kebingungan tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun kepada orang yang telah menolongnya


Karena bagi Asha ini adalah dunia mimpi jadi tidak mungkin dia akan mati di sini, itulah pikir Asha saat telah duduk di tempat itu. Tapi laki-laki di depannya tau apa yang di pikirkan oleh Asha dengan senyuman lembut.


"Asha, kamu tau kalau yang ada di mimpi ini adalah jiwamu,"

__ADS_1


"Dan kalau kamu malah mati di sini, kamu akan sangat sulit untuk di hidupkan kembali di kehidupan yang akan datang atau mungkin malah jiwamu akan menghilang," ucap laki-laki di depannya sambil menuangkan teh untuk Asha dengan lembut


Asha terdiam mendengarkan ucapan yang begitu mengejutkan untuk dirinya karena bagaimana bisa ada orang yang bisa membaca pikirannya dan juga ini adalah mimpi, bukankah itu adalah hal yang seharusnya mustahil dilakukan. Siapa orang yang ada di depannya sebenarnya hingga bisa datang ke dalam mimpinya dan mengatakan hal itu?


"Kalau kamu begitu penasaran dengan identitasku,"


"Namaku adalah Qi Lin, aku adalah orang yang pernah kamu tolong selama 4 kehidupan masa lalumu,"


"Dengan cara yang berbeda aku ditolong dan karena itu juga aku menolong dirimu sepanjang aku bisa membantu,"


"Kali ini kalau kamu mati kalau bukan karena usia tua maka aku akan menjaga dirimu lagi lebih baik dari ini," ucap Qi Lin dengan senyuman lembut kepada Asha


"Aku sendiri tidak ingat perbuatan apa saja yang pernah aku lakukan kepada orang lain, karena saat ini semua ingatan itu telah memudar," ucap Asha dengan senyuman pahit dan kepala tertunduk


"Saat ini aku juga bingung sebenarnya aku harus percaya dengan laki-laki yang sama atau aku harus membantahnya di kehidupan ini untuk hidup dengan umur yang lebih panjang dari itu?" ucap Asha lagi dengan tangan yang terkepal dengan erat terlihat dia sangat sulit untuk percaya dengan waktu yang telah pernah dia alami


Di setiap kehidupan yang dia ingat, hanya dia hidup sebagai apa dan selalu mati tidak sampai di umur tiga puluh tahun dan dia tidak ingat apakah dia pernah mencintai seseorang atau pernah menikah dengan seseorang di salah seorang di kehidupannya, Tidak ada yang bisa dia ingat sampai hari ini. Tidak banyak kesan yang dia dapatkan di setiap kehidupan yang dilewatinya, oleh karena itu dia takut dengan yang namanya cinta.


"Asha, kamu mungkin saat ini masih ragu tentang siapa dirimu dan seperti apa masa depan yang sedang menunggu dirimu saat ini,"

__ADS_1


"Kamu harus yakin dengan pilihanmu terhadap laki-laki itu karena dia saat ini sedang berjuang untukmu walaupun dia tidak bisa membalas perasaanmu di masa lalu karena buta,"


"Kamu yakinkan dirimu bahwa ini bukanlah pilihan yang buruk, jika memang benar nantinya akan sangat buruk,"


"Aku akan turun tangan dan membawa dirimu ke kehidupan yang lebih baik, itu adalah janjiku," ucap Qi Lin dengan senyuman sambil menggenggam tangan Asha yang ada di depannya untuk tetap percaya kepada orang yang dia cintai


Asha sendiri tidak yakin apakah benar-benar yang dikatakan itu adalah kebenaran, ingin dia tanyakan namun saat ini waktu telah habis untuk keduanya berbicara, Qi Lin hanya tersenyum di saat perpisahan tiba dan Asha kembali ke kenyataan, tapi tempatnya kali ini sangat berbeda dengan ruangan yang kotor, bau dan memiliki jeruji besi.


Sebuah ruangan besar dan dekorasi yang tidak asing untuk dirinya terlihat pada saat dia sadar kembali ke kenyataan. Apakah dia terlahir kembali karena dirinya mati atau ini adalah mimpi yang lain, tetapi ketika dia melihat seorang pelayan yang dia kenal masuk ke dalam ruangan dia sangat yakin kalau ini bukanlah sebuah mimpi.


Seorang pelayan menceritakan kalau dirinyalah telah kembali sekitar dua minggu yang lalu dan tidak sadarkan diri selama itu, orang yang membawanya kembali adalah calon pewaris Duke Aelfraed dan ruangan yang pantas saja tidak terlihat asing untuknya adalah kamar yang pernah dia pakai setiap kali menginap di mansion ini.


Seorang pelayan menceritakan kalau calon pewaris keluarga Duke Aelfraed itu terluka cukup parah hingga saat ini belum sadarkan dirinya semenjak dirinya keluar dari mansion yang begitu terkutuk, pelaku kejahatannya juga telah berhasil ditangkap oleh para knight terbaik di keluarga Duke Aelfraed dan saat ini semuanya sedang menunggu korban bangun untuk diproses lebih lanjut dalam hukum.


Asha yang mendengarkan kalau sosok laki-laki yang mencintai dirinya yang mengorbankan diri untuknya merasakan hal yang mungkin sama dengan orang yang pernah dia tolak sebelumnya, dengan cepat dia berjalan ke arah kamar laki-laki yang tidak jauh dari kamarnya.


Di depan pintu dengan perasaan ragu dibukanya pintu besar itu, terlihat sesosok laki-laki terbaring dengan tubuh penuh perban dan luka-luka yang masih belum sembuh dan masih dalam keadaan tidak sadarkan diri sosok itu terbaring dengan begitu tenang dan lega terhadap sesuatu. Asha terduduk di depan tempat tidur sosok laki-laki yang dia sesali dengan air mata.


"Ehan, kenapa kamu jadi orang yang tidak waras juga?"

__ADS_1


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2